Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
Ada yg tau kenapa peron 1 2 dan 3 4 GMR bnyk yg retak2 plesterannya??? Seingat saya, lbh kurang 5 tahunan kali ya setelah GMR baru beroperasi, tuh peron udh retak2. Ada yg tau juga berita kecelakaan di GMR waktu lagi di renovasi, kalo gak salah sekitar tahun 91 ato 92 pas tiang2 beton yg bunder2 tuh udh dipasang, ada penumpang, anak kecil jatuh dari kereta di peron GMR. Ada yg tau beritanya gak???
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
^
mas poer, apakah karena diakibatkan lok2 diesel yang beroperasi di gambir? soalnya saya ingatnya dulu rencana awalnya jalur layang mri-jakk itu diperuntukkan khusus krl. sementara ka2 diesel dipindah ke senen dan kota.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
(19-04-2011, 10:39 PM)ady_mcady Wrote: ^
mas poer, apakah karena diakibatkan lok2 diesel yang beroperasi di gambir? soalnya saya ingatnya dulu rencana awalnya jalur layang mri-jakk itu diperuntukkan khusus krl. sementara ka2 diesel dipindah ke senen dan kota.
mungkin juga ya. ato mungkin juga karena masalah kontruksi????
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
Nambahin komentar ttg GMR, mungkin perlu dipikirkan bagi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP 1 JAK untuk merehab kembali Stasiun Gambir.
Dengan menambah 1 jalur dan 1 peron (3/4 ato 1/2 dari lebar peron jalur 1 2 3 4) di sebelah barat dan timur, sehingga nantinya Stasiun Gambir memiliki 6 sepur dimana nantinya sepur lurus berada di jalur 3 dan 4 menjadi jatah KRL sedangkan sepur 1, 2, 5 dan 6 untuk KA jarak jauh. Ato jalur 1 dan 6 untuk KRL, 2, 3, 4 dan 5 untuk KA jarak jauh.
Masalah parkiran nantinya bisa diatur di bagian bawah jalur yg baru, ato merehab kembali parkiran yg sudah ada.
Dan untuk mengurangi kepadatan GMR, mungkin bisa juga dibikinkan solusi untuk memecah konsentrasi penumpang supaya tidak terpusat di Stasiun Gambir.
KA Argo/Eksekutif/Eksekutif+Bisnis (campuran) tujuan Bandung, Cirebon, Purwokerto, Surabaya ( via Utara dan Selatan) Malang diberangkatkan dari JAKK, GMR dan MRI (stabling rangkaian di JAKK, lok kembali dipo JNG via PSE).
KA Argo/Eksekutif tujuan Semarang, Jogja dan Solo (jdw keberangkatan sore/malam) diberangkatkan dari GMR, MRI, (stabling rangkaian di MRI).
KA Argo/Eksekutif tujuan Semarang, Jogja dan Solo (jdw keberangkatan pagi/siang) diberangkatkan dari GMR, PSE (stabling rangkaian di MRI).
Jika ini diberlakukan maka perlu juga adanya penyesuaian jdw keberangkatan KA-KA yg berangkat dari JAKK-PSE-JNG dan THB-MRI-JNG.
Kalo membangun DDT JAKK-GMR-MRI, kayaknya agak sulit deh walau secara teknologi memungkinkan. Jalur antara JAKK-JAYAKARTA-MANGGA BESAR misalnya di sebelah baratnya adalah pemukiman penduduk dan sebelah timurnya ada jalan kecil penghubung JAYAKARTA-MANGGA BESAR, kalo dipaksakan, ongkosnya lebih besar, karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pastinya harus kasih ganti rugi ke penduduk dan ganti rugi ke pemda jika jalan kecil antara JAYAKARTA-MANGGA BESAR dimatikan.
Jalur MANGGA BESAR-SAWAH BESAR, kayaknya memungkinkan karena ada lahan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yg dijadikan jalan untuk akses ke kios2 yg dibangun di bawah jalan layang KA di petak tersebut.
SAWAH BESAR-GONDANGDIA-GAMBIR, hampir sama juga lahannya kayak MANGGA BESAR-SAWAH BESAR, cuma bedanya gak ada kios2 (gak tau kalo sekarang).
GAMBIR-CIKINI, mungkin bakal ngepras jalan di timur dan baratnya.
Ada pendapat lain???
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 2,014
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
39
03-06-2011, 06:11 PM
(This post was last modified: 03-06-2011, 06:13 PM by hedwigus.)
