Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Railfanning di Semenanjung Malaya.
#11
Pagi hari tepat tanggal 1-11-11 kami bersiap untuk berangkat ke Kuala Lumpur. Setelah sarapan sebentar dan mandi, kamipun langsung bertolak menuju bandara Polonia dengan Raja Taxi (kayaknya taxi plat hitam paling terkenal di sana).

Tampak depan travel agent milik abang saya.


[Image: 2nu5a0.jpg]

Suasana Tebing Tinggi yang mengingatkan saya dengan kota Cirebon....down to its climate!


[Image: 33nkw0w.jpg]

Setelah pamit dengan ibu mertua (mertua kakak saya) kamipun berangkat naik Kijang Inova hitam ke Medan.


[Image: fbbb6c.jpg]

Ada yang tahu arsitektur tidak? Ada yang tahu apa nama langgam arsitektur ini? Karena saya juga banyak menemui arsitektur model seperti ini di Malaysia dan Singapore, serta bagian Indonesia yang banyak dihuni suku Melayu.
Sementara saya tidak pernah menemui desain arsitektur seperti ini di pulau Jawa.


[Image: 2010k7t.jpg]

Kami sempat berhenti sejenak di Sedang Bergadai untuk rehat. Selepas itu kami jalan lagi.

Nah di sini saya mulai melihat ada jalur kereta api. Seperti perlintasan ini.


[Image: m3of5.jpg]

Dari sini hingga pinggir kota Medan, jalur KA posisinya sejajar terus dengan jalan raya. Bahkan bisa dibilang cukup dekat.


[Image: 65xzz9.jpg]

[Image: overstappen.png]
Nah, ini salah satu highlight di perjalanan. Saat melewati sungai Sei Ular, saya meminta sopir taxi untuk pelan sejenak. Karena saya ingin memotret jembatan KA Sei Ular yang mungkin merupakan jembatan KA bentang tunggal terpanjang di luar pulau Jawa. Kayaknya nomor tiga setelah jembatan Cisomang dan jembatan Kali Progo.


[Image: 2heghvp.jpg]

Desainnya mengingatkan saya dengan jembatan Sydney Harbour Bridge.

Kamipun kemudian sampai di bandara Polonia.


[Image: 25usnrt.jpg]

Suasana kesibukan saat check-in.


[Image: wkn6ab.jpg]

Seusai clear dengan urusan imigrasi, abang saya mengajak kami masuk ke lounge executive yang ada di keberangkatan internasional. Tarifnya murah juga yaitu Rp 50.000,-. Cuman seperti kaya pepatah “Ada harga ada barang” Jangan bandingkan lounge ini dengan yang sering dikunjungi oom flyingdent, karena suasananya biasa-biasa saja. Makanannya pun kurang enak.

Dari lounge ini kita bisa melihat pergerakan pesawat.


[Image: 2dv0akm.jpg]

Pintu masuk lounge.


[Image: 2z9gnrl.jpg]

Saya mengambil nasi goreng dan ayam. Rasanya....masih enak masakan ibu mertua tadi....


[Image: 2ppwvhu.jpg]

[Image: overstappen.png]
Selesai makan, saya mulai spotting.

Ada B737-400 Betawi Air yang siap berangkat ke Batavia.


[Image: 2q1to40.jpg]

Singo Angop dengan tujuan yang saya tidak ingat... Apakah ke Jakarta atau Penang?


[Image: ay6mma.jpg]

Di kejauhan saya melihat pesawat B738 Garuda yang baru push-back, sama ATR Wings yang baru datang.


[Image: 2qxn9j6.jpg]

Livery Indonesia favorit saya saat ini. Ah kapan yah bisa naik Garuda lagi?


[Image: zmnwvn.jpg]

Tak lama kemudian, kamipun masuk ke ruang tunggu. Yang aneh, hingga saya naik keatas, saya masih belum melihat ada pesawat Air Asia di apron. Padahal waktu keberangkatan kurang dari setengah jam. Dimana yah pesawatnya?

