21-02-2012, 10:00 PM
(19-02-2012, 10:29 PM)ouilevio Wrote: penyebabnya apa ya?
sumber:
http://sumeks.co.id/index.php?option=com...:head-news
Dua Operator Niru Kabur
Selasa, 21 Februari 2012 09:40
MUARA ENIM – Gerak cepat dilakukan jajaran terkait untuk mengetahui penyebab pasti tabrakan maut kereta api (KA) babaranjang Suka Cinta II, Lahat-Kertapati (Palembang) dengan BBR 36, Tarahan (Lampung)-Tanjung Enim (Sumsel), Minggu (19/2), di Desa Air Limau, Rambang Dangku, Muara Enim. Tim KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi), Tim Dirjen Perkeretaapian Dephub, dan petugas Laboratorium Forensik Cabang Palembang sudah turun ke lapangan.
Sejauh ini, belum ada kesimpulan tim yang mengarah pada penyebab kecelakaan dengan empat korban tewas dan dua selamat itu. Hanya saja, perkembangan pemeriksaan para saksi di Polres Muara Enim sedikit menguatkan kalau kecelakaan pukul 05.50 WIB tersebut, ada kaitan dengan dugaan kelalaian operator.
Dari lima saksi yang dimintai keterangan alias diinterogasi, dua operator yang bertugas saat kecelakaan “kabur†alias tidak berada di tempat. Keduanya, Petugas Pelaksana Pengaturan Kereta Api (PPKA) Stasiun Niru, Rambang Dangku bernama Rahmat dan petugas sinyal Stasiun Niru, Darmawan.
Informasinya, pascamusibah kedua kereta “adu kambing†keduanya menghilang. “Dua petugas (operator) Stasiun Niru yang akan dimintaai keterangannya itu, sedang tidak berada di tempat,†tegas Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP Tri Wahyudi SIk, kepada wartawan, kemarin.
Menurut Tri, kesaksian keduanya sangat diperlukan. Apalagi, saat ini lima operator yang dianggap mengetahui kejadian sudah memberikan kesaksian yang segera dituangkan dalam verbal. Mereka, Andi Irawan (30), pelayan masinis KA BBR 36, warga Tanjung Enim, Muara Enim dan Nopi Eprizal (27), pelayan masinis KA Sukacinta II. Keduanya, korban selamat dari kejadian maut itu.
Kemudian Kepala Stasiun Niru, Imron, petugas PPKA Simpang Penimur, Kota Prabumulih bernama Aldi dan petugas Sinyal Stasiun Simpang Penimur Adip. “Tinggal PPKA Niru dan petugas sinyalnya. Mereka yang mengatur jalur persilangan atau pergantian rel di stasiun Niru. Kalau kepala stasiun Niru baru menjelaskan sebatas prosedur operasional dari perjalanan KA.â€
Kesaksian menjadi penting, tambah Tri, untuk menjawab pertanyaan mengapa kedua KA bisa jalan. “Mestinya ‘kan salah satu KA seperti KA asal Lahat berhenti. Kita akan cek di mana terjadi miskomunikasinya,†kata Tri lagi.
Diketahui, empat korban tewas dalam kecelakaan maut itu adalah Zakaria (30), masinis KA BBR 36, warga Kota Muara Enim dan Ranggi (35), asisten masinis KA BBR 36, warga Palembang. Dua lainnya, Sunaedi (48), masinis KA Suka Cinta II dan Sajidin (30), asisten masinis KA Suka Cinta II. Sedangkan dua korban selamat, Andi Irawan (30), pelayan masinis KA BBR 36, dan Nopi Eprizal (27), pelayan masinis KA Sukacinta II.
Sebelumnya Kapolres Budi menegaskan, kasus ini ditangani Polres Muara Enim. “Akan ada pemeriksaan pro justitia (penyidikan). Dari Polda Sumsel juga mem-back up untuk penanganan kasus tersebut. Termasuk masih menunggu kalau nanti ada keterangan dari pihak KNKT sebagai saksi ahli. Di samping, membutuhkan alat rekam (record) dari percakapan masing-masing masinis. Alat blackboard itu, ada di PT. Kereta Api Indonesia (Persero).â€
Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Komisaris Besar Polisi Ahmad Nurdin didampingi Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto saat meninjau lokasi kecelakaan KA BBR, menegaskan, jika dalam pemeriksaan ada kelalaian jelas ada sanksi pidana. Hanya, saat ini belum bisa disimpulkan apa yang menjadi penyebab kecelakaan. “Masih prematur kalau disimpulkan. Penyebab kecelakaan baru jelas nanti kalau sudah ada pemeriksaan setelah dipanggil saksi-saksi, untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian pada pengatur jalur atau masinis. Ancaman Pasal yakni 359 KUHP tentang Kelalaian yang menyebabkan kematian dengan ancaman 5 tahun penjara,†jelas Nurdin lagi.
