Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Diskusi : Subsidi BBM untuk Angkutan KA
(27-11-2011, 04:15 PM)mas_bagus_ajah Wrote: [quote='azu' pid='282809' dateline='1322288038']
Kok saya jadi tertarik untuk mengomentari point ini....

Di negara maju industri otomotif dan KA bisa "go hand in hand" alias bekerja sama. Banyak sekali mobil-mobil baru diangkut dari pabriknya ke kota tujuan dengan menggunakan kereta api, sebelum didistribusikan ke dealer.
Saya juga kepikiran, mengapa kok pabrik otomotif tidak kepikiran untuk mengadakan angkutan KA pengangkut mobil untuk angkutan yang sangat jauh, seperti Jakarta-Surabaya, daripada harus dibawa sejauh itu pakai truk terbuka.

Untuk pengiriman produk mobil dari sebuah pabrikan mobil
paling laris di Indonesia,
mereka mengirimkan mobil-mobil produksinya dalam jumlah besar,
dengan mempergunakan kapal ro-ro milik mereka sendiri.
Reply
(27-11-2011, 08:33 PM)Adi Sutjipto Wrote: Untuk pengiriman produk mobil dari sebuah pabrikan mobil
paling laris di Indonesia,
mereka mengirimkan mobil-mobil produksinya dalam jumlah besar,
dengan mempergunakan kapal ro-ro milik mereka sendiri.

Itu kalau pengirimannya antar pulau atau antar negara.

Lha terus bagaimana kalau pengirimannya ke inland city kaya Malang atau Yogyakarta? Apa harus dibawa terus-terusan pake truk? Heran
Reply
(27-11-2011, 04:15 PM)mas_bagus_ajah Wrote:
(26-11-2011, 01:13 PM)azu Wrote: 1. Pihak ATPM/ perusahaan otomotif. dalam hal ini mereka sudah melakukan investasi yang tergiolong besar, sehingga mereka punya kepentingan terhadap keberlangsunga penjualan produk mereka,, yang notabene adalah pesaing dari KA. Tentu saja pemerintah akan memuluskan usaha mereka agar investasi mereka tetap berlangsung di negara kita.

Kok saya jadi tertarik untuk mengomentari point ini....

Di negara maju industri otomotif dan KA bisa "go hand in hand" alias bekerja sama. Banyak sekali mobil-mobil baru diangkut dari pabriknya ke kota tujuan dengan menggunakan kereta api, sebelum didistribusikan ke dealer.

Juga banyak para pakar otomotif (seperti pak Hendra Noor Saleh dari majalah Autobild) yang mendukung peningkatan kualitas layanan KA. Hal ini karena dianggap bisa mengurangi kepadatan jalan raya, dan mengurangi emisi gas buang.

Saya juga kepikiran, mengapa kok pabrik otomotif tidak kepikiran untuk mengadakan angkutan KA pengangkut mobil untuk angkutan yang sangat jauh, seperti Jakarta-Surabaya, daripada harus dibawa sejauh itu pakai truk terbuka.

Juga analisa produsen mobil yang mengantagoniskan layanan KA itu, feeling saya, adalah peninggalan jaman tahun 1950an dan 1960an di Amerika...

kalau menurut saya, untuk Indonesia saat ini antara industri otomotif dan perkeretaapiaan nampaknya tidak saling mendukung.. sebelum kepada industri otomotif yang notabene adalah Swasta, kita bisa lihat Pemerintah yang juga terkesan tidak mendukung KA.. ini dikarenakan membangun dan mengembangkan perkeretaapian dibutuhkan modal yang besar bagi negara berupa sarana dan prasarana..
sedangkan untuk industri otomotif, justru kitalah yang disuntik modal dari negara asing (terutama Jepang) sehingga iklim investasi membaik, selain itu negara cukup menyediakan prasarana untuk mendukung transportasi berbasis otomotif ini, dalam hal ini jalan raya, jembatan, dsb..

