Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Daop/divre yang ter-..../paling ....
#61
hehm.... sampe sekarang DAOP VII MN terpopuler.... (menurut saya)
gimana ga..???
- punya KA yg berangkat dari DAOP lain (Senja Kediri)
- punya pabrik-nya KA (INKA)
- Punya stasiun percabangan yg strategis sehingga semua KA berhenti normal disana (Kertosono)

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
#62
Rainbow 
Daop I : Paling Kaya
Karena sangat banyak Kereta Api yang dikendalikan bisa me+pulang, me+pergi
Daop II : Paling Tinggi
stasiun berelevasi tinggi di sini
Daop III : Paling aneh
karena sedikit stasiun besar disini
Daop IV : Paling Jadul
Rute Ka Tertua berada di siniBye Bye
jalur rel yang sudah berusia lebih dari 30 tahun (rel Solo - Gundih - Telawa - Brumbung)
Daop V :terbersih Lok Merah Biru
jalur rel yang baik R42 dan R54 di sini
Daop VI : artistik banget (juara 1)Senang
banyak stasiun yang dijadikan tempat wisata ( tempat narsis) NgakakNgeledek
daop VII : Terlezat, Terkecil, juara industri, pelambat
Pecel Madiun
Rel aktif terpendek di jawa
ada inka di daop vii
ka pada jalan pelan di petak timur daop vii (haha meskipun saya rf daop VII saya mengkritik keras hal ini
daop vii :Kado
terbahaya karena sering terjadi goncangan
daop IX : tersepi, terasing
paling jarang ka lewat disini
ka hanya sedikit

Reply
#63
Daops I Jakarta :
- Daops terbanyak komuter KRL-nya.
- Terbanyak alias semuanya sudah sinyal elektrik.

Daops IV Semarang > Yang terbanyak rel percabangannya. Tapi sayangnya pada mati semua...Bethe
Daops V Purwokerto > Daops terindah panorama alam pegunungannya.

Daops VI Yogyakarta :
- Daops yang terbanyak komuter KRD-nya.
- Daops terbanyak rel gandanya di luar Daops I Jakarta.
- Daops dengan pemandangan indah buat ditonton masyarakat. Tengok aja stasiun Lempuyangan kalau sore... Pd berkerumun nyaksiin KA seliweran khan...

Reply
#64
(29-07-2011, 06:07 AM)Dana Komuter Wrote: Daops I Jakarta :
- Daops terbanyak komuter KRL-nya.
- Terbanyak alias semuanya sudah sinyal elektrik.

Daops IV Semarang > Yang terbanyak rel percabangannya. Tapi sayangnya pada mati semua...Bethe
Daops V Purwokerto > Daops terindah panorama alam pegunungannya.

Daops VI Yogyakarta :
- Daops yang terbanyak komuter KRD-nya.
- Daops terbanyak rel gandanya di luar Daops I Jakarta.
- Daops dengan pemandangan indah buat ditonton masyarakat. Tengok aja stasiun Lempuyangan kalau sore... Pd berkerumun nyaksiin KA seliweran khan...

Sekedar menanggapi:
1. Daop I Jakarta belum semuanya pake sinyal elektrik, coba aja liat stasiun TPK (Tanjung Priok), lintas BTT-SI (Batutulis-Sukabumi), masih pake sinyal mekanik, padahal mereka ada di wilayah daop I JKT. Justru yg sudah 100% pake sinyal elektrik tuh daop III CN.
2. Mungkin maksudnya lintas/jalur cabangnya, ya? Kalo stasiun buat percabangan masih ada yg aktif, contohnya Brumbung, ada percabangan ke Gundih/Solo (sementara masih belom dilewati kereta, g tau kalo jembatan di Gundih udah selesai) & Gambringan/Surabaya (aktif), Gambringan, percabangan ke Brumbung/Semarang/Jakarta (aktif) & Gundih/Solo (aktif), serta Gundih, yg satu ke Brumbung/Semarang/Jakarta (sementara masih belom dilewati kereta, g tau kalo jembatan di Gundih udah selesai) & Gambringan/Surabaya (aktif).
3. Gak cuman daop V Purwokerto aja yg terindah panorama alam pegunungannya. Liat aja daop II Bandung, daop VIII Surabaya (lintas ML-BL), daop IX Jember (KLT-KBR), daop I Jakarta (lintas BOO-SI), divre II Sumbar, divre III Sumsel & Lampung (ke arah LLG), semua daop & divre yg disebutin itu juga gak kalah bagus panorama pegunungannya. Malah daop II Bandung & divre II Sumbar hampir seluruh wilayahnya pegunungan, kan?
4. Kalo jumlah komuter KRD terbanyak mungkin iya, daop VI cuman beda tipis dg daop II kalo soal jumlah komuter KRD. Tengok aja stasiun BD antara pagi-malam, jumlah KRDnya juga gak kalah banyak, kan?
5. Mungkin bukan terbanyak maksudnya, tapi terpanjang. Cuman kalo soal rel ganda terpanjang, masih ada yg lebih panjang sedikit daripada daop VI, yaitu daop III CN (coba aja bandingkan jalur SLO-perbatasan daop V & VI dg perbatasan daop I & III-CNP, masih lebih panjang sedikit daop III).