Tim Laboratorium Forensik Cabang Palembang sendiri sudah turun ke lapangan. Memeriksa dan meneliti lokasi kejadian dipimpin langsung, AKBP Bambang. Menurut Plt Kabid Humas Polda Sumsel AKBP Djarod Padakova HM, Polda Sumsel terus membantu Polres Muara Enim untuk melakukan penyelidikan dan mencari tahu sebab-sebab terjadinya kecelakaan. “Sekarang masih terus mencari dan memintai keterangan sejumlah saksi, baik itu saksi korban selamat dan saksi warga sekitar lokasi kejadian. Termasuk mencari bukti-bukti lain, di antaranya bukti yang bisa merekam percakapan antara masinis dan sejumlah petugas operator,†ujar Djarod.
Tim Dirjen Perkeretaapian Dephub RI, kemarin (20/2), juga turun ke lokasi. Langsung memeriksa lokasi kecelakaan dipimpin Direktur Keselamatan Dirjen Perkeretaapian Dephub RI Hermanto D. “Kita akan lakukan penelitian juga, termasuk wawancara dengan petugas yang mengetahui kejadian,†katanya.
Di samping, penyelidikan kalau ada pelanggaran di titik 336+9/0. “Alat komunikasi akan dicek. Kami juga masih menunggu dari KNKT untuk nantinya membuka kotak blackboard,†ujarnya.
Hermanto belum dapat memastikan kapan hasil investigasi diketahui. Soal penyebab, katanya, bisa saja human error, atau karena alat komunikasi yang rusak atau tidak berfungsi. “Agak complicated. Tapi saat kejadian ada upaya mengerem dari masing-masing masinis, namun jaraknya sudah terlalu dekat.â€
Bagaimana dengan tim KNKT sendiri? Informasinya, tim sudah di lokasi melakukan penyelidikan. Mereka ini yang berhak memberikan keterangan penyebab terjadinya kecelakaan KA tersebut.
Terpisah, Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Sumatera, Jaka Jarkasih membantah kalau dikatakan dua petugas operator simpang Niru kabur usai mengetahui kecelakaan tersebut. “Setelah tabrakan itu, dua orang operator tersebut langsung diamankan ke Palembang untuk dimintai keterangan secara internal oleh tim kita,†katanya tadi malam.
Hal ini, sambung Jaka, untuk mempermudah pihak kepolisian. “Mempermudah saja. Tapi setelah kita mintai keterangan, dua orang itu, akan kembali lagi. Penyidik kepolisian bisa memanggilnya. Mengirimkan surat atau mendatangi langsung,†cetusnya.
Saat ditanya apakah saat kejadian, harusnya KA Suka Cinta dari Lahat yang stop atau BBR 36 dari Tarahan, Jaka berkilah. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti karena menunggu hasil penyelidikan. “Belum tahu kita, biasanya memang ada perpindahan persilangan. Pada grafiknya, KA harus bertemu di Niru, tapi boleh saja jika situasinya berubah dan bisa bertemu di Penimur dengan dipindahkan, dipersilangkan. Yang jelas saat ini kita masih menunggu hasil dari KNKT.â€
Selain KNKT, ucap Jaka, tim dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditjen KA sudah turun ke lokasi dan melakukan menyelidikan, termasuk melakukan pemeriksaan petugas KA di lokasi kejadian, khususnya di Stasiun Penimur. “Operator stasiun Penimur juga sudah diperiksa aparat kepolisian,â€tukasnya.
Jalur KA Normal
Di bagian lain, jalur rel di lokasi kecelakaan sudah bisa dilewati. Meski sudah kembali normal, KA yang melintas di jalur 336+9/0 tersebut, harus berjalan 5 km/jam. Sejak pagi kemarin sampai siang setidaknya ada 5 KA lewat jalur tabrakan maut.
