30-12-2011, 10:47 AM
|
Railfanning di Semenanjung Malaya.
|
|
30-12-2011, 11:56 AM
(This post was last modified: 30-12-2011, 01:04 PM by mas_bagus_ajah.)
Sekarang kalau nggak salah RM1 = Rp 2.500,-. Silahkan dikalikan. Maaf saya lagi nggak bawa kalkulator.
![]() Keesokan paginya kami bersiap-siap untuk check out dari hotel kami di Johor Bahru. Setelah mengepak semua barang bawaan, kami kemudian turun kebawah untuk mengurus segala keperluan check out kami. Awalnya kami berniat untuk pergi ke Singapore, dengan dijemput oleh saudara kami disana. Tapi karena kesulitan komunikasi (SMS tidak dibalas, dan tidak ada pulsa), maka kami memutuskan untuk pergi menggunakan taxi saja. Sempat terpikir juga untuk menggunakan bis SBS (bis kota Singapore) yang juga punya trayek ke Johor Bahru. Namun karena terminalnya jauh dari hotel kami, akhirnya taxi lah pilihan kami. Pertama kami naik taxi biasa (yang pakai mobil Proton warna putih-merah). Awalnya saya meminta untuk diantar ke bank CIMB terdekat untuk menyetor balik uang yang sempat saya ambil dari ATM di Malaysia. Sewaktu sampai ke bank pertama, ternyata sistem komputernya lagi error, dan saya harus menunggu 10 menit hingga sistemnya beres. Karena saya tidak mau buang waktu, saya kembali ke taxi dan mencari bank CIMB berikutnya, yang letaknya agak ke tengah kota. Kali ini sistemnya beres. Cuman ada beberapa hal yang membuat saya naik pitam: pelayanannya lambat. Kalau itu kurang, ternyata pas setor, formulir saya salah, karena rekening CIMB saya adalah CIMB Niaga di Indonesia, jadi harus pakai formulir yang lain. Sudah formulirnya susah dimengerti, pelayanan di kounter lambat, and as a final insult: rekening saya akan dikurangi RM 10 untuk proses ini! F***! Akhirnya saya memilih untuk tidak menyetor uang saya, dan membawanya utuh hingga ke Singapore. Setelah kembali ke taxi saya, sopir taxi mengatakan bahwa dia tidak bisa membawa kami ke Singapore. Sebagai gantinya, dia mengantarkan kita ke sebuah pool taxi, dimana taxi-taxi dari Singapore yang pakai mobil sedan Toyota yang besar, berwarna kuning, akan membawa kita ke Singapore. Di sini kami berganti taxi, dan kamipun menemui sopir yang akan membawa kami ke Singapore. Sopirnya adalah orang Singapore keturunan Tionghoa. Tidak seperti kebanyakan orang Singapore non-Melayu yang pernah saya temui, beliau sangat fasih berbahasa Melayu, dan punya selera humor yang cukup tinggi. Beliau juga cukup baik, karena memberikan kami rate yang cukup fair, yaitu SGD 45 untuk mengantar kami dari pool itu, langsung ke hotel tujuan kami. Dia juga menyediakan formulir imigrasi Singapore di taxinya. Sebelum berangkat, kamipun duduk sebentar untuk mengisi formulir tersebut. Uncle Tan, begitu kami memanggil sopir taxi kami, cukup berbaik hati memberi waktu kami mengisi formulir. Rupanya saya jadi rujukan saudara-saudara saya, karena pengetahuan bahasa Inggris saya yang paling fasih. Selesai mengisi formulir, kamipun langsung bergerak menuju Singapore. Setelah melewati jalanan Johor yang agak lengang (karena waktu itu waktunya sholat Jumat/ saya tidak ikut) kami mulai memasuki gedung pemeriksaan imigrasi Malaysia. Gedung ini sempat saya kelirukan dengan gedung stasiun JB Sentral yang desain bangunannya mirip. Awalnya urusan dengan imigrasi Malaysia tidak ada masalah. Sedikit pengecekan administrasi, dan kamipun langsung berangkat menuju causeway. ![]() Jalan tol di causeway ini unik, karena mungkin satu-satunya jalan tol yang terbilang sebagai “no man’s landâ€. Karena kurang jelas, siapa sesungguhnya pemilik causeway ini. Malaysia? Singapore? Uncle Tan menjelaskan bahwa setengah milik Malaysia, setengah milik Singapore. Batasnya adalah tanggul yang terletak persis di tengah causeway. ![]() Kelihatan juga bangunan immigration check point milik Singapore di sebelah kanan gambar. Dan juga ciri khas causeway ini: di pinggir jalan ada pipa air dari Malaysia ke Singapore, serta jalur kereta api KTM. Sampai di tengah jembatan. Lampu merah di kiri itu adalah sinyal kereta api. ![]() Kata Uncle Tan, posisi kami sekarang sudah masuk wilayah Singapore. ![]() Bekas tiang sinyal semaphore KTM. ![]() Katanya, hingga tahun 2005, sinyal ini masih berfungsi. Tapi di tahun 2006 diganti oleh sinyal elektrik, sebagai bagian dari program upgrade jalur KTM di Singapore. Selain penggantian sinyal, juga penggantian rel dan bantalan agar lokomotif besar seperti Blue Tiger bisa masuk Singapore. Mereka tidak sadar, lima tahun kemudian, upgrade ini terbukti mubazir.... Mulai memasuki kompleks immigration checkpoint Singapore. Hati saya cukup berdebar-debar waktu itu. ![]() ![]() Dan rupanya, sebagian kecil firasat buruk saya terbukti. Sewaktu pasport kami diperiksa, sang petugas (yang gadis Melayu) bertanya kepada kami dalam bahasa Inggris “First time visitor?