Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Dampak Di Tiadakan Karcis Peron
#11
(03-10-2011, 10:07 AM)eri4nto Wrote: menurut saya untuk tahap awal ini, lebih baik filtering penumpang dilakukan di pintu tiap-tiap gerbong saja. jadi pengantar tetap bisa masuk ke area peron namun tidak bisa ikut masuk ke dalam gerbong.

Emang peraturan yang seperti ini emang lebih baik sya juga lebih seneng banget bila kebijakannya seperti ini, jadi pengantar hanya boleh sampe luar gerbong aja, tapi ya namanya peraturan uda dibikin....Ngeledek

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#12
(03-10-2011, 10:16 AM)Joe_cn Wrote:
(03-10-2011, 10:07 AM)eri4nto Wrote: menurut saya untuk tahap awal ini, lebih baik filtering penumpang dilakukan di pintu tiap-tiap gerbong saja. jadi pengantar tetap bisa masuk ke area peron namun tidak bisa ikut masuk ke dalam gerbong.

Emang peraturan yang seperti ini emang lebih baik sya juga lebih seneng banget bila kebijakannya seperti ini, jadi pengantar hanya boleh sampe luar gerbong aja, tapi ya namanya peraturan uda dibikin....Ngeledek

Saya pun setujunya dengan cara begini...

Cuma ya tinggal kita lihat saja bagaimana penerapannya. Karena, bukti di lapangan, di Stasiun Bandung masih terdapat beberapa titik rawan, terutama di sebelah timur stasiun. Dimana para kambing bisa menyusup, entah lewat sebuah lubang dekat pangkalan angkot di sebelah timur stasiun atau lewat sisi jembatan penyeberangan, dimana terdapat tembok yang bisa dilewati orang-orang yang dapat mengatur keseimbangan tubuhnya dengan baik...

Jadi, overall, sebenernya dengan adanya aturan ini justru kenekatan para kambing semakin meningkat. Solusinya, ya harus ada "penutupan" jalan tikus tadi itu... Kalo enggak, ga cukup sterilisasi hanya dengan mengandalkan penghapusan tiket peron. Saya pun, contohnya, kalo mau masuk peron masih bisa dengan berpura-pura membeli tiket KRD. Apa bedanya? Malahan lebih menguntungkan bagi saya karena lebih murah...

Soal hunting, memang benar bisa dilakukan di luar stasiun. Namun, kalo mau dapet detail dari suatu komponen kereta, ya paling mudah hunting di stasiun, karena saat itu kereta berhenti, jadi bisa dipotret sepuasnya. Berbeda dengan di lintasan, kita hanya punya sekali kesempatan untuk mengabadikan kereta yang akan lewat...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#13
Kata nya klo sistem seperti ini di jamin "tidak ada pedagang asongan" buktinya banyak" masih banyak percaloan juga khan, gila az, ticket GBMS normalx 47rb jadi 100rbHeran, ni stasiun yg meluncurx kedarat bukan airport yg meluncurnya keatas,..

Reply
#14
Pas lebaran kemarin saya sempat mengalami hal ini di stasiun Surabaya Gubeng. Waktu itu niatnya mau spotting, eh malah dilarang karena tiket peron ditiadakan.

Kalau itu kurang, penumpang hanya boleh masuk ke peron saat kereta mereka sudah datang. Kalau belum, harus antri menunggu diluar Red Bull
Reply
#15
Ada bagusnya juga kan... mengurangi jumlah kambingers. Jeleknya ya saya harus lewat pager samping kalo mau hunting di SMT huahahaha
[Image: new_ngakak.gif]
Reply
#16
(03-10-2011, 06:08 PM)phepe_ph Wrote: Ada bagusnya juga kan... mengurangi jumlah kambingers. Jeleknya ya saya harus lewat pager samping kalo mau hunting di SMT huahahaha
[Image: new_ngakak.gif]

Waah, parah nih Ngikik

Ah, jadi ingat. Stasiun kampung halaman saya (Kediri) punya layout yang bisa diakali kalo gak ada tiket peron. Tinggal masuk via pintu keluar stasiun aja dah beres dah, dengan sedikit clingak-clinguk buat memastikan gak ada petugas yang liat Bethe Ya moga-moga aja gak ada yang nekat pake cara ini ... Bethe
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#17
Usul yuuk, stasiun terutama st KA utama bikin waving gallery
Reply
#18
18 Agustus 2011, saya ke PSE cari tiket buat mudik, nemu seorang nenek, sendirian, mau pulang ke Bojonegoro tapi nggak tahu mau naik KA apa, beli tiketnya dimana dan naiknya dari mana.

Terdorong perasaan iba, nenek itu saya bantu dari antriin tiket sampai bisa duduk manis di KA Kertajaya dan saya tinggalkan sebelum KAnya berangkat.

Berharap semoga jika kasus seperti nenek itu terulang, petugas stasiun mau membantu dengan senang hati tanpa mengharapkan upah, mengingat sekarang ini tiket peron sudah dihapus.
Reply
#19
waah..kalo ga ada peron qt harus pesen dulu ya tiketnya..
Reply
#20
Sebenere siii ada cara lg klo mw masuk pintu walopun g ad ticket peron, beli az ticket komuter yg hargane 2000 perak, dijamin bs masuk,.. hahahahaNgeledek
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)