Googling dapet photo ini ... jadul banget
Mohon maaf untuk yang punya photo, saya tempel disini ya
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
03-06-2011, 09:07 PM
(This post was last modified: 03-06-2011, 09:19 PM by Dana Komuter.)
Waw... saya gak pernah ngeh kalau selepas Jl. Ir. H. Juanda ada sinyal mekanik yang dobel kala itu. Memangnya rel percabangan kala itu dah dimulai dari PJL Juanda yah utnuk ke stasiun Gambir? Apa ini karena pada saat itu ada halte Pintu Air? Yang jelas di petak rel KA sinilah aku sering memandang rangkaian KA Klas Bisnis kala itu masih stripping merah putih merah BLB jelang masuk stasiun Gambir. Itu berarti kalau dari foto atas ini sudah melewati sinyal yah katakanlah sinyal masuk yah...
(05-10-2010, 08:38 AM)sochdi Wrote: udah baca dari 1st page, nemuin klo gambir dipindah ke jalur diatas sekitar th 1992an ya...
btw jalur sebelumnya yang dibawah beneran dicopot semua? dari CKI-JAKK ya...
gw jadi bayangin gimana dulu pas jalur dibawah ya, kan kalo diliat sekarang di sepanjang jalur itu padet banget bangunannya entah itu kantor, rumah, jalan,dll...
trus proses pemindahan ke jalur atasnya makan waktu berapa lama?
*ga liat langsung pas gambir di jalur bawah.
Pada masa itu gak ada masalah apa2 tuh... Cuma saja emang arus kendaraan gak sepadat sekarang2 ini. Yang inget banget di silang Monas sisi pertigaan Jl. Medan Merdeka Timur itu antrian gak kepalang kalo ada KA melintas. Meski perjalanan KRL Ekonomi (blom ada KRL Ekspres meski itu Pakuan Bisnis) blom sepadet sekarang ini atau pun dekade tahun 1990-an, tapi perjalanan KA jarak jauhlah yang bikin padet. Emang dahulu KA Fajar Utama dan Senja Utama masih via Gambir. Berbeda dengan Bima dan Mutiara (Jakarta - Surabaya juga Klas Eksekutif pula) yang melintasi Ps. Senen kala itu.
Oya yg aku inget banget dari PJL silang Monas sampai PJL Jl. Kebon Sirih sisi kanan dari arah Gambri diberi peton tinggi entah mungkin mencegah dari bising roda - roda KA yang melintas. Skr khan ditutup pakai seng yah... Selain keamanan bagi Dubes Amrik, juga mencegah kebisingan KA itu pastinya deh...
Apalagi palang pintu perlintasan ditarik dan didorong kayak di stasiun Tugu. Entah ada 2 orang petugas PJL-kah aku gak sempet tahu. Yang jelas palang lampu perlintasan itu aku pengen banget yg punya fotonya...
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
saya masih inget banget waktu saya sd (tahun 85 an), itu di jalur 1 stasiun gambir arah utara ada rel cabang yang keluar mengarah ke jalan merdeka timur. ada yang tahu nggak para sepuh itu rel apa ya?
wah, jadi inget jaman dulu...
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 143
Threads: 0
Joined: Feb 2011
Reputation:
5
(03-06-2011, 11:16 PM)ady_mcady Wrote: saya masih inget banget waktu saya sd (tahun 85 an), itu di jalur 1 stasiun gambir arah utara ada rel cabang yang keluar mengarah ke jalan merdeka timur. ada yang tahu nggak para sepuh itu rel apa ya?
wah, jadi inget jaman dulu...
Mungkin dulu ada shortcut GMR-PSE kali ya.............
Selalu dihati, dinanti, dan dicintai...
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
Seingetku gak ada shortcut ke Ps. Senen... Justru dari stasiun Cikini sempet ada tp lupa sambung ke mana... Apa dulu Gambir punya spoor badug yah? Tapi justru sisi barat yang jadi areal dipo sementaranya. Bisa sering buat langsiran lok pula...
Posts: 86
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
0
info dong maaf nih kalo OOT, di gambir itu ada parkir inap buat motor ga sih? saya rencana mau ke cirebon nih nah motor saya mau saya inap kan saja jd biar ga repot kalo pulang. kalo misalnya ada brapa ya parkir inap per malem nya ya?
RF garlikboy, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
|