Sekian komen saya, mohon maaf kalo ada kesalahan, CMIIW.Xie Xie
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#65
Stuktur 28 September 1945

01>
Di Pulau Jawa terdapat 3 eksploitasi, dengan :

Eksploitasi Barat,
[Jawa Barat, termasuk DKI Jakarta + penyeberangan Mrk - BHN]

Eksploitasi Tengah,
[Jawa Tengah, tidak termasuk Sragen]

Eksploitasi Timur,
[Jawa Timur + Sragen+ penyeberangan Ujung - Kamal dan Ketapang - Gilimanuk]

Terdapat 11 Inspeksi :

1 Jakarta
2 Cirebon
3 Bandung
4 Purwokerto
5/7 Semarang [termasuk Jepara, inspeksi 7]
6 Yogyakarta
8 Madiun
9 Surabaya [Ujg - Kml]
10 Malang
11 Jember [Ken - Gi]

Di Sumatera, ada 3 Eksploitasi, dengan jalur rel yang terpisah.

Eksploitasi Sumatera Utara
Eksploitasi Sumatera Barat
Eksploitasi Sumatera Selatan

Terdapat 4 Inspeksi :

12 Tanjung Karang [TNK]
13 Kertapati [KPT]
14 Padang [PD]
15 Kisaran [KIS]

Sekitar tahun 1975, Kisaran di non aktif kan, karena banyak gangguan pada saat itu.


02>
Pada tanggal 01 April 1979, semua penyeberangan beralih ke ASDP dan BY MN menjadi INKA.


03>
Pada bulan November 1989, terjadi likuidasi kembali.

3 Eksploitasi di Jawa digabung menjadi 1 eksploitasi,
dengan nama Wilayah Usaha [Wilu], dengan berpusat di Semarang.

Tahun 1997, Wilu Jawa dihapus, dan kantor pusat dipindah ke BD.

Dari 11 Inspeksi, menjadi 9 Daerah Operasi / Daop,
seperti yang ada saat ini, dan wilayah Daop 9 JR, hanya sampai BWI.

Sedangkan di Sumatera, tetap 3 Eksploitasi dengan 3 Inspeksi,
karena Kisaran telah ditutup.

4>
Pada tahun 1999,
Di Sumatera, eksploitasi menjadi Divre,

Divre SU [kelapa sawit, Pertamina, penumpang]
Divre SB [semen curah, batubara]
Divre SS [BBM, Babaranjang, penumpang]

Pada tahun 2000/2001,
Divisi Jabotabek yang dipimpin oleh Kadiv,
berubah menjadi Jabodetabek.

Kedudukan Kadiv, Kadivre dan Kadaop adalah setara.


Catatan diatas adalah hasil ngobrol-ngobrol,
dengan seorang pensiunan Kereta Api,
yang dahulu karena tugasnya,
banyak berhubungan dengan administrasi kereta.

Semoga saya tidak salah mengutip,
dan silakan jika ada yang ingin melengkapi,
Semoga bermanfaat.

Salam 35
Adi Sutjipto.






Reply
#66
(04-08-2011, 11:08 PM)Adi Sutjipto Wrote: Stuktur 28 September 1945

01>
Di Pulau Jawa terdapat 3 eksploitasi, dengan :

Eksploitasi Barat,
[Jawa Barat, termasuk DKI Jakarta + penyeberangan Mrk - BHN]

Eksploitasi Tengah,
[Jawa Tengah, tidak termasuk Sragen]

Eksploitasi Timur,
[Jawa Timur + Sragen+ penyeberangan Ujung - Kamal dan Ketapang - Gilimanuk]

Terdapat 11 Inspeksi :

1 Jakarta
2 Cirebon
3 Bandung
4 Purwokerto
5/7 Semarang [termasuk Jepara, inspeksi 7]
6 Yogyakarta
8 Madiun
9 Surabaya [Ujg - Kml]
[b]10 Malang

11 Jember [Ken - Gi]

Di Sumatera, ada 3 Eksploitasi, dengan jalur rel yang terpisah.