Malah yang datang pesawat Lion yang satu ini.


[Image: jadrf9.jpg]

Saya jadi teringat kalau bandara Polonia itu sudah dikepung perumahan padat. Nah, dari sini kelihatan kalau rumah-rumah sudah sangat terlampau dekat dengan bandara. Bahkan mengalahkan bandara Hussein di Bandung.


[Image: 5z7t1.jpg]

[Image: overstappen.png]
Tak berapa lama kemudian, datanglah pesawat Valu Air dari Singapore. Hmm....saya jadi teringat, dulu pertama kali ValuAir muncul, liverynya mirip kaya ValuJet di Amerika sono.


[Image: 296hjyt.jpg]

Sekitar 40 menit kemudian panggilan boarding dikumandangkan. Yang masih agak membuat saya heran, kok saya masih belum lihat pesawat saya. Apa saya lagi alpa??


Tanggal: 1 November 2011.
Flight No. QZ 8054.
Route: MES-KEL.

Saat turun kebawah, saya masih sempat lihat pesawat Valu Air ini...


[Image: 3097i1h.jpg]

....tapi begitu menoleh ke depan, tiba-tiba VOILA! Ada pesawat A320 Air Asia!


[Image: 121piqe.jpg]

Saya pikir cepat sekali pesawat ini muncul. Bahkan sampai nggak lihat proses keluar penumpang flight sebelumnya.


[Image: 28k7d03.jpg]

Seperti flight sebelumnya, saya naik lewat tangga belakang.


[Image: bgqpz6.jpg]


[Image: 35ipt3c.jpg]

[Image: overstappen.png]
Sempat aja motret pesawat di apron di kejauhan...


[Image: 23roocw.jpg]

Foto wajib?


[Image: 200weo6.jpg]


BERSAMBUNG.
Reply
#12
Hu....hu...hu.... Nangis

Kok pada sepi semua sih...nggak ada reaksi gini saya jadi malas untuk melanjutkan.... Bethe
Reply
#13
wah maaf mas saya belum respon, keasikan baca di link yang mas kasih..

saya tertarik sama jembatan sei ularnya, pas lagi ke sana apakah air sungainya sedang banjir ya mas??
kok sepertinya rumput di pinggir kali terendam??

saya juga ngiler pesawatnya, karena saya belum pernah naik pesawat Ngakak
Reply
#14
(27-12-2011, 03:46 PM)omaniax Wrote: wah maaf mas saya belum respon, keasikan baca di link yang mas kasih..

saya tertarik sama jembatan sei ularnya, pas lagi ke sana apakah air sungainya sedang banjir ya mas??
kok sepertinya rumput di pinggir kali terendam??


Iya pas itu kan lagi musim hujan. Makanya kali Sei Ular lagi banjir.
Reply
#15
(27-12-2011, 03:54 PM)mas_bagus_ajah Wrote:
(27-12-2011, 03:46 PM)omaniax Wrote: wah maaf mas saya belum respon, keasikan baca di link yang mas kasih..

saya tertarik sama jembatan sei ularnya, pas lagi ke sana apakah air sungainya sedang banjir ya mas??
kok sepertinya rumput di pinggir kali terendam??


Iya pas itu kan lagi musim hujan. Makanya kali Sei Ular lagi banjir.

terima kasih mas atas penjelasannya Xie Xie

o iya ya, divre I sumur memiliki sinyal mekanik dan elektrik, lebih lengkap dibandingkan Divre III sumatera selatan.. padahal keretanya lebih banyak di Divre III
Reply
#16
(27-12-2011, 03:36 PM)mas_bagus_ajah Wrote: Hu....hu...hu.... Nangis

Kok pada sepi semua sih...nggak ada reaksi gini saya jadi malas untuk melanjutkan.... Bethe

Lha ini lagi mantau...
Tenang, you are not alone in this thread.....
hehehehe....

Lanjut dwong.

