"Selamat Sore Bapak Ticket nya Ada" <<< Security
"Lo saya cm mau ngantar aza mas, biasanya khan bisa masuk asalkan saya beli ticket peron

" <<<< Pengantar
"Maap bapak, Mulai hari ini Penghantar cukup tunggu di luar aza" << Security
"Owh" << Pengantar
Kisah Bapak Tadi yang mau mengantar anak naek Turangga dari Gubeng, sebenere saya rada keberatan siii klo di tiadakan ticket peron kenapa,
1. Petugas Ticket Peron Di Kemanain jelas Putus Kerja besar2an donk,..

2. Karyawan PDAM yang biasanya lewat Gubeng sekarang malah jd muter klo gt,...

3. Pintu Masuk Peron seperti masuk penjara di jaga ma SECURITY, POLSUSKA ma ANGGOTA
Cukup tuh aza si, klo bisa solusi dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) and masukan dari anak2, Buat OM MOMOD maap klo OOT
THX salam

railfans jga d persulit sejak berlakunya keputusan tsb

emang RF cuma hunting di Stasiun? di Lintas ama PJL masih bisa juga
kalau aku sih mikir mgkn bener, untuk menghindari kambing dan sterilisasi stasiun
mgkn perlu adanya tambahan kereta dorong untuk membawa barang kayak d bandara
secara kan boarding sistem wkwkwkw.
(03-10-2011, 01:37 AM)Illia Wrote: [ -> ]
emang RF cuma hunting di Stasiun? di Lintas ama PJL masih bisa juga
kalau aku sih mikir mgkn bener, untuk menghindari kambing dan sterilisasi stasiun mgkn perlu adanya tambahan kereta dorong untuk membawa barang kayak d bandara
secara kan boarding sistem wkwkwkw.
[/size]
salam knal para senior RF
kpan yaa di indonesia bisa kya bgitu ?


Loh saya ini newbie loh
Senior itu apa ya? ga ngerti...
wkwkwwk entah de....boarding sistem itu bagus cm sayang prakteknya kalang kabut jd kayak sekarang de. kurang persiapan intinya.
di BD kesannya kayak gak terlalu ngaruh, daripada beli tiket peron rata - rata yang masuk stasiun lebih milih beli tiket krd ekonomi yang lebih murah soalnya cm serebu

(03-10-2011, 06:59 AM)debi4n_us3r Wrote: [ -> ]di BD kesannya kayak gak terlalu ngaruh, daripada beli tiket peron rata - rata yang masuk stasiun lebih milih beli tiket krd ekonomi yang lebih murah soalnya cm serebu 
Sama halnya di komuter Jabodetabek, untuk masuk peron cukup beli tiket KRL ekonomi yang harganya 1.500 rupiah saja, kecuali di stasiun Gambir yang hanya menjual tiket Commuter Line dengan harga sesuai tujuan (Bekasi 6500 rupiah, Depok 6000 rupiah, Bogor 7000 rupiah).
Selama itikadnya baik untuk sterilisasi peron dari pengguna tak bertiket, sah-sah saja dilaksanakan.
Namun ada baiknya pengantar di KA jarak jauh perlu menyikapi hal ini berhubung ada segelintir orang yang mengaku pengantar padahal orang itu adalah pengguna tak bertiket, maka pengantar cukup masuk sampai pintu peron saja, sisanya diserahkan kepada portir yang bertugas.

(03-10-2011, 02:59 AM)Illia Wrote: [ -> ]Loh saya ini newbie loh
Senior itu apa ya? ga ngerti...
wkwkwwk entah de....boarding sistem itu bagus cm sayang prakteknya kalang kabut jd kayak sekarang de. kurang persiapan intinya.
Nubie koq jumlah postingannya dah tembus 6rebuan yak...?

Yach ditunggu ajah, semoga utk hari2 kedepannya sdh semakin siap. Kalo nggak ada perubahan ya percuma ganti logo.
menurut saya untuk tahap awal ini, lebih baik filtering penumpang dilakukan di pintu tiap-tiap gerbong saja. jadi pengantar tetap bisa masuk ke area peron namun tidak bisa ikut masuk ke dalam gerbong.