Terlihat KA BBR melintas di lokasi kejadian. Siang harinya KA penumpang jurusan Lubuk Linggau-Kertapati Palembang. Proses evakuasi KA BBR 36 maupun Suka Cinta II sendiri selesai dilakukan. Tampak puluhan pekerja yang diturunkan pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sibuk memperbaiki rel dan membersihkan sisa muatan dan material gerbong yang terguling.
Bangkai lokomotif CC 2018911 dan dan CC 202905 serta gerbong yang terguling lantaran terbakar masih berada di pinggir rel. Sedangkan lokomotif KA BBR 36 bernomor lokomotif CC 20220 berikut gerbong pengangkut batu bara yang mengalami keruskan ringan sudah ditarik ke depo Lahat.
Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Lubuklinggau Setia Budi, mengatakan KA ekonomi Serelo mulai normal. Berangkat pukul 10.00 WIB dan mengangkut 410 penumpang dari kapasitas 556 penumpang. “Seluruh penumpang mendapatkan tempat duduk. Karena kita memang tidak lagi menjual tiket berdiri sejak Oktober 2011,†katanya.
Pantauan Sumatera Ekspres di Stasiun KA Kertapati, keberangkatan penumpang dari pagi hingga malam berjalan normal. “Pukul 06.40 WIB, lokasi kejadian sudah bisa dilewati oleh KA babaranjang dan KA penumpang. Dengan kecepatan 5 kilometer/jam. Dua jam untuk melakukan normalisasi yang digunakan untuk kecepatan normal,†pungkas Jaka Jarkasi, Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Sumatera.
Double Track Mendesak
Menteri BUMN Dahlan Iskan angkat bicara soal kecelakaan antara dua kereta api (KA) babaranjang di Km 336, Desa Air Limau, Muara Enim yang menewaskan empat orang. “Kita sedang berduka, kejadian ini menyedihkan,†ucapnya, kemarin.
Katanya, dari kecelakaan maut ini menyadarkan kalau sudah waktunya dibangun double track (jalur ganda) KA di Sumsel. Sehingga antara KA penumpang dengan KA batubara tidak berada dalam satu jalur.
Double track ini juga untuk membagi beban jalur yang selama ini hanya satu, tapi dipergunakan untuk bersama. “Ini berikan pelajaran bagi kita. Perlu dipercepat adanya double track itu,†cetus Dahlan.
Ia mengatakan, kemungkinan akan menggelar rapat percepatan seperti jalan tol Sumatera yang dilakukan di Griya Agung, kemarin. Perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh agar kecelakaan serupa tidak terjadi lagi.
Apakah mulai tahun ini? “Kita masih berduka. Masih menyelamatkan yang bisa diselamatkan. Nanti kita bicarakan lagi,†cetusnya. Sebetulnya, lanjut mantan dirut PLN itu, pembicaraan mengenai double track sudah lama terjadi dan panjang. Bahkan sebelum ia dipercaya menjadi menteri BUMN.
“Kalau perlu saya adakan rapat seperti ini (percepatan),†imbuhnya. Soal kendala mewujudkan double track, ia berpendapat mentoknya rencana itu kemungkinan pada hitung-hitungan ekonomisnya.
“Tapi apapun itu, menurut saya sangat ekonomis. Batu bara yang diangkut besar sekali. Tapi ekonomis tidak soal nomor dua. Yang nomor satu kesalamatan dulu,†tukas Dahlan. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin SH mengatakan, saat ini satu jalur KA yang ada digunakan untuk banyak kepentingan.
Tapi ia tidak mau mengomentari apa penyebab dari adu kambing dua KA babaranjang tersebut. Alex melihat, memang perlu jalur khusus untuk KA babaranjang pengangkut batu bara yang rangkaiannya mencapai 50 gerbong tersebut.
“Lebih ke babaranjangnya. Mestinya punya jalur khusus sehingga tidak satu jalur dengan KA penumpang. Dengan sendirinya kalau begitu sudah jadi double track,†imbuhnya. Makanya, Pemprov Sumsel berjuang keras mewujudkan double track KA dengan menggandeng PT Adani Global dari India. (bis/qda/04/IOI/war/tha/ce1)
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.





![[Image: loudtalks.jpg]](http://i303.photobucket.com/albums/nn144/Alfan_bulogo/loudtalks.jpg)
![[Image: 76561198165808142.png]](http://steamsignature.com/profile/english/76561198165808142.png)

,ya kita tunggu aja kabar dari BY Lahat,ya semoga aja lokonya ndak pensiun
[/align]