Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
NGOBROLIN MUDIK YUKZZ....mari...
Ngomong2 koq sepanjang hari ini gak pernah ada pantauan arus mudik dari stasiun Bandung, Padalarang dan Kiara Condong yah? Kenapa selalu saja dari Jakarta melulu? Di Jakarta pun gak pernah ada liputan dari stasiun Gambir? Selalu aja dari stasiun Ps. Senen. Apa kebetulan di Gambir gak pernah ada problem yah? Yah sebut saja itu kisruh calo gitu... Trus ada yang bisa kaish laporan gak nih dari stasiun Bandung dan Kiara Condong?

Reply
Quote:Sistem 'Boarding' Tertibkan Peron Stasiun!

Imanuel More | Kistyarini | Sabtu, 27 Agustus 2011 | 00:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakuan sistem 'boarding' oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops 1 Jabodetabek terbukti cukup efektif menertibkan kesemrawutan di area peron stasiun dan di kereta. Kondisi peron tampak lebih lapang dan penumpang pun dapat menaiki kereta dengan tertib.

"Kami saat ini memberlakukan sistem 'boarding', yaitu hanya penumpang yang keretanya akan berangkat yang boleh masuk area peron," kata Purnomo Radiq, Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops 1 kepada Kompas.com di Stasiun Senen, Jumat (26/8/2011) malam.

Untuk calon penumpang serta para pengantar, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) hanya memperkenankan menunggu di halaman stasiun atau di ruang tunggu. Aturan baru ini membuat situasi peron lebih memungkinkan aktivitas naik turun penumpang. Penumpang yang sedang menunggu kedatangan kereta pun dan beraktivitas dengan cukup nyaman.

Kesemrawutan dan insiden kecil di stasiun KA saat mudik pada tahun-tahun sebelumnya, menurut Purnomo, lebih banyak disebabkan oleh berjubelnya penumpang di area peron.

"Untuk bergerak saja susah. Waktu keretanya datang, calon penumpang terpaksa saling dorong dengan mereka yang masih menantikan kereta berikutnya," ujar Purnomo menuturkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya.

Masalah utama pada tahun-tahun sebelumnya, lanjut Purnomo, datang dari calon penumpang kelas ekonomi yang kerap datang jauh sebelum jam keberangkatan kereta.

Setiba di stasiun keberangkatan, mereka langsung memasuki area peron. Akibatnya, area tunggu penumpang sebelum masuk ke KA pun terlihat selalu dipadati oleh calon penumpang. "Padahal jam keberangkatannya mungkin masih enam jam lagi," ungkap Purnomo.

Pemberlakuan aturan baru ini dipandangnya tidak akan mengganggu kenyamanan penumpang. Pasalnya, untuk penumpang yang menunggu di halaman stasiun sudah disediakan tenda yang dilengkapi tempat duduk. "Calon penumpang juga mendapat hiburan panggung musik," terangnya.

Selain itu, petugas Palang Merah dan tim Dompet Dhuafa pun sedia membantu para calon penumpang yang membutuhkan pertolongan khusus. "Sasaran utamanya adalah keselamatan penumpang, ketertiban, dan kenyamanan," pungkas Purnomo.
Reply
(15-08-2011, 02:21 PM)pardjono Wrote:
kompas.com Wrote:Berikut ini adalah tarif kereta api setelah mengalami kenaikan menjelang Lebaran 1432 Hijriah :

Untuk KA Argo Anggrek tujuan Gambir-Surabaya dari H-3 hingga H-1 adalah Rp 650.000,-
Sementara pada saat Lebaran hari pertama dan kedua berharga Rp 600.000,-
Untuk H+1 hingga H+5 adalah Rp 550.000,-

Untuk KA Argo Lawu dan Argo Dwipangga tujuan Gambir-Solo dari H-3 hingga H-1 adalah Rp 580.000,-
Sementara pada saat Lebaran hari pertama hingga H+5 tarifnya dipatok Rp 550.000,-

Untuk KA Argo Sindoro dan Argo Muria tujuan Gambir-Semarang dari H-3 hingga H-1 adalah Rp 500.000,-
Sementara pada saat Lebaran hari pertama hingga H+5 adalah Rp 450.000,-