salah satu yang sering kita dengar: mengapa begitu mudahnya membangun Jalan Tol yang jelas tanah yang dibutuhkan lebih luas dan investasinya juga sama besarnya dibandingkan mengembangkan KA, misalnya double-double track Manggarai Cikarang dan double tracking Jawa?
Ini dikarenakan investasi Tol dianggap lebih cepat balik modal dan pihak swasta pun mau untuk berinvestasi.. dengan membangun tol, maka awalnya perjalanan akan terasa lancar.. kemudian penjualan kendaraan otomotif pun akan meningkat sehingga ATPM akan diuntungkan.. kemudian dari peningkatan tersebut pengguna jalan tol pun akan meningkat sehingga operator Jalan Tol akan mendapat keuntungan.. tetapi tentu hal ini tidak akan berlangsung seterusnya, karena suatu saan apabila telah mencapai puncak dari kapasitas maksimum Jalan, maka akan terjadi stagnansi.. untuk mengatasinya maka dibuatlah Jalan Tol baru lagi,, sehingga membentuk lingkaran setan yang tidak berujung..
(Contoh Kasus yang telah terjadi adalah di Jakarta, dimana pembangunan jalan tol baru yang terus dilakukan.. padahal sudah banyak kota metropolitan di dunia yang meninggalkan pembangunan Jalan tol, tetapi membangun angkutan massal, karena Jalan tol telah dianggap gagal mengatasi masalah kemacetan di kota besar)

sedangkan untuk pembangunan KA, pemerintah harus mengeluarkan modal yang sangat besar untuk sarana dan prasarana, ini diakibatkan tidak adanya pihak swasta yang mau berinvestasi dalam perkeretaapian Indonesia.. sulit pihak swasta untuk ikut membangun KA kita apabila pemerintah juga terkesan tidak mendukung KA kita.. salah satunya adalah mengenai pemisahan prasarana dan sarana dari PT.KA yang belum jelas sampai saat ini, ini salah satu bukti ketidakseriusan pemerintah kita terhadap pengembangan KA..

-----------------------------------------------------------
tentu banyak pakar, seperti yang disebutkan mas Bagus, yang mendukung KA.. akan tetapi apakah pemerintah mendukungnya? karena dukungan dan keseriusan pemerintahlah yang diutamakan terlebih dahulu..

Sedangkan negara maju itu kebanyakan adalah sistem perekonomiannya adalah kapitalis, dimana perekonomiannya bebas dan negara tidak ikut campur.. tentu saja disana kedua industri, otomotif dan KA, akan saling mendukung karena sama2 membutuhkan.. dimana untuk angkutan Barang melalui KA adalah yang utama dibanding jalan raya, dan industri otomotif pun butuh sarana untuk mengangkut hasil produknya yaitu melalui KA..
selain itu, mungkin ini juga bergantung pada kebijakan suatu negara.. misalnya, untuk angkutan barang antarkota tidak diperkenankan melalui jalan raya maka industri otomotif pun akan menggunakan KA sebaga sarana transportasi angkutannya, karena tidak mungkin mengangkutnya melalui jalan raya..

Just my 2 cents..
Dengan ponsel Samsung GT-S5233S + IM3, ditambah juga Telkom Speedy tetep bisa buka Semboyan35.com meskipun dengan penuh kesabaran.



[Image: v7sagz.jpg]
My Name in QR-Code
Reply
apakah sudah dicek belum cost nya pakai truk dibanding ka barang? sepertinya lewat kereta lebih mahal dan double handling pula. makanya pabrik banyak pakai truk.

kalo yang menurut pak kadaop x lewat roro juga double handling, tapi kan roronya punya sendiri. jelas lebih murah dibanding naik kereta.

cmiiw..
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
Nah...karena double handling inilah truk masih dibutuhkan sebagai feeder. Kalau mau ideal sih mestinya ada peraturan pemerintah yg membatasi jarak maksimal yg boleh diangkut oleh truk, diatas jarak tsb harus diangkut KA, hehehe...ngga mungkin ya...



(28-11-2011, 06:08 AM)ady_mcady Wrote: apakah sudah dicek belum cost nya pakai truk dibanding ka barang? sepertinya lewat kereta lebih mahal dan double handling pula. makanya pabrik banyak pakai truk.

kalo yang menurut pak kadaop x lewat roro juga double handling, tapi kan roronya punya sendiri. jelas lebih murah dibanding naik kereta.

cmiiw..

