Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Semuanya tentang Prambanan Express
Salah satu trip Prambanan Ekspres (KA 829A) berhenti di setiap stasiun (kecuali GWK). Apakah informasi ini benar? Bingung
[Image: loudtalks.jpg]

[Image: 76561198165808142.png]
Reply
PT Kereta Api (KA) Daops VI melarang sepeda masuk KA Prambanan Ekspres (Prameks). Larangan itu berdasarkan telegram dari PT KA Daops VI Nomor YM/82 tertanggal 28 Oktober 2011. Namun, larangan itu tidak berlaku untuk sepeda lipat (seli). Seli tetap diperbolehkan untuk masuk Prameks sepanjang ukuran berat tidak melebihi 20 kilogram (kg) dengan dimensi kurang dari 100 desimeter persegi (dm2) atau 1 meter persegi (m2).

Peraturan lama menetapkan kewajiban bagi penumpang yang membawa sepeda untuk membayar dua kali lipat harga tiket penumpang Prameks. Sekarang peraturan lama itu dihapuskan dan diganti peraturan baru.

"Kepala stasiun tempat penumpang naik, berhak memberi larangan jika memang Seli yang hendak masuk memakan banyak tempat. Misalnya, bagi rombongan pengguna Seli yang jumlahnya mencapai puluhan orang, kepala stasiun boleh melarang mereka naik. Boleh kalau hanya satu, atau dua, atau tiga unit seli. Itupun harus disebar di banyak gerbong, agar tidak terjadi penumpukan. Kalau lebih dari itu, kepala stasiun bisa melarang. Tidak ada lagi aturan bisa masuk dengan menambah sejumlah uang." demikian kata Kepala Humas PT KA Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto pada Solopos hari ini 1 November 2011 selengkapnya baca pada halaman 7. Xie Xie
.
Reply
Hari ini Prameks Terong (Solo-Yogya) mogok di Srowot kurang lebih jam 17.00, pukul 17.30 jalan. Eh baru beberapa meter bergerak mogok lagi... dan kabar terakhir rangkaian mundur ke Sta Srowot lagi....
Padahal harusnya jam segini udah balik ke Solo...

wah jam dinasnya memang harus dikurangi khusus untuk KRD Terong ini,... kasian penumpang kalau terus begini...
Reply
(02-11-2011, 06:07 PM)Narendro Anindito Wrote: Hari ini Prameks Terong (Solo-Yogya) mogok di Srowot kurang lebih jam 17.00, pukul 17.30 jalan. Eh baru beberapa meter bergerak mogok lagi... dan kabar terakhir rangkaian mundur ke Sta Srowot lagi....
Padahal harusnya jam segini udah balik ke Solo...

wah jam dinasnya memang harus dikurangi khusus untuk KRD Terong ini,... kasian penumpang kalau terus begini...
Penumpang Prameks mengamuk

Oleh JIBI on Wednesday, 2 November 2011 Share on Facebook Twitter Delicious Digg


SOLO: Ratusan penumpang kereta api Prambanan Ekspress mengamuk di Stasiun Srowot, Klaten petang tadi, akibat mereka kesal dengan seringnya terjadi kerusakan pada KA Prameks itu.

Berdasar informasi yang dihimpun, kekesalan penumpang Prameks memuncak setelah tiga hari terakhir kereta penumpang jurusan Solo-Yogyakarta yang bertolak dari Solo pukul 16.45 WIB, atau bertepatan dengan jam pulang kerja, mengalami mogok.

Tidak hanya marah, penumpang pun sempat mengancam akan membakar kereta Prameks. “Penumpang semakin kesal karena mogok terjadi setiap hari dan penumpang dialihkan ke kereta Senja Bengawan yang tidak berhenti di Stasiun Tugu maupun Stasiun Maguwo, sebagaimana kereta Prameks berhenti,” tutur salah seorang Pramekers, Yohanes Tunjung, malam ini.

Kereta Prameks yang sering mogok dan terlambat sudah menjadi persoalan klasik yang sampai saat ini belum ada solusinya.

