Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pergantian Sistem Tiket Kereta Api (Reservasi, Boarding Pass)
#41
hahaha, ya gak lah om kabei.. gak perlu punya indomart, tapi kalaupun punya ya itu lbh baik lg, hehee..
KA Sumber Kentjono
Reply
#42
@ Mbah Bei => beberapa kali anda selalu memposting You Know Who Mikir Dulu ..... itu apa ya mbah... ato siapa sih itu Bingung kasih tahu dunk.. ayo dunk... ayo dunk.. ayo duuunnkkkk....

btw... udah ada yang beli untuk jaoh2 hari lum disini???? secara ane kadang suka beli di Tenabang... soalnya di Tenabang ga ribet... tibggal bilang aja beres koq

oh iya... satu pertanyaan neh, kenapa di PSE pelayanan reservasi tiketnya koq pindah ya.... dulunya di ruangan yg cukup lega, ber AC ada TV monitor jumlah perkembangan tiket tiap KA dan pelayanan menggunakan 4 loket yg model resepsionist... jadi interaksi customer dan CS lebih nyaman ... lah sekarang, beli tiket prosedurnya lebih lama .... koq dipindah ke tempat sempit dan pengap, ga ber AC..eh AC ada seh, tapi buat petugas...bukan buat customers Ngeledek .. trus cuman dilayani 2 loket doank,
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#43
(19-03-2012, 07:28 PM)Bangunkarta Wrote:
@ Mbah Bei => beberapa kali anda selalu memposting You Know Who Mikir Dulu ..... itu apa ya mbah... ato siapa sih itu Bingung kasih tahu dunk.. ayo dunk... ayo dunk.. ayo duuunnkkkk....

btw... udah ada yang beli untuk jaoh2 hari lum disini???? secara ane kadang suka beli di Tenabang... soalnya di Tenabang ga ribet... tibggal bilang aja beres koq

oh iya... satu pertanyaan neh, kenapa di PSE pelayanan reservasi tiketnya koq pindah ya.... dulunya di ruangan yg cukup lega, ber AC ada TV monitor jumlah perkembangan tiket tiap KA dan pelayanan menggunakan 4 loket yg model resepsionist... jadi interaksi customer dan CS lebih nyaman ... lah sekarang, beli tiket prosedurnya lebih lama .... koq dipindah ke tempat sempit dan pengap, ga ber AC..eh AC ada seh, tapi buat petugas...bukan buat customers Ngeledek .. trus cuman dilayani 2 loket doank,

coba lah yu kali kali iseng liat orang tiket. masih muda, cakep, wangi....
kira kira siapa hayo.....
Reply
#44
(20-03-2012, 09:49 AM)kabei Wrote:
(19-03-2012, 07:28 PM)Bangunkarta Wrote:
@ Mbah Bei => beberapa kali anda selalu memposting You Know Who Mikir Dulu ..... itu apa ya mbah... ato siapa sih itu Bingung kasih tahu dunk.. ayo dunk... ayo dunk.. ayo duuunnkkkk....

btw... udah ada yang beli untuk jaoh2 hari lum disini???? secara ane kadang suka beli di Tenabang... soalnya di Tenabang ga ribet... tibggal bilang aja beres koq

oh iya... satu pertanyaan neh, kenapa di PSE pelayanan reservasi tiketnya koq pindah ya.... dulunya di ruangan yg cukup lega, ber AC ada TV monitor jumlah perkembangan tiket tiap KA dan pelayanan menggunakan 4 loket yg model resepsionist... jadi interaksi customer dan CS lebih nyaman ... lah sekarang, beli tiket prosedurnya lebih lama .... koq dipindah ke tempat sempit dan pengap, ga ber AC..eh AC ada seh, tapi buat petugas...bukan buat customers Ngeledek .. trus cuman dilayani 2 loket doank,

coba lah yu kali kali iseng liat orang tiket. masih muda, cakep, wangi....
kira kira siapa hayo.....