Eksploitasi Sumatera Utara
Eksploitasi Sumatera Barat
Eksploitasi Sumatera Selatan

Terdapat 4 Inspeksi :

12 Tanjung Karang [TNK]
13 Kertapati [KPT]
14 Padang [PD]
15 Kisaran [KIS]

Sekitar tahun 1975, Kisaran di non aktif kan, karena banyak gangguan pada saat itu.

[/b]

02>
Pada tanggal 01 April 1979, semua penyeberangan beralih ke ASDP dan BY MN menjadi INKA.


03>
Pada bulan November 1989, terjadi likuidasi kembali.

3 Eksploitasi di Jawa digabung menjadi 1 eksploitasi,
dengan nama Wilayah Usaha [Wilu], dengan berpusat di Semarang.

Tahun 1997, Wilu Jawa dihapus, dan kantor pusat dipindah ke BD.

Dari 11 Inspeksi, menjadi 9 Daerah Operasi / Daop,
seperti yang ada saat ini, dan wilayah Daop 9 JR, hanya sampai BWI.

Sedangkan di Sumatera, tetap 3 Eksploitasi dengan 3 Inspeksi,
karena Kisaran telah ditutup.

4>
Pada tahun 1999,
Di Sumatera, eksploitasi menjadi Divre,

Divre SU [kelapa sawit, Pertamina, penumpang]
Divre SB [semen curah, batubara]
Divre SS [BBM, Babaranjang, penumpang]

Pada tahun 2000/2001,
Divisi Jabotabek yang dipimpin oleh Kadiv,
berubah menjadi Jabodetabek.

Kedudukan Kadiv, Kadivre dan Kadaop adalah setara.


Catatan diatas adalah hasil ngobrol-ngobrol,
dengan seorang pensiunan Kereta Api,
yang dahulu karena tugasnya,
banyak berhubungan dengan administrasi kereta.

Semoga saya tidak salah mengutip,
dan silakan jika ada yang ingin melengkapi,
Semoga bermanfaat.

Salam 35
Adi Sutjipto.

Yang dicetak tebal miring : Ternyata Malang hampir saja menjadi Daop X ya... Jadi ngerti mengapa Pak Adi punya jabatan Kadaop X...Ngakak

Btw, thanks Pak Kadaop X atas share pengetahuannya...Xie Xie
Facebook : Mas Bodhonk Spoorwegen Maatschapij

Biasakan Ijin kpd Pihak PT. KAI (bila akan melakukan kegiatan dlm bentuk apapun di area PT. KAI) meskipun kita adalah RF. Kedepankan 4S Xie Xie
Reply
#67
Perlu saya tambahkan dan sekaligus melengkapi keterangan dari KADAOP X, bahwasannya untuk pembagian wilayaha Jawa menjadi Barat, Tengah dan Timur, itu juga terulis di rangkaian gerbong penumpang baik AW, BW dan CW,

Misalnya untuk Wilayah Ekspoatasi Barat: Bandung, di gerbongnya akan tertulis: BT Bd artinya (Barat Bandung)


Demikian pula ekspolatasi Tengah: PWT, di gerbongnya akan tertulis: Th Pwt artinya: Tengah Pwt


Untuk Ekspolatasi Timur: Ml, digerbongnya akan tertulis Tr Ml, artinya Timur Malang

Demikian seterusnya, mudahan penambahan ini akan menjadi masukan bagi kita semua, makasih


Lok Merah BiruLok Merah Biru

[Image: KAGajayana01.jpg]
Reply
#68
(04-08-2011, 11:08 PM)Adi Sutjipto Wrote: [spoiler]Stuktur 28 September 1945

01>
Di Pulau Jawa terdapat 3 eksploitasi, dengan :

Eksploitasi Barat,
[Jawa Barat, termasuk DKI Jakarta + penyeberangan Mrk - BHN]

Eksploitasi Tengah,
[Jawa Tengah, tidak termasuk Sragen]

Eksploitasi Timur,
[Jawa Timur + Sragen+ penyeberangan Ujung - Kamal dan Ketapang - Gilimanuk]

Terdapat 11 Inspeksi :

1 Jakarta
2 Cirebon
3 Bandung
4 Purwokerto
5/7 Semarang [termasuk Jepara, inspeksi 7]
6 Yogyakarta
8 Madiun
9 Surabaya [Ujg - Kml]
10 Malang
11 Jember [Ken - Gi]

Di Sumatera, ada 3 Eksploitasi, dengan jalur rel yang terpisah.

