04-07-2011, 06:19 AM
Jalan (bekas jalur KA) yang kami lalui ternyata seram juga, dikiri pagar sedangkan dikanan jurang dengan pohon-pohon bambunya, lebar jalan kurang lebih 1,5 meter. Disebuah kebun beberapa penduduk yang lagi beraktifitas bercocok tanam pada melongo karena ada motor masuk ke jalan sekecil itu, sedangkan mungkin mereka tahu bahwa didepan jalan buntu, dikira kami lagi transaksi narkoba!!!! Hehehehe…..
Akhirnya disuatu tempat, bekas jalur KA tidak dapat dilalui motor karena jalan setapak menempel di dinding sedangkan bekas jalur KA kini menjadi pesawahan.
![[Image: RCK-TAS31.jpg]](http://i805.photobucket.com/albums/yy331/asep_0907/Blusukan%20Tanjungsari%20-%20Rancaekek/RCK-TAS31.jpg)
Kami turun dan setelah memarkirkan motor, berjalan menyusuri bekas jalur KA dengan berjalan kaki. Ternyata bekas jalur KA menyusuri lereng-lereng bukit, Belanda waktu membangun jalur ini tidak mau membuat terowongan mungkin karena tanah-tanah diperbukitan tersebut labil.
![[Image: RCK-TAS32.jpg]](http://i805.photobucket.com/albums/yy331/asep_0907/Blusukan%20Tanjungsari%20-%20Rancaekek/RCK-TAS32.jpg)
Akhirnya kami sampai juga di ujung jalan setapak. Kata Mas Intrias dulu masih bisa dijumpai tiang-tiang telegraf, kini tak berbekas sama sekali.
Setelah dirasa cukup, kami memutuskan kembali untuk menuju bekas Jembatan Cikuda. Karena masih terdapat sisa-sisa ballast, maka jalanan cukup bagus tidak licin hanya alang-alang aja yang mengganggu.
![[Image: RCK-TAS29.jpg]](http://i805.photobucket.com/albums/yy331/asep_0907/Blusukan%20Tanjungsari%20-%20Rancaekek/RCK-TAS29.jpg)
Ketika melewati sebuah rumah penduduk, kami melihat bekas bantalan yang terbuat dari kayu.
![[Image: RCK-TAS34.jpg]](http://i805.photobucket.com/albums/yy331/asep_0907/Blusukan%20Tanjungsari%20-%20Rancaekek/RCK-TAS34.jpg)
Akhirnya disuatu tempat, bekas jalur KA tidak dapat dilalui motor karena jalan setapak menempel di dinding sedangkan bekas jalur KA kini menjadi pesawahan.
![[Image: RCK-TAS31.jpg]](http://i805.photobucket.com/albums/yy331/asep_0907/Blusukan%20Tanjungsari%20-%20Rancaekek/RCK-TAS31.jpg)
Kami turun dan setelah memarkirkan motor, berjalan menyusuri bekas jalur KA dengan berjalan kaki. Ternyata bekas jalur KA menyusuri lereng-lereng bukit, Belanda waktu membangun jalur ini tidak mau membuat terowongan mungkin karena tanah-tanah diperbukitan tersebut labil.
![[Image: RCK-TAS32.jpg]](http://i805.photobucket.com/albums/yy331/asep_0907/Blusukan%20Tanjungsari%20-%20Rancaekek/RCK-TAS32.jpg)
Akhirnya kami sampai juga di ujung jalan setapak. Kata Mas Intrias dulu masih bisa dijumpai tiang-tiang telegraf, kini tak berbekas sama sekali.
Setelah dirasa cukup, kami memutuskan kembali untuk menuju bekas Jembatan Cikuda. Karena masih terdapat sisa-sisa ballast, maka jalanan cukup bagus tidak licin hanya alang-alang aja yang mengganggu.
![[Image: RCK-TAS29.jpg]](http://i805.photobucket.com/albums/yy331/asep_0907/Blusukan%20Tanjungsari%20-%20Rancaekek/RCK-TAS29.jpg)
Ketika melewati sebuah rumah penduduk, kami melihat bekas bantalan yang terbuat dari kayu.
![[Image: RCK-TAS34.jpg]](http://i805.photobucket.com/albums/yy331/asep_0907/Blusukan%20Tanjungsari%20-%20Rancaekek/RCK-TAS34.jpg)




Makin terharu lihat kawan2 kita ini yang rela mblusukan tak menegnal waktu, medan yang gimana pun kondisinya dan 1 lagi, yaitu pola konsumsi kita yg mempengaruhi faktor kondisi tubuh kita pastinya...