Ticketing kah ?
Saya kira Lord Voldemort :p
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
#45
@ Om Kabei => saya masih bingung nih... bisa diperjelas lagi kan siapa Yu Know Who itu Ngikik kalo klu nya kek gitu, banyak Om.... bisa pembeli tiket juga. apalagi kan sekarang banyak kaum metroseksual ....

balik ke pemesanan ya... kenapa yaaa.... ngga dipertahanin ajah kebijakan yg dulunya baik (ada 1-2 gerbong yg dijual go show) .... daripada liat kereta pendek2 .... tapi TD di loket udah habis, tiket hanya ada "delivery" ..... padahal Gumarang, Sawunggalih, Senja YK, Kertajaya, Brantas, Dwipangga... dulunya kan KA-KA yg panjang... tapi koq makin pendek ajah... mendingan kan dioptimalkan ajah dengan penyediaan 1-2 gerbong dengan penjualan go show
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#46
(20-03-2012, 05:45 PM)Bangunkarta Wrote:
@ Om Kabei => saya masih bingung nih... bisa diperjelas lagi kan siapa Yu Know Who itu Ngikik kalo klu nya kek gitu, banyak Om.... bisa pembeli tiket juga. apalagi kan sekarang banyak kaum metroseksual ....

balik ke pemesanan ya... kenapa yaaa.... ngga dipertahanin ajah kebijakan yg dulunya baik (ada 1-2 gerbong yg dijual go show) .... daripada liat kereta pendek2 .... tapi TD di loket udah habis, tiket hanya ada "delivery" ..... padahal Gumarang, Sawunggalih, Senja YK, Kertajaya, Brantas, Dwipangga... dulunya kan KA-KA yg panjang... tapi koq makin pendek ajah... mendingan kan dioptimalkan ajah dengan penyediaan 1-2 gerbong dengan penjualan go show

Wah, yang saya bold itu jangan salah mas, Hampir di tiap kesempatan saya selalu melihat Brantas membawa setidaknya 11 kereta ( 9K3 + KMP + B ) lho .... Ngiler

Btw, tentang Go Show ini ... beneran mau dihapus? Buat semua kelas atau K1 dan K2 saja? Ya kalo KA Ekonomi sih mau diapa-apain relatif (relatif lho yaaa) tetap laris juga, wong murah meriah Ngiler Nah yang K1 dan K2 kan gak semuanya selaris kacang goreng seperti K3 .... seperti Argo Bromo Anggrek (a.k.a ABA Maho) misalnya. Ngeledek
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#47
(20-03-2012, 06:01 PM)Hungry Soul Wrote: Wah, yang saya bold itu jangan salah mas Ngikik Hampir di tiap kesempatan saya selalu melihat Brantas membawa setidaknya 11 kereta ( 9K3 + KMP + B ) lho .... Ngiler

Btw, tentang Go Show ini ... beneran mau dihapus? Buat semua kelas atau K1 dan K2 saja? Ya kalo KA Ekonomi sih mau diapa-apain relatif (relatif lho yaaa) tetap laris juga, wong murah meriah Ngiler Nah yang K1 dan K2 kan gak semuanya selaris kacang goreng seperti K3 .... seperti Argo Bromo Anggrek (a.k.a ABA Maho) misalnya. Ngikik
sekarang tambah pendek mas..... pas tahun 2008-2009 lalu, Brantas dan Kertajaya adalah KA-KA dengan rangkaian terpanjang (11 K-3 dan MP-3); selain itu juga Gumarang (BP, 2 K-1, KM, 8 K-2); BK jadul (3 K-1, MP-2, 8 K-2);
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#48
(20-03-2012, 06:06 PM)Bangunkarta Wrote:
(20-03-2012, 06:01 PM)Hungry Soul Wrote: Wah, yang saya bold itu jangan salah mas Ngikik Hampir di tiap kesempatan saya selalu melihat Brantas membawa setidaknya 11 kereta ( 9K3 + KMP + B ) lho .... Ngiler

