Poll: Gerbong paling depan dan paling belakang bukan untuk penumpang. Setuju?
You do not have permission to vote in this poll.
Sangat setuju
5.77%
12 5.77%
Setuju
10.10%
21 10.10%
Tidak berpendapat
2.40%
5 2.40%
Tidak setuju
27.40%
57 27.40%
Sangat tidak setuju
54.33%
113 54.33%
Total 208 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Diskusi] Gerbong Aling Aling
Biasanya di luar negeri, bordes itu berfungsi sebagai "crumple zone" alias penyerap daya hantaman. Di Indonesia, hal itu sudah ada di hidung loko CC203 dan CC204 v2.0.

Aduh, memang orang Dirjen KA menganggap KA itu hanya yang lewat di Jakarta saja.
(08-02-2011, 01:15 PM)see_204XX Wrote:
(08-02-2011, 01:10 PM)herudc Wrote: Lebih baik pemerintah mempercepat pembuatan rell DT untuk me minimalisir PLH seperti ini terjadi lagi. Bisa di check dari statistik PLH yang ada , apakah ada yang terjadi di petak dengan rel DT ? sepertinya belum ada ? atau sedikit sekali kuantitasnya. Maaf bila analisa saya salah.

Lha wong Pemerintah ajah tidak menganakkandungkan perkeretaapian koq, Mas... Duitnya lebih cepet buat pembebasan lahan utk track moda transportasi yg laen. Ngikik

iya tuh bener di thread sebelah aja juga bilang kalo anggaran untuk KA hanya 4 trilyun.. sisanya untuk moda transportasi lain.. SedihSedih
(08-02-2011, 02:25 PM)barkhah Wrote:
(08-02-2011, 08:33 AM)bonbon Wrote:
(08-02-2011, 08:12 AM)barkhah Wrote:
(07-02-2011, 02:44 PM)pardjono Wrote:
(07-02-2011, 02:06 PM)bonbon Wrote: ada garansi gak dari pemerintah dengan mengorbankan satu kereta bisa 0 (NOL/ZERO) nyawa kembali ke maha pencipta ?
Tanggapan super duper amat sangat menggeledek sekali. Mirip tendangan penalti Mas Bambang Pamungkas. Top Banget

Kagak ada yang bisa ngasih garansi kayak gtu. Pemerintah bukan TUHAN Bro. . . Paling tidak kita lihat dulu laah apa maksud tujuan Pihak Manajemen mengeluarkan kebijakan kayak gtu. Trus diukur perolehan angka nyawa hilang akibat PLH turun atau tidak. Jika tetep tinggi bru dievaluasi lagi. Itu yang namanya pembelajaran.

Klo setiap kebijakan dikritisi secara negatif, gimana kita bisa maju. Semua perlu waktu untuk evaluasi. OKE PREND !!!! Playboy

Pembelajaran apa untuk coba-coba saja mas ?
trus nanti kalo PLH (insya Alloh jgn ada lg) dan mengakibatkan korban jiwa juga walau udah ada Kereta Aling-aling gimana ?
bagaimana penanggung jawab yg buat kebijakan ini ?
kereta aling2 kan di belakang loko, nah itu yg nyetir loko di itung nyawanya nggak ?
Bila hanya untuk coba-coba, apa pernah di Test Crash dan dampak Test Crash tersebut ? (untuk yg ini ada RF yg mau jd sukarelawan ?Ngeledek)

Ya inilah mental bangsa kita. Membenturkan hal-hal yang sebenarnya tidak ada kaitannya. Fokus kebijakan ini adalah untuk pengamankan penumpang dari PLH dan bukan crew KA. Bagaimana dengan Masinis dan crew lain yang ada di lokomotif ?. Nah itu pihak manajemen PT. Kereta Api (Persero) dan Dirjen KA lah yang lebih tau. Mungkin dengan menerbitkan kebijakan lain misalnya.