Reply
(25-11-2011, 03:02 PM)patub huda agus Wrote: siiiipp....mantapp....lanjutkan mas kabei !!!
[Image: overstappen.png]
siiiipp....mantapp....lanjutkan mas kabei !!!
[Image: overstappen.png]
(25-11-2011, 02:48 PM)kabei Wrote:
(25-11-2011, 02:44 PM)see_204XX Wrote:
(25-11-2011, 02:11 PM)kabei Wrote: ~edited~
ndak mudeng juga nih anak :nohope:
gw ngasih perbandingan ternyata pada ga bisa nangkep dimari :ngakak
pesawat, udah biaya operasional mahal, boros, pake bbm nonsubsidi tapi masih bisa untung bahkan tarif bisa lebih murah dari kereta....

kereta api, katanya efisien, katanya irit, katanya murah tapi mewek ga dapat subsidi, bahkan tiket lebih mahal dari pesawat....


udah ketangkep belum maksud gw????

kembali ke postingan gw sebelumnya, bahwa di dunia ini cuma ada 2 pilihan, jadi pemenang apa pecundang
~edited~

NgakakNgakak

Buang2 energi ajah dah diskusi kyk ginian.... Ngeledek

@ Om Bangunkarta : Kalo sampeyan ngerti HUKUM, pasti ngerti dgn postingan saya sebelumnya. Monggo diteruskan ke pihak yg berwenang soalan Perpres ini. Thanks. Xie Xie
sama halnya yu buang buang energi, ga bakalan di approve permintaan BBM subsidi buat kereta api biseks

trust me :ngakak

@kabei : subsidi BBM utk KA barang udah disetujui dan efektif mulai 1 januari 2012,,sumber : tribunnews.com
#ngakak guling-guling

barang???bukan biseks kan???
berarti fail dunks pendukung biseks dapet subsidi :ngakak :ngakak :ngakak
Reply
(27-11-2011, 10:30 PM)mas_bagus_ajah Wrote:
(27-11-2011, 08:33 PM)Adi Sutjipto Wrote: Untuk pengiriman produk mobil dari sebuah pabrikan mobil
paling laris di Indonesia,
mereka mengirimkan mobil-mobil produksinya dalam jumlah besar,
dengan mempergunakan kapal ro-ro milik mereka sendiri.

Itu kalau pengirimannya antar pulau atau antar negara.

Lha terus bagaimana kalau pengirimannya ke inland city kaya Malang atau Yogyakarta? Apa harus dibawa terus-terusan pake truk? Heran

setahu sayah kalau untuk mobil kelas menengah kebawah (profit) untuk di pulau jawa dan sumatra biasanya langsung di sopir'i sampai ke dealer didaerah, tidak menggunakan truk, sumber : temen sendiri Big Grin

Sepertinya untuk mewujudkan mobil numpak kereta, harus di wujudkan dulu gerbong flat nya seperti apa dan bisa muat, apa bisa juga double deck dan yg paling penting nggak bisa terbuka penuh, harus ada penutup ber kawat(kawat pengaman kaca yg di loko/krl) di sekeliling gerbong flat, maklum masih suka banyak yg latihan melempar Jumroh Xie Xie

Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
Lho lho lho.. Kok Topiknya Melebar ga Karuan, dari Subsidi BBM kereta Barang menjadi Flat car Angkutan Mobil Baru? Om Momodnya bobok yah? Menyusuli Persetujuan Menteri Keuangan tentang Pemberian Subsidi untuk BBM KA Barang apa perlu Pembuatan Dipo khusus Lokomotif KA Barang, di Sta Jakarta Gudang dan Sta Surabaya PsTuri
RF fajarwe, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Reply
(28-11-2011, 09:02 AM)fajarwe Wrote: Lho lho lho.. Kok Topiknya Melebar ga Karuan, dari Subsidi BBM kereta Barang menjadi Flat car Angkutan Mobil Baru? Om Momodnya bobok yah? Menyusuli Persetujuan Menteri Keuangan tentang Pemberian Subsidi untuk BBM KA Barang apa perlu Pembuatan Dipo khusus Lokomotif KA Barang, di Sta Jakarta Gudang dan Sta Surabaya PsTuri

Yg katanya dpt subsidi per januari 2012 kan KA Khusus Barang, flat car angkutan mobil baru termasuk barang kan ? nah kalo udah di subsidi dan manjadi angkutan barang murah, mudah2an si ATPM lebih tertarik mobil barunya di gendong kereta ketimbang di sopir'i profit sampai dealer trus kilometernya yang ratusan di kecilin lagi sama dealer supaya dianggep nggak melalui perjalanan jauh langsung aspal.


Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
(28-11-2011, 12:42 AM)azu Wrote:
(27-11-2011, 04:15 PM)mas_bagus_ajah Wrote:
(26-11-2011, 01:13 PM)azu Wrote: 1. Pihak ATPM/ perusahaan otomotif. dalam hal ini mereka sudah melakukan investasi yang tergiolong besar, sehingga mereka punya kepentingan terhadap keberlangsunga penjualan produk mereka,, yang notabene adalah pesaing dari KA. Tentu saja pemerintah akan memuluskan usaha mereka agar investasi mereka tetap berlangsung di negara kita.

Kok saya jadi tertarik untuk mengomentari point ini....

Di negara maju industri otomotif dan KA bisa "go hand in hand" alias bekerja sama. Banyak sekali mobil-mobil baru diangkut dari pabriknya ke kota tujuan dengan menggunakan kereta api, sebelum didistribusikan ke dealer.

Juga banyak para pakar otomotif (seperti pak Hendra Noor Saleh dari majalah Autobild) yang mendukung peningkatan kualitas layanan KA. Hal ini karena dianggap bisa mengurangi kepadatan jalan raya, dan mengurangi emisi gas buang.

Saya juga kepikiran, mengapa kok pabrik otomotif tidak kepikiran untuk mengadakan angkutan KA pengangkut mobil untuk angkutan yang sangat jauh, seperti Jakarta-Surabaya, daripada harus dibawa sejauh itu pakai truk terbuka.

Juga analisa produsen mobil yang mengantagoniskan layanan KA itu, feeling saya, adalah peninggalan jaman tahun 1950an dan 1960an di Amerika...

kalau menurut saya, untuk Indonesia saat ini antara industri otomotif dan perkeretaapiaan nampaknya tidak saling mendukung.. sebelum kepada industri otomotif yang notabene adalah Swasta, kita bisa lihat Pemerintah yang juga terkesan tidak mendukung KA.. ini dikarenakan membangun dan mengembangkan perkeretaapian dibutuhkan modal yang besar bagi negara berupa sarana dan prasarana..
sedangkan untuk industri otomotif, justru kitalah yang disuntik modal dari negara asing (terutama Jepang) sehingga iklim investasi membaik, selain itu negara cukup menyediakan prasarana untuk mendukung transportasi berbasis otomotif ini, dalam hal ini jalan raya, jembatan, dsb..

salah satu yang sering kita dengar: mengapa begitu mudahnya membangun Jalan Tol yang jelas tanah yang dibutuhkan lebih luas dan investasinya juga sama besarnya dibandingkan mengembangkan KA, misalnya double-double track Manggarai Cikarang dan double tracking Jawa?
Ini dikarenakan investasi Tol dianggap lebih cepat balik modal dan pihak swasta pun mau untuk berinvestasi.. dengan membangun tol, maka awalnya perjalanan akan terasa lancar.. kemudian penjualan kendaraan otomotif pun akan meningkat sehingga ATPM akan diuntungkan.. kemudian dari peningkatan tersebut pengguna jalan tol pun akan meningkat sehingga operator Jalan Tol akan mendapat keuntungan.. tetapi tentu hal ini tidak akan berlangsung seterusnya, karena suatu saan apabila telah mencapai puncak dari kapasitas maksimum Jalan, maka akan terjadi stagnansi.. untuk mengatasinya maka dibuatlah Jalan Tol baru lagi,, sehingga membentuk lingkaran setan yang tidak berujung..
(Contoh Kasus yang telah terjadi adalah di Jakarta, dimana pembangunan jalan tol baru yang terus dilakukan.. padahal sudah banyak kota metropolitan di dunia yang meninggalkan pembangunan Jalan tol, tetapi membangun angkutan massal, karena Jalan tol telah dianggap gagal mengatasi masalah kemacetan di kota besar)

