Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Rencana Pengoperasian KA Aqua
walah
mulai dapat tentangan rupanya
wajar lah dy ngmg gt
secara dy pemain besar perusahaan roda karet
padahal angkutannya ga bgt
klas bisnisnya aja sempit bgt
masih ngangkut "kambinger" pula
sama aja kayak k3 dah
hehehe
maap kalo oot
Wek
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply

[Image: c.php?f=201201081956042_dsc_8490_4f0992640d81d.jpg]

peningian peron revitalisasi jalur 1 stasiun batutulis
Reply
(19-12-2011, 06:47 PM)pardjono Wrote: [spoiler=Kontan.co.id : Kereta api barang tak menggusur truk]

JAKARTA. Walaupun pemerintah berencana mengubah sistem angkutan barang dari angkutan darat di jalan raya ke angkutan kereta api, pengusaha angkutan darat optimistis jasa angkutan darat akan tetap dibutuhkan. Angkutan jalan raya dengan menggunakan truk lebih praktis dan efektif ketimbang angkutan kereta api.

Eka Sari Lorena Surbakti, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda), menuturkan, angkutan darat akan tetap menjadi primadona karena dapat mengantar barang ke titik tujuan secara langsung. "Kami tidak kawatir, karena angkutan darat (non kereta) masih mendominasi 90% sistem angkutan," katanya, Minggu (18/12).

Ia menuturkan, keunggulan tersebut juga dibuktikan dengan jumlah armada angkutan darat yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ini, kenaikan armada angkutan barang darat mencapai 6 % dibandingkan tahun 2010 lalu. Eka menyatakan, jumlah armada truk angkutan darat saat ini telah mencapai 6 juta buah dan akan terus naik.

Hanya saja untuk bersaing, armada angkutan darat harus terus berbenah, di antaranya melakukan revitalisasi armada. Menurut Eka, persoalan revitalisasi armada sangat penting karena saat ini sebanyak 65% armada telah berusia di atas 10 tahun. "Ini menyebabkan ongkos operasional tinggi karena boros BBM namun produktivitas rendah," ungkapnya.

Masalah kedua adalah pengusaha kesulitan untuk memperoleh pendanaan dari lembaga leasing untuk pengadaan truk-truk baru karena bunga tinggi. Padahal tidak semua perusahaan mampu membeli armadanya secara tunai. "Sebagai contoh untuk bunga kendaran mencapai 15% hingga 20%," ungkapnya.

Mochammad Bimo, Customer service and logistic Director PT Tirta Investama produsen air minum dalam kemasan (AMDK) Danone AQUA masih memperhitungkan seberapa besar beban biaya angkutan darat dibandingkan kereta api. "Kalau kereta api harus keluar biaya lagi dari stasiun ke tempat yang dituju," ungkapnya.

Pemerintah memang secara bertahap tengah merubah sistem angkutan barang. Misalnya dengan pelarangan truk masuk dalam kota untuk mencegah kemacetan, menambah frekuensi kereta api hingga pembangunan rel ganda di sejumlah tujuan.
[/spoiler]

para pengusaha roda karet jangan terlalu arogan, mereka lebih baik menjadi feeder bagi KA saja, gak usah sok menguasai pengangkutan barang, di luar negeri banyak truk yang berfungsi sebagai feeder kereta..

organda nampaknya terlalu arogan dan serakah, nanti mereka bakal kena batunya lho....
Reply
(08-01-2012, 08:30 PM)mdnboy Wrote:
(19-12-2011, 06:47 PM)pardjono Wrote: [spoiler=Kontan.co.id : Kereta api barang tak menggusur truk]

JAKARTA. Walaupun pemerintah berencana mengubah sistem angkutan barang dari angkutan darat di jalan raya ke angkutan kereta api, pengusaha angkutan darat optimistis jasa angkutan darat akan tetap dibutuhkan. Angkutan jalan raya dengan menggunakan truk lebih praktis dan efektif ketimbang angkutan kereta api.

Eka Sari Lorena Surbakti, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda), menuturkan, angkutan darat akan tetap menjadi primadona karena dapat mengantar barang ke titik tujuan secara langsung. "Kami tidak kawatir, karena angkutan darat (non kereta) masih mendominasi 90% sistem angkutan," katanya, Minggu (18/12).