Kebijakan seperti ini bukan diselesaikan dengan test crash, tapi dengan regulasi dan perbaharuan infrastruktur. Kecuali jika PT. INKA sudah mampu memproduksi loko sendiri. La wong loko saja masih membeli dari GE . . . Ngakak

Maaf ga ada kaitannya, itu kan PLH head to head, kaitan nya dengan test crash apa nggak ada ?
Kalo memang mksdnya pengamanan, apa pernah di test crash mengunakan aling2, nah itu udah di coba belum, jgn penumpang langsung buat bahan percobaan ...
Nanti kalau gagal dan ada korban jiwa terus di evaluasi gitu ? Coba lagi cara lain yg aneh dan unik biar tercatat masuk acara Ripley's Believe It or Not ?

regulasi dan infrastruktur ? cuman bisa Big Grin aja deh
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
(08-02-2011, 02:31 PM)Mr Gregorius Wrote: untuk kereta eksekutif jarak jauh masih mungkin depan pasang BP belakang gerbong Parcel/barang
tp untuk kelas ekonomi ?

Untuk kereta Ekonomi depan belakang dipasang gerbong aling-aling atau kereta Dedemit. Kuntilanak
[Image: overstappen.png]
Quote:Maaf ga ada kaitannya, itu kan PLH head to head, kaitan nya dengan test crash apa nggak ada ?
Kalo memang mksdnya pengamanan, apa pernah di test crash mengunakan aling2, nah itu udah di coba belum, jgn penumpang langsung buat bahan percobaan ...
Nanti kalau gagal dan ada korban jiwa terus di evaluasi gitu ? Coba lagi cara lain yg aneh dan unik biar tercatat masuk acara Ripley's Believe It or Not ?

regulasi dan infrastruktur ? cuman bisa Big Grin aja deh

Apa masih perlu di Test Crash ? Bingung Bingung
Bukannya sudah terbukti pada PLH langen kemaren. Korban sebagian besar brada pada kereta 1 atau kereta yang dekat dengan loko. Otomatis jika ditambahkan gerbong aling-aling paling tidak bisa mengurangi korban luka-luka untuk PLH head to head dengan kasus yang sama jika nanti terulang (na'udzubillah).

Inget . . . ini kebijakan sementara bang. Kita sama-sama tau ini bukan kebijakan terbaik. Terkadang kebijakan konyol pun masih bisa digunakan daripada tidak ada kebijakan sama skali.

Tidak mudah membenahi sistem perkeretaapian secara total apalagi mengubah sistem perkeretaapian di negara kita seperti KA pada negara-negara maju. Itu perlu sumber daya yang tidak sedikit.

Tentu PT. KAI tidak bisa mengandalkan pemerintah secara total yang hanya menganggarkan dana untuk moda transportasi KA sebesar 4T. Lantas apa harus menunggu dana, sementara boleh jadi selama Kereta Api terus beroperasi kejadian PLH kemungkinan bisa saja terjadi ??

Memang beginilah nasib Perusahaan BUMN. Dituntut harus beroperasi maksimal dengan keterbatasan anggaran dari pemerintah. Terkadang juga dihadapkan dengan regulasi yang tidak menguntungkan. Permasalahan ini tak jauh beda dengan perusahaan tempat ane kerja. Nyerah
Meskipun nubi, ane juga Railfan Lok Merah Biru
barkhah Wrote:(Hari ini 02:31 PM)Mr Gregorius Wrote:
untuk kereta eksekutif jarak jauh masih mungkin depan pasang BP belakang gerbong Parcel/barang
tp untuk kelas ekonomi ?

Untuk kereta Ekonomi depan belakang dipasang gerbong aling-aling atau kereta Dedemit.

