Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Loket Stasiun akan Dihapus
#31
Ke depannya bisa jadi malah kalau naik ka go show, harganya gila-gilaan. Misal beli tiket buat hari H harganya lebih tinggi dari beli tiket jauh-jauh hari.
Reply
#32
(30-08-2011, 08:29 PM)Charles Wrote: ..............................
- Sisi positif

1. Tak ada lagi antrian berjubel dan calo ilegal yang merugikan pembeli tiket.
2. Kondisi stasiun lebih tertib dan terorganisir.
3. Penumpang tidak pusing soal ketersediaan tiket dan tempat duduk untuk tanggal keberangkatan tertentu.

- Sisi negatif

1. Biaya tambahan yang dibebankan kepada calon pengguna karena membeli melalui agen resmi.
2. Tak ada kesempatan untuk pengguna yang masih mengandalkan pembelian model konvensional.
3. Banyak calon pengguna yang belum mengetahui cara pemesanan online maupun agen.
4. Tak tersedianya sarana yang memadai untuk pengurusan tiket apabila calon pengguna ternyata membatalkan/mengembalikan atau mengubah tanggal keberangkatan pada tiket yang telah dibeli.

......................
Hmm.... kalo dipikir2 ada benernya juga sih kedua sisi yg berbeda yg dikau ketik itu... Gak bakal ada orang yg berani menawarkan karcis lagi pas setiap pr calon penumpangnya mau ke Pintu Masuk alias emplasemen atau pun peron stasiun. Karena, ada yg nawarin karcis, berarti sama juga calo... Kalo perlu para penjaga pintu masuk harus menanyakan setiap pr calon penumpang "Anda beli dari agen apa namanya?". Atau... kalo perlu di karcisnya itu ada logo agen atau pun biro perjalanan yg menangani penjualan karcis2nya itu.
Tapi utk si Klas Ekonomi atau pun Eko AC... hmmm.... coba temen2 pikir dulu deh yah....

Sisi negatifnya nampaknya kalo semisal di antara kita membatalkan perjalanan mau gak mau harus ke kantor biro perjalanan tsb di mana kt beli karcis pd awalnya... Mengapa? Karena kalo mendirikan kantor2 cabangnya di stasiun2 besar sama juga memudahkan pr calo berkeliaran deh... Itu pun si biro perjalanan gak perlu minta penjelasan dr stasiun2 ybs... Semisal laporan ke st. Gambir dulu knapa semisal si ABA membatalkan perjalanan... Bisa2 nunggu antrian yg lama krn online telp sdg sibuk dsb... Blom kalo semisal ada rinja di KA lainnya...

Reply
#33
Pengen sekelas garuda tapi apa daya mutu pelayanannya masih sekelas emprit airways.
Reply
#34
(31-08-2011, 12:03 AM)Adi Sutjipto Wrote:
(30-08-2011, 11:52 PM)eling Wrote: Carnation apaan pakde...???
Bingung

Semacam biro perjalanan,
kalau tidak salah, dulu di Raden Saleh atau mana gitu,
logonya, ya bunga Carnation,
saya juga lupa, nanti saya tanyakan lagi memory ibu saya
yang sudah sepuh.....
Xie Xie
carnation itu salah satu agen tiket KA di jakarta ,letaknya di pojok jalan riwdwan rais...cuma bbrp puluh meter dari sta gambir.. juga ada agen koperasi pjka jakarta di abdul muis.
di bandung juga dulu ada agen di pusaka nusantara
agen2 tsb menambahkan bbrp ribu di atas harga tiket resminya..

RF fahrizal, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply
#35
(01-09-2011, 04:01 PM)bonbon Wrote: Para pengusaha agen tiket bersiap2 ekspansi ke stasiun buat nyewa space/ruang buat penjualan nya Big Grin, terlebih akan ada yg di untungkan bila hanya yg diperbolehkan agen tertentu atau orang tertentu yang diperbolehkan menyewa di areal stasiun, malah jadi kecium unsur KKN nya.
jadinya Hapus Loket di Stasiun = Muncul Agen tiket di Stasiun = Yang di untungkan ????

Berhubung wacana ini bermaksud supaya calon penumpang nggak berjubel antri tiket di stasiun, logikanya agen nggak boleh bikin loket di stasiun.
Lahan barukah? Ya iya lah .... Wink
Reply
#36
(01-09-2011, 09:27 PM)pardjono Wrote:
Pengen sekelas garuda tapi apa daya mutu pelayanannya masih sekelas emprit airways.

