Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Semarang Ekspres (?)
#31
(13-09-2011, 06:43 PM)ady_mcady Wrote: apakah bisa jakarta-semarang 440 km ditempuh hanya dengan 4 jam? berarti rata2 110 km/h? saya kok meragukan ya?

kereta tilt train di australia saja, yang merupakan ka tercepat di sepur 1067, rata2 nya hanya 91 km/h. padahal kecepatan maksimal nya dibeberapa titik bisa mencapai 160 km/h.

perkiraan saya, rata2 80 km/h itu sudah bagus sekali. jadi gambir-tawang bisa 5,5 jam.

Klo 5,5 jam mah seperti Argo Muria yg sy naikin thn 2002 donk,, bnr2 pas 5,5 jam Top Banget Bye Bye
Reply
#32
(13-09-2011, 07:03 PM)CC 203 20 Wrote:
(13-09-2011, 06:43 PM)ady_mcady Wrote: apakah bisa jakarta-semarang 440 km ditempuh hanya dengan 4 jam? berarti rata2 110 km/h? saya kok meragukan ya?

kereta tilt train di australia saja, yang merupakan ka tercepat di sepur 1067, rata2 nya hanya 91 km/h. padahal kecepatan maksimal nya dibeberapa titik bisa mencapai 160 km/h.

perkiraan saya, rata2 80 km/h itu sudah bagus sekali. jadi gambir-tawang bisa 5,5 jam.

Klo 5,5 jam mah seperti Argo Muria yg sy naikin thn 2002 donk,, bnr2 pas 5,5 jam Top Banget Bye Bye

Argobromo waktu masih pake kode JS950 biasanya dari GMR sampe ke SMT berapa jam ?

Reply
#33
(13-09-2011, 07:09 PM)morkies Wrote:
(13-09-2011, 07:03 PM)CC 203 20 Wrote:
(13-09-2011, 06:43 PM)ady_mcady Wrote: apakah bisa jakarta-semarang 440 km ditempuh hanya dengan 4 jam? berarti rata2 110 km/h? saya kok meragukan ya?

kereta tilt train di australia saja, yang merupakan ka tercepat di sepur 1067, rata2 nya hanya 91 km/h. padahal kecepatan maksimal nya dibeberapa titik bisa mencapai 160 km/h.

perkiraan saya, rata2 80 km/h itu sudah bagus sekali. jadi gambir-tawang bisa 5,5 jam.

Klo 5,5 jam mah seperti Argo Muria yg sy naikin thn 2002 donk,, bnr2 pas 5,5 jam

Argobromo waktu masih pake kode JS950 biasanya dari GMR sampe ke SMT berapa jam ?

Ya antara 5-5,5 jam cuy Xie Xie
Reply
#34
Begini tmen2....
Kalo Semarang - Jkarta sudh double track kemudian ditempuh wktu 4 jm sepeti yg saya bilng diawal ternyata stelah dipikir2 juga trllu cepat.. Cumn sya berharap bahw jarak tempuh sepanjang 446 itu bisa ditempuh dalam waktu 4 jam lebih dikit lah max 30 menit, krena kalo 5-6 jm kelamaan pak, ngga da bedanya dengn skarang ini pdhal qt butuh kemajuan...
Sbagimana kereta Argo Anggrek tahun 1997 dlu dmna awal peluncurnnya 8,5 jam karena tidk mungkin kemudian menjadi 9 jam dgn rincian 3 jam SBI-SMT dan SMT-GMB 6 jam... Tetapi melihat kondisi saat ini waktu 5-6 jam untuk SMT-GMB itu udah terlalu lma...
Kalo kereta Semeks ini tidk berhenti di Pekalongan dan Cirebon mka rata kecepatn kereta tidk berkurng dan tetap stabil di 65 km/jam dgn kecepatan min 0 km/jm sert max 118 km/jam...(test run kemarin ABA bisa smpe 118km/jam)...
Apbila gerbong yg dipergunakan nanti jenis baru (ngga tau modelnya seperti apa) yg jelaz jgn sma dengan gebong pesawat dn jenis ABA, diushaain ada desain bru tpi saya lebih prefer ke jenis ABA karen fktor bogie serta eksteiornya yang lebih menyeramkan dn sangar..
Untuk jalur Semarang - Jakrta petak2 yang menghambat lju kereta menurut pengmtn saya sbgi berikut ( tambahin atao kurangin bila da slahn ) :
1. Semarang - Pekalongan khususnya pinggir pantai (buh waktu 20 menit untuk meliht pantai)
2. Tikungan masuk dn keluar stasiun Tegal...
3. Masuk stasiun Cirebon
4. Tikungan Jatibarang
5. Masuk Cikampek
6. Masuk Bekasi, Jatinegara, dn Gmbir....
Reply
#35
ya setuju bung jay. semoga dobel trek jakarta-surabaya bukan hanya sekedar dobel semata. tetapi diiringi dengan penambahan taspat setidaknya sama dengan koridor kutoarjo-solo. syukur2 bisa lebih cepat sampai kecepatan 130 km/h?

who knows? sejarah membuktikan, dulu petak cirebon-semarang milik SCS hanyalah berupa jalur trem. lalu diupgrade ke level spoorweg alias jalur kereta kelas berat yang mampu mendukung taspat sampai 75 km/h.