Untuk KA Gajayana tujuan Gambir-Malang dari H-3 hingga H-1 dipatok Rp 650.000,-
Pada saat hari pertama dan kedua Lebaran, harga menjadi Rp 600.000,-
Sementara mulai H+1 sampai H+5 menjadi Rp 500.000,-

Untuk KA Bima tujuan Gambir-Surabaya Gubeng dari H-3 hingga hari Lebaran kedua adalah Rp 600.000,-
Sedangkan untuk H+1 hingga H+5 menjadi Rp 500.000,-

Untuk KA Taksaka tujuan Gambir-Yogyakarta dari H-3 hingga hari kedua Lebaran adalah Rp 550.000,-
Sedangkan untuk H+1 hingga H+5 adalah Rp 500.000,-

Harga tiketnya nggilani bener. Edan tenan. Bye Bye

Weleh weleh Heran Mantap jaya Playboy


[Image: overstappen.png]
(20-08-2011, 12:02 AM)pardjono Wrote:
Quote:Lebaran, PT KA Tambah 28 Kereta

JUM'AT, 19 AGUSTUS 2011, 20:56 WIB

VIVAnews - Semakin melonjaknya jumah calon penumpang jelang Lebaran ini PT Kereta Api menyiapkan 28 kereta tambahan untuk wilayah Jawa dan Sumatera. Sehingga nantinya semua kereta berjumlah 151.

Direktur Utama PT Kereta Api Ignatius Jonan usai mengecek infrastruktur perkeretaapian mengatakan, dua dari 28 kereta tambahan itu untuk Daerah Operasi VI DIY-Jateng. "Yaitu kereta Komunitas Bengawan (ekonomi) dan Argolawu (eksekutif)," kata dia di Yogyakarta, Jumat, 19 Agustus 2011.

Menurut dia, saat ini hampir semua lokomotif kereta sudah dikeluarkan. "Kami hanya punya cadangan dua lokomotif," kata Jonan. Ia meyakinkan bahwa semua gerbong kereta yang dipakai angkutan Lebaran telah diperiksa kelayakannya. "Semua layak jalan," katanya.

Jonan juga mengatakan, PT Kereta Api bekerjasama dengan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan rel di sejumlah lintasan yang dilalui arus mudik. (Laporan Erick Tanjung, Yogyakarta)

Sumber : vivanews.com

Mungkin ga kalo loko kesayangan di ikut sertakan nih si embah BB 200 21 NgeledekPlayboy


[Image: 300021_309178465764892_100000182223058_1...1399_n.jpg]

Reply
Quote:Ratusan Penumpang di Senen Belum Dapat Tiket!

Penulis : Gregorius Magnus Finesso | Robert Adhi Ksp | Senin, 29 Agustus 2011 | 16:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan calon pemudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, belum mendapat tiket meskipun sudah mengantre selama lebih dari dua hari. Kondisi tersebut disebabkan kebijakan pembatasan kuota penumpang untuk kelas ekonomi sebanyak 50 persen dari tempat duduk yang tersedia.

Anton Subroto (33), calon pemudik asal Kebumen, Jawa Tengah, Senin (29/8/2011), mengatakan, dirinya sudah berupaya membeli tiket kelas ekonomi sejak Kamis kemarin.

"Kata petugas hari ini akan dibuka lagi pembelian tiket untuk kebarangkatan Senin atau Selasa. Saya sih yang penting pulang secepatnya. Sudah bosan menunggu di stasiun," kata Anton, yang pulang mudik bersama tiga teman sekampungnya.

Dedi (29), pemudik asal Pacitan, Jawa Timur, juga mengeluhkan informasi penjualan tiket sisa yang simpang siur. "Ada yang bilang tiket masih ada, tapi petugas lain bilang sudah habis dan tidak boleh membeli tiket lagi. Kalau tahu sudah habis, kan saya bisa segera pergi ke terminal terdekat untuk naik bus," ujar pria yang sudah sejak Minggu pagi berada di Stasiun Pasar Senen itu.