†Jawaban kami bervariasi. Abang dan saudara sepupu saya menjawab ya. Sementara saya dan adik saya menjawab tidak. Karena bingung (dan juga karena pasport saya dan adik saya masih “perawanâ€/ kecuali pasport saya yang ada visa Swiss yang tak terpakai), petugas itu menyerahkan pasport kami ke kurir, dan kami disuruh untuk menghadap ke kantor imigrasi yang ada disitu. “Gawat!†pikir saya. Dan kamipun (termasuk Uncle Tan) disuruh untuk menunggu di ruang tunggu disitu. Uncle Tan berkata bahwa kita agak beruntung karena hanya kita saja yang menunggu disitu. Kalau ramai, kita bisa berjam-jam menunggu! Walaupun keadaan agak tegang, tapi selera humornya Uncle Tan tetap tidak hilang. Bahkan dia berseloroh bahwa kita ditahan karena abang saya wajahnya kaya preman. Abang saya membalas balik, dengan mengatakan justru wajah Uncle Tan yang kaya preman. Hahaha... Kami menunggu agak lama disitu. Petugas imigrasi berjalan mondar-mandir dari satu ruang ke ruang lain. Sepertinya berdiskusi tentang status kami dengan atasan-atasan kami. Sayapun sempat merasa kuatir jika saya ditahan atau dilarang masuk, hanya karena visa Swiss yang tak terpakai di pasport saya. Tak lama kemudian salah seorang supervisor imigrasi yang berpakaian kantoran, mendatangi kami dan menanyai Uncle Tan. Uncle Tan membalas dengan memberikan keterangan. Semua percakapan dalam bahasa Hokkien yang tidak kami mengerti. Sewaktu saya tanya Uncle Tan, beliau menjawab bahwa semuanya akan baik-baik saja. Selama menunggu, saya melihat ada satu lagi orang yang dibawa masuk, yaitu orang Malaysia keturunan Tamil. Orang itu ditahan karena pasportnya tiga bulan lagi akan kadaluarsa, dan dalam kondisi itu dilarang masuk Singapore. Ada juga beberapa “pasien†lagi yang dirujuk ke kantor ini. Semuanya orang etnis Tionghoa, dan sepertinya mereka tidak menunggu lama seperti kami. Tak lama kemudian satu persatu kami dipanggil. Pertama adik saya, kemudian saya. Baik adik saya dan saya cuman hanya diminya memberikan cap sidik jari, dan setelah itu selesai. Tapi abang saya dan adik sepupu saya agak lama sedikit, karena wawancara. Satu jam setelah kami dirujuk, akhirnya urusan kami clear, dan kami semua dipersilahkan masuk ke Singapore. Lega saya.... Akhirnya kami kembali ke taxi, dan kami bergerak keluar. Sebelumnya, kami harus melalui proses pemeriksaan bagasi, yang ternyata berjalan lancar, dan kamipun akhirnya masuk Singapore. ![]() Selama perjalanan ke hotel, Uncle Tan banyak bercerita. Dia bercerita bahwa dia fasih berbicara bahasa Melayu, karena hingga tahun 1970an, bahasa Melayu adalah kurikulum wajib di sekolah di Singapore, dan harus dipelajari semua etnis disana. Tapi sewaktu Singapore mulai giat membangun ekonominya, bahasa Melayu diganti bahasa Inggris, dan banyak generasi muda Singapore non-Melayu (khususnya kelahiran tahun 1970an dan seterusnya) tidak mengerti betul bahasa Melayu. Beliau juga menumpahkan kekecewaannya tentang negerinya sendiri, bahwa tampaknya segala hal harus bayar disana. Tentu saja dengan banyolan dia. Contohnya, partai PAP yang berkuasa di Singapore sekarang, dia plesetkan jadi PNP (logo kilat di partai PAP memang mirip huruf “N†terbalik) atau dibaca “Pay-and-payâ€. Banyak lah banyolan yang dia ceritakan selama perjalanan kami menuju hotel. ![]() Topiknya adalah kekecewaan dia dengan segala hal di Singapore yang harus bayar. Tidak ada yang gratis. Dan semua dia tumpahkan dalam bentuk lelucon. Tak lama kemudian, kami akhirnya sampai juga di daerah Orchard. Tampak kemacetan di Scotts Road. ![]() Hotel yang atapnya warna biru tosca di sisi kiri adalah tempat kerja saya di tahun 2005 silam. ![]() Tak lama kemudian, kami akhirnya sampai juga ke hotel kami....well, jujur saja ini bukan hotel. Melainkan sebuah apartemen jadul yang terletak persis diatas Lucky Plaza. Kami memilih tinggal disini, karena hotel di Singapore agak mahal. Juga mau tinggal di rumah saudara di Bedok, takutnya tidak cukup. Nanti malah seperti berusaha memarkir 4 kapal induk di pelabuhan Tanjung Priok. Pasti rusuh! Entah mau dibilang bagaimana? Rasanya tak satupun hotel yang kami singgahi ada yang memuaskan. Hotel di KL tidak nyaman karena kita tidak bisa melihat pemandangan. Hotel di Johor fasilitas cukup bagus, tapi pelayanan super arogan. Yang di Singapore....absolutely not a hotel, and it’s not even better compared with my former flat in Upper Thompson Road back in 2005! Tapi yah saya terima saja apa adanya.... Kamar kami ber-AC, ada TV, namun sayangnya tidak ada lemari atau tempat untuk mengeringkan anduk kami. Pakai kamar mandi juga harus mengantri! Bahkan karena hanya saya dan abang saya yang bawa handuk, otomatis kami bergantian pakai handuk. (â—£_â—¢)┌∩â”! Pemandangan dari jendela flat kami. ![]() Jadi ingat ibu tetangga saya di Bandung. Beliau pernah berkata bahwa area di belakang Orchard road itu dulu adalah daerah kumuh. Setelah melihat perumahan di bawah... ![]() Saya percaya dengan ucapan beliau. BERSAMBUNG.
