Poll: Menurut anda, KA tidur itu idealnya:
You do not have permission to vote in this poll.
Barang mewah, simbol pelayanan premium KA.
25.37%
17 25.37%
Ada kelasnya sehingga terjangkau yang kantong menengah agak kebawah.
64.18%
43 64.18%
Ngapain harus ada KA tidur?
10.45%
7 10.45%
Total 67 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Diskusi KA Tidur.
#21
mengharap bikin jenis kereta tidur baru tapi low chasis... kalau menggunakan kereta existing dan direbuilt terlalu sempit untuk yg kebagian tempat tidur diatas, apalagi nggak dapet jendela
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#22
Maaf, kalau misalnya saya mau naik Bima (Masih kereta tidur) dari Gambir ke Yogyakarta Eh iya lupa...
Tapi, karena tidur saking nyenyaknya sampe-sampe suara pengumuman tidak terdengar, stasiun Yogyakarta ketinggalan jadi kebablasan sampe ke Surabaya.
Bagaimana caranya mengatasi hal seperti ini?Xie Xie
Reply
#23
(31-12-2011, 01:31 PM)OrangBingung Wrote: Maaf, kalau misalnya saya mau naik Bima (Masih kereta tidur) dari Gambir ke Yogyakarta Eh iya lupa...
Tapi, karena tidur saking nyenyaknya sampe-sampe suara pengumuman tidak terdengar, stasiun Yogyakarta ketinggalan jadi kebablasan sampe ke Surabaya.
Bagaimana caranya mengatasi hal seperti ini?Xie Xie

Pengalaman saya di Rumania, nanti kondektur akan membangunkan penumpang ketika mendekati tempat tujuan. Kondektur tiap kereta memegang data-data manifes penumpang, kamar nomor X tempat tidur nomor Y dengan tujuan Z. Ketika hampir mendekati tujuan, kondektur datang dan mengetuk pintu kamar agar penumpang yg akan turun segera berkemas.

Entah bagaimana dengan Bima tempo doeloe, tapi ini yg sempat saya amati saat saya berada di Rumania (maklum, gak kebagian buat liat langsung, apalagi naik Bima dengan kereta tidur; Bima dengan K1 ex. Argo Bromo saja baru sempat foto-foto dua hari yg lalu di Gambir)...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#24
(31-12-2011, 02:22 PM)dtRAiNeR Wrote:
(31-12-2011, 01:31 PM)OrangBingung Wrote: [spoiler]Maaf, kalau misalnya saya mau naik Bima (Masih kereta tidur) dari Gambir ke Yogyakarta Eh iya lupa...
Tapi, karena tidur saking nyenyaknya sampe-sampe suara pengumuman tidak terdengar, stasiun Yogyakarta ketinggalan jadi kebablasan sampe ke Surabaya.
Bagaimana caranya mengatasi hal seperti ini?Xie Xie[/spoiler]

Pengalaman saya di Rumania, nanti kondektur akan membangunkan penumpang ketika mendekati tempat tujuan. Kondektur tiap kereta memegang data-data manifes penumpang, kamar nomor X tempat tidur nomor Y dengan tujuan Z. Ketika hampir mendekati tujuan, kondektur datang dan mengetuk pintu kamar agar penumpang yg akan turun segera berkemas.

Entah bagaimana dengan Bima tempo doeloe, tapi ini yg sempat saya amati saat saya berada di Rumania (maklum, gak kebagian buat liat langsung, apalagi naik Bima dengan kereta tidur; Bima dengan K1 ex. Argo Bromo saja baru sempat foto-foto dua hari yg lalu di Gambir)...

Jadi, sebelum masuk ke dalam kereta, penumpangnya mengisi dulu datanya ya? Big Grin
Reply
#25
(31-12-2011, 02:36 PM)OrangBingung Wrote:
(31-12-2011, 02:22 PM)dtRAiNeR Wrote:
(31-12-2011, 01:31 PM)OrangBingung Wrote: [spoiler]Maaf, kalau misalnya saya mau naik Bima (Masih kereta tidur) dari Gambir ke Yogyakarta Eh iya lupa...
Tapi, karena tidur saking nyenyaknya sampe-sampe suara pengumuman tidak terdengar, stasiun Yogyakarta ketinggalan jadi kebablasan sampe ke Surabaya.
Bagaimana caranya mengatasi hal seperti ini?Xie Xie[/spoiler]

Pengalaman saya di Rumania, nanti kondektur akan membangunkan penumpang ketika mendekati tempat tujuan. Kondektur tiap kereta memegang data-data manifes penumpang, kamar nomor X tempat tidur nomor Y dengan tujuan Z. Ketika hampir mendekati tujuan, kondektur datang dan mengetuk pintu kamar agar penumpang yg akan turun segera berkemas.

Entah bagaimana dengan Bima tempo doeloe, tapi ini yg sempat saya amati saat saya berada di Rumania (maklum, gak kebagian buat liat langsung, apalagi naik Bima dengan kereta tidur; Bima dengan K1 ex. Argo Bromo saja baru sempat foto-foto dua hari yg lalu di Gambir)...

