Posts: 702
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
3
(28-01-2011, 12:06 PM)pardjono Wrote: (28-01-2011, 11:30 AM)Eko Budy Santoso Wrote: [spoiler=]innalillahi wa inna ilaihi ro jiun ... semoga yang korban yang meninggal diterima di sisinya dengan tenang...
Korban yang terluka segera disembuhkan[/spoiler]
ane hanya menduga beberapa hal yang bisa menyebabkan PLH head to head ini ...
SEKALI LAGI HANYA MENDUGA :
1. Aspek aman untuk KA Mutsel untuk silang dengan KUTSEL di Langen ... tetapi Wesel Error ...
2. Aspek tidak aman untuk KA Mutsel ... tapi KA Mutsel melanggar sinyal ...
selebihnya hanya Tuhan yang tahu ... kita tunggu penyelidikan KNKT ...
[spoiler=]Ane baca di berita ...
- Kedua KA melanjutkan perjalanan ke tujuan pukul 06.00
- Jalur bisa dilalui ... jadi tidak ada pengalihan jalur [/spoiler]
Sependapat. NB : Aspek tidak aman, KA 103 gagal ngerem.
bila langgar sinyal, berarti masinis 103 bobo ya??  padahal bentar lagi stasiun banjar.... curiga saya sih dari PPKA nya  salah ngehandle wessel... setelah memindahkan kutojaya
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Posts: 890
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
17
[spoiler= BRAKE.Emergency use only]
YAHOO!
nikimura.cellular
[/spoiler]
Posts: 275
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
7
29-01-2011, 11:14 AM
(This post was last modified: 29-01-2011, 11:44 AM by masukangin.)
Saya kebetulan sedang berada di banjar 3 hari ini.. jadi saya sempat ke langensari untuk mencari tahu juga mengabadikan beberapa gambar di sini.. sayangnya saya kmarin lupa membawa kamera saya  . jadi saya abadikan melalui handphone
saya heran dengan pemberitaan yang ada. di sana disebutkan kalau mutiara selatanlah yang menabrak kutojaya.. sedang menurut fakta di lapangan.. yang saya lihat sendiri.. gerbong dan loko yang hancur adalah CC20162 dan K3-93528R alias kutojaya selatan yang hancur.. yang berarti bahwa yang berjalan langsung itu seharusnya kutojaya. Mengingat CC20311 mutiara selatan hanya rusak sedikit pada moncongnya saja.. sedangkan Gerbong ONS dan K2nya tidak mengalami kerusakan sedikitpun.
sedangkan CC20162 hidungnya sampai mbelesek ke dalam kabin mass.. juga di ujung Longhoodnya rusak parah akibat tekanan dari gerbong2 yang dia tarik.
K3-93528R yang paling parah keadaannya.. mungkin bakal dirucat
sedangkan gerbong ke 2 yaitu K3-06518 (saya kurang begitu memperhatikan kemarin, ada fotonya .. tapi agak buram)
hanya mengalami penyok sedikit ..
besok saya upload beberapa fotonya..
Posts: 1,060
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
4
[/quote]
KNKT....?? yg di Petarukan emang dah keluar ...??? tambah kasus ini..??  OOT bentar mengutip topik di Metro TV pagi ini, "Naik transportasi di Indonesia sama dengan berhadapan dengan malaikat pencabut nyawa"
[/quote]
 yang saya BOLD,
itulah animo masyarakat terhadap transportasi kita..
ya tinggal kita lihat gimana gebrakan KOMUT baru dalam menanggapi masalah KA.. ternyata KNKT banyak PR ya?
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
29-01-2011, 11:31 AM
(This post was last modified: 29-01-2011, 11:33 AM by bagus70.)
Kawan-kawan sekalian, saya sebenarnya merasa agak gerah dengan tuduhan bahwa masinis telah melanggar sinyal dalam PLH kali ini. Apalagi tuduhan yang dilakukan SCTV ("..diduga akibat faktor kesalahan manusian...akibat kelalaian masinis..."), serta tuduhan polisi terhadap masinis adalah ngawur!