Menurut Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional 1 Jakarta, Mateta Rijalulhaq, untuk tahun ini, penjualan tiket di Stasiun Senen memang dibatasi untuk menghindari lonjakan penumpang. Berdasarkan aturan, satu gerbong hanya dibatasi 150 penumpang. Begitu juga dengan jadwal keberangkatan kereta. Setiap harinya, pihak stasiun hanya memberangkatkan 19 kereta reguler dan enam kereta tambahan.

"Tahun ini, kami benar-benar ketat membatasi jumlah penumpang. Untuk KA ekonomi, sesuai aturan, toleransinya hanya 50 persen dari jumlah tempat duduk. Untuk bisnis hanya 25 persen toleransinya," kata Mateta.

Hal itu salah satunya demi memberi rasa nyaman bagi para penumpang kelas ekonomi yang selama ini selalu menjalani mudik yang melelahkan karena berdesak-desakan di dalam kereta.

Pada tahun lalu, kendati sudah ada peraturan pembatasan penumpang ekonomi, pada praktiknya tingkat isian gerbong mencapai lebih dari 150 persen.

"Penumpang tahun ini bisa menurun hingga 5 persen," kata Mateta.

Pantauan Kompas, kondisi Stasiun Pasar Senen saat ini penuh sesak oleh calon penumpang, yang akan melakukan perjalanan arus mudik. Calon pemudik membanjiri halaman parkir kendaraan di depan Stasiun Pasar Senen.

Sebuah langkah maju yang perlu dilaksanakan dan dipertahankan setiap saat, tidak hanya waktu angkutan lebaran saja.
Reply
Quote:Stasiun Senen Tetap Ramai!

Penulis : Imanuel More | Benny N Joewono | Senin, 29 Agustus 2011 | 20:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengguna jasa kereta api di Stasiun Senen untuk mudik Lebaran 2011 tetap tinggi hingga H-1, Senin (29/8/2011). Keramaian ini diprediksi akan tetap berlangsung hingga H+7 atau tujuh hari pasca-Lebaran.

"Tetap ramai seperti kemarin. Besok juga akan seperti ini," kata Mateta Rizalulhaq, dari bagian Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (29/8/2011).

Atas pertimbangan tersebut, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tetap menyediakan jumlah yang sama untuk kereta keberangkatan, yaitu sebanyak 27 rangkaian kereta.

Hingga pukul 13.00 WIB, penumpang yang diberangkatkan dari Stasiun Senen telah mencapai angka 4.450 orang. "Target hari ini masih sama, sekitar 10.000-11.000 penumpang," kata staf pendataan penumpang Stasiun Senen.

Jumlah tersebut masih berada pada kisaran yang sama dengan jumlah penumpang pada puncak arus mudik, pada H-4 hingga H-2. "Kemarin (H-2) total penumpang 11.447 orang. Dua hari lalu, jumlahnya juga sekitar itu," lanjutnya.

Total pengguna jasa KA dari semua stasiun kereta api di Jakarta pun masih sama seperti saat puncak arus mudik, yaitu antara 25.000-27.000 penumpang.

Sebelumnya, Mateta juga mengutarakan akan mewaspadai arus balik karena potensi pengguna jasa kereta api akan lebih tinggi. Beberapa alasan dikemukakan Mateta.

Di antaranya, tidak adanya kegiatan atau fasilitas 'Balik Bareng', sebagai ganti kegiatan mudik bareng, dan kebiasaan pemudik untuk membawa serta keluarga kerabat saat balik ke Jakarta. "Ada kebiasaan mudik satu, balik dua," kata Mateta.

Kemungkinan, peningkatan calon penumpang juga bisa disebabkan alasan ekonomi. Kondisi keuangan saat balik, menurut Mateta, sudah jauh menipis dibandingkan saat mudik. "Kebanyakan akan memilih moda transportasi murah, ya kereta api," terang Mateta.

Karena itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan berupaya mengawasi lebih ketat kebijakan pembatasan penumpang demi kenyamanan dan ketertiban selama perjalanan.

"Masyarakat harus sadar bahwa kereta api adalah sarana transportasi yang terbatas. Jadi, kalau tidak mendapatkan tiket, silakan mencari sarana lainnya. Jangan memaksakan (naik KA)", kata Mateta.
Reply
Quote:PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Hapus Sistem Jatah Tiket!

