Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Penataran
(27-04-2011, 09:52 AM)Ken Aditya Wrote: Panjang sepur belok di WN, SKJ, dan SN, apa maksudnya? Mohon maaf, saya ga mengerti. PT. KAI setiap tahun akan menambah jumlah Lok, berdasar berita dari Dephub tahun lalu, terus akan kerjasama dengan Perusahaan Bombardier, betulkah nama perusahaannya ini? Penambahan tersebut apa masih kurang dibanding dengan kebutuhan layanan saat ini?

Sepur belok itu rel yang bercabang dari rel utama misalnya seperti ini :


[Image: 3526516147_36a75db1fc.jpg]

Itu KA dengan lok CC 201 70 masuk sepur belok...

Yang merasa punya foto, saya pinjam ya...

Kalau perkiraan saya sih masih kurang, karena sekarang PT. KA masih punya tanggungan DAOP IX yang armada lokomotifnya masih kurang memadai terutama mengenai rencana penghidupan kembali jalur Kalisat-Panarukan...

Kalau misalnya KA Penataran mau DT, minimal Dipo SDT harus punya 10 - 12 lokomotif baru...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
Kalo ane lebih prefer jalur ini pake KRD. Seperti di Jepang KRD KIHA-85. Jalur yang di lalui KRD ini di Jepang seperti jalur Gambir-Bandung, yang pasti tanjakannya lebih heboh daripada Bangil-Malang. Satu rangkaian terdiri dari 7 unit. Setiap unit dilengapi 2 mesin Diesel Cummins NTA-855-R1yang masing-masing mempunyai daya 350 HP yang menggerakkan roda pada bogie 1 dan 2. Daya mesin total satu rangkaian 7x2x350 HP = 4900 HP. Lebih besar dari tenaga 2 lokomtif CC 203. Apalagi kalo KRD nya berkonsep tilting, tambah maknyus dah..

[Image: a2vric.jpg]
Reply
Bagus idenya, semoganya bisa segera direalisasikan PT.KAI. Mungkin akselarasinya lebih cepat? Bisa mengurangi waktu tempuh? Mohon maaf, saya mau tanya, KRD tekanan gandar lebih rendah? Sehingga berpengaruh pada kecepatan?
Reply
(01-05-2011, 09:41 PM)Ken Aditya Wrote: Bagus idenya, semoganya bisa segera direalisasikan PT.KAI. Mungkin akselarasinya lebih cepat? Bisa mengurangi waktu tempuh? Mohon maaf, saya mau tanya, KRD tekanan gandar lebih rendah? Sehingga berpengaruh pada kecepatan?

Tekanan gandar lebih berpengaruh pada rel. Semakin banyak roda pada lokomotif, semakin ringan beban yang diterima oleh rel. Sehingga rel tidak akan cepat rusak/anjlok. Kecepatan dipengaruhi daya mesin dan berat suatu lokomotif/KRD/KRL. Akselerasi dipengaruhi roda penggerak. Semakin banyak roda penggerak dalam suatu rangkaian, maka semakin cepat akselerasinya. Oleh karena itu kenapa KRD/KRL akselerasinya lebih bagus daripada kereta yang ditarik lokomotif. CMIIW dan kembali ke topik.

[Image: a2vric.jpg]
Reply
(27-04-2011, 04:41 PM)CC 203 Wrote:
(27-04-2011, 09:52 AM)Ken Aditya Wrote: Panjang sepur belok di WN, SKJ, dan SN, apa maksudnya? Mohon maaf, saya ga mengerti. PT. KAI setiap tahun akan menambah jumlah Lok, berdasar berita dari Dephub tahun lalu, terus akan kerjasama dengan Perusahaan Bombardier, betulkah nama perusahaannya ini? Penambahan tersebut apa masih kurang dibanding dengan kebutuhan layanan saat ini?

Sepur belok itu rel yang bercabang dari rel utama misalnya seperti ini :


[Image: 3526516147_36a75db1fc.jpg]

Itu KA dengan lok CC 201 70 masuk sepur belok...

Yang merasa punya foto, saya pinjam ya...

Kalau perkiraan saya sih masih kurang, karena sekarang PT. KA masih punya tanggungan DAOP IX yang armada lokomotifnya masih kurang memadai terutama mengenai rencana penghidupan kembali jalur Kalisat-Panarukan...

Kalau misalnya KA Penataran mau DT, minimal Dipo SDT harus punya 10 - 12 lokomotif baru...


Berdasarkan yang saya baca di MKA bulan Juni 2009, Dipo Induk SDT punya alokasi BB 301 sebanyak 13 unit yang siap operasi (Nggak tahu lagi kalai sekarang ada perubahan). Kalau misalnya CC 201 di-DT sama BB 301 kira-kira buat nanjak dari BG sampai LW kuat nggak ya..?Bingung
Reply
Kuat,kan ada parameternya? DT CC 201 dan BB 301 kuat bawa berapa gerbong ya untuk Bangil-Lawang?
Reply
(02-05-2011, 03:40 PM)Ken Aditya Wrote: Kuat,kan ada parameternya? DT CC 201 dan BB 301 kuat bawa berapa gerbong ya untuk Bangil-Lawang?

Kalau biasanya sih, CC 201 bawa 6 gerbong. Kalau BB 301nya mungkin maksimal 4. Jadinya totalnya 10 gerbong. Spekulasi banget, Ngakak
Tapi kalau emang beneran bisa gitu, lumayanlah yang keangkut bisa tambah banyak.
Reply
Jalur ini lumayan rame, butuh Lok super, kuat bawa penumpang dan kuat di tanjakan, kalo pake CC 203 seingat saya bisa 9 gerbong, waktu itu saya naik yang jam 8 pagi ke Malang.
Reply
(03-05-2011, 01:45 PM)Ken Aditya Wrote: Jalur ini lumayan rame, butuh Lok super, kuat bawa penumpang dan kuat di tanjakan, kalo pake CC 203 seingat saya bisa 9 gerbong, waktu itu saya naik yang jam 8 pagi ke Malang.

Jam 8 pagi? berarti itu Penataran Icon ya...? Jarang-jarang emang Penataran ditarik CC 203, seringnya ya CC 201. Stamformasinya tetep 6 gerbong (4 gerbong + 2 gerbong aling2, Ngakak)
Ini barusan saya naik KA Penataran dari Surabaya jam 10.45. Nyampai Malang pas jam setengah dua. Lumayanlah ada kemajuan, bisa datang tepat waktu, Top Banget
Reply
Ya mas, itu tahun 2009, ketika masih baru, benar icon kayaknya, sayang ga ingat nomor seri Lok cuma yang paling ingat, bentuk hidung depan aerodinamis, milik CC 203. Dia bawa rangkaian panjang, 9 gerbong, tpi penuh juga. Sekarang icon sore ya, jam 6.25 dari Gubeng. Apa 2 kali? Jam 8 pagi dan 6.25 sore? Sekarang sekilas saya lihat Penataran jam 8 pagi kelihatan ga sebagus dulu (mohon klarifikasi). Dulu ke Tulungagung saya suka lewat Malang, pake Penataran ini, karena keretanya bagus dan bersih. Tapi gimana Penataran jam 7.45 (Gubeng) sekarang?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)