Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
MASA KEEMASAN KERETA API INDONESIA
#11
Kapan ya kita bisa menikmati pelayanan ala pesawat di Kereta ya?Sedih
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Reply
#12
KRL boleh juga kan?


Saya inget pas itu, skitar taun 2008-an. Saya kira-kira masih 3 SD lah...
Nah, dulu itu... KRL Express bener-bener Express! Saya salut banget ama KRL Express... Terutama, pas itu KRL Ekspress cuman brenti di GMR... dan ga banyak berenti kaya sekarang.... Dulu juga ada Semi-Express (hampir sama kaya Eko AC, cuman bedanya ga brenti di semua stasiun... kayak KA Bisnis gitu lah), yang brenti hanya di beberapa stasiun besar...

Rinduuu banget rasanya ma jaman dulu Sedih

Tapi, semenjak jaman PT KA Divisi Jabotabek berganti jadi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Jabodetabek (PT KCJ). Kemana semua itu? BingungSedih

Salut pas jaman PT KA Divisi Jabotabek! Playboy
Tak banyak cakap dan lain²... hanya promosi Facebook

(FACEBOOK SILAHKAN KLIK GAMBAR DIBAWAH BERIKUT)
Reply
#13
Yang pasti MASA KE-EMAS-AN KERETA API INDONESIA udah lewat deh. Alasannya karena sekarang ini harga EMAS perhiasan per gramnya udah mwahal bwuanget. Ngakak
Reply
#14
Apakah masa terbaik itu jamannya Perumka / PJKA ?
Apakah yang membedakan dari status PT ke Perum / Jawatan ?

Apakah bisa dikembalikan lagi / di turunkan statusnya menjadi Perum / Jawatan ?
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply
#15
(23-06-2011, 11:32 PM)krisnasip Wrote: Apakah masa terbaik itu jamannya Perumka / PJKA ?
Apakah yang membedakan dari status PT ke Perum / Jawatan ?

Apakah bisa dikembalikan lagi / di turunkan statusnya menjadi Perum / Jawatan ?

waktu Jawatan,
mereka tdk mengoptimalkan keuntungan semata..tetapi kepada jaminan ketersediaan jasa KA yang mumpuni..

waktu Perum,
naik dikit dari Jawatan,mereka bisa mengambil keuntungan,tetapi ada regulasi yang jelas bahwa pelayanan prima tetap diutamakan

sekarang..PT..
hakikatnya mencari keuntungan sendiri...tapi lha kok sebagai PT malah melupakan fakta bahwa penumpang,atau konsumen adalah "darah yang menjaga detak jantung" mereka..???
693-5073-893-673
Reply
#16
negara sepertinya merasa perlu secepatnya mengubah status perusahaan dari jawatan-perum ke pt. apalagi kalo bukan masalah pengurangan subsidi, dan juga stsatus pegawai yang bukan pns sangat meringankan negara.

lucunya, denger2 uang pensiun hak eks pegawai pjka/perumka belum dibayar negara? ujung2nya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nombokin lagi uang ini yang jumlahnya 2T lebih.

apa mungkin gara2 masalah itu kah, semangat melayani klien jadi luntur di pt. kai? terbebani urusan masa lalu yang belum selesai. ditambah kebijakan2 yang tidak menguntungkan terhadap kereta.

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#17
Hmmm kalau saya pribadi cuma bisa menilai dari pengalaman aja.
Tahun 89-91 saya tiap minggu pulang pergi surabaya-jogja naik purbaya dan Argopura BB301+4K3+1km. Jarak tempuhnya cukup cepat dan tepat waktu hanya butuh 6-6,5jam. Dengan tempat duduk 80penumpang/gerbong+kipas angin walau joknya masih pakai anyaman rotan dan kalau turun pada bentol bentol karena banyak kutu busuknya, tapi masih sangat nyaman, toilet penuh dengan air. Tidak banyak bersilang dengan kereta bisnis dan eksekutif.
Tahun 91-95 hampir tiap minggu pulang pergi surabaya-jakarta dengan kekasih yang kini hilang yaitu sang legenda GBMU dari SBI kalau ndak lupa dulu berangkat jam 17.30 tapi sangat nyaman keadaan waktu itu tepat waktu walau masih single track.
SBI-SMT ndak pernah ketemu yang namanya silang sama kereta bisnis/eksekutif hehehe lanjut terus walau hanya di tarik oleh simbah BB301/304 tapi jarak tempuhnya cukup singkat hanya butuh waktu 4,5-5jam.
Tahun 2000-2002 tiap minggu pulang pergi sby-smg langganan sang legenda jayabaya utara dan GBMU. Tapi ada yang berubah dari sang kekasih GBMU yang seringnya di tarik ama BB203 dengan keunggulan yang di miliki oleh si GBMU adalah perjalanan yang super cepat sbi-smt-smc cuma 4,5jam jarak tempuhnya hehehe bahkan lebih cepat di bandingkan dengan kereta kelas eksekutif jaman PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Dan ingat waktu itu Rata rata kecepatan kereta utara antara petak SBI-SMT-SMC berkisar 90-110km/jam.
Kalau sekarang boro boro bisa 90km/jam. Yang ada malah lelet gak ketulungan sekarang aja kertajaya SBI-BABAT 80menit.
Dulu waktu jaman PJKA dan perumka cuma butuh waktu 45-50menit. Untuk sbi-babat.
Reply
#18
Semutsdt Wrote:[spoiler]