Dwi Afrilianti - Okezone

Senin, 29 Agustus 2011 12:24 WIB

JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia menegaskan tidak lagi memberlakukan sistem jatah tiket di mudik Lebaran tahun ini. Sebab, sistem ini dinilai merugikan dan sia-sia.

"Sudah enggak ada," kata seorang sumber di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kepada okezone di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (29/8/2011).

Dia mengakui, sistem jatah tiket di musim mudik Lebaran dahulu memang diberlakukan. Pada sekali pemberangkatan kereta disisakan sekira 4-6 kursi. Jatah tiket ini diperuntukkan bagi pejabat negara dan pihak-pihak tertentu yang bekerja di pelayanan publik, sehingga sedikit waktu untuk berburu tiket.

"Ya misalnya untuk anggota DPR, wartawan, dulu kita sisakan untuk mereka," katanya.

Namun tiket jatah ini kurang termanfaatkan dengan baik sehingga kemudian menimbulkan suara sumbang dari penumpang kereta api yang mendapati kursi kosong di atas kereta. Padahal bagian ticketing mengatakan tiket duduk sudah habis terjual.

"Biasanya kemudian penumpang kami suruh duduk saja di situ, tapi kami pikir sekalian saja dihapuskan tiket jatah ini," ujarnya.
Reply
(25-08-2011, 07:21 PM)Dana Komuter Wrote: Ngomong2 koq sepanjang hari ini gak pernah ada pantauan arus mudik dari stasiun Bandung, Padalarang dan Kiara Condong yah? Kenapa selalu saja dari Jakarta melulu? Di Jakarta pun gak pernah ada liputan dari stasiun Gambir? Selalu aja dari stasiun Ps. Senen. Apa kebetulan di Gambir gak pernah ada problem yah? Yah sebut saja itu kisruh calo gitu... Trus ada yang bisa kaish laporan gak nih dari stasiun Bandung dan Kiara Condong?

Ada koq mas, kemaren lusa di Tipi dari Stasiun Bandung dan Kiara Condong sempat jadi pemberitaan di beberapa media.
Kalo ga dapat disini di tv banyak mas.Xie Xie

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
(19-08-2011, 09:09 AM)asmani Wrote:
(08-08-2011, 01:09 PM)Warteg Wrote: Monggo dilanjut mudiknya.............Xie Xie
Musim mudik lebaran kali ini sepertinya saya tidak pulang kampung ke Tegal
Tapi kalau ada waktu senggang dan tiket KA harganya tidak meroket nanti akan silaturrahmi keluarga di kampung halaman di TG
Big_icon_rame

Xie Xie lho dari TG juga??TGnya sebelah mana??aku dari TG juga nie..tapi kayaknya ga mudik..soale angkutane susah kalo ke TG..naik 153 turun PPK nyambung angkot sampe Balapulang begitu juga kalo via jalur utara Sakit
Sumurpanggang ,Margadana - Kota Tegal
Pake GMBS emang sampeyan dari mana turun di PPK ?
Ke TG itu naik KA banyak pilihan Tersenyuum
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
Quote:"Mata Elang" Edan Sepur Bantu Arahkan Penumpang KA !

Penulis : Imanuel More | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Selasa, 30 Agustus 2011 | 21:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — "Ada lansia di sebelah kanan, tolong diprioritaskan Pak. Hati-hati, Nek. Mohon Bantuan petugas untuk amankan!" Demikian arahan dari pengeras suara saat calon penumpang KA Matarmaja tujuan Semarang hendak memasuki peron Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2011).

Hanya berselang berapa detik, seruan lain muncul dari pengeras suara, "Awas ada anak-anak di tengah, agar jangan sampai terpisah dari orangtuanya. Petugas, tolong dibantu biar tidak tercerai dari bapak-ibunya!"

Arahan-arahan tersebut berasal dari sisi gerbang masuk peron yang menjadi pos Komunitas Edan Sepur. Laksana elang, mereka dibekali mata yang senantiasa awas memperhatikan setiap potensi masalah pada antrean calon penumpang. Mereka tak henti-hentinya mengarahkan para pemudik yang berdesak-desakan di gerbang peron maupun petugas pengamanan yang menertibkan jalur masuk. Tak hanya itu, di tengah padatnya manusia yang memenuhi halaman, ruang tunggu, peron, hingga kereta, mereka harus awas memperhatikan calon penumpang KA yang kebingungan.