Ia menuturkan, keunggulan tersebut juga dibuktikan dengan jumlah armada angkutan darat yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ini, kenaikan armada angkutan barang darat mencapai 6 % dibandingkan tahun 2010 lalu. Eka menyatakan, jumlah armada truk angkutan darat saat ini telah mencapai 6 juta buah dan akan terus naik.

Hanya saja untuk bersaing, armada angkutan darat harus terus berbenah, di antaranya melakukan revitalisasi armada. Menurut Eka, persoalan revitalisasi armada sangat penting karena saat ini sebanyak 65% armada telah berusia di atas 10 tahun. "Ini menyebabkan ongkos operasional tinggi karena boros BBM namun produktivitas rendah," ungkapnya.

Masalah kedua adalah pengusaha kesulitan untuk memperoleh pendanaan dari lembaga leasing untuk pengadaan truk-truk baru karena bunga tinggi. Padahal tidak semua perusahaan mampu membeli armadanya secara tunai. "Sebagai contoh untuk bunga kendaran mencapai 15% hingga 20%," ungkapnya.

Mochammad Bimo, Customer service and logistic Director PT Tirta Investama produsen air minum dalam kemasan (AMDK) Danone AQUA masih memperhitungkan seberapa besar beban biaya angkutan darat dibandingkan kereta api. "Kalau kereta api harus keluar biaya lagi dari stasiun ke tempat yang dituju," ungkapnya.

Pemerintah memang secara bertahap tengah merubah sistem angkutan barang. Misalnya dengan pelarangan truk masuk dalam kota untuk mencegah kemacetan, menambah frekuensi kereta api hingga pembangunan rel ganda di sejumlah tujuan.
[/spoiler]

para pengusaha roda karet jangan terlalu arogan, mereka lebih baik menjadi feeder bagi KA saja, gak usah sok menguasai pengangkutan barang, di luar negeri banyak truk yang berfungsi sebagai feeder kereta ...
organda nampaknya terlalu arogan dan serakah, nanti mereka bakal kena batunya lho ...

Pada dasarnya mereka itu kuatir jika sebagian kekuasaan dan sumber penghasilannya tumplek ke pihak lain. Ngikik
Reply
bukannya arogan rekan2. tapi memang ada benarnya juga omongannya organda. untuk kondisi indonesia khususnya jawa, dimana jarak pengangkutan barang rata2 dibawah 250 km, maka dominasi truk tidak terelakkan karena dibandingkan kereta lebih murah dari segi ongkos angkut. kereta baru bisa bersaing jika jaraknya diatas 500 km. tapi kalau lebih dari 1000 km, kapal laut jauh lebih murah.

kalau mau contoh diluarnegeri, yang mirip kondisinya dengan indonesia khususnya jawa, ialah jepang. di jepang, karena jarak pengangkutannya juga relatif pendek, sama dengan di sini, peranan kereta barang juga kecil. mau tahu market share nya ka barang dijepang berapa%? hanya 4% ! sementara truk mendominasi dengan 60%.

barangkali mas mdnboy melihat contoh di amerika, india, china, dan rusia, yang daerah mereka adalah satu kontinen yang luas, sehingga kereta api lebih efisien dibanding truk. tapi indonesia adalah negara pulau yang menyebabkan jarak pengangkutan relatif kecil. bahkan jika rel jawa-sumatra disambung, saya pikir masih lebih murah lewat kapal dibanding kereta.