Asli jadi pengen Ngakak liat postingan njenengan pakdhe....

kalo di stasiun udah ga ada lagi jualan karcis dan kita misalnya musti repot2 ke agen.....yaaaa..... ngapain???? mau naik sepur aja koq repotBethe
ya mohon maaf kalo nanti konsumen lebih suka buka2 website moda pesaing anda PT KA ... disitu udah jelas, jam berapa.. harganya berapa dan bisa milih seat.... pilihannya banyak pula...... bayarnya juga tinggal ke ATM terdekat ato via SMS banking..... dan sekarang aja harganya udah mulai "dikejar" oleh tarif sepur......

jadi inget postingan di trid sebelah
postingan ini

"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#37
wkwkwkwkw,uda gw duga ni. Rupanya kemunculan beberapa agen yang menjual tiket KA (Indomaret, Reservasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang swasta (jd ga d jual di dalam reservasi sta tp d luar reservasi sta)) tujuannya ini toh. Tiket KA yang semakin lama semakin mahal dengan tanpa pelayanan yang sesuai dengan yang dibayarkan plus pajak reservasi. Mgkn sekarang masih 10rb rupiah. Tapi kok rasanya kalau nanti semua tiket kA di agenkan wa rasa pajaknya bakal nambah, ga cuma 10rb tp bakal jadi lebih dari itu ya?
Kok bisa? ya maklum namanya juga agen cari untung. Dengan harga tiket KA yang tinggi, ga mgkn agen cuma cari untung rendah. Blom lagi kalau ada kong kalikong di dalamnya dengan bagi hasil dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)...wakakaka sama aja.....

Mgkn kalau kita mau pinter harusnya agen2 yang membuka penjualan tiket KA ini bisa memberikan bonus ke penumpang yang ingin membeli tiket. Ya gantungan kunci si ga masalah. Karena tujuannya uda beda, kalau kemaren penjualan tiket cm PT. Kereta Api Indonesia (Persero)...sekarang jd persaingan antar agen Wek. Jadi siapa yang penjualannya paling banyak, tentu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan melirik bonus tentunya wakakaka. Soale kalau ga ada bonusnya mana mau berkerja sama? wkwkwkwk.

Lalu faktor lain yang wa sayangkan adalah dengan cara ini pula artinya nanti pegawai tiketing akan dipindahkan...mgkn mulai sadar diri karena tiketing kebanyakan judes jd daripada bayarin org yang judes mending cari yang outsourching wkwkwkw.

jadi intinya:
1.Sebenarnya praktek agen tiket kereta uda di berlakukan namun msh berjalan dengan penjualan tiket dari Stasiun sendiri. Terbukti dari munculnya agen2 tiket kereta api yang merupakan rencana awal dari penghpusan loket. Contoh Indomaret dan masih ada lagi yaitu Reservasi milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) namun swasta. biasanya kalau beli tiket ditempat ini Namun efek nanti ketika staiun uda ga menjual tiket pajak dari agen ini akan dinaikan membuat tiket KA semakin mahal.

2. Persaingan penjualan tiketnya uda beda ini, kalau kemaren cuma PT. Kereta Api Indonesia (Persero). sekarang antar agen. PT KA jadi lebih berkonsentrasi ke rangkaian. Namun jangan seneng dulu, bisa jadi ini cuma politik wkwkwkw. Namun mgkn aja nanti tiap agen akan memberikan bonus ke penumpang (kalau sadar diri), karena tujuannya berapa banyak penumpang yang beli di tempat agen A dari pada agen B. (persaingan antar agen)

3. Nah pegawai tiketing kemana ya? dipindahkan kah? ya mgkn sadar kalau pegawai tiketing sebagian masih judes dan kurang niat melayani penumpang wkwkwkw.

Mgkn tambahan harus ada ticketing online kalau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mau ga kehilangan penumpang Ngakak
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#38
(01-09-2011, 10:59 PM)pardjono Wrote:
(01-09-2011, 04:01 PM)bonbon Wrote: Para pengusaha agen tiket bersiap2 ekspansi ke stasiun buat nyewa space/ruang buat penjualan nya Big Grin, terlebih akan ada yg di untungkan bila hanya yg diperbolehkan agen tertentu atau orang tertentu yang diperbolehkan menyewa di areal stasiun, malah jadi kecium unsur KKN nya.
jadinya Hapus Loket di Stasiun = Muncul Agen tiket di Stasiun = Yang di untungkan ????

