Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mulai 1 okt 2011 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak menjual tiket berdiri
#61
Yang repot tentu kalau sistem estafet ,...Bethe
Ini benar-benar Tiket bertempat duduk semua ?? Gak ada toleransi penumpang gitu,....?
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#62
maaf2 kalo manurut sy mah ini efek sisitemik causalitas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membuat kebijakan ini munkin saja ada karena:
1.jika ada pembiaran penumpang berdiri berpotansi sebagian penumpang tidak mau membeli karcis dengan alasan sangat tidak nyaman
2.jika gerbong penuh sesak berpotensi lemahnya pengawasan dan ada oknum awak ka yg memanfaatkan situasi ini sehingga mempengaruhi signifikansi pemasukan pt ka ( berpotensi banyak yang bayar diatas)
3.Meningkatkan pelayanan dan profesionalisma pt ka..dll ...dsb...dst (he..2)
Lok Merah Biru
Bisa jadi ini langkah awal untuk ada bisa menjadikan evolusi perubahan pola konsumen sehingga jika ada pendamping /diganti k3 ac konsumen lebih cepat beradaptasi
Seharusnya kalo kebijakan ini jadi diterapkan setiap daop PT ka menambah 1 / 2 rangkaian k3 /menambah trip perjalanan dengan melihat perkembangan DT di setiap daop/DT satker daop
mohon di ralat kalo ada kekeliruan .....Bye Bye


Reply
#63
(25-09-2011, 12:36 AM)Warteg Wrote: Yang repot tentu kalau sistem estafet ... Bethe
Ini benar-benar Tiket bertempat duduk semua ? Gak ada toleransi penumpang gitu ..... ?

Kebijakan ini berlaku cuma buat KA jarak jauh Mas. Jadi kalau mau estafet, jika mungkin, pakai KA lokalan saja.
Reply
#64
kalau saya sih setuju dengan rencana PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang membatasi jumlah pnp di dalam kereta agar lebih nyaman, namun juga perlu di pertimbangkan kembali masalah" yang bakal ada..

kalau ka eko lintas daop sih pemberlakuan 125% masih manusiawi, setidaknya 25% dialokasikan bagi pnp di tengah" lintas daop yang ingin naik,
kasian juga kalo misalkan di stasiun pemberangakatan tiket sudah terjual 100%, nasib pnp di tengah lintas bagaimana dong ? Bingung
harus gigit jari pastinya.. Sedih
kalo itu terjadi, harusnya jadi ka eksekutif atau bisnis aja ya, hanya berhenti di stasiun yang di tuju.. Playboy

solusi lain mungkin ya menambah jumlah armada kereta, tapi ya apa siap pemerintah menambah membayar PSOnya.. Bingung

..semoga perkeretaapian kita menjadi lebih baik lagi kedepannya.. Xie Xie
Ikuti sosmed kami
Youtube : dikamedia OnTrack[url=https://www.youtube.com/c/dikamediaOnTrack][/url]
Instagram : dikamediaofficial
facebook : dikamediaontrack
twitter : @dikatwitt_

Reply
#65
hmmm....disatu sisi emang bagus sih..Dan pada Intinya saya setuju dengan kebijakan ini.
tapi bagaimana dengan penumpang awam atau rakyat kecil?
bagi mereka yang sangat mengandalkan K3 untuk bepergian jarak jauh akan bingung. Sebenarnya bisa saja sih ada berdiri tapi ya jangan lebih dari 10% dari total TD, jadi mereka bisa terangkut. Mayoritas penumpang K3 tidak terlalu memikirkan TD, yang mereka ingin hanya satu : bisa bepergian jauh dengan biaya murah, tak peduli dapet kursi atau ngga. Kalo tak dapat kursi, toh mereka akan duduk di lorong ( kalo 10 % berarti ada sekitar 10 orang di lorong Playboy )
kalo emang kebijakan ini dipakai, berarti K2 juga tanpa TD dong.
Kemudian perbanyak armada dan jadwal perjalanan KA kelas Ekonomi,agar KA tidak ditinggal oleh penumpang setia-nya Playboy
Biasanya penumpang K3 merupakan limpahan penumpang K2 yang tidak kebagian TD, hehehe