sedangkan untuk pembangunan KA, pemerintah harus mengeluarkan modal yang sangat besar untuk sarana dan prasarana, ini diakibatkan tidak adanya pihak swasta yang mau berinvestasi dalam perkeretaapian Indonesia.. sulit pihak swasta untuk ikut membangun KA kita apabila pemerintah juga terkesan tidak mendukung KA kita.. salah satunya adalah mengenai pemisahan prasarana dan sarana dari PT.KA yang belum jelas sampai saat ini, ini salah satu bukti ketidakseriusan pemerintah kita terhadap pengembangan KA..

-----------------------------------------------------------
tentu banyak pakar, seperti yang disebutkan mas Bagus, yang mendukung KA.. akan tetapi apakah pemerintah mendukungnya? karena dukungan dan keseriusan pemerintahlah yang diutamakan terlebih dahulu..

Sedangkan negara maju itu kebanyakan adalah sistem perekonomiannya adalah kapitalis, dimana perekonomiannya bebas dan negara tidak ikut campur.. tentu saja disana kedua industri, otomotif dan KA, akan saling mendukung karena sama2 membutuhkan.. dimana untuk angkutan Barang melalui KA adalah yang utama dibanding jalan raya, dan industri otomotif pun butuh sarana untuk mengangkut hasil produknya yaitu melalui KA..
selain itu, mungkin ini juga bergantung pada kebijakan suatu negara.. misalnya, untuk angkutan barang antarkota tidak diperkenankan melalui jalan raya maka industri otomotif pun akan menggunakan KA sebaga sarana transportasi angkutannya, karena tidak mungkin mengangkutnya melalui jalan raya..

Just my 2 cents..

emang udah mental bangsa ini sukanya yg instan2,,yang bangunnya cepet,balik modalnya cepet,dll.. yg kena getahnya y anak cucu qta entar..
[Image: overstappen.png]
(28-11-2011, 08:04 AM)kabei Wrote:
(25-11-2011, 03:02 PM)patub huda agus Wrote: siiiipp....mantapp....lanjutkan mas kabei !!!
[Image: overstappen.png]
siiiipp....mantapp....lanjutkan mas kabei !!!
[Image: overstappen.png]
(25-11-2011, 02:48 PM)kabei Wrote:
(25-11-2011, 02:44 PM)see_204XX Wrote:
(25-11-2011, 02:11 PM)kabei Wrote: ~edited~
ndak mudeng juga nih anak :nohope:
gw ngasih perbandingan ternyata pada ga bisa nangkep dimari :ngakak
pesawat, udah biaya operasional mahal, boros, pake bbm nonsubsidi tapi masih bisa untung bahkan tarif bisa lebih murah dari kereta....

kereta api, katanya efisien, katanya irit, katanya murah tapi mewek ga dapat subsidi, bahkan tiket lebih mahal dari pesawat....


udah ketangkep belum maksud gw????

kembali ke postingan gw sebelumnya, bahwa di dunia ini cuma ada 2 pilihan, jadi pemenang apa pecundang
~edited~

NgakakNgakak

Buang2 energi ajah dah diskusi kyk ginian.... Ngeledek

@ Om Bangunkarta : Kalo sampeyan ngerti HUKUM, pasti ngerti dgn postingan saya sebelumnya. Monggo diteruskan ke pihak yg berwenang soalan Perpres ini. Thanks. Xie Xie
sama halnya yu buang buang energi, ga bakalan di approve permintaan BBM subsidi buat kereta api biseks

trust me :ngakak

@kabei : subsidi BBM utk KA barang udah disetujui dan efektif mulai 1 januari 2012,,sumber : tribunnews.com
#ngakak guling-guling

barang???bukan biseks kan???
berarti fail dunks pendukung biseks dapet subsidi :ngakak :ngakak :ngakak

i don't know what do u talking about,,
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)