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#17
wah mantep report na mas bagus, selaen liat kereta juga liat pesawat. itu jembatan sei ularnya bener2 mirip jembatan progo. mohon dilanjutkan mas laporan e Xie Xie
Reply
#18
sayangnya gak sempat memotret lok yang beroperasi di Medan ya?
Reply
#19
Seperti penerbangan saya sebelumnya, begitu masuk kami langsung disambut “kabut tebal” di dalam kabin pesawat.


[Image: 260vfbn.jpg]

Setelah semua penumpang duduk manis, pintu pesawat ditutup dan pesawat bergerak menuju runway Polonia.


[Image: m7z1b8.jpg]

Dua Boeing 737 NG milik dua maskapai yang berbeda.


[Image: 2uzzcjk.jpg]

Ancang-ancang take-off.


[Image: 51sgno.jpg]

Saat take-off run, kok saya melihat ada kuburan pesawat di salah satu sudut bandara Polonia?


[Image: 2z6xjzq.jpg]

Oh well, tak lama kemudian kami lepas landas meninggalkan pulau Sumatera.


[Image: 2wmj7gk.jpg]

[Image: overstappen.png]
Begitu landing gear masuk dan flap retracted, pesawat belok kiri menuju ke arah semenanjung Malaya.


[Image: s3oowm.jpg]

Saat climbing, saya penasaran mana yah jalur KA Medan-Tebing Tinggi?


[Image: nv2knm.jpg]

Rupanya letak jalur KA itu lumayan jauh dari airport, dan baru setelah pesawat agak tinggi, saya samar-samar bisa melihat jalur KA tersebut.


[Image: ap9ufn.jpg]

Penerbangan berlangsung dengan nyaman dan tenang.


[Image: 16243dh.jpg]


[Image: 2a0kf15.jpg]


[Image: slrz9g.jpg]

[Image: overstappen.png]
Tiba-tiba di bawah, saya melihat sebuah kapal tanker besar yang dikawal dua kapal tanker kecil. Wah, kaya kapal induk saja.


[Image: 2hicb2q.jpg]

Sesaat sebelum landing, pramugari memberikan pengumuman yang kurang sedap, bahwa katanya di flight tidak dibagikan immigration card karena kehabisa stok. Hadoohhh....alamat bakalan numpuk nih penumpang di bagian imigrasi, cuman buat ngisi formulir kecil itu.

Tak lama kemudian, pesawat mulai final approach ke KLIA. Saya baru sadar kalau KLIA itu ternyata dikelilingi perbukitan.


[Image: 9gwww5.jpg]

Sesaat sebelum landing, terlihat segerombolan Boeing 737-300 Air Asia. Apakah pesawat kaya PK-AWP, AWO, atau AWX termasuk salah satu dari pesawat yang diparkir disana?


[Image: m9n81z.jpg]

Touch down! The sign on hangar says everything.


[Image: kndja.jpg]

Saat taxiing menuju LCCT saya melihat deretan ketiga pesawat ini. Yang boeing 747-400 punya maskapai mana yah aslinya?


[Image: 6qws9f.jpg]

Hangar MAS Kargo dipotret oleh MAS Bagus.


[Image: 34hb8s2.jpg]

[Image: overstappen.png]
Dereta pesawat wide body Air Asia. Ternyata armada wide body AK banyak juga yah?


[Image: 5b1s75.jpg]

Sesaat sebelum docking, saya sempat melihat pesawat ini. Pas hari Kereta Api (28 September) yang lalu, saya sempat lihat pesawat ini di Bandung. Sayangnya karena waktu itu saya tergesa-gesa ada urusan, maka saya tidak sempat memotret pesawat ini.


[Image: dy5fn7.jpg]

Seperti yang saya duga, begitu masuk kita harus mengantri untuk mengisi formulir. Walaupun syukurnya tidak parah banget. Lebih mirip antrian mengisi formulir di bank.
Reply
#20
tapi yang pasti suasana airport di KL lebih bagus dari Polonia.....

pantas bandara di Medan harus dipindah ke lokasi baru....

btw, gauge di Malaysia itu gak jauh beda dengan gauge di Indonesia kan?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)