[Image: banner.jpg]
Reply
#66
(25-09-2011, 09:45 AM)Logawa_exp Wrote: hmmm....disatu sisi emang bagus sih..Dan pada Intinya saya setuju dengan kebijakan ini.
tapi bagaimana dengan penumpang awam atau rakyat kecil?
bagi mereka yang sangat mengandalkan K3 untuk bepergian jarak jauh akan bingung. Sebenarnya bisa saja sih ada berdiri tapi ya jangan lebih dari 10% dari total TD, jadi mereka bisa terangkut. Mayoritas penumpang K3 tidak terlalu memikirkan TD, yang mereka ingin hanya satu : bisa bepergian jauh dengan biaya murah, tak peduli dapet kursi atau ngga. Kalo tak dapat kursi, toh mereka akan duduk di lorong ( kalo 10 % berarti ada sekitar 10 orang di lorong Playboy )
kalo emang kebijakan ini dipakai, berarti K2 juga tanpa TD dong.
Kemudian perbanyak armada dan jadwal perjalanan KA kelas Ekonomi,agar KA tidak ditinggal oleh penumpang setia-nya Playboy
Biasanya penumpang K3 merupakan limpahan penumpang K2 yang tidak kebagian TD, hehehe

Mengkomentari kalimat Anda yg saya BOLD ya, Kang...
Bukannya berpihak pd PT KA, apalg saya bukan PT KA fans lho...kalo penumpang K3 hanya punya motivasi nggak dpt t4 duduk tp bs bepergian jauh dgn biaya murah ntar teman2 Anda di grup sebelah sll komentar manusia koq disamain dgn kardus sich... Ngakak

Kalo memperbanyak armada K3 itu sebenarnya kewajibannya siapa ya...? Pemerintah ato PT KA...? Feeling saya sich PT KA lebih seneng mbangun PPCW ketimbang gerbong penumpang. Lha kalo Pemerintah...? Paling2 ntar dijawab, "Ya nanti akan terus kami tambah armadanya...." (yach mudah2an penambahan armada tsb mbayarnya nggak pake Yen...) Wek


"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#67
peluang bisnis neh, bikin PO rute jarak menengah, tinggal ngajuin pinjaman duit ke bank buat beli bis.....
:p

Reply
#68
(25-09-2011, 01:04 PM)see_204XX Wrote:
(25-09-2011, 09:45 AM)Logawa_exp Wrote: hmmm....disatu sisi emang bagus sih..Dan pada Intinya saya setuju dengan kebijakan ini.
tapi bagaimana dengan penumpang awam atau rakyat kecil?
bagi mereka yang sangat mengandalkan K3 untuk bepergian jarak jauh akan bingung. Sebenarnya bisa saja sih ada berdiri tapi ya jangan lebih dari 10% dari total TD, jadi mereka bisa terangkut. Mayoritas penumpang K3 tidak terlalu memikirkan TD, yang mereka ingin hanya satu : bisa bepergian jauh dengan biaya murah, tak peduli dapet kursi atau ngga. Kalo tak dapat kursi, toh mereka akan duduk di lorong ( kalo 10 % berarti ada sekitar 10 orang di lorong Playboy )
kalo emang kebijakan ini dipakai, berarti K2 juga tanpa TD dong.
Kemudian perbanyak armada dan jadwal perjalanan KA kelas Ekonomi,agar KA tidak ditinggal oleh penumpang setia-nya Playboy
Biasanya penumpang K3 merupakan limpahan penumpang K2 yang tidak kebagian TD, hehehe

Mengkomentari kalimat Anda yg saya BOLD ya, Kang...
Bukannya berpihak pd PT KA, apalg saya bukan PT KA fans lho...kalo penumpang K3 hanya punya motivasi nggak dpt t4 duduk tp bs bepergian jauh dgn biaya murah ntar teman2 Anda di grup sebelah sll komentar manusia koq disamain dgn kardus sich... Ngakak