Quote:
Maaf ga ada kaitannya, itu kan PLH head to head, kaitan nya dengan test crash apa nggak ada ?
Kalo memang mksdnya pengamanan, apa pernah di test crash mengunakan aling2, nah itu udah di coba belum, jgn penumpang langsung buat bahan percobaan ...
Nanti kalau gagal dan ada korban jiwa terus di evaluasi gitu ? Coba lagi cara lain yg aneh dan unik biar tercatat masuk acara Ripley's Believe It or Not ?

regulasi dan infrastruktur ? cuman bisa aja deh

Apa masih perlu di Test Crash ?
Bukannya sudah terbukti pada PLH langen kemaren. Korban sebagian besar brada pada kereta 1 atau kereta yang dekat dengan loko. Otomatis jika ditambahkan gerbong aling-aling paling tidak bisa mengurangi korban luka-luka untuk PLH head to head dengan kasus yang sama jika nanti terulang (na'udzubillah).

Inget . . . ini kebijakan sementara bang. Kita sama-sama tau ini bukan kebijakan terbaik. Terkadang kebijakan konyol pun masih bisa digunakan daripada tidak ada kebijakan sama skali.

Tidak mudah membenahi sistem perkeretaapian secara total apalagi mengubah sistem perkeretaapian di negara kita seperti KA pada negara-negara maju. Itu perlu sumber daya yang tidak sedikit.

Tentu PT. KAI tidak bisa mengandalkan pemerintah secara total yang hanya menganggarkan dana untuk moda transportasi KA sebesar 4T. Lantas apa harus menunggu dana, sementara boleh jadi selama Kereta Api terus beroperasi kejadian PLH kemungkinan bisa saja terjadi ??

Memang beginilah nasib Perusahaan BUMN. Dituntut harus beroperasi maksimal dengan keterbatasan anggaran dari pemerintah. Terkadang juga dihadapkan dengan regulasi yang tidak menguntungkan. Permasalahan ini tak jauh beda dengan perusahaan tempat ane kerja.

Salah satu pendapat yang saya anggap BijakBtw PSO dari Pemerintah jauh Pinggan dari api , terlalu kecil untuk sebuah mandat yang menyangkut hajat hidup dunia transportasi di tanah air dengan volume pasar yang begitu luas apalagi ngucurnya juga nggak lancar
Jadi sementara dengan memberlakukan aling2 termasuk respon cepat untuk meminimalkan korban akibat PLH sebelum cara yang paling ideal ditemukan
Tepuk Tangan

(08-02-2011, 07:23 PM)BAMBANG EKO Wrote: Salah satu pendapat yang saya anggap Bijak. Btw PSO dari Pemerintah jauh Pinggan dari api , terlalu kecil untuk sebuah mandat yang menyangkut hajat hidup dunia transportasi di tanah air dengan volume pasar yang begitu luas apalagi ngucurnya juga nggak lancar
Jadi sementara dengan memberlakukan aling2 termasuk respon cepat untuk meminimalkan korban akibat PLH sebelum cara yang paling ideal ditemukan.
Tepuk Tangan

Saya rasa yg dibutuhkan masyarakat pengamat & pencinta kereta api itu solusi yg smart bukan solusi yg aneh2. Lebih murah mana sich mengorbankan kereta penumpang yg kosong sbg gerbong aling2 dibandingkan dgn memberikan insentif ke karyawan2 lapangan seperti masinis, PPKA, JPJ & petugas PJL utk bs bekerja lebih baik & fit...? Xie Xie

"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Sekilas info :
070211
penggunaan kereta aling aling pada rangkaian hasil pantauan ane :
- KA Argo Lawu menggunakan tameng BP 08501 SLO dan B 54501 JAKK
- KA Senja utama Semarang menggunakkan tameng KMP2 dan K2 ke 7
- KA Senja utama Yogyakarta menggunakan tameng KMP2 dan K2 paling ujung
- KA Bengawan tidak terlihat adanya kereta aling2, hanya ada tameng KMP3 (ane cuma lihat sepintas di KRW karena KA 8 lgsg berangkat saat 153 masuk
- KA Bogowonto menggunakan tameng MP3 dan K3 selendang
- KA Argo Dwipangga menggunakan B 545xx JAKK dan BP 028xx SLO
Sekian.

Kayaknya belakangan, aling2 mulai banyak dijebol ya, terutama untuk K3...
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. Eh iya lupa...
(09-02-2011, 10:06 AM)see_204XX Wrote:
(08-02-2011, 07:23 PM)BAMBANG EKO Wrote: Salah satu pendapat yang saya anggap Bijak. Btw PSO dari Pemerintah jauh Pinggan dari api , terlalu kecil untuk sebuah mandat yang menyangkut hajat hidup dunia transportasi di tanah air dengan volume pasar yang begitu luas apalagi ngucurnya juga nggak lancar
Jadi sementara dengan memberlakukan aling2 termasuk respon cepat untuk meminimalkan korban akibat PLH sebelum cara yang paling ideal ditemukan.
Tepuk Tangan

Saya rasa yg dibutuhkan masyarakat pengamat & pencinta kereta api itu solusi yg smart bukan solusi yg aneh2. Lebih murah mana sich mengorbankan kereta penumpang yg kosong sbg gerbong aling2 dibandingkan dgn memberikan insentif ke karyawan2 lapangan seperti masinis, PPKA, JPJ & petugas PJL utk bs bekerja lebih baik & fit...? Xie Xie

Masalah yang dihadapi tak sesimpel itu. Tarohlah insentif sudah diberikan, tapi jika infrastrukturnya tidak memadai, masinis, PPKA, JPJ & petugas PJL bisa apa ? Kerja mereka pun juga terhambat dengan keterbatasan infrastruktur itu.

Harus ada perombakan secara signifikan mas. Jika hal sepele yang dirombak, sama saja menghamburkan dana. Belom lagi intervensi politik terhadap regulasi perusahaan-perusahaan BUMN. Wah kompleks banget. Mas mungkin baru bisa memahami jika menjadi pegawai BUMN. Ternyata permasalahan yang pelik ini hanya dipandang satu sisi oleh masyarakat sehingga terlihat jadi sepele . . . . Ane yakin jajaran manajemen sudah berupaya keras untuk menyelesaikan hal ini.

Ane berbaik sangka sajalah . . . . . Playboy

[Image: overstappen.png]
(09-02-2011, 10:33 AM)Dj_Dj_300791 Wrote: Sekilas info :
070211
penggunaan kereta aling aling pada rangkaian hasil pantauan ane :
- KA Argo Lawu menggunakan tameng BP 08501 SLO dan B 54501 JAKK
- KA Senja utama Semarang menggunakkan tameng KMP2 dan K2 ke 7
- KA Senja utama Yogyakarta menggunakan tameng KMP2 dan K2 paling ujung
- KA Bengawan tidak terlihat adanya kereta aling2, hanya ada tameng KMP3 (ane cuma lihat sepintas di KRW karena KA 8 lgsg berangkat saat 153 masuk
- KA Bogowonto menggunakan tameng MP3 dan K3 selendang
- KA Argo Dwipangga menggunakan B 545xx JAKK dan BP 028xx SLO
Sekian.

Kayaknya belakangan, aling2 mulai banyak dijebol ya, terutama untuk K3...

Bener tuh. Rangkaian kereta ekonomi yang pernah ane lihat (KA Penataran), menggunakan 5 K3. 2 K3 digunakan sebagai gerbong aling2 sehingga ruang gerak penumpang dipersempit. Jadi ya mereka berfikir knapa gak dijebol saja . . . Bethe

Meskipun nubi, ane juga Railfan Lok Merah Biru
Barusan dari stasiun Tasikmalaya liat KA Pasundan K3 paling depan diisi penumpang dan kereta paling belakang KMP3 diisi penumpang + petugas....................
Priangan Ekspress Too young to die
kenapa gerbong aling2 gak pake gerbong KKW yg lg pada nganggur aja ya??
tut tut... gujes gujes...Lok Merah Biru


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)