Posts: 3,141
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
106
15-03-2012, 09:04 PM
(This post was last modified: 15-03-2012, 10:25 PM by Adi Sutjipto.)
(15-03-2012, 08:49 AM)Joe_cn Wrote: Yang disebut pantas, apakah ketika kita juga tidak menyewa kuli stasiun dan membawakan barang saudara ato orang yang umurnya lebih tua dari kita pak?
Soalnya kadang2 kuli stasiun suka minta yang lebih apabila membawakan tas nenek saya kalo sudah di atas KA, padahal perjanjiannya 10ribu tapi sampe kereta ditarik 15ribu. sesekali memberi rejeki ga masalah, tapi diulang terus berkali kali apalagi bawaanya ya ga terlalu berat untuk ukuran seorang kuli.
menurut Pak kadaop x apa membawakan tas seorang nenek sampe ke kereta boleh ga ya?
Kalo boleh saya ingin mencobanya nanti di YK.
Thx infonya.... Hal seperti diatas, sering terjadi,
tidak saja dalam dunia perkuli angkutan,
tapi yang lebih sering, ketika kita naik becak, atau mungkin ojek/ bajaj.
Biasanya, hal ini terjadi pada wanita atau orang tua,
atau yang posisinya dianggap lebih lemah [jika terjadi kekerasan].
Ini BIASANYA dimulai dari TIDAK TEGAS nya korban pada awalnya.
Contohnya, jika kita naik becak dan ketika kita tanya,
berapa ongkosnya, tukang becaknya menjawab, ya seperti biasanya,
atau kita disuruh kira-kira sendiri.
Lalu kita kok ya mau naik begitu saja,
padahal, urusan harga/ ongkos, belum diketahui berapa nilainya.
Nah,
ketika sampai ditempat dan kita bayar menurut perkiraan kita
pada umumnya,
persoalan baru dimulai,
kurang, kata tukang becaknya !
Ini memang trick lama dan masih up to date sampai sekarang.
Umum menurut dia, kan tidak sama dengan umum yang kita pikirkan.
walau tarifnya, memang benar-benar masuk akal.
Namanya juga mau meras !
Yang cara halus dan sudah saya antisipasi,
jika terpaksa harus naik Taksi.
Kita beri uang berapapun,
pasti tidak ada kembaliannya.
Tidak mungkin kan, bagi kita untuk turun dan tukar uang,
padahal, kembaliannya masih bisa untuk dua bungkus rokok misalnya.
Mereka juga tahu hal itu,
karena kita segera akan masuk tasiun atau bandara.
Makanya,
sebelum berangkat, saya siapkan uang pecahan,
jadi,
bisa saya bayarkan dengan uang pas,
atau jika lebih, hanya beberapa ribu rupiah saja.
Ini terlepas jika kita ingin memberikan sebagai tips,
karena sudah membantu mengangkatkan barang
atau tadi sudah menunggu saat menjemput kita.
Tapi kalau yang turun dan sampai rumah,
suaminya ternyata penegak hukum dan keluar masih dengan pakaian seragam,
ya ini bisa tidak berhasil tipu dayanya.
Demikian juga jika di tasiun,
tanya dulu, berapa tarifnya,
bisa saja, tarif Rp. 10 ribu untuk satu koper ukuran sedang,
nah, jika ukuran jumbo, masih ditambah beberapa kardus,
ya enak nego dulu, lebih bijaksana.
Dengan adanya larangan masuk peron,
memang sejujurnya, pendapatan para Portir memang naik,
dan ini keuntungan dan nasib mujur buat mereka, setelah
berpuluh tahun dengan kebijakan lama.
Tapi,
orang kita juga kalau bepergian,
banyak yang tidak umum bawaannya !
Sudah membawa hasil bumi, sering juga membawa oleh-oleh ternak,
entah ayam, entah bebek,
sudah pernah saya upload ayam turun dari rangkaian Tawang Alun,
ini kenyataan lho !
Khususnya untuk penumpang K3.,
kalau tidak percaya, buktikan sendiri !
Saya saja beberapa kali, jika naik kereta jarak jauh,
mau menaruh barang diatas tempat duduk dan
jatah untuk saya sendiri sebagai pemegang karcis,
sudah penuh dengan barang penumpang yang duduk didepan atau dibelakang kursi saya.
Padahal, penumpang disebelah saya saja belum datang,
atau belum tentu bangku terisi.
Betul tidak ?
Makanya,
dibereskan dahulu masalah tarifnya,
agar tidak mbendhol alias benjol dibelakangnya.
(15-03-2012, 05:20 PM)ArvendoGTASA Wrote: wuah.. mau satu saja pak.. hehehehe...  
Tidak dua saja sekalian ?
Satu nanggung loh...
Posts: 477
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
4
(15-03-2012, 12:12 AM)Adi Sutjipto Wrote: (13-03-2012, 09:28 PM)CC 203 Wrote: gimana cara mendapatkan kartu pengenal ini? apa bisa di setiap stasiun? berapa lama berlakunya? apa bisa untuk umum atau orang2 tertentu saja? 
Quote:Caranya ya tinggal bilang saja keperluan anda kepada staff Stasiun setempat, nanti akan diminta untuk meninggalkan KTP dan diberi Kartu itu... Berlaku selama anda berada di Stasiun...
Hanya kepada yang pantas diijinkan untuk masuk kedala peronlah,
IDC ini dipinjamkan, setelah meninggalkan identitas asli,
yang nanti dapat diambil kembali saat mengembalikan IDC ini.