Kalo memperbanyak armada K3 itu sebenarnya kewajibannya siapa ya...? Pemerintah ato PT KA...? Feeling saya sich PT KA lebih seneng mbangun PPCW ketimbang gerbong penumpang. Lha kalo Pemerintah...? Paling2 ntar dijawab, "Ya nanti akan terus kami tambah armadanya...." (yach mudah2an penambahan armada tsb mbayarnya nggak pake Yen...) Wek

oh jadi ane & ratusan ribu penumpang k3 manusia kardus tho.. Alhamdulillah yachh ! sesuatu banged ^_^
Reply
#69
(25-09-2011, 02:13 PM)sultan rakyat Wrote:
(25-09-2011, 01:04 PM)see_204XX Wrote:
(25-09-2011, 09:45 AM)Logawa_exp Wrote: hmmm....disatu sisi emang bagus sih..Dan pada Intinya saya setuju dengan kebijakan ini.
tapi bagaimana dengan penumpang awam atau rakyat kecil?
bagi mereka yang sangat mengandalkan K3 untuk bepergian jarak jauh akan bingung. Sebenarnya bisa saja sih ada berdiri tapi ya jangan lebih dari 10% dari total TD, jadi mereka bisa terangkut. Mayoritas penumpang K3 tidak terlalu memikirkan TD, yang mereka ingin hanya satu : bisa bepergian jauh dengan biaya murah, tak peduli dapet kursi atau ngga. Kalo tak dapat kursi, toh mereka akan duduk di lorong ( kalo 10 % berarti ada sekitar 10 orang di lorong Playboy )
kalo emang kebijakan ini dipakai, berarti K2 juga tanpa TD dong.
Kemudian perbanyak armada dan jadwal perjalanan KA kelas Ekonomi,agar KA tidak ditinggal oleh penumpang setia-nya Playboy
Biasanya penumpang K3 merupakan limpahan penumpang K2 yang tidak kebagian TD, hehehe

Mengkomentari kalimat Anda yg saya BOLD ya, Kang...
Bukannya berpihak pd PT KA, apalg saya bukan PT KA fans lho...kalo penumpang K3 hanya punya motivasi nggak dpt t4 duduk tp bs bepergian jauh dgn biaya murah ntar teman2 Anda di grup sebelah sll komentar manusia koq disamain dgn kardus sich... Ngakak

Kalo memperbanyak armada K3 itu sebenarnya kewajibannya siapa ya...? Pemerintah ato PT KA...? Feeling saya sich PT KA lebih seneng mbangun PPCW ketimbang gerbong penumpang. Lha kalo Pemerintah...? Paling2 ntar dijawab, "Ya nanti akan terus kami tambah armadanya...." (yach mudah2an penambahan armada tsb mbayarnya nggak pake Yen...) Wek
oh jadi ane & ratusan ribu penumpang k3 manusia kardus tho.. Alhamdulillah yachh ! sesuatu banged ^_^

kang Bravo See_204XX : ya makanya ane bilang dibatasi cuma 10% untuk pnp berdiri , hehehe....lagian kan kasihan yang mau pergi mendadak, jadi kesulitan naik K3...hehehe
thx atas komentarnya kangPlayboy
Kang Sultan rakyat : tolong dicermati lagi kalimat kang See_204XX...Playboy

[Image: banner.jpg]
Reply
#70
kalo gini caranya gak bisa bepergian mendadak pake KA lagi Sedih
coz pasti dah keabisan karcis Ngeledek



menurut saya banyakin aja lokalan jarak dekat yang tidak memberlakukan karcis TD

gak ada ceritanya kalo KA komuter dibatesin kapasitasnya, pertama di dunia kalo KA komuter dibatesin karcisnya apalagi dikasih karcis TD
(coba liat jepang, amerika atau negara2 eropa apakah ada tiket TD buat KA komuter?)

banyakin KA lokal misalnya jakarta-cikampek, cikampek-padalarang, cikampek-cirebon, cirebon tegal, tegal-semarang, semarang-solo, jogja-solo-kutoarjo, kutoarjo-purwokerto, purwokerto-cirebon,purwokerto-tegal, semarang-bojonegoro-surabaya, surabaya-kertosono-madiun-solo, dll Xie Xie

tentu pake KRDI/KRDE berAC
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)