01-01-2012, 01:18 AM
keep going mas bagus jangan diforum sebelah aja yang direport disini juga harus tuntas
![]() , btw yang di ausssie ga dibuat reportnya walaupun dah jadul
berharap terealisasi kereta api di kalsel dan kalteng
01-01-2012, 05:40 PM
(This post was last modified: 01-01-2012, 05:41 PM by mas_bagus_ajah.)
Kalau biasanya kawan-kawan merasa senang bisa datang ke Singapore karena bisa shopping atau melihat atraksi wisata disana, saya malah merasa agak gundah.
Anda mungkin pernah dengar lagu “American Pie†yang dinyanyikan oleh Don McLean, yang kemudian dipopulerkan ulang oleh Madonna? Mungkin anda pernah menyimak satu baris lagunya : “The Day Music Died� Well, sewaktu saya sampai di Singapore, ucapan itu saya plesetkan jadi “The Day The Railfanning Died!†Hal itu karena di Singapore, sekarang ini sudah tidak bisa lagi melakukan railfanning, seperti halnya waktu saya tinggal di sana tahun 2005 silam. Semenjak jalur KA KTM ditutup bulan Juli 2011 silam, sudah tidak ada tempat lagi buat railfanning di Singapore. MRT jelas tidak ubahnya seperti nasi tanpa lauk, nggak sedap buat railfanning. Saya jadi teringat kawan-kawan RF Singapore yang pernah saya jumpai suatu sore di stasiun Tanjong Pagar tahun 2005.... ![]() Darr kiri ke kanan Eddy (ketemu di KL/baca bagian awal TR), Suherman, Dominic, Stanley, Matthaziq, saya, dan Samuel (empunya foto ini). Sebenarnya saya pingin ketemu mereka semua. Namun pada akhirnya cuman sempat ketemu Suherman dan Stanley saja. Plus encik Ramli yang mewakili Matthaziq. Kalau di Malaysia, saya cukup excited bisa lihat-lihat KA, di Singapore saya tidak sampai hati untuk melihat tempat-tempat saya dulu trainspotting. Bagaimana tidak? Kondisinya sekarang mengenaskan! Contohnya, dulu saya suka sekali foto-foto di Kampong Bahru flyover, dimana kita bisa lihat pelataran stasiun Tanjong Pagar, dan KA yang datang dari Malaysia. ![]() Tapi kini ini yang bakal anda lihat! (foto oleh Yuen Ngai). ![]() Sisi lain... ![]() Sekarang... ![]() ![]() Tempat dimana dulu KA dari Johor ini datang... ![]() .....sekarang jadi begini. ![]() Saya juga teringat, dulu saya suka mampir ke stasiun Bukit Timah. Disini dulu saya bisa menikmati suasana stasiun pedesaan, tepat di tengah Singapore. ![]() Tapi suasananya sekarang... (foto oleh Ramli). ![]() Lihat ke utara... ![]() Foto sekarang... ![]()
01-01-2012, 05:55 PM
kalau boleh tahu kenapa jalurnya pada mati?
maklum saya belum pernah ke Singapore.......
01-01-2012, 06:04 PM
Alasan politik. Rasanya saya pernah buat satu thread di Semboyan35 yang membahas penutupan jalur KA di Singapore.
01-01-2012, 06:10 PM
01-01-2012, 06:44 PM
Waduh kalau saya jadi RF Singapura pasti merasa kehilangan banget
![]() Permsi Mas Bagus numpang tanya, KA kontainer dari Malaysia ke Singapura & sebaliknya apa masih ada semenjak ditutupnya St. Tg Pagar? kalaupun sudah gak ada, bagaimana dengan angkutan kontainer antara kedua negara tsb?
