03-06-2011, 02:41 PM
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
|
cara bawa jenazah di ka
|
|
03-06-2011, 02:41 PM
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
03-06-2011, 03:07 PM
Sependapat dengan pak Adi selama ini belum pernah saya liat ada jenazah yang menggunakan KA kecuali ada PLH.
Tapi bila memang tujuannya untuk dikirim saya rasa tidak mungkin selama ini Pesawat menajdi pilihan utama dan selanjutnya ya mobil jenazah walaw harus menempuh jarak jauh untuk ke kota lain. SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
03-06-2011, 03:25 PM
(03-06-2011, 03:07 PM)Joe_cn Wrote: Sependapat dengan pak Adi selama ini belum pernah saya liat ada jenazah yang menggunakan KA kecuali ada PLH. Sebenarnya, contoh sederhananya begini; Seandainya saya punya penyakit jantung dan harus operasi di Jakarta, dengan biaya sendiri yang mungkin biayanya senilai sebuah mobil kelas medium terbaru, sayapun, milih rumah sakitnya yang termahal, dengan dokter paling top, jika pada akhirnya meninggal, pasti oleh keluarga saya, waktu memulangkan jenazah, ya karena kemampuan keluarga saya, pasti dibawa dengan pesawat, kalau perlu, ya men charter. Misal, kalau kemampuan dibawah itu, walau tetap harus dioperasi, tapi cari rumah sakit yang bukan paling mahal, dokternya juga bukan yang paling top, ya keluarga masih mampu untuk menyewakan ambulance/ mobil jenazah. Ini beda, jika saya terpaksa harus bekerja di luar kota, dan pekerjaan tersebut, karena faktor pendidikan atau keahlian yang kurang baik, saya bekerja disektor informal. Ketika saya mengalami PLH dan meninggal, bisa bingung anak istri saya, ketika harus memulangkan jenazah saya, karena keterbatasan finansial keluarga besar kami. Jangankan mau dikirim pakai mobil jenazah atau naik kereta, mungkin sewaktu mendengar saya meninggal, istri saya saja bingung, bagaimana caranya untuk menjemput, jika uang tidak ada. Ini hanya contoh saja. Ayo, kembali ke Topik lagi yuk.....
03-06-2011, 04:18 PM
ini pengalaman sodara saya sih jadi dulu sodara saya pernah membawa jenazah ayahnya sendiri dari jakarta ke jogja dan itu di tempatkan di gerbong biasa yakni di tempat penumpang. Dulu sodara saya bilang ga ada tempat buat jenazah ya penumpang juga takut deh
saya setuju kalau gerbong aling2 buat bawa jenazah saja
![]() Penumpang yang masih hidup kan ngerti kalau PLH siapa yang nyusul gue
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa
Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu ![]() BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
03-06-2011, 11:37 PM
(03-06-2011, 06:41 PM)krisnasip Wrote: saya setuju kalau gerbong aling2 buat bawa jenazah saja ![]() Dalam kenyataannya, selama kereta api beroperasi, mungkin hanya sedikit sekali mereka yang mengirimkan [terpaksa] jenazah, dengan kereta api. Tentu, mereka punya banyak pertimbangan dan sepertinya, menjadi alternatif terakhir. Kalau toch ada, pasti dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, dalam arti, diusahakan, para penumpang lain tidak tahu, dengan dibuat kesan, seolah-olah sedang sakit keras atau agak pingsan/ lemas. Karena jika tahu, pasti akan dilarang oleh kebanyakan penumpang. Kalau prosedur pengirimannya, ya seperti yang telah saya utarakan diatas. Harga pasti lebih mahal, sudah tidak bisa ditumpuk, pengawal paket yang biasanya ikut dalam gerbong bagasi, pasti ohsram..... Dan biasanya, jika pengawalnya yang menolak karena mungkin takut dan hal ini masih manusiawi, jadi pada akhirnya, kalau tidak ada yang mau mengawal, ya ditolak secara halus. [spoiler]* Kalau yang dengan pesawat udara, jika dari China, tidak boleh mengirim dengan peti mati, tapi dikremasi terlebih dahulu. Hanya saya kurang tahu, jika yang meninggal seorang Moslem, bagaimana ketentuannya. Tidak semua maskapai penerbangan disini bersedia mengangkut peti mati, mungkin punya alasan tersendiri. Tapi untuk beratnya, katanya pada umumnya, untuk peti mati model barat, beratnya dianggap 200 kg. Dan untuk pengambilan dengan mobil jenazah yang mendekati pesawat, harus dengan ijin dan diantar petugas bandara, setelah diberikan aba-aba. Biasanya menunggu setelah semua penumpang turun.[/spoiler] ![]() ![]()
06-07-2011, 04:33 AM
Quote:dan menurut pengalaman saya waktu ngantar jenazah dari malang ke bandara juanda. jenazahnya tidak di naikin pesawat penumpang pak. jadi pake pesawat kusus cargo./ ekspedisi(02-06-2011, 11:26 PM)Adi Sutjipto Wrote:(01-06-2011, 09:00 AM)bonbon Wrote: [spoiler][/spoiler]
give me more BRP please
19-12-2011, 10:52 PM
SEREM AMAT!!!
Aku yang biasa ngurus jenasah aja mendengarnya serem juga, satu kereta dengan Mayat!! Jadi kepikiran serem juga...
25-12-2011, 09:01 AM
Kalo masalah bawa jenazah pake KA, Dulu keraton kasunanan solo punya kereta jenazah beserta lokomotif khusus untuk menariknya... sekarang disimpan di alun-alun kidul / selatan ... terbuka untuk umum sih kalau mau liat.
Facebook :
[/url][url=https://web.facebook.com/Andimas.Prasetyo]Andimas Prasetyo K Official Web : APEKAmesh Productions
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|