Berhubung wacana ini bermaksud supaya calon penumpang nggak berjubel antri tiket di stasiun, logikanya agen nggak boleh bikin loket di stasiun.
Lahan barukah? Ya iya lah .... Wink

nah itulah pakde, jika memang wacana ini jadi, dengan ada tidak aturan agen yg tidak boleh berjualan tiket di areal stasiun, bila nggak ada aturannya, itulahlah celah untuk meraup keuntungan para agen tiket (dan yg memberi celah tersebut)

Selama ini kan tidak ada agen tiket yg berani membuka di areal stasiun karena sistim penjualan tiket langsung masih beroperasiXie Xie
[Image: overstappen.png]
(02-09-2011, 01:01 AM)Illia Wrote: ===edit====

3. Nah pegawai tiketing kemana ya? dipindahkan kah? ya mgkn sadar kalau pegawai tiketing sebagian masih judes dan kurang niat melayani penumpang wkwkwkw.

===edit====

Bakal kena program pengurangan pegawaikah Bingung
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#39
(02-09-2011, 09:53 AM)bonbon Wrote:
(01-09-2011, 10:59 PM)pardjono Wrote:
(01-09-2011, 04:01 PM)bonbon Wrote: Para pengusaha agen tiket bersiap2 ekspansi ke stasiun buat nyewa space/ruang buat penjualan nya Big Grin, terlebih akan ada yg di untungkan bila hanya yg diperbolehkan agen tertentu atau orang tertentu yang diperbolehkan menyewa di areal stasiun, malah jadi kecium unsur KKN nya.
jadinya Hapus Loket di Stasiun = Muncul Agen tiket di Stasiun = Yang di untungkan ????

Berhubung wacana ini bermaksud supaya calon penumpang nggak berjubel antri tiket di stasiun, logikanya agen nggak boleh bikin loket di stasiun.
Lahan barukah? Ya iya lah .... Wink

nah itulah pakde, jika memang wacana ini jadi, dengan ada tidak aturan agen yg tidak boleh berjualan tiket di areal stasiun, bila nggak ada aturannya, itulahlah celah untuk meraup keuntungan para agen tiket (dan yg memberi celah tersebut)

Selama ini kan tidak ada agen tiket yg berani membuka di areal stasiun karena sistim penjualan tiket langsung masih beroperasiXie Xie
[Image: overstappen.png]
(02-09-2011, 01:01 AM)Illia Wrote: ===edit====

3. Nah pegawai tiketing kemana ya? dipindahkan kah? ya mgkn sadar kalau pegawai tiketing sebagian masih judes dan kurang niat melayani penumpang wkwkwkw.

===edit====

Bakal kena program pengurangan pegawaikah Bingung

Yg jlas cuma 2 hal:
1. Areal luar sta masi begitu luas, di sta (bangunan utama) uda ga mau urus ticketing maka antrian ticketing dialihkan ditempat laen dlm areal sta yg ga mengganggu antrian penumpang ato penjemput.
Uda ada contoh konkritnya; reservasi lama CN yg tanpa dipublikasikan uda maen dialihkan ke pihak swasta dg tempat yg strategis ga mengganggu penumpang ato penjemput, hasilnya? Penumpang ga setuju & ngamuk
Uda berupa contoh konkrit yg jlas

2. Mustahil jaman begini sebuah perusahaan besar mau melakukan PHK besar2an selama nasib perusahaan itu ga terancam, artinya petugas ticketing akan dipindahkan ke divisi laen = makin banyak lagi orang2 berkompeten namun makin banyak orang berkompeten (?) Yg ditaro ditempat yg ga tepat

Kalo emank rencana ini direalisasikan, daripada gw bolak balik agen stasiun, mendingan maap2 aja kalo memilih make agen bis yg karuan beli ticket saat itu, tunggu sebentar bis yg nyamperin qta di agen itu dg pilihan klas yg lebi banyak dari KA & lebi bagus, dapet makan dg kenyang pula
Reply
#40
jd susah kalo mau pergi mendadak.
Keep Fighting Never Give
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)