Hmmm kalau saya pribadi cuma bisa menilai dari pengalaman aja.
Tahun 89-91 saya tiap minggu pulang pergi surabaya-jogja naik purbaya dan Argopura BB301+4K3+1km. Jarak tempuhnya cukup cepat dan tepat waktu hanya butuh 6-6,5jam. Dengan tempat duduk 80penumpang/gerbong+kipas angin walau joknya masih pakai anyaman rotan dan kalau turun pada bentol bentol karena banyak kutu busuknya, tapi masih sangat nyaman, toilet penuh dengan air. Tidak banyak bersilang dengan kereta bisnis dan eksekutif.
Tahun 91-95 hampir tiap minggu pulang pergi surabaya-jakarta dengan kekasih yang kini hilang yaitu sang legenda GBMU dari SBI kalau ndak lupa dulu berangkat jam 17.30 tapi sangat nyaman keadaan waktu itu tepat waktu walau masih single track.
SBI-SMT ndak pernah ketemu yang namanya silang sama kereta bisnis/eksekutif hehehe lanjut terus walau hanya di tarik oleh simbah BB301/304 tapi jarak tempuhnya cukup singkat hanya butuh waktu 4,5-5jam.
Tahun 2000-2002 tiap minggu pulang pergi sby-smg langganan sang legenda jayabaya utara dan GBMU. Tapi ada yang berubah dari sang kekasih GBMU yang seringnya di tarik ama BB203 dengan keunggulan yang di miliki oleh si GBMU adalah perjalanan yang super cepat sbi-smt-smc cuma 4,5jam jarak tempuhnya hehehe bahkan lebih cepat di bandingkan dengan kereta kelas eksekutif jaman PT. Kereta Api (Persero).
Dan ingat waktu itu Rata rata kecepatan kereta utara antara petak SBI-SMT-SMC berkisar 90-110km/jam.
Kalau sekarang boro boro bisa 90km/jam. Yang ada malah lelet gak ketulungan sekarang aja kertajaya SBI-BABAT 80menit.
Dulu waktu jaman PJKA dan perumka cuma butuh waktu 45-50menit. Untuk sbi-babat.
[/spoiler]

Betul Om.

Masa Keemasan bisa diartikan juga
> Masa di mana pada saat2 KA menempuh perjalanan dengan waktu yang singkat
> Masa pada saat banyak jalur KA Cabang masih aktif sehingga hampir seluruh lapisan masyarakat di kota kecil lainnya dapat menikmati nyamannya naik kereta api dengan tarip yang lebih murah dari moda transportasi darat yang lain , dan hal ini sudah terbukti pada masa silam.
> Masa pada saat naik KA Ekonomi bisa duduk longgar karena seat settingnya 2-2 walaupun plus bentol2
> Masa pada saat2 orang bercerita dengan bangga dan puas bahwa telah melakukan perjalanan dengan kereta api walau kelas ekonomi sekalipun.
> Masa pada jaman para Abdi dalem kereta api dapat melayani penumpang dengan ikhlas , penuh tanggung-jawab dan tulus sehingga para penumpang dapat terkesan.

ada yang setuju ?.....
Reply
#19
(25-06-2011, 09:25 AM)BAMBANG EKO Wrote:
Semutsdt Wrote:[spoiler]