Selain yang diperuntukkan bagi tamu tasiun,
yang khusus untuk non tamu,
hanya diberikan jika harus mengantar orang tua yang mungkin
sulit berjalan sendiri menuju kereta, atau menjemputnya.
juga untuk anak yang mungkin pergi sendirian
dan belum begitu dewasa, sehingga perlu diantar sampai
tempat duduknya.
Yang jelas,
tidak untuk pass masuk hunting para RF didalam emplasement,
sepertinya ya tidak akan mendapat IDC ini,
yang dapat mengakibatkan ada orang mondar mandir bawa camera

RF juga bisa dapet... Tapi saat event-event tertentu misalnya saat jadi relawan posko mudik...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Posts: 833
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
12
Info aja, di PSE sdh mulai berlaku pemeriksaan identitas penumpang yg dilakukan di pintu masuk peron. Setiap penumpang diminta menunjukkan kartu identitas untuk dicek kesesuaiannya dgn tiket yg dipegang. Kalau ada ketidaksesuaian, penumpang diminta untuk mengisi suatu daftar. Informasi apa saja yg wajib dituliskan pada daftar tsb serta bentuk tindak lanjutnya, saya belum jelas.
KA Sumber Kentjono
Posts: 6,717
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
46
(08-04-2012, 05:34 PM)eri4nto Wrote: Info aja, di PSE sdh mulai berlaku pemeriksaan identitas penumpang yg dilakukan di pintu masuk peron. Setiap penumpang diminta menunjukkan kartu identitas untuk dicek kesesuaiannya dgn tiket yg dipegang. Kalau ada ketidaksesuaian, penumpang diminta untuk mengisi suatu daftar. Informasi apa saja yg wajib dituliskan pada daftar tsb serta bentuk tindak lanjutnya, saya belum jelas.
Waduh dengan begitu bakal membuat antrian masuk peron semakin panjang dong?
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
Posts: 7,346
Threads: 0
Joined: Oct 2008
Reputation:
44
(08-04-2012, 05:34 PM)eri4nto Wrote: Info aja, di PSE sdh mulai berlaku pemeriksaan identitas penumpang yg dilakukan di pintu masuk peron. Setiap penumpang diminta menunjukkan kartu identitas untuk dicek kesesuaiannya dgn tiket yg dipegang. Kalau ada ketidaksesuaian, penumpang diminta untuk mengisi suatu daftar. Informasi apa saja yg wajib dituliskan pada daftar tsb serta bentuk tindak lanjutnya, saya belum jelas.
Wah mulai kapan itu?  kemaren d PSE blm d cek seperti itu...alhamdulillah 
malah rusuh itu d PSE kemaren wkwkwkw
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.
Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...
Hibernasi ã„ã¿ã¯ ãÂÂã¦ã„ãÂÂã¾ãÂâ„¢. XDa
l
Posts: 1,200
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
19
(08-04-2012, 05:34 PM)eri4nto Wrote: Info aja, di PSE sdh mulai berlaku pemeriksaan identitas penumpang yg dilakukan di pintu masuk peron. Setiap penumpang diminta menunjukkan kartu identitas untuk dicek kesesuaiannya dgn tiket yg dipegang. Kalau ada ketidaksesuaian, penumpang diminta untuk mengisi suatu daftar. Informasi apa saja yg wajib dituliskan pada daftar tsb serta bentuk tindak lanjutnya, saya belum jelas.
makin aneh saja, makin repot bagi pengantar/calon penumpang yang mau masuk peron, giliran gelandangan dan asongan di peron tidak ditertibkan?
Posts: 833
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
12
hal tsb terjadi pas saya mau naik gumarang kamis sore (5 april 2012) kemarin. pengecekan dilakukan 2 petugas cewek dan saya lihat antrian tetep lancar. mungkin karena pas saya datang sebagian besar penumpang udah pada dicek dan masuk peron.
KA Sumber Kentjono
Posts: 275
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
7
lucu, dulu keingat pas jng masih mewajibkan karcis peron. harga karcis peron dulu di jng 2000-2500. lebih mahal dari tiket krl eko. padahal ga niat naik krl hanya masuk ke peron saja. saya malah membeli karcis krl. hahaha.... orang2 KAI ga mikir apa ya dulu bikin karcis peron mahal2
Posts: 6,717
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
46
(09-04-2012, 12:55 PM)masukangin Wrote: lucu, dulu keingat pas jng masih mewajibkan karcis peron. harga karcis peron dulu di jng 2000-2500. lebih mahal dari tiket krl eko. padahal ga niat naik krl hanya masuk ke peron saja. saya malah membeli karcis krl. hahaha.... orang2 KAI ga mikir apa ya dulu bikin karcis peron mahal2
betul gada fasilitas, cuma WC aja yang gratis tapi itu juga kadang2 masih bayar soalnya ada yang jga di depan....
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
(08-04-2012, 05:34 PM)eri4nto Wrote: Info aja, di PSE sdh mulai berlaku pemeriksaan identitas penumpang yg dilakukan di pintu masuk peron. Setiap penumpang diminta menunjukkan kartu identitas untuk dicek kesesuaiannya dgn tiket yg dipegang. Kalau ada ketidaksesuaian, penumpang diminta untuk mengisi suatu daftar. Informasi apa saja yg wajib dituliskan pada daftar tsb serta bentuk tindak lanjutnya, saya belum jelas.
naahhh... gitu dunk.. mantab ki 
agar data manifest penumpang bener2 terdata dan penumpang yg naek kereta adalah yg bener2 namanya tertera di karcis....
oh iya, sekarang2 ini beli karcis keknya udah ga perlu nunjukin KTP lagi yak  emang harusnya kek gini neh, beli karcis dipermudah... namun ketika boarding, bari dicek kesesuaian penumpang dengan data2 ticketing
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
|