Jadi, sebelum masuk ke dalam kereta, penumpangnya mengisi dulu datanya ya? Big Grin

Enggak, penumpang tidak mengisi lagi datanya. Tapi didata oleh kondektur, kadang liat tiket atau ditanya langsung...

Atau terkadang, untuk KA antarnegara, penumpang dengan satu tujuan yg sama diangkut dalam kereta yg sama. Jadi kereta terdepan untuk tujuan paling akhir, kereta terbelakang untuk tujuan pertama (sekaligus dicopot, apalagi kalo keretanya dari negara-negara berbeda, langsung dicabut di negara tujuan). Lebih memudahkan baik bagi penumpang (gak perlu takut kebablasan) dan kondektur (gak perlu bangunin satu per satu)...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#26
(31-12-2011, 02:43 PM)dtRAiNeR Wrote:
(31-12-2011, 02:36 PM)OrangBingung Wrote:
(31-12-2011, 02:22 PM)dtRAiNeR Wrote:
(31-12-2011, 01:31 PM)OrangBingung Wrote: [spoiler]Maaf, kalau misalnya saya mau naik Bima (Masih kereta tidur) dari Gambir ke Yogyakarta Eh iya lupa...
Tapi, karena tidur saking nyenyaknya sampe-sampe suara pengumuman tidak terdengar, stasiun Yogyakarta ketinggalan jadi kebablasan sampe ke Surabaya.
Bagaimana caranya mengatasi hal seperti ini?Xie Xie[/spoiler]

Pengalaman saya di Rumania, nanti kondektur akan membangunkan penumpang ketika mendekati tempat tujuan. Kondektur tiap kereta memegang data-data manifes penumpang, kamar nomor X tempat tidur nomor Y dengan tujuan Z. Ketika hampir mendekati tujuan, kondektur datang dan mengetuk pintu kamar agar penumpang yg akan turun segera berkemas.

Entah bagaimana dengan Bima tempo doeloe, tapi ini yg sempat saya amati saat saya berada di Rumania (maklum, gak kebagian buat liat langsung, apalagi naik Bima dengan kereta tidur; Bima dengan K1 ex. Argo Bromo saja baru sempat foto-foto dua hari yg lalu di Gambir)...

Jadi, sebelum masuk ke dalam kereta, penumpangnya mengisi dulu datanya ya? Big Grin

Enggak, penumpang tidak mengisi lagi datanya. Tapi didata oleh kondektur, kadang liat tiket atau ditanya langsung...

Atau terkadang, untuk KA antarnegara, penumpang dengan satu tujuan yg sama diangkut dalam kereta yg sama. Jadi kereta terdepan untuk tujuan paling akhir, kereta terbelakang untuk tujuan pertama (sekaligus dicopot, apalagi kalo keretanya dari negara-negara berbeda, langsung dicabut di negara tujuan). Lebih memudahkan baik bagi penumpang (gak perlu takut kebablasan) dan kondektur (gak perlu bangunin satu per satu)...

Efektif Untuk Mengurangi Para Kambing yang bila lihat KA Luar Kota main serbu aja.
Kalau ada Kereta Tidur Rekomendasi saya kayak Bentuk Posting Sawunggalih Nomor 221.
Disitu memang hanya ditujukkan pada Kereta Kelas Satu Dengan Fasilitas Reclincing Bed Terserah mau diatur kayak gimana tidurnya.
pintunya kayak Pintu Lipat PPD+Pintu Otomatis Jadi yang bisa Buka Cuma ada 2 Unsur yaitu penumpang yang mau naik/turun atau crew. dalam 1 Gerbong Toiletnya Maksimal ada 10 Minimal ada 3+Ruang Istirahat Para Crew di Tiap Gerbong.
semisal ada Hal Emergency d KA Tarik Rem Daruratnya kayak KRL Holec.
Deret Terdepannya Dikasih Sebuah Pagar kecil agar Bila Penumpang Sedang Tidur Tidak Jatuh dari Kasur+Leg Rest.
Nah Kalau Kelas 2 ataupun Kelas 3 Tinggal Kira2 Mau usulan Kayak Gimana?
Reply
#27
(31-12-2011, 02:43 PM)dtRAiNeR Wrote:
(31-12-2011, 02:36 PM)OrangBingung Wrote:
(31-12-2011, 02:22 PM)dtRAiNeR Wrote:
(31-12-2011, 01:31 PM)OrangBingung Wrote: [spoiler]Maaf, kalau misalnya saya mau naik Bima (Masih kereta tidur) dari Gambir ke Yogyakarta Eh iya lupa...
Tapi, karena tidur saking nyenyaknya sampe-sampe suara pengumuman tidak terdengar, stasiun Yogyakarta ketinggalan jadi kebablasan sampe ke Surabaya.
Bagaimana caranya mengatasi hal seperti ini?Xie Xie[/spoiler]

[spoiler]Pengalaman saya di Rumania, nanti kondektur akan membangunkan penumpang ketika mendekati tempat tujuan. Kondektur tiap kereta memegang data-data manifes penumpang, kamar nomor X tempat tidur nomor Y dengan tujuan Z. Ketika hampir mendekati tujuan, kondektur datang dan mengetuk pintu kamar agar penumpang yg akan turun segera berkemas.