Hmmm kalau saya pribadi cuma bisa menilai dari pengalaman aja.
Tahun 89-91 saya tiap minggu pulang pergi surabaya-jogja naik purbaya dan Argopura BB301+4K3+1km. Jarak tempuhnya cukup cepat dan tepat waktu hanya butuh 6-6,5jam. Dengan tempat duduk 80penumpang/gerbong+kipas angin walau joknya masih pakai anyaman rotan dan kalau turun pada bentol bentol karena banyak kutu busuknya, tapi masih sangat nyaman, toilet penuh dengan air. Tidak banyak bersilang dengan kereta bisnis dan eksekutif.
Tahun 91-95 hampir tiap minggu pulang pergi surabaya-jakarta dengan kekasih yang kini hilang yaitu sang legenda GBMU dari SBI kalau ndak lupa dulu berangkat jam 17.30 tapi sangat nyaman keadaan waktu itu tepat waktu walau masih single track.
SBI-SMT ndak pernah ketemu yang namanya silang sama kereta bisnis/eksekutif hehehe lanjut terus walau hanya di tarik oleh simbah BB301/304 tapi jarak tempuhnya cukup singkat hanya butuh waktu 4,5-5jam.
Tahun 2000-2002 tiap minggu pulang pergi sby-smg langganan sang legenda jayabaya utara dan GBMU. Tapi ada yang berubah dari sang kekasih GBMU yang seringnya di tarik ama BB203 dengan keunggulan yang di miliki oleh si GBMU adalah perjalanan yang super cepat sbi-smt-smc cuma 4,5jam jarak tempuhnya hehehe bahkan lebih cepat di bandingkan dengan kereta kelas eksekutif jaman PT. Kereta Api (Persero).
Dan ingat waktu itu Rata rata kecepatan kereta utara antara petak SBI-SMT-SMC berkisar 90-110km/jam.
Kalau sekarang boro boro bisa 90km/jam. Yang ada malah lelet gak ketulungan sekarang aja kertajaya SBI-BABAT 80menit.
Dulu waktu jaman PJKA dan perumka cuma butuh waktu 45-50menit. Untuk sbi-babat.
[/spoiler]

Betul Om.
[spoiler]
Masa Keemasan bisa diartikan juga
> Masa di mana pada saat2 KA menempuh perjalanan dengan waktu yang singkat
> Masa pada saat banyak jalur KA Cabang masih aktif sehingga hampir seluruh lapisan masyarakat di kota kecil lainnya dapat menikmati nyamannya naik kereta api dengan tarip yang lebih murah dari moda transportasi darat yang lain , dan hal ini sudah terbukti pada masa silam.
> Masa pada saat naik KA Ekonomi bisa duduk longgar karena seat settingnya 2-2 walaupun plus bentol2
> Masa pada saat2 orang bercerita dengan bangga dan puas bahwa telah melakukan perjalanan dengan kereta api walau kelas ekonomi sekalipun.
> Masa pada jaman para Abdi dalem kereta api dapat melayani penumpang dengan ikhlas , penuh tanggung-jawab dan tulus sehingga para penumpang dapat terkesan.
[/spoiler]
ada yang setuju ?.....

Ada Mas. Saya. Alasannya karena saya ngrasain jaman itu. Nyepur terasa diuwongke.
Reply
#20
Setuju. Kebijakan pengolahan Kereta Api memang sangat baik pada zaman PERUMKA. Pada zaman itu menjadikan Kereta Api merupakan Moda transportasi yang anggepannya "Nyesel ga naik KA". Selain pelayanan yg superduper mantap, kelas dan Kelayakan KA dalam perjalanan juga baik. Salah satunya pada KA Argo Bromo (KZ). hhmm, kalo di bilang memang susah, tapi anda liat sendiri deh Interiornya yg super mantap Ngiler

Interior KZ dengan ruang internet dan fax

[Image: 31794_1463209070360_1537489257_1150240_4117019_n.jpg]

Kereta makan KZ

[Image: 31794_1463209110361_1537489257_1150241_2300177_n.jpg]

Tempat duduk kelas KZ

[Image: 31794_1463209150362_1537489257_1150242_33005_n.jpg]

Ruang internet kelas KZ

[Image: 31794_1463209190363_1537489257_1150243_121466_n.jpg]

Saya nge Share foto itu hanya untuk menunjukkan, betapa seriusnya para petinggi di PERUMKA dalam membuat Transportasi Massal yang baik dan nyaman. Bye Bye
Jatinegara Station

[Image: 250540_1708989935374_1556859165_31288388_7805684_n.jpg]

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)