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
Ka aqua ini dari cicurug ke nambo apa jakg?
[Image: overstappen.png]
Ka aqua ini dari cicurug ke nambo apa jakg?
Reply
(08-01-2012, 09:26 PM)ady_mcady Wrote: bukannya arogan rekan2. tapi memang ada benarnya juga omongannya organda. untuk kondisi indonesia khususnya jawa, dimana jarak pengangkutan barang rata2 dibawah 250 km, maka dominasi truk tidak terelakkan karena dibandingkan kereta lebih murah dari segi ongkos angkut. kereta baru bisa bersaing jika jaraknya diatas 500 km. tapi kalau lebih dari 1000 km, kapal laut jauh lebih murah.

kalau mau contoh diluarnegeri, yang mirip kondisinya dengan indonesia khususnya jawa, ialah jepang. di jepang, karena jarak pengangkutannya juga relatif pendek, sama dengan di sini, peranan kereta barang juga kecil. mau tahu market share nya ka barang dijepang berapa%? hanya 4% ! sementara truk mendominasi dengan 60%.

barangkali mas mdnboy melihat contoh di amerika, india, china, dan rusia, yang daerah mereka adalah satu kontinen yang luas, sehingga kereta api lebih efisien dibanding truk. tapi indonesia adalah negara pulau yang menyebabkan jarak pengangkutan relatif kecil. bahkan jika rel jawa-sumatra disambung, saya pikir masih lebih murah lewat kapal dibanding kereta.

Lantas kenapa kok Swiss yang luas wilayahnya cuman sebesar propinsi Jawa Barat kereta api bisa berjaya?
Reply
begini mas bagus. kebetulan data2 diatas saya ambil dari penelitian seorang konsultan dari australia tentang pasar kereta api di indonesia. saya sudah pernah berikan link pdf nya disebuah thread kalo gak salah di thread subsidi bbm yang panas itu. nanti saya coba berikan disini.

nah, si mister siapa saya lupa, tersebut mendapat angka 500 km itu untuk kondisi indonesia dimana kereta api kurang mendapatkan kemudahan2 dibanding angkutan jalan. nah, lantas dia bilang, di eropa, biaya2 eksternal itu dimasukkan sebagai biaya tambahan untuk semua moda. misalkan pajak bbm, pajak pencemaran, resiko kecelakaan, resiko kemacetan, dll.

jadi kalo itu semua dimasukkan, maka moda yang paling kecil angka2 nya sudah pasti kereta api. jika ini diterapkan di indonesia, maka kereta dindonesia bisa bersaing dibawah jarak pengangkutan 250 km.

barangkali itu sebabnya di eropa ongkos kereta lebih murah meskipun jarak pengangkutannya pendek. cmiiw.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
(10-01-2012, 05:45 PM)mas_bagus_ajah Wrote:
(08-01-2012, 09:26 PM)ady_mcady Wrote: bukannya arogan rekan2. tapi memang ada benarnya juga omongannya organda. untuk kondisi indonesia khususnya jawa, dimana jarak pengangkutan barang rata2 dibawah 250 km, maka dominasi truk tidak terelakkan karena dibandingkan kereta lebih murah dari segi ongkos angkut. kereta baru bisa bersaing jika jaraknya diatas 500 km. tapi kalau lebih dari 1000 km, kapal laut jauh lebih murah.

kalau mau contoh diluarnegeri, yang mirip kondisinya dengan indonesia khususnya jawa, ialah jepang. di jepang, karena jarak pengangkutannya juga relatif pendek, sama dengan di sini, peranan kereta barang juga kecil. mau tahu market share nya ka barang dijepang berapa%? hanya 4% ! sementara truk mendominasi dengan 60%.

barangkali mas mdnboy melihat contoh di amerika, india, china, dan rusia, yang daerah mereka adalah satu kontinen yang luas, sehingga kereta api lebih efisien dibanding truk. tapi indonesia adalah negara pulau yang menyebabkan jarak pengangkutan relatif kecil. bahkan jika rel jawa-sumatra disambung, saya pikir masih lebih murah lewat kapal dibanding kereta.

Lantas kenapa kok Swiss yang luas wilayahnya cuman sebesar propinsi Jawa Barat kereta api bisa berjaya?

He...he...he...
Mungkin para Abdi Dalem di sana punya motto
" MEMAXSIMUMKAN KEPUASAN PELANGGAN MELALUI TOTAL KOMITMEN UNTUK TERUS MENINGKATKAN PELAYANAN DAN MUTU

> Dikelola dengan Managemen yang bersih dan baik
> mempunyai semboyan bahw penumpang adalah Raja
> mampu bersaing dengan moda transportasi non rel
> Inovasi tiada henti bla....bla...bla...

maaf numpang OOT
Reply
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)