Entah bagaimana dengan Bima tempo doeloe, tapi ini yg sempat saya amati saat saya berada di Rumania (maklum, gak kebagian buat liat langsung, apalagi naik Bima dengan kereta tidur; Bima dengan K1 ex. Argo Bromo saja baru sempat foto-foto dua hari yg lalu di Gambir)...[/spoiler]

[spoiler]Jadi, sebelum masuk ke dalam kereta, penumpangnya mengisi dulu datanya ya? Big Grin[/spoiler]

[spoiler]Enggak, penumpang tidak mengisi lagi datanya. Tapi didata oleh kondektur, kadang liat tiket atau ditanya langsung...

Atau terkadang, untuk KA antarnegara, penumpang dengan satu tujuan yg sama diangkut dalam kereta yg sama. Jadi kereta terdepan untuk tujuan paling akhir, kereta terbelakang untuk tujuan pertama (sekaligus dicopot, apalagi kalo keretanya dari negara-negara berbeda, langsung dicabut di negara tujuan). Lebih memudahkan baik bagi penumpang (gak perlu takut kebablasan) dan kondektur (gak perlu bangunin satu per satu)...[/spoiler]

Ooh...begitu. Maklum saya gak pernah naik KA tidur. Ngeledek
Sekarang kita btt lagi Welcome
Reply
#28
(30-12-2011, 06:13 PM)dh1-too Wrote: salah satu hal kenapa kereta dengan kamar tidur itu dihilangkan karena kamar2 yang ada itu disalahgunakan fungsinya,banyak dari kamar2 tidur di KA itu digunakan untuk berbuat mesum. maka dari itu kereta dengan kamar tidur untuk penumpang dihilangkan.

Maaf mas, tolong jangan mengangkat issue yang tidak ada bukti konkritnya di forum ini.

Lagi pula bukan urusan PT KA untuk mendikte privasi pengguna jasanya.
[Image: overstappen.png]
(30-12-2011, 09:22 PM)tomrys Wrote: pakai kursi ala kelas utama pesawat terbang yg bisa diubah jd tempat tidur

Saya sangat tidak setuju karena pasti makan tempat, sehingga membuat tarif KA makin tinggi dan tidak terjangkau, tapi di sisi lain kenyamanan dan keamanannya tidak lebih baik dari gerbong EXA biasa.

Alasan kenapa pesawat dibuat model kursi yang bisa direbahkan 180 derajat adalah karena cukup mustahil membuat kompartemen.

Selain itu tempat tidur yang posisinya tidak searah dengan arah perjalanan pesawat tidak boleh diduduki selama proses take off atau landing.
Reply
#29
Harapan 2012 untuk Nanti PT KA Menyediakan Fasilitas KA Tidur di Indonesia dengan Fasilitas ini Ini Gambaran Untuk Kelas 1:
1.CCTV di tiap gerbong
2.AC di tiap gerbong
3.Ruang Makan di KM
4.Shower Mandi Di Toilet di tiap gerbong
5.pintunya kayak Pintu Lipat PPD+Pintu Otomatis Jadi yang bisa Buka Cuma ada 2 Unsur yaitu penumpang yang mau naik/turun atau crew.
6.dalam 1 Gerbong Toiletnya Minimal ada 3 Maksimal ada 10 +Ruang Istirahat Para Crew di Tiap Gerbong.
7.Deret Terdepannya/Paling Belakang yang dekat toilet Dikasih Sebuah Pagar kecil agar Bila Penumpang Sedang Tidur Tidak Jatuh dari Kasur+Leg Rest bila KA Mengalami Rem Mendadak.
Kira2 usulan Lain Untuk kelas 2 dan kelas 3 Gimana Usulannya?
Reply
#30
(03-01-2012, 09:11 AM)ardial Wrote: Harapan 2012 untuk Nanti PT KA Menyediakan Fasilitas KA Tidur di Indonesia dengan Fasilitas ini Ini Gambaran Untuk Kelas 1:
1.CCTV di tiap gerbong
2.AC di tiap gerbong
3.Ruang Makan di KM
4.Shower Mandi Di Toilet di tiap gerbong
5.pintunya kayak Pintu Lipat PPD+Pintu Otomatis Jadi yang bisa Buka Cuma ada 2 Unsur yaitu penumpang yang mau naik/turun atau crew.
6.dalam 1 Gerbong Toiletnya Minimal ada 3 Maksimal ada 10 +Ruang Istirahat Para Crew di Tiap Gerbong.
7.Deret Terdepannya/Paling Belakang yang dekat toilet Dikasih Sebuah Pagar kecil agar Bila Penumpang Sedang Tidur Tidak Jatuh dari Kasur+Leg Rest bila KA Mengalami Rem Mendadak.
Kira2 usulan Lain Untuk kelas 2 dan kelas 3 Gimana Usulannya?

nggak makan tempat itu toilet ny setiap gerbong ada 10?
693-5073-893-673
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)