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#36
Setidaknya jalur GMR-PK itu harus dibabat sebisa mungkin,, itu kan mayoritas lurus,, klo PK-SMT mah okelah mau dibikin santai sprti skrg jg gpp,, tp toh klo mau Jak-Sm 4,5-5,5 jam yah harus bisa ngebut setidaknya GMR-PK dgn catatan tanah di bawahnya pun jg harus stabil, rel'a kan udah mendukung tuh. Xie Xie Bye Bye
Reply
#37
(13-09-2011, 08:17 PM)JaY Wrote: 1. Semarang - Pekalongan khususnya pinggir pantai (buh waktu 20 menit untuk meliht pantai)
2. Tikungan masuk dn keluar stasiun Tegal...
3. Masuk stasiun Cirebon
4. Tikungan Jatibarang
5. Masuk Cikampek
6. Masuk Bekasi, Jatinegara, dn Gmbir....

Sekedar info, untuk (dari arah SMT-GMR) tikungan masuk Stasiun Tegal itu taspatnya tertulis 10 sedangkan tikungan keluar Stasiun Tegal taspat hanya 5, apakah dengan taspat tersebut (yang menghambat perjalanan) dapat dikebut agar sesuai dengan rencana (Taspat 118, SMT-GMR 4jam lebih sedikit),
Tentunya setelah DT lintasan PTA-LR selesai akan lebih efisien lagiXie Xie
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#38
(13-09-2011, 08:17 PM)JaY Wrote: Begini tmen2....
Kalo Semarang - Jkarta sudh double track kemudian ditempuh wktu 4 jm sepeti yg saya bilng diawal ternyata stelah dipikir2 juga trllu cepat.. Cumn sya berharap bahw jarak tempuh sepanjang 446 itu bisa ditempuh dalam waktu 4 jam lebih dikit lah max 30 menit, krena kalo 5-6 jm kelamaan pak, ngga da bedanya dengn skarang ini pdhal qt butuh kemajuan...
Sbagimana kereta Argo Anggrek tahun 1997 dlu dmna awal peluncurnnya 8,5 jam karena tidk mungkin kemudian menjadi 9 jam dgn rincian 3 jam SBI-SMT dan SMT-GMB 6 jam... Tetapi melihat kondisi saat ini waktu 5-6 jam untuk SMT-GMB itu udah terlalu lma...
Kalo kereta Semeks ini tidk berhenti di Pekalongan dan Cirebon mka rata kecepatn kereta tidk berkurng dan tetap stabil di 65 km/jam dgn kecepatan min 0 km/jm sert max 118 km/jam...(test run kemarin ABA bisa smpe 118km/jam)...
Apbila gerbong yg dipergunakan nanti jenis baru (ngga tau modelnya seperti apa) yg jelaz jgn sma dengan gebong pesawat dn jenis ABA, diushaain ada desain bru tpi saya lebih prefer ke jenis ABA karen fktor bogie serta eksteiornya yang lebih menyeramkan dn sangar..
Untuk jalur Semarang - Jakrta petak2 yang menghambat lju kereta menurut pengmtn saya sbgi berikut ( tambahin atao kurangin bila da slahn ) :
1. Semarang - Pekalongan khususnya pinggir pantai (buh waktu 20 menit untuk meliht pantai)
2. Tikungan masuk dn keluar stasiun Tegal...
3. Masuk stasiun Cirebon
4. Tikungan Jatibarang
5. Masuk Cikampek
6. Masuk Bekasi, Jatinegara, dn Gmbir....

kalau mau maksain taspat smp 118 KM/Jam kayak KA 1+2 saya ud analisa misalkan ausumsinya ud Double Track JKT-SMT riciannya seperti ini
1.JKT-CN:2 Jam 40 Menit ud S 35 LS d Jatinegara+Bekasi
2.CN-TG:bisa 40 Menit dengan syarat Tidak Terjadi Kruis Antara Petak 3.Cirebon-Brebes dan apabila Kruis tidak Boleh di Single Track
4.Tegal-Pekalongan:Bisa 40 Menit Bila Proyek Double Track Petarukan-Pekalongan selesai taun Ini
5.Pekalongan-Semarang:Bisa 1 jam 30 Menit Bila Pekalongan-Semarang ud Double Track+apabila Kruis tidak Boleh di Single Track
Pont Nomor 5 baru Terwujud antara bulan November 2013-Januari 2015 prediksi saya
Reply
#39
kalopun pake K1 / K9
apa kabar okupansi sindoro/muria?

[Image: plate10.png]
Reply
#40
apa kayanya sih mungkin lintas pk-smt 1 jam 10 menit dan cn-tg 50 menit, gmr-cn 2 jam 30 menit + tg-pk 45 menit jadi gmr-smt + berhenti tg dan pk dengan mempertimbangakan waktu relaksasi kenormalan kecepatan di tg dan smt memerlukan 20 menit kira2 di tg 4 menit+ relaksasi 3 menit sebelum wesel masuk dan 3 menit setelah wesel masuk demikian juga di pk sehingga waktu tempuh gmr-smt kemungkinan bisa 5 jam dengan perincian :2 jam+30 menit(gmr-cn)+45 menit(cn-tg)+45menit (tg-pk)+ 1 jam 10 menit (pk-smt)+ 20 menit waktu relaksasi efek berhenti normal di tg dan pk sehingga total waktu tempuh 5 jam 10 menit ...
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)