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
01-01-2012, 06:46 PM
(This post was last modified: 01-01-2012, 06:48 PM by mas_bagus_ajah.)
Oh ya, sebelum anda baca bagian trip report ini, ada baiknya anda membaca sambil mendengar lagi techno-jazz. He..he..he...
Karen saat itu masih siang hari, maka kami menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke daerah di depan apartemen kami, apalagi kalau bukan di Orchard road! Menurut saya suasana jalan Orchard, dari pertama saya datang di tahun 1994 silam hingga sekarang tidak banyak berubah. Memang ada bangunan baru yang muncul, tapi ada juga yang dibongkar. Tapi pada dasarnya tidak banyak berubah. Lalu lintas di Orchard road masih sibuk seperti dulu. ![]() Bangunan Ngee Ann City dan Wisma Atria masih tidak berubah dari dulu. ![]() Belakangan saya tahu, mengapa kok Wisma Atria namanya pakai kata “Wismaâ€. Kawan saya, Ramli yang bekerja di stasiun MRT Orchard (lihat bagian berikut postingan ini) mengatakan bahwa dulu di tempat itu ada bangunan Kedubes Indonesia yang diberi nama “Wisma Indonesiaâ€. Bangunan itu dulu cukup iconic karena desain atapnya ala rumah Gadang Minangkabau, serta relief wayang di dindingnya. Bangunan iconic Wisma Indonesia ini kemudian dibongkar di akhir tahun 1980an, dan sebagai gantinya Kedubes Indonesia pindah ke Chattsworth Rd. Di depan Ngee Ann City kami membeli kartu telepon sementara untuk memudahkan komunikasi selama di Singapore, karena pulsa kartu XL saya sudah ko’it. Setelah berjalan beberapa meter, saya rada kaget melihat bangunan di seberang Wheelonck Place ini... ![]() Bukannya dulu di sini ada stasiun MRT Orchard? ![]() Rupanya bangunan stasiun MRT Orchard (yang dulu dianggap stasiun MRT berdesain terbaik pada massanya) rupanya sudah dibongkar. Diganti oleh bangunan Ion Shopping Center berdesain chic ini... ![]() Selesai jalan-jalan, kami kembali ke Lucky Plaza untuk makan siang. Karena agak kuatir dengan masakan Chinese atau Filipino yang kuatirnya banyak mengandung B-2, maka kami memilih makan di restoran Ayam Penyet Ria yang ada di salah satu pojok Lucky Plaza. ![]() ![]() Malam harinya, acara jalan-jalan kami terpisah. Saya kebetulan mau bertemu salah seorang railfans Singapore yang bekerja di manajemen MRT di Orchard. Pemandangan underpass, saat menuju ke stasiun Orchard. ![]() Wah, saya sudah sering keluar masuk stasiun MRT Orchard, tapi baru kali ini bisa masuk ke “restricted area†nya. Saya memperkenalkan diri saya, sekaligus menitipkan oleh-oleh buat Matthaziq, karena saya tidak bisa bertemu dia. Banyak hal yang kami bicarakan di kantornya encik Ramli, yang terletak di dalam area MRT Orchard. Mulai dari komparasi KA, terus tentang perkembangan kegiatan RF Singapore, selepas dicabutnya rel KA disana. Selesai ngobrol, encik Ramli mengajak saya jalan-jalan pake MRT, gratis! Wah, baru kali ini saya naik MRT nggak bayar!! Mantappp!!!! Ternyata railfanning juga masih ada sedikit di Singapore. Beliau mengajak saya naik MRT, pertama ke stasiun Dhobby Ghaut. ![]() Dulu stasiun ini adalah stasiun biasa. Tapi semenjak Circle Line dan NEL dibuka, dia menjadi stasiun interchange yang super sibuk. Di sini saya pertama kalinya mencoba naik MRT Circle Line yang dulu di tahun 2005 masih baru digali terowongannya. Ada kecenderungan bahwa belakangan ini rata-rata jalur MRT baru tidak menggunakan masinis. Bagian depan MRT. ![]() Interior MRT Circle Line. ![]() ![]() Beliau juga mengajak saya melihat Singapore Flyer yang terkenal itu. Namun sayang, karena gelap saya tidak bisa memotret jelas. Juga mengajak saya melihat-lihat stasiun-stasiun MRT yang baru. Jujur saja, kalau tidak ditemani encik Ramli, saya mungkin sudah kesasar duluan karena makin lama makin banyak cabangnya. Sayangnya, saya tidak banyak memotret stasiun-stasiun yang baru tersebut. Kami kemudian kembali lagi ke stasiun Dhobby Ghaut yang di jalur yang lama. Kelihatan sudah mulai bapuk. ![]() ![]() Tapi rupanya ada yang baru di MRT yang lama: rupanya display stasiun sudah menggunakan lampu. Jadi lampu hijau berarti stasiun yang akan dilewati, lampu kuning berarti stasiun yang dikunjungi. Perhatikan tulisan di kanan bawah display. ![]() Interiornya juga mengalami sedikit modernisasi. Seperti display LCD biru diatas. ![]() Cuman ride-nya makin kesini makin berguncang-guncang, mirip naik KA Argo Wilis kalau antara Surabaya-Madiun. Bang Ramli mengatakan bahwa hal itu karena karet suspensi yang terletak dibawah rel KA MRT itu dari pertama dibuka hingga sekarang sama sekali tidak pernah diganti! Sesampainya balik ke Orchard, kami mejeng sebentar di depan counter tiket MRT. ![]() Bang Ramli mengajak saya makan malam di Ion Shopping Center yang baru itu. Desain bangunannya, menurut saya tidaklah spektakuler betul. Namun bang Ramli mengatakan bahwa beda dengan gedung-gedung di sekitar Orchard, konstruksi bangunan ini bisa dibilang mendekati semi permanen. Jadi di masa depan, jika mereka berniat membongkar bangunan ini, kontraktor tidak usah membuat pondasi baru, karena bisa memanfaatkan pondasi bangunan yang lama. Beliau juga agak menyayangkan pembongkaran bangunan stasiun Orchard, karena desainnya yang cukup unik. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa belakangan ini pemerintah Singapore mulai main “potong kompas†dalam pengembangan MRT. Mereka cenderung mencari kontraktor yang menawarkan harga paling murah. Konsekuensinya, banyak stasiun MRT baru yang cepat bulukan. Selesai makan malam, sayapun pamit dengan bang Ramli dan balik ke apartemen saya. Namun sebelumnya, saya menyempatkan diri untuk memotret bangunan-bangunan di sekitaran Orchard road yang menarik kalau dilihat di malam hari. Saya paling suka desain nuansa lampu biru di salah satu pojok Ion ini. ![]() Sesampainya di seberang, saya juga memotret gedung hotel Marriot Tangs Palace ini. ![]() Saya pernah menginap di sini tahun 1995 silam. Gedung Ion Shopping Center dari seberang jalan ![]() ![]() Saya juga sempat memotret hotel Royal Plaza, tempat saya dulu bekerja. ![]() Rupanya mereka telah membuat perombakan image. Dulu warnanya didominasi biru. Scotts road, dengan Ion shopping center di kejauhan. ![]() Lounge hotel Hyatt di Scotts road, persis di seberang Royal Plaza. ![]() Dulu waku saya bekerja di Royal Plaza, saya mendengar bahwa hotel Hyatt dan Royal Plaza dimiliki keluarga Sultan Brunei. Saya paling suka kolam yang stylish ini. ![]() Pas lewat di depan Marriot, eh kok ada mobil Ferrari ini. ![]() Menurut saya percuma saja punya mobil sport di Singapore, karena disana nggak ada tempat buat menguji coba kecepatannya. Selesai dari Tang’s, saya balik ke apartemen saya untuk istirahat, siap untuk kegiatan esok harinya. BERSAMBUNG.
02-01-2012, 11:54 PM
(This post was last modified: 03-01-2012, 12:08 AM by mas_bagus_ajah.)
Saya tahu section Singapore itu kayaknya paling membosankan bagi semua pihak. Sampai-sampai tidak ada respons. Tapi saya berharap semoga postingan berikut ada responsnya.
Karena kalau tidak, saya akan berpikir ulang untuk menyelesaikan thread ini.... Acara hari berikutnya berisi adalah jalan-jalan keliling Singapore. Abang saya, karena sibuk mencari relasi bisnis di Singapore memilih untuk mengikuti kegiatan City tour menggunakan jasa RMG tour. Terakhir saya menggunakan jasa RMG tour adalah waktu pertama kali datang ke Singapore tahun 1994 silam. Bagi anda yang memang baru pertama kali datang ke Singapore, atau memang ingin tour sejenak saat transit di Singapore, menggunakan jasa RMG Tour memang bagus. Tapi kalau anda benar-benar datang ke Singapore untuk berlibur, anda mungkin akan kecewa menggunakan jasa mereka, karena mereka tidak memberi banyak kebebasan kepada para turis untuk mengeksplore lebih jauh tempat yang dikunjungi. Jadi anda mungkin serasa diperlakukan seperti anak TK saat berdarmawisata. Jam 7.30 pagi, sebelum toko-toko di Orchard road buka, kami sudah keluar duluan untuk sarapan pagi. Ternyata di belakang apartemen kami ada Mount Elizabeth Hospital yang terkenal itu. ![]() Banyak juga pejabat Indonesia yang dirawat, bahkan wafat disini. Sayangnya, juga termasuk beberapa koruptor kelas kakap. Kami berjalan menuju hotel Marriot, tempat bus feeder RMG akan menjemput kami. Suasana persiapan Natal sudah kelihatan. ![]() Sudah lama saya nggak masuk lobby hotel Marriot. ![]() Suasana lobby hotel Marriot. ![]() Rupanya busnya belum datang, jadi kami menunggu sebentar di lounge dekat pool RMG di hotel itu. ![]() ![]() ![]() Karena masih lama, maka saya memutuskan untuk keluar sebentar. Kelihatan taman yang saya potret semalam. ![]() Hotel Royal Plaza. ![]() Kalau lihat nama toko perhiasan ini, saya malah jadi teringat salah satu lagu penyanyi jazz Michael Franks. ![]() Mustinya kalau melihat toko ini di malam hari kelihatan elegan juga. Tak lama kemudian, bus kami datang juga.Kami menaiki bus kecil ini menuju pool pusat RMG untuk nantinya berganti dengan bis yang besar. Suasana perampatan jalan Scotts Rd dan Ochard Rd yang masih sepi. ![]() Stasiun MRT Dhobby Ghaut. Mungkin di masa depan, bisa saja stasiun ini bernasib seperti Orchard.... ![]() Chijmes itu dulu katanya merupakan biara atau sekolah pendeta. Tapi di tahun 1980an dirubah menjadi tempat wisata dan cafe. ![]() ![]() Tak lama kami sampai ke pool RMG yang ternyata terletak di depan gedung pit-stop Formula 1. ![]() Dulu seingat saya poolnya terletak di dekat Upper Thompson road. Bis yang membawa kami keliling Singapore. ![]() Ini adalah bis wisata yang unik, yang dipakai untuk (◣_◢)┌∩┠Tours, karena dia menggunakan kendaraan amphiibi. ![]() Lho...lho...lho..... Apa ini...? ![]() Ada keluarga dari Turki atau Lebanon yang juga ikut tour dengan kami. Cuman saya kok tidak bisa melepas pandangan dari anak ceweknya. He..he..he... ![]() Tak lama kemudian, bus kami berangkat. Terlihat gedung Marina Bay Sands. ![]() ![]() Melewati Bugis Village. ![]() Buat yang belum tahu, Bugis Village ini adalah konsep shopping center yang unik. Karena dia memanfaatkan bangunan yang lama, tapi dipugar ulang. Dan kemudian dibikin tertutup dan ber AC. Bahkan jalan-jalan di dalam blok gedung-gedung tua tersebut juga diubah menjadi ruang tertutup ber-AC! Bandingkan dengan para pengembang shopping center di Indonesia yang lebih memilih untuk membongkar total bangunan lama, dan menggantinya dengan yang dibilang modern, tapi 20 tahun kemudian kelihatan bulukan! Perhentian pertama kami adalah Little India. ![]() Saat itu sedang ada persiapan hari raya Deepavali, jadi suasananya kelihatan agak meriah. Ajah...ajah.... Manjulai... Hehehe.... ![]() Karena menjelang Deepavali, maka banyak toko yang menjual pernak-pernik peribadatan Hindu Tamil. ![]() Manjulai cap Arab! ![]() Salah satu kios yang menjual perangkat ibadat Tamil. ![]() ![]() Walaupun suasana India cukup kental, tapi ada juga pak Kyai yang numpang lewat. ![]() Suasana Little India. ![]() Kebetulan di dekat situ ada toko yang menjual berbagai macam kue India. Karena di Bandung saya nggak pernah ketemu kue India, maka saya sempatkan beli beberapa. Penasaran, seperti apa sih rasanya. Variasi kue-kue India. ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Saya beli satu. Namanya Chocolate Burfi. ![]() Adik dan Abang saya beli Pistachio Burfi. ![]() Kue Burfi ini rasanya mirip susu kental manis yang dipadatkan. Jadi teksturnya seperti tepung solid. Biasanya Burfi ini rasanya manis sekali. Cuman yang ini tidak seberapa. Walaupun begitu, tetap saja perlu waktu lama untuk menghabiskan kue Burfi ini. Tidak bisa sekali gigit. Tak lama kemudian kami berangkat lagi. Saya suka desain rumah hijau yang unik ini. ![]() Di tengah perjalanan kami melintasi Raffles Hotel yang terkenal itu. ![]() Dulu hingga tahun 1990an, hotel ini adalah hotel termahal di Singapore. Tapi posisinya kemudian digeser oleh Fullerton dan Ritz Carlton Millenia. Monumen sumpit di dengan latar belakang gedung-gedung di Singapore. ![]() Katanya monumen ini untuk mengenang perjuangan empat suku yang ada di Singapore dalam memperjuangkan kemerdekaan. Tak lama kemudian, kami berhenti di taman di depan balaikota Singapore. Kelihatan gedung-gedung pencakar langit Singapore. ![]() ![]() Gedung Espalanede Theater yang mirip buah durian. ![]() Rupanya kami diajak untuk melihat tempat, dimana dari spot itu kita bisa memotret Marina Bay Sands. ![]() Esplanade Bridge dengan gedung-gedung perkantoran di Singapore. ![]() Eh, pas mau pulang si cewek bahibak Arab itu mejeng narsis di salah satu sudut taman. Rupanya dia pingin dipotret sama keluarganya. Saya pun iseng ikut motreti si cewek anna bahibak ini. Hehehe.... ![]() Manis...manis... Selesai dari balai kota, kami menuju ke Chinatown. ![]() Di sini kami berbelanja sedikit oleh-oleh ala Singapore. ![]() ![]() Karena nggak banyak yang kami lakukan di sekitar klenteng China tadi, maka kami balik ke bis kami. Rupanya sopirnya belum balik ke bis, jadi kami menunggu diluar. Pas menunggu bis, tiba-tiba ada penampakan mahluk ghaib....eh, mahluk mains! ![]() Senyum dong neng... ![]() Selesai dari Chinatown, tur bis kami mengarah ke sebuah toko penjual perhiasan permata. Oya, didepan toko ini ada sebuah batu amethyst yang lumayan besar. Rupanya dari batu ini diambil batu untuk permata. ![]() Saya jadi teringat batu serupa yang didisplay di museum geologi Bandung. Hanya yang di Bandung ukurannya setinggi manusia! Jujur saja, buat budget tourist kaya kami, rasanya terlalu berat untuk membeli perhiasan yang dijual disitu. Bahkan rombongan turis dari Amerika yang juga ikut jalan dengan kami merasa cukup berat juga untuk membelanjakan uangnya di situ. Padahal mereka menginap di Marriot loh! Ototmatis rombongan saya (dan turis Amerika tadi) langsung balik ke bis. Selama di bis, abang saya berusaha untuk menego tentang harga ke pemandu, tapi mentah karena si pemandu tidak bisa berbuat apa-apa. Mau ke sopir, eh...si sopir nggak ngerti bahasa Inggris. Rupanya dia dari RRC.... Well, usaha abang saya untuk mencari relasi bisnis kali ini gagal, sayangnya.... Oh well, setelah dari toko perhiasan tadi, kita pergi menuju ke Botanic Garden. ![]() Menurut saya tanaman di Botanic Garden ini kurang menarik, karena tanaman serupa juga bisa dijumpai di Indonesia. Yang menarik adalah bagaimana cara mereka menata ini semua. ![]() Air mancur. ![]() ![]() Agak keatas, saya menemui sebuah rumah tua yang besar, bergaya arsitektur kolonial Inggris. ![]() Cukup kagum dengan tamannya. ![]() Tapi sayangnya, disini saya terpisah dengan rombongan saya, dan sempat kehilangan jejak. Saya mecoba bertanya kesana-sini, tapi nggak ada jawaban. ![]() Saya sempat tersasar juga ke sebuah tempat terbuka yang luas. ![]() Oh ya, katanya di panggung konser di latar belakang pernah diadakan konsernya Addie M.S. atau konser Angklung, beberapa waktu silam. Saya akhirnya bisa kembali ke pintu utama. Alih-alih ketemu rombongan, saya malah ketemu sekelompok turis dari Perancis ini. ![]() Ohhh....cewek yang di sebelah kiri itu cantiiiikkk sekaliiiiii!!! Je t'aime, oh belle fille dans le jardin de fleurs ... ![]() ![]() Wajahnya itu anggun ala Perancis kuno. Kecantikannya terbayang-bayang di benakku berhari-hari. Andai kita bisa bertemu lagi Oh ma fille, vous aimez le soleil qui brille dans la matinée ... Tiba-tiba saya ditepuk dari belakang. Nggak ada gendam hipnotis disini, karena yang menepuk ternyata abang saya yang mengajak saya kembali ke bis. Sekembalinya ke bis, kami langsung berangkat balik menuju Marriot hotel. Rupanya di belakang Botanic Garden ada kompleks