Eksploitasi Sumatera Utara
Eksploitasi Sumatera Barat
Eksploitasi Sumatera Selatan

Terdapat 4 Inspeksi :

12 Tanjung Karang [TNK]
13 Kertapati [KPT]
14 Padang [PD]
15 Kisaran [KIS]

Sekitar tahun 1975, Kisaran di non aktif kan, karena banyak gangguan pada saat itu.


02>
Pada tanggal 01 April 1979, semua penyeberangan beralih ke ASDP dan BY MN menjadi INKA.


03>
Pada bulan November 1989, terjadi likuidasi kembali.

3 Eksploitasi di Jawa digabung menjadi 1 eksploitasi,
dengan nama Wilayah Usaha [Wilu], dengan berpusat di Semarang.

Tahun 1997, Wilu Jawa dihapus, dan kantor pusat dipindah ke BD.

Dari 11 Inspeksi, menjadi 9 Daerah Operasi / Daop,
seperti yang ada saat ini, dan wilayah Daop 9 JR, hanya sampai BWI.

Sedangkan di Sumatera, tetap 3 Eksploitasi dengan 3 Inspeksi,
karena Kisaran telah ditutup.

4>
Pada tahun 1999,
Di Sumatera, eksploitasi menjadi Divre,

Divre SU [kelapa sawit, Pertamina, penumpang]
Divre SB [semen curah, batubara]
Divre SS [BBM, Babaranjang, penumpang]

Pada tahun 2000/2001,
Divisi Jabotabek yang dipimpin oleh Kadiv,
berubah menjadi Jabodetabek.

Kedudukan Kadiv, Kadivre dan Kadaop adalah setara.


Catatan diatas adalah hasil ngobrol-ngobrol,
dengan seorang pensiunan Kereta Api,
yang dahulu karena tugasnya,
banyak berhubungan dengan administrasi kereta.

Semoga saya tidak salah mengutip,
dan silakan jika ada yang ingin melengkapi,
Semoga bermanfaat.

Salam 35
Adi Sutjipto.
[/spoiler]

Nice info. Teng Kyu. Mohon ijin copas Pak. Buat arsip. Xie Xie
Reply
#69
(05-08-2011, 10:27 AM)Bambang Hadi Triono Wrote: Perlu saya tambahkan dan sekaligus melengkapi keterangan dari KADAOP X, bahwasannya untuk pembagian wilayaha Jawa menjadi Barat, Tengah dan Timur, itu juga terulis di rangkaian gerbong penumpang baik AW, BW dan CW,

Misalnya untuk Wilayah Ekspoatasi Barat: Bandung, di gerbongnya akan tertulis: BT Bd artinya (Barat Bandung)


Demikian pula ekspolatasi Tengah: PWT, di gerbongnya akan tertulis: Th Pwt artinya: Tengah Pwt


Untuk Ekspolatasi Timur: Ml, digerbongnya akan tertulis Tr Ml, artinya Timur Malang

Demikian seterusnya, mudahan penambahan ini akan menjadi masukan bagi kita semua, makasih


Lok Merah BiruLok Merah Biru

Top BangetTop BangetTop Banget
Trims Pak Bambang... Nais inpoh...
Facebook : Mas Bodhonk Spoorwegen Maatschapij

Biasakan Ijin kpd Pihak PT. KAI (bila akan melakukan kegiatan dlm bentuk apapun di area PT. KAI) meskipun kita adalah RF. Kedepankan 4S Xie Xie
Reply
#70
setelah saya baca penjelasan Pak Adi, ternyata struktur PT. KA boleh dibilang agak 'random' (maaf, sekedar komentar orang awam). bagian-bagian yang setingkat diberi tiga nama berbeda, dan (sepertinya) punya struktur manajemen internal yang berbeda juga.

barangkali untuk menyesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing....?
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)