Pejabat Humas PT Kereta Api (KA) Daops VI Jogja, Eko Budiyanto, mengakui hal ini, aksi mengamuk penumpang Prameks sore ini di Stasiun Srowot merupakan akumulasi dari kekesalan karena tiga hari terakhir kereta Prameks selalu mogok.

“Kami memahami kalau penumpang Prameks marah dan mengamuk karena beberapa hari terakhir ini Prameks selalu mogok,” kata Eko.

Eko pun mengatakan Prameks selama ini masih menjadi moda transportasi yang sangat diandalkan. Ikatan emosi Pramekers dengan kereta Prameks itu sendiri sangat kuat.

“Jadi, dengan ketergantungan yang tinggi itu wajar kalau akhirnya mereka marah. Tapi, sudah sering kami sampaikan berkali-kali, kami sudah berusaha maksimal memberikan pelayanan yang terbaik tapi karena persoalannya hampir semua kondisi kereta <I>Prameks<I> itu bermasalah.”

PT KA Daops VI Jogja memiliki lima armada Prameks, yang terdiri dari tiga KRDE dan dua KRD. “Semuanya bermasalah. Apalagi yang KRDE itu sudah uzur semua. Kereta KRDE itu adalah kereta dari pemerintah yang semula adalah kereta KRL. Kalau persoalannya demikian, saya berharap jangan hanya PT KA yang jadi sasaran, tapi juga pemerintah sebagai penyedia jasa transportasi massal.” (JIBI/Solopos/haw/rsj)

"Sumber Berita"

bisnis-jateng.com/index.php/2011/11/penumpang-prameks-mengamuk/

.
Reply
(26-10-2011, 02:47 PM)BuGe780 Wrote: btw,dngar2 Daop 6 akan dpt jatah KRDE AC utk Prameks. Trus KRDH UNGU apakah akan dihibahkan ke Daop lain ya? Sy cuma punya uneg2 gmana kalo KRDH UNGU nantinya dijadikan KRD BUMI GEULIS di Daop 1,scara armada di jalur ini sangat kurang n sdh ngos2an...

"OOT"
Setuju setuju. bener nih. Buge kurang armada. kasian KRDnya di suruh mondar mandir Boo - SI terus tiap hari. apalagi treknya agak terjal. hehehehe
Reply
wuaduh.... kalo sering mogok kayak gini.... repot dong.... kalo misalnya pengen nambah jadwal sampai lebih malem, ga bisa, wong armadanya aja sering bermasalah....

Si - Ungu tu emang kayaknya sudah harus masuk perawatan total.
dulu kalo pas naik Sawung Ke Jogja, malah berharap si Ungunya lagi mogok, biar dapet KA pengganti pake gerboong penumpang. karena didalamnya terasa kurang nyaman juga tu....
[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply
(03-11-2011, 08:51 AM)animaX Wrote:
(02-11-2011, 06:07 PM)Narendro Anindito Wrote: Hari ini Prameks Terong (Solo-Yogya) mogok di Srowot kurang lebih jam 17.00, pukul 17.30 jalan. Eh baru beberapa meter bergerak mogok lagi... dan kabar terakhir rangkaian mundur ke Sta Srowot lagi....
Padahal harusnya jam segini udah balik ke Solo...

wah jam dinasnya memang harus dikurangi khusus untuk KRD Terong ini,... kasian penumpang kalau terus begini...
Penumpang Prameks mengamuk

Oleh JIBI on Wednesday, 2 November 2011 Share on Facebook Twitter Delicious Digg


SOLO: Ratusan penumpang kereta api Prambanan Ekspress mengamuk di Stasiun Srowot, Klaten petang tadi, akibat mereka kesal dengan seringnya terjadi kerusakan pada KA Prameks itu.

Berdasar informasi yang dihimpun, kekesalan penumpang Prameks memuncak setelah tiga hari terakhir kereta penumpang jurusan Solo-Yogyakarta yang bertolak dari Solo pukul 16.45 WIB, atau bertepatan dengan jam pulang kerja, mengalami mogok.

