Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pantura Ekspress
#1
Dua stasiun utama di Kota Cirebon telah direnovasi. Sangat sayang sekali bila hanya melayani Cirebon-Jakarta. Sudah saatnya DAOP III merambah ke arah timur. Misalnya membuka Lok Merah Biru K1/K2 jalur CN-YK via Tegal, Pekalongan, Semarang, SoloBalapan berakhir di Tugu dengan nama Pantura Ekspres. Sedangkan Lok Merah Biru K3 dari CNP-Solojebres via selatan.

Xie XieXie Xie
Reply
#2
Sebelum ada KRL AC Bekasi Ekspres dulu namanya Pantura Ekspres lho... Tapi kala itu msh dg KRL Hitachi klas Bisnis pula...

Reply
#3
Wah, lagi musim ngobrolin tentang Kereta Api ekpres nih, di thread sebelah juga tuh lagi hangat Semarang Ekspres
Pantura Ekspress boleh juga tuh, Tapi masalahnya juga sama yaitu untuk ketepatan waktu tempuhnya harus dipikirkan lagi. Benahi dulu double track Lintas Utara baru Pantura Ekspres bisa beroperasi Gembira
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#4
namanya bagus tuh. sangat menjual dan terdengar akrab.

yg menjadi pertanyaan saya adalah pertimbangan apakah yg mendasari bung menginginkan adanya pantura ekspres???

Selagi CN_SMT belum full DT, kayaknya yg namanya kereta ekspress tidak akan menjadi ekspress karena masalah ketepatan waktu (dengan batas toleransi tentunya).

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
#5
(06-02-2012, 09:06 AM)POERWOKERTO +75M Wrote: namanya bagus tuh. sangat menjual dan terdengar akrab.

yg menjadi pertanyaan saya adalah pertimbangan apakah yg mendasari bung menginginkan adanya pantura ekspres???

Selagi CN_SMT belum full DT, kayaknya yg namanya kereta ekspress tidak akan menjadi ekspress karena masalah ketepatan waktu (dengan batas toleransi tentunya).

Jalur CN-SMT adalah jalur yang gemuk penumpang.
Inget KA Harina Pagi dan Malam yang ramai kan ? Nah, penyumbang okupansi terbesar dari Harina itu adalah CN. Mereka para pekerja yang bolak balik CN-SMT-CN dan CN-BD-CN.
Inget kan pernah diluncurkan Papandayan Express ? Namun gagal melayani CN-BD-CN. Kereta itu diluncurkan karena Harina tidak mampu menampung penumpang CN yg ke BD.

Tapi, kalo yg ke SMT memang besar, rapi Harina masih sanggup menampungnya.

Kalo masalah DT, biasa aja sih. Buktinya Cirebon Express bisa ke TG dengan cepat, ABA juga bisa, Express Malam Sembrani juga bisa.

Asal ditaruh di jam yang pas, resiko silangan bisa diminimalisir
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
#6
Mendingan bikin aja kereta comuter CN-TG-PK-SMC
Kan selama ini dari SMC/PK/TG Kalau ke CN mesti bayar tarif full sampai Jakarta
BetheBethe
Sekalian tuh buat mengelayanin TG-SMC menggantikan KA Kaligung Ekonomi yang sedang maintenance
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#7
(06-02-2012, 09:51 AM)Warteg Wrote: Mendingan bikin aja kereta comuter CN-TG-PK-SMC
Kan selama ini dari SMC/PK/TG Kalau ke CN mesti bayar tarif full sampai Jakarta
BetheBethe
Sekalian tuh buat mengelayanin TG-SMC menggantikan KA Kaligung Ekonomi yang sedang maintenance

Loh ? Penumpang dari SMT ke CN pada naik Harina loh.
Pas ada Harina Pagi, sebenarnya okupansinya ramai untuk CN-SMT-CN dan CN-BD-CN. Tapi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) cuma ngitung dari SMT-BD-SMT doang.

CN-SMT/BD-CN Rp95.000 (K1) dan Rp75.000 (K2)

Lagian juga sedikit banget penumpang SMT-CN naik 11 dan 13.
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
#8
Maka dari itu makanya dibikin saja KA komuter CN-TG-PK-SMC (kalau komuter kan tarifnya terjangkau rakyat kecil) dari pada naik bus dari CN-TG Rp.15 rebu, TG-SM naik bus Rp.25 rebu NgeledekNgeledek
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#9
(14-09-2011, 05:02 PM)Dana Komuter Wrote: Sebelum ada KRL AC Bekasi Ekspres dulu namanya Pantura Ekspres lho... Tapi kala itu msh dg KRL Hitachi klas Bisnis pula...

Yang sayah inget sih Hitachi itu semi ekspress BKS-JAKK, tarif Rp. 1000/1500, eko bekasi masih 400 perak Ngakak. CMIWW.

Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#10
(06-02-2012, 09:31 AM)CC203 35 Wrote:
(06-02-2012, 09:06 AM)POERWOKERTO +75M Wrote: namanya bagus tuh. sangat menjual dan terdengar akrab.

yg menjadi pertanyaan saya adalah pertimbangan apakah yg mendasari bung menginginkan adanya pantura ekspres???

Selagi CN_SMT belum full DT, kayaknya yg namanya kereta ekspress tidak akan menjadi ekspress karena masalah ketepatan waktu (dengan batas toleransi tentunya).

Jalur CN-SMT adalah jalur yang gemuk penumpang.
Inget KA Harina Pagi dan Malam yang ramai kan ? Nah, penyumbang okupansi terbesar dari Harina itu adalah CN. Mereka para pekerja yang bolak balik CN-SMT-CN dan CN-BD-CN.
Inget kan pernah diluncurkan Papandayan Express ? Namun gagal melayani CN-BD-CN. Kereta itu diluncurkan karena Harina tidak mampu menampung penumpang CN yg ke BD.

Tapi, kalo yg ke SMT memang besar, rapi Harina masih sanggup menampungnya.

Kalo masalah DT, biasa aja sih. Buktinya Cirebon Express bisa ke TG dengan cepat, ABA juga bisa, Express Malam Sembrani juga bisa.

Asal ditaruh di jam yang pas, resiko silangan bisa diminimalisir

lantas bagaimana yg ke arah solo dan jogja??? pembuat trit ini kan menginginkan keretanya dari cirebon ke semarang lanjut ke solo berakhir di joga.

Andai rutenya memang begitu, berarti ini bikin kereta barukah??? ato lebih baik memperpanjang rute harina dan menambah jam keberangkatan harina???

ternyata kebutuhan penumpang cukup besar juga saat2 ini???

OOT: berapa persen sih dari kebutuhan penumpang akan jasa kereta api yg sudah dan belum terjangkau dengan jadwal perjalanan kereta api yg sudah ada saat ini???? Bingung

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)