Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tim Operasi Keamanan Daop 7 Madiun Berhasil Menangkap Pencuri Blok Rem
#1

[Image: pencuri%20daop%207.jpg]

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui... itu mungkin gambaran dari kesuksesan tim operasi keamanan ketertiban di Daop 7 Madiun. Melaksanakan instruksi dari Manager Operasi Daop 7 Madiun Yuherman (mewakili Vice Presiden 7 Madiun) untuk dilakukannya operasi ketertiban penumpang di atas KA-KA Ekonomi yang melewati Daop 7 Madiun pada tanggal 5 Maret 2011. Tim yang beranggotakan sebanyak 9 personel dari Polsuska, Pamsuska, POLRI, POM TNI-AD dan POM TNI-AU dipimpin oleh Assisten manager Kamtib 7 Madiun Agung Supriyono. Berangkat dari Madiun dini hari pukul 02.30 dengan menggunakan Kendaraan umum menuju ke Stasiun Ngunut. Dari Stasiun Ngunut mulai dilakukan operasi penertiban pada KA Rapih Dhoho tujuan Surabaya lewat Stasiun Kertosono sampai Stasiun Kediri. Dan kembali ke Stasiun Tulungagung dengan KA Rapi Dhoho tujuan Malang yang juga dilakukan operasi penertiban asongan dan gepeng yang berada di atas KA termasuk penumpang yang tidak berkarcis.

Selanjutnya pukul 13.00 Tim bergerak ke Stasiun Papar dengan naik kendaraan umum untuk mengadakan operasi dadakan di atas KA Brantas tujuan Kediri – Tanahabang. “Ini dilakukan agar terjadi aspek kejutan”, ungkap Assisten Manager Kamtib 7 Mn Agung Supriyono. Sebab, apabila Tim operasi penertiban naik dari Stasiun Kediri sebagai awal keberangkatan KA Brantas, maka para asongan, pengamen dan gepengpeng tidak akan naik KA Brantas itu. Sehingga upaya penertiban akan gagal. Sehingga Tim harus mencegat KA Brantas di Stasiun Papar, pemberhentian pertama KA Brantas.
Saat dilakukan penertiban tiket KA, petugas Polsuska yaitu Joko Trimuljono melihat 2 orang anak muda yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata benar, 2 anak tersebut tidak memiliki karcis KA Brantas. Sehingga mereka berdua dibawa ke Kereta Makan untuk dilakukan pemeriksaan. Saat hendak dibawa ke KM, kedua anak tersebut bilang bahwa Tas mereka ketinggalan di kereta. Saat ditanya isinya apa, kedua orang anak muda tersebut bilang berisi jaket. Lalu petugas Pamsuska mengambil tas tersebut, namun melihat isinya yang berat petugas menjadi curiga dan tas tersebut dibuka, ternyata isi di dalam tas tersebut adalah 3 (tiga) buah rem blok.

Selanjutnya kedua anak tersebut diperiksa oleh petugas Kepolisian Aiptu Nuroso yang ikut dalam Tim Penertiban tersebut. Dan kedua anak tersebut beserta barang bukti diserahkan ke POLSEK KERTOSONO untuk dilakukan pemrosesan selanjutnya.

Diungkapkan oleh Asisten Manager Kamtib 7 Madiun (mewakili Manager Operasi 7 Mn), “Memang operasi penertiban seperti ini harus sering dilakukan, untuk meminimalkan terjadinya tindak kejahatan di Stasiun maupun di atas KA, khususnya KA-KA Ekonomi yang selalu padat penumpang”. Dan, dengan melibatkan unsur keamanan dari POLRI, setiap kejadian dapat segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan. Semoga dengan terus dilakukannya operasi penertiban di atas KA, keamanan dan kenyamanan penumpang di atas KA bisa terpenuhi. Serta, keselamatan perjalanan KA bisa terpenuhi. (humaska)

Sumber bisa dilihat di sini

[Image: photo.php?fbid=513455895358079&set=pb.10...=3&theater]
Reply
#2
wah, ada polisi militernya, kambingers gak berkutik nih. kalau bisa penertibannya tiap hari yaa.Sombong Dikit AhGrin GrinNgikikHitung...Hitung
Reply
#3
hahaa nakutin tuh Pmnya wkwkwkwk :takut:

[Image: photo.php?fbid=513455895358079&set=pb.10...=3&theater]
Reply
#4
wah mantab neh inovasi yang dilakukan ama DAOP VII...benar langsung tepat ke sasaran..semoga dapat diadopsi oleh DAOP yang lain demi meningkatkan kualitas pelayanan kereta api..

dan yang paling penting jangan anget2 t*i ayam..anget pas baru keluar lama kelamaan kering kena panas..akhirnya hilang kena ujan...
[Image: ngakak.gif]

buat yang ketangkep...sukurin lo..nyolong rem blok 3 lgsung ketangkep..paling2 dijual ga seberapa..makanya sekalian aja nyolong gandar ato boogie 1 set...
[Image: axehead.png]
[Image: haha.gif]
Reply
#5
Hahaha malunya kayak apa tuh pencuri.....
Reply
#6
Moga gak cuma "BEDAKAN" doang operasi-operasi kayak gitu ....
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

[/spoiler]
Reply
#7
(20-03-2011, 12:31 AM)nikmuracell Wrote: Moga gak cuma "BEDAKAN" doang operasi-operasi kayak gitu ....

Ga cuma bedakan kok, pake make up juga...
[Image: new_ngakak.gif]


Kayaknya PT.KAI serius soal operasi ini...
Reply
#8
(20-03-2011, 12:37 AM)phepe_ph Wrote:
(20-03-2011, 12:31 AM)nikmuracell Wrote: Moga gak cuma "BEDAKAN" doang operasi-operasi kayak gitu ....

Ga cuma bedakan kok, pake make up juga...
[Image: new_ngakak.gif]


Kayaknya PT.KAI serius soal operasi ini...
Bllommmm tentu juga Nyoooo ...... karena dari public news yg gue pantau masih daerah2 madiun kesono teruss yang operasi tempat lain masih ngelihat ajah..... dan ini kegiatan di barengi dengan mau dihapusnya kelas ekonomi ke daerah sono ....... denger2 Nyoo..... tapi liat aja ntar nyoooo bener gak ... bisa - bisa cuma shocxk terapy doang ..... buat lulusin penghapusan

[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

[/spoiler]
Reply
#9
kalo gw pernah liat di stasiun senen
ka peti kemas yang dicolong rem bloknya untung ketauan PKD
My Train Frequent Passanger Card

[spoiler]
[Image: 0951262e89bc11e1a92a1231381b6f02_7.jpg]
[/spoiler]
Reply
#10
syukur deh tertangkap para pelaku pencurian ini,
lanjutkan inspeksinya, mudah2n daop lain pun bisa seperti ini
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)