Btw, tentang Go Show ini ... beneran mau dihapus? Buat semua kelas atau K1 dan K2 saja? Ya kalo KA Ekonomi sih mau diapa-apain relatif (relatif lho yaaa) tetap laris juga, wong murah meriah Ngiler Nah yang K1 dan K2 kan gak semuanya selaris kacang goreng seperti K3 .... seperti Argo Bromo Anggrek (a.k.a ABA Maho) misalnya. Ngikik
sekarang tambah pendek mas..... pas tahun 2008-2009 lalu, Brantas dan Kertajaya adalah KA-KA dengan rangkaian terpanjang (11 K-3 dan MP-3); selain itu juga Gumarang (BP, 2 K-1, KM, 8 K-2); BK jadul (3 K-1, MP-2, 8 K-2);

Pendek Kan Karena K2nya mau dijadikan Bagasi
kalau mau mempercepat Peningkatan pengiriman barang Saya Kira ada Cara lain
tapi saya yakin nantinya Kalau Sistem Tiketnya Bagus Jangankan 13 Gerbong, 20 Gerbong asalkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Mau Membuat High Quality Recomended Ticket maka 20 Gerbong adalah Hal Yang Bisa Diraih Dalam Waktu 8 Tahun.
karena saya yakin Pembenahan Ini akan Bermanfaat Di masa Depan
Reply
#49
(20-03-2012, 06:37 PM)ardial Wrote: Pendek Kan Karena K2nya mau dijadikan Bagasi
kalau mau mempercepat Peningkatan pengiriman barang Saya Kira ada Cara lain
tapi saya yakin nantinya Kalau Sistem Tiketnya Bagus Jangankan 13 Gerbong, 20 Gerbong asalkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Mau Membuat High Quality Recomended Ticket maka 20 Gerbong adalah Hal Yang Bisa Diraih Dalam Waktu 8 Tahun.
karena saya yakin Pembenahan Ini akan Bermanfaat Di masa Depan

Eh tapi bukannya kalau gak salah lokonya cuma bisa menarik kereta penumpang dalam jumlah tertentu ya? Kalau ndak salah 12 kereta ya? CMIIW. Oh ya, KA-KA yang dulunya merupakan kelompok "sering atau nyaris 12 kereta" yang sekarang makin pendek ini bukannya salah satu penyebabnya ada kebijakan harus ada (dulunya) aling-aling dan (sekarang) jadi ada Kereta Barang Warna ijo itu ya? Bingung
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#50
(20-03-2012, 06:58 PM)Hungry Soul Wrote:
(20-03-2012, 06:37 PM)ardial Wrote: Pendek Kan Karena K2nya mau dijadikan Bagasi
kalau mau mempercepat Peningkatan pengiriman barang Saya Kira ada Cara lain
tapi saya yakin nantinya Kalau Sistem Tiketnya Bagus Jangankan 13 Gerbong, 20 Gerbong asalkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Mau Membuat High Quality Recomended Ticket maka 20 Gerbong adalah Hal Yang Bisa Diraih Dalam Waktu 8 Tahun.
karena saya yakin Pembenahan Ini akan Bermanfaat Di masa Depan

Eh tapi bukannya kalau gak salah lokonya cuma bisa menarik kereta penumpang dalam jumlah tertentu ya? Kalau ndak salah 12 kereta ya? CMIIW. Oh ya, KA-KA yang dulunya merupakan kelompok "sering atau nyaris 12 kereta" yang sekarang makin pendek ini bukannya salah satu penyebabnya ada kebijakan harus ada (dulunya) aling-aling dan (sekarang) jadi ada Kereta Barang Warna ijo itu ya? Bingung

kan awalnya aling2 kan karena sering PLH dalam 3 Tahun, maklum penyesuaian Dari ST Ke DT
nah kan yang saya maksud itu Lokomotif Kita Harus Bisa Gahar Seperti CC, tapi Nembus Banjir Layaknya BB
saya Sih gak masalah jumlah Gerbongnya Sanggupnya 12pun tidak apa2 kalau Sekarang
sekarang kan Pelan2 KAI sedang mengembangkan Gerbong High Quality
dengan Mampu Membuat KA Tidur yang sanggup membawa orang banyak
maksud saya tuh kalau sekarang Narik Sampai Lebih Dari 14 aja Bisa Rinja
saya Mikirnya Kedepan
nah untuk urusan Tiket kan Balik lagi ke harapan saya yang mudah2an High recomended Quality Ticket
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)