Tidak hanya marah, penumpang pun sempat mengancam akan membakar kereta Prameks. “Penumpang semakin kesal karena mogok terjadi setiap hari dan penumpang dialihkan ke kereta Senja Bengawan yang tidak berhenti di Stasiun Tugu maupun Stasiun Maguwo, sebagaimana kereta Prameks berhenti,” tutur salah seorang Pramekers, Yohanes Tunjung, malam ini.

Kereta Prameks yang sering mogok dan terlambat sudah menjadi persoalan klasik yang sampai saat ini belum ada solusinya.

Pejabat Humas PT Kereta Api (KA) Daops VI Jogja, Eko Budiyanto, mengakui hal ini, aksi mengamuk penumpang Prameks sore ini di Stasiun Srowot merupakan akumulasi dari kekesalan karena tiga hari terakhir kereta Prameks selalu mogok.

“Kami memahami kalau penumpang Prameks marah dan mengamuk karena beberapa hari terakhir ini Prameks selalu mogok,” kata Eko.

Eko pun mengatakan Prameks selama ini masih menjadi moda transportasi yang sangat diandalkan. Ikatan emosi Pramekers dengan kereta Prameks itu sendiri sangat kuat.

“Jadi, dengan ketergantungan yang tinggi itu wajar kalau akhirnya mereka marah. Tapi, sudah sering kami sampaikan berkali-kali, kami sudah berusaha maksimal memberikan pelayanan yang terbaik tapi karena persoalannya hampir semua kondisi kereta <I>Prameks<I> itu bermasalah.”

PT KA Daops VI Jogja memiliki lima armada Prameks, yang terdiri dari tiga KRDE dan dua KRD. “Semuanya bermasalah. Apalagi yang KRDE itu sudah uzur semua. Kereta KRDE itu adalah kereta dari pemerintah yang semula adalah kereta KRL. Kalau persoalannya demikian, saya berharap jangan hanya PT KA yang jadi sasaran, tapi juga pemerintah sebagai penyedia jasa transportasi massal.” (JIBI/Solopos/haw/rsj)

"Sumber Berita"

bisnis-jateng.com/index.php/2011/11/penumpang-prameks-mengamuk/


kenapa mesti marah ya!!! klo memang sudah saling membutuhkan, ya klo mogok tinggalin aja cari jalan lain laah
Reply
Quote:Jika tak bawa untung, Prameks bisa saja dihapus
Sabtu, 05/11/2011 | Oleh Nadhiroh | Dilihat: 780 Kali

Solo (Solopos.com)–PT Kereta Api (KA) menyampaikan kemungkinan kereta api Prambanan Ekspress (Prameks) bisa saja dihapus dari jadwal perjalanan KA seperti halnya kereta Banyubiru dan Pandanwangi jika tidak lagi menguntungkan PT KA (Persero).

Hal ini ditegaskan Pejabat Humas PT KA Daop VI Jogja, Eko Budiyanto, menindaklanjuti banyaknya keluhan pelanggan Prameks yang disebabkan karena pelayanan kereta api Prameks tidak memuaskan.

Seperti diketahui, keluhan para pelanggan bersumber dari kondisi kereta Prameks yang sudah tidak fit lagi. Saat ini, PT KA Daop VI Jogja memiliki 5 set kereta Prameks yang terdiri dari 2 set kereta kereta rel diesel (KRD) yang berwarna ungu dan 3 set kereta rel diesel elektrik (KRDE) yang berwarna kuning. Kereta tersebut dinilai sudah udzur karena dibuat sekitar tahun 1984 dan 1986.

“Semuanya dalam kondisi bermasalah. Sehingga kereta sering mengalami gangguan, kemacetan dan keterlambatan. Di satu sisi, pelanggan kerap melontarkan protes, kurang puas dan kadang berbuat anarkis. Kalau memang sudah tidak lagi menguntungkan PT KA, Prameks itu bisa saja kami hentikan,” kata Eko, kepada Espos, Jumat (4/11/2011).

Kendati kereta komuter itu menjadi angkutan massal yang menghubungkan Solo dan Jogja dan memiliki potensi penumpang yang cukup tinggi, penghapusan kereta Prameks itu bisa saja terjadi jika operasional Prameks terus merugi.