Wong penyelidikan KNKT belum jalan kok sudah berani tendensius seperti itu????
Apa memangnya PPKA atau wesel dan sinyalnya tidak bisa disalahkan begitu???
Ingat baik-baik, dalam kecelakaan transportasi massal (khususnya yang berbasis selain jalan raya) prinsipnya:
Apa yang salah, bukan siapa yang salah.
Apalagi berdasarkan pantauan dari kamera helikopter mini Metro TV di tempat kejadian kelihatan kalau kejadiannya di spoor 3 stasiun Langen. Fakta ini sebenarnya memperkecil kemungkinan bahwa kecelakaan ini diakibatkan oleh kelalaian masinis.
Secara psikologis, masinis baru akan menggeber kecepatan tinggi/jelajah kalau dia tahu bahwa KA akan diarahkan ke spoor lurus. Tapi kecelakaan terjadi di sepur belok (sepur 3). Ini kan bisa jadi bukti kalau bisa saja weselnya yang salah.
Kalau pihak-pihak yang terkait seperti media, polisi (keduanya cenderung lancang kalau ada PLH), pemerintah terus-terusan hanya terpaku untuk menyalahkan masinis kalau ada PLH, maaf apa yang mereka lakukan tidak ubahnya seperti menggali liang kubur para calon korban kecelakaan serupa di masa mendatang.
Apalagi masinis DAOP 2 dan 5 itu terkenal sangat disiplin kerjanya, dan jadwal kerja yang pendek sebenarnya memperkecil kemungkinan bahwa masinis mengantuk.
Dan untuk menjadi masinis di Indonesia, seseorang harus melalui pendidikan yang keras, disiplin dan militeristik.
Oleh karena itu, saya mohon kepada kawan-kawan agar tidak cepat-cepat mengambil kesimpulan apa penyebab kecelakaan ini. Dan berani berteriak terhadap media atau pemerintah jika mereka terlalu cepat mengambil kesimpulan, mendahului KNKT. Ingat kalau sudah begini hanya KNKT lah yang punya wewenang untuk mengatakan apa sebenarnya penyebab kecelakaan KA ini.
Mohon maaf kalau kurang berkenan.
Posts: 191
Threads: 0
Joined: Jan 2011
Reputation:
3
29-01-2011, 11:33 AM
(This post was last modified: 29-01-2011, 11:39 AM by zulfahmi.)
 kayanya pemerintah musti bikin satu badan lagi yang ngurusin stasiun sama penjaga sinya dan juga palang pintu. masa semuanya PT KA mulai dari operator sampe yang ngurusin stasiun, sampe yang ngurusin petugas penjaga pintu, sampe yang nertibin pedagang kaki lima di stasiun juga PT KA. padahal negara dituntut manyediakan transportasi masal bagi rakyatnya menurut undang2. kasihan PT KA. yang jelas ini bukan cuma bencana tapi pelajaran buat kita semua terutama pemerintah. kasih dong perhatian lebih buat PT KA. biar gimanapun kereta api sudah jadi primadona buat rakyat Indonesia.
(29-01-2011, 11:31 AM)bagus70 Wrote: Kawan-kawan sekalian, saya sebenarnya merasa agak gerah dengan tuduhan bahwa masinis telah melanggar sinyal dalam PLH kali ini. Apalagi tuduhan yang dilakukan SCTV ("..diduga akibat faktor kesalahan manusian...akibat kelalaian masinis..."), serta tuduhan polisi terhadap masinis adalah ngawur! 
Wong penyelidikan KNKT belum jalan kok sudah berani tendensius seperti itu????
Apa memangnya PPKA atau wesel dan sinyalnya tidak bisa disalahkan begitu???
Ingat baik-baik, dalam kecelakaan transportasi massal (khususnya yang berbasis selain jalan raya) prinsipnya