Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sistem Kelistrikan Kereta Listrik
#1
Sistem Kelistrikan Kereta Listrik :

1. Rheostatik bekerja dengan cara mengatur tegangan yang masuk ke Motor Traksi. contohnya KRL Buatan Nippon sharyo Thn 1976-1987 yg ada di Indonesia

2.Chopper (inverter DC-DC)

3.VVVF (variable Voltage Variable Frequency) GTO (Gate Turn Off) dan IGBT (Insulated Gate Bipolar Transistor)

. untuk yg nomor 2 dan 3 saya kurang paham krn latar belakang pendidikan saya bukan di Listrik. mungkin teman2 yg belajar Listrik Arus kuat bisa menambahkannya
Xie Xie

Reply
#2
Menurut saya, semua sistem kelistrikan KRL untuk bisa bergerak adalah dengan mengatur tegangan yang masuk ke dalam motor traksi..dan berdasarkan penjelasan yang dijelaskan bravo eling (sebelumnya saya tidak tau bagaimana sistem kelistrikan KRL) dengan berpegang pada pengetahuan saya, maka saya menafsirkan :

1. Rheostatic --> tegangan langsung diberikan ke motor traksi, dan pengaturan kecepatan dengan mengadjutstable tegangan..

2. chopper --> pengaturan kecepatan tetap dengan mengatur tegangan yang masuk ke TM akan tetapi, sebelumnya telah melewati inverter DC to DC yang berfungsi untuk menyesuaikan antara tegangan sumber dengan tegangan kerja TM..

3. Pengaturan kecepatan dengan mengatur tegangan dan frekuensi, fungsi cutoff (GTO) menggunakan IGBT atau transistor...

CMIIW..Xie Xie
Reply
#3
Karena pernah mengalami persitiwa luar biasa / PL Sedih tapi gak sampe nimbulin korban jiwa jadi pengen nanya penasaran nih...Xie Xie
Pernah tercium bau gosong di dalem interior KRL si Rheostatic. Mana udah telat 1,5 jam-an dari jadwal, disusul pula sama Rangkas Jaya yg ironisnya singgah di Kebayoran, naiknya pula mesti kayak anak2 parkour alias gak ada peron. Khan st. Kby jalur 3 gak ada peron tuh... Di perjalanan sedang hujan deres itulah kami merasakan bau kebakar. Seketika penumpang panik. Baunya kayak karet kebakar. Apa itu sumbernya dari mesin di atap (mungkin tepatnya deket pantograf) atau emang di bordes dg sambungan karetnya itu?
Kalau udah kejadian gitu, apa layak masinis tetep ngelajuin KRL-nya?
Bethe
Trus ada lagi serwatku perjalanan ke Bogor. Tau sendiri khan petak rel Manggarai - Bogor selalu menanjak. Pas dalam perjalana selalu GEDUBRAK GUBRUK GEDUBRAK... Di rangkaian Rheostatic juga ironisnya tuh...

Reply
#4
kalo untuk Hitachi ,KRLI, KRL2 ex Jepang pakainya Motor Traksi jenis AC atau DC ???

untuk holec motor traksinya jenis AC kl gak salah (CMIIW)

Reply
#5
cuma Holec yang AC..
selebihnya DC, ngikutin jepang..
[Image: 9544964954_75d165f289_z.jpg]
Reply
#6
(30-01-2011, 08:49 AM)omaniax Wrote: cuma Holec yang AC..
selebihnya DC, ngikutin jepang..

kalo CKRDE ex Holec dan Hyundai pakai Motor Traksi jenis DC juga ???

Reply
#7
(30-01-2011, 08:53 AM)eling Wrote:
(30-01-2011, 08:49 AM)omaniax Wrote: cuma Holec yang AC..
selebihnya DC, ngikutin jepang..

kalo CKRDE ex Holec dan Hyundai pakai Motor Traksi jenis DC juga ???

mungkin kalo Ex-Holec masih AC, cuma kalo Hyundai kan dari awal ga pernah pake inverter kaya Holec, jadi (kemungkinan juga) masih DC..

kalo ada yang salah, mungkin ada sepuh yang lebih mengerti bisa betulinXie Xie
[Image: 9544964954_75d165f289_z.jpg]
Reply
#8
Sistem kelistrikan KRL terdiri dari 3 jenis, yaitu:

1. Rheostatik

Sistem rheostatik menggunakan menggunakan komponen resistor dan switch untuk mengatur kecepatan kereta api saat beroperasi, di mana besarnya hambatan/resistor yang digunakan bervariasi sesuai dengan kebutuhan dan toleransi maksimum dari rangkaian yang menggunakannya. Dalam hal ini, besarnya kecepatan rangkaian KA diatur dengan mengubah posisi switch yang diparalel dengan resistor untuk menambah besarnya tegangan pada motor traksi.

[Image: img005.gif]

Kelebihannya, sistem ini menggunakan komponen yang sederhana dengan mengabaikan faktor fluktuasi arus dan mudah untuk diperbaiki, sementara kekurangannya adalah kebutuhan daya yang lebih besar dibandingkan dua sistem yang lainnya.

2. Chopper

Sistem chopper menggunakan sistem blok pengubah tegangan arus searah ke arus searah (DC to DC converter) dengan menggunakan armature/field thyristor berjenis SCR (silicon controlled rectifier) sebagai pengendali motor traksi untuk mengatur kecepatan rangkaian KA saat beroperasi, apabila motor traksi berjenis arus searah maka digunakan commutator circuit, namun apabila motor traksi berjenis arus bolak-balik (AC) maka digunakan inverter statis (SIV).

[Image: img009.gif]

Kelebihan sistem ini adalah kebutuhan arus yang lebih kecil dibandingkan rheostatik namun memiliki kelemahan yaitu tak dapat dioperasikan di lintas yang besar arusnya tidak stabil (seperti DU-TNG).

3. VVVF

Sistem VVVF menggunakan teknik pengendalian besarnya tegangan dan frekuensi kerja dengan menggunakan komponen elektronik khusus yang disebut thyristor untuk sistem GTO (Gate Turn Off) dan insulated gate bipolar transistor untuk sistem IGBT, yang mana kedua komponen ini bekerja dengan mengatur besarnya arus listrik selama pengoperasian dengan mengatur besar tegangan cut-off dan tegangan kerja pada terminal gate komponennya.

Skema GTO
[Image: img011.gif]

Skema IGBT
[Image: img015.gif]

Semua unit KRL-I, KRL rheostatik, KRL Hyundai dan KRL Hitachi beserta KRL eks Jepang menggunakan motor traksi jenis DC, sedangkan KRL Holec menggunakan motor traksi jenis AC.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#9

^^^
lengkap penjelasannya...kl model di Indonesia cocoknya pk sistem rheostatik yg gampang perawatannya
Tersenyuum

Reply
#10
agak OOT : ada yg bisa jelasin pertanyaan nya mas dana gak tuh Bingung
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)