Dewan Penasehat Komunitas Penglaju Jogja Solo (KPJ), Eko Setyanto, menyampaikan moda transportasi itu dimonopoli oleh PT KA.

“Jadi, kalau mau dihapus ya silakan saja. Tapi, kereta Prameks sebagai kereta komuter, bebas macet dan bebas polusi tentu disayangkan. Mobilitas masyarakat Jogja dan Solo sangat tinggi, kalau tidak ada Prameks malah akan menambah kemacetan.”

"Sumber Berita"

solopos.com/2011/ekonomi-bisnis/jika-tak-bawa-untung-prameks-bisa-saja-dihapus-122851








.
Reply
(05-11-2011, 08:01 AM)animaX Wrote:
Quote:Jika tak bawa untung, Prameks bisa saja dihapus
Sabtu, 05/11/2011 | Oleh Nadhiroh | Dilihat: 780 Kali

Solo (Solopos.com)–PT Kereta Api (KA) menyampaikan kemungkinan kereta api Prambanan Ekspress (Prameks) bisa saja dihapus dari jadwal perjalanan KA seperti halnya kereta Banyubiru dan Pandanwangi jika tidak lagi menguntungkan PT KA (Persero).

Hal ini ditegaskan Pejabat Humas PT KA Daop VI Jogja, Eko Budiyanto, menindaklanjuti banyaknya keluhan pelanggan Prameks yang disebabkan karena pelayanan kereta api Prameks tidak memuaskan.

Seperti diketahui, keluhan para pelanggan bersumber dari kondisi kereta Prameks yang sudah tidak fit lagi. Saat ini, PT KA Daop VI Jogja memiliki 5 set kereta Prameks yang terdiri dari 2 set kereta kereta rel diesel (KRD) yang berwarna ungu dan 3 set kereta rel diesel elektrik (KRDE) yang berwarna kuning. Kereta tersebut dinilai sudah udzur karena dibuat sekitar tahun 1984 dan 1986.

“Semuanya dalam kondisi bermasalah. Sehingga kereta sering mengalami gangguan, kemacetan dan keterlambatan. Di satu sisi, pelanggan kerap melontarkan protes, kurang puas dan kadang berbuat anarkis. Kalau memang sudah tidak lagi menguntungkan PT KA, Prameks itu bisa saja kami hentikan,” kata Eko, kepada Espos, Jumat (4/11/2011).

Kendati kereta komuter itu menjadi angkutan massal yang menghubungkan Solo dan Jogja dan memiliki potensi penumpang yang cukup tinggi, penghapusan kereta Prameks itu bisa saja terjadi jika operasional Prameks terus merugi.

Dewan Penasehat Komunitas Penglaju Jogja Solo (KPJ), Eko Setyanto, menyampaikan moda transportasi itu dimonopoli oleh PT KA.

“Jadi, kalau mau dihapus ya silakan saja. Tapi, kereta Prameks sebagai kereta komuter, bebas macet dan bebas polusi tentu disayangkan. Mobilitas masyarakat Jogja dan Solo sangat tinggi, kalau tidak ada Prameks malah akan menambah kemacetan.”

"Sumber Berita"

solopos.com/2011/ekonomi-bisnis/jika-tak-bawa-untung-prameks-bisa-saja-dihapus-122851


bener tuh. gua juga baru denger kemaren lewat tweet kereta. katanya Prameks mau dihentikan. kalo bisa janganlah. kalo bisa diperbaiki, ya diperbaiki dulu keretanya. penumpang akan maklum kok. kalo okupansi tinggi seperti ini, PT KA tidak akan rugi kok. pasti balik modalnya cepet.
Reply
apabila pramex dihapus saya yakin angka kecelakaan di jalan raya solo-yogya akan bertambah signifikan karena para penglaju bakal milih naik kendaraan pribadi ketimbang naik bus yg pastinya membludak.

sudah saatnya jalur ini di elektrifikasi dan diberi rangkaian krl yang bandel macam rheos atau krl ex-jepun agar mobilitas warga yogya-solo bertambah dan roda perekonomian terus berputar.

salam Semboyan 35
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 4 Guest(s)