"Awalnya, kami mengajukan diri kepada humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk membantu penumpang dapatkan informasi tentang perjalanan, tiket, peron sampai membantu mengarahkan penumpang di gerbang ini," kata Egief Del Haris, anggota Komunitas Edan Sepur, di pintu gerbang utara Stasiun Senen.

Egief menuturkan, sebagai kumpulan pencinta KA/sepur, mereka ingin berperan lebih dalam menyadarkan masyarakat pengguna jasa KA akan pentingnya sarana angkutan publik tersebut.

"Banyak yang menggunakan tapi cuma sedikit yang paham benar soal operasional kereta api," kata Egief.

Ia mencontohkan, saat penumpang KA Kertajaya reguler diperkenankan masuk peron, terjadi penumpukan di gerbang masuk. Pihaknya kemudian mengetahui bahwa hal itu disebabkan oleh ketidaktahuan sejumlah penumpang lainnya. Penumpang KA Kertajaya tambahan yang sebenarnya baru berangkat pukul 16:00 ikut berdesakan hendak masuk area peron karena menyangka sudah tiba giliran mereka.

"Penumpang KA Kertajaya reguler yang berangkat jam 12.00 jumlahnya sekitar 1.500 orang. Ditambah penumpang kereta tambahan, ada sekitar 3.000-an berdesakan di depan gerbang," terang Egief.

Bersama rekan-rekannya, ia kemudian berusaha menyadarkan penumpang KA tambahan untuk menanti kesempatan berikutnya. Pekerjaan ekstra tersebutlah yang mereka emban secara sukarela.

Banyak hal, menurut dia, masih membingungkan penumpang. Ia mencontohkan, untuk mencari posisi peron keberangkatan pun banyak penumpang masih kebingungan.

"Sekarang ada kebijakan penumpang hanya diangkut dari stasiun keberangkatan. Penumpang dari Bekasi dan Cikarang pun harus ke sini dulu. Jadi, mereka perlu diarahkan dalam banyak hal," jelas Egief.

Keberadaan anggota Komunitas Elang Sepur memang terlihat membantu terciptanya ketertiban dan kenyamanan penumpang. Mereka dengan sigap membantu mengarahkan penumpang di Stasiun Jakarta Kota, Gambir, dan Pasar Senen.

"Enggak usah berdesak-desakan, Bu. Keretanya belum masuk!"

"Tunjukkan tiketnya, Pak, biar petugas kami dapat memeriksa dengan cepat," kata Egief mengarahkan calon penumpang.

RF SEJATI BENERAN! Top Banget Tepuk Tangan
Reply
ini mudik yg mantab:

Quote:Kamis, 01/ 09/2011 10:45 WIB
Lebaran, Anang Sewa Gerbong
Kereta Rp 60 Juta

Fakhmi Kurniawan : detikHot
detikcom - Jakarta, Hari Raya Idul Fitri
tahun ini akan menjadi awal yang baru
bagi Anang Hermansyah. Pelantun hits
' Tania' itu, memboyong kedua buah
hatinya, Aurel dan Azriel pergi
mengunjungi kampung halamannya di
Jember.
Tak hanya itu, ia juga mengajak Ashanty
untuk turut serta dalam rombongan
tersebut. Anang menggunakan kereta
wisata yang disewa dengan harga khusus.
Pria berusia 42 tersebut rela merogoh
kocek yang tak sedikit.
"Sewa ini (kereta) Rp 60 juta pulang pergi,"
papar Anang saat ditemui di Stasiun Kereta
Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31 /8/ 2011)
malam.
Dalam kereta tersebut tak hanya ada
Anang, Aurel, Azriel dan Ashanty. Namun,
Ashanty mengajak 18 orang keluarganya
untuk berlibur.
Tapi sayang, ibunda Ashanty tak bisa turut
serta dalam perjalanan mudik itu. "Aku
bawa saudara- saudara dan keponakanku.
Mamaku lagi sakit jadi nggak bisa ikut,"
ucap Ashanty.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)