perumahan elit di tengah Singapore. ![]() Walaupun begitu rumah-rumah elit disitu desainnya cukup membosankan jika dibandingkan dengan yang di Indonesia. Not worth the money... Sempat mampir ke Goodwood Park hotel juga. ![]() Akhirnya kami didrop di Marriot. Dari sana kami jalan balik menuju ke apartemen kami. Pas lewat di depan Marriot, kok ada mobil panjang kaya begini? Wah kaya benar ini si pengantin! ![]() ![]() Sesampainya di Lucky Plaza, kami makan siang dulu. ![]() Menu “pencuci mulut†Hehehe... ![]() ![]() Malamnya kami jalan-jalan keliling City Hall. Tampak gereja tua di seberang stasiun City Hall... ![]() Saya agak kaget melihat bangunan toko tempat saya membeli sepatu boot saya dulu sekarang sudah dibongkar. Kami juga sempat mampir ke Funan Shopping Mall, yang terkenal karena barang elektroniknya. Di sini saya akhirnya ketemu sesuatu untuk dibeli: satu pack DVD film kereta api seharga $ 30, isinya 5 DVD, lengkap dengan bonus berupa kotak yang bisa mengeluarkan suara lokomotif uap. Setelah putar-putar, kami makan dulu di sebuah restoran pasta disitu. ![]() ![]() Pulangnya, kami sempat menjelajahi Orchard road. Kelihatan Paragon yang sekarang berdesain unik. ![]() Ada juga seniman jalan yang berlagak patung, tapi akan bergerak kalau kita menaruh koin. ![]() Pas jalan, akhirnya kami ketemu juga dengan bank CIMB di Singapore. Namun sayangnya, disini saya tidak bisa mengambil uang, karena kartu saya adalah kartu generasi bapuk, peninggalan jaman Bank Niaga pra-CIMB. Di Malaysia kartu saya masih bisa dipakai, tapi tidak di Singapore. Setelah balik ke apartemen, kamipun istirahat dulu. BERSAMBUNG. |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
Users browsing this thread: 2 Guest(s)

widih makananx enak
, tuh Beli Berapa Ringgit
[/spoiler]![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
![[Image: f1.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS6/f1.jpg)
![[Image: f2.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS6/f2.jpg)
![[Image: f3.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS6/f3.jpg)
![[Image: f4.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS6/f4.jpg)
![[Image: f4b.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS6/f4b.jpg)
![[Image: f5.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS6/f5.jpg)
![[Image: f6.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS6/f6.jpg)
![[Image: f7.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS6/f7.jpg)
![[Image: f8.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS6/f8.jpg)
![[Image: f9.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS6/f9.jpg)
![[Image: f10.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS6/f10.jpg)
![[Image: f11.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS6/f11.jpg)


![[Image: G1.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS7/G1.jpg)
![[Image: g2.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS7/g2.jpg)
![[Image: g3.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS7/g3.jpg)
![[Image: g4.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS7/g4.jpg)
![[Image: g5.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS7/g5.jpg)
![[Image: g6.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS7/g6.jpg)
![[Image: g7.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS7/g7.jpg)
![[Image: g8.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS7/g8.jpg)
![[Image: g9.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS7/g9.jpg)
![[Image: g10.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS7/g10.jpg)
![[Image: g11.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS7/g11.jpg)




![[Image: h1.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h1.jpg)
![[Image: h2.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h2.jpg)
![[Image: h3.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h3.jpg)
![[Image: h4.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h4.jpg)
![[Image: h5.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h5.jpg)
![[Image: h6.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h6.jpg)
![[Image: h7.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h7.jpg)
![[Image: h8.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h8.jpg)
![[Image: h9.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h9.jpg)
![[Image: h10.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h10.jpg)
![[Image: h11.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h11.jpg)
![[Image: h12.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h12.jpg)
![[Image: h13.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h13.jpg)
![[Image: h14.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h14.jpg)
![[Image: h15.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h15.jpg)
![[Image: h16.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h16.jpg)
![[Image: h17.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h17.jpg)
![[Image: h18.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h18.jpg)
![[Image: h19.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h19.jpg)
![[Image: h20.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h20.jpg)
![[Image: h21.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h21.jpg)
![[Image: h22.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h22.jpg)
![[Image: h23.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS8/h23.jpg)
![[Image: i1.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i1.jpg)
![[Image: i2.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i2.jpg)
![[Image: i3.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i3.jpg)
![[Image: i4.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i4.jpg)
![[Image: i5.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i5.jpg)
![[Image: i6.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i6.jpg)
![[Image: i7.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i7.jpg)
![[Image: i8.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i8.jpg)
![[Image: i9.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i9.jpg)
![[Image: i10.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i10.jpg)
![[Image: i11.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i11.jpg)
![[Image: i12.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i12.jpg)
![[Image: i13.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i13.jpg)
![[Image: i14.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i14.jpg)
![[Image: i15.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i15.jpg)
![[Image: i17.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i17.jpg)
![[Image: i18.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i18.jpg)
![[Image: i19.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i19.jpg)
![[Image: i20.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i20.jpg)
![[Image: i21.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i21.jpg)
![[Image: i22.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i22.jpg)
![[Image: i23.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i23.jpg)
![[Image: i24.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i24.jpg)
![[Image: i25.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i25.jpg)
![[Image: i26.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i26.jpg)
![[Image: i27.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i27.jpg)
![[Image: i28.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i28.jpg)
![[Image: i29.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i29.jpg)
![[Image: i30.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i30.jpg)
![[Image: i31.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i31.jpg)
![[Image: i32.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i32.jpg)
![[Image: i33.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i33.jpg)
![[Image: i34.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i34.jpg)
![[Image: i35.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i35.jpg)
![[Image: i36.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i36.jpg)
![[Image: i37.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i37.jpg)
![[Image: i38.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i38.jpg)
![[Image: i39.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i39.jpg)
![[Image: i40.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i40.jpg)
![[Image: i41.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i41.jpg)
![[Image: i42.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i42.jpg)
![[Image: i43.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i43.jpg)
![[Image: i44.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i44.jpg)
![[Image: i45.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i45.jpg)
![[Image: i46.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i46.jpg)
![[Image: i47.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i47.jpg)
![[Image: i48.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i48.jpg)
![[Image: i49.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i49.jpg)
![[Image: i50.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i50.jpg)
![[Image: i51.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i51.jpg)
![[Image: i52.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i52.jpg)
![[Image: i53.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i53.jpg)
![[Image: i54.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i54.jpg)
![[Image: i55.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i55.jpg)
![[Image: i56.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i56.jpg)
![[Image: i57.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i57.jpg)
![[Image: i58.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i58.jpg)
![[Image: i59.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i59.jpg)
![[Image: i60.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i60.jpg)
![[Image: i61.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i61.jpg)
![[Image: i62.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i62.jpg)
![[Image: i63.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i63.jpg)
![[Image: i64.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i64.jpg)
![[Image: i65.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i65.jpg)
![[Image: i66.jpg]](http://i1202.photobucket.com/albums/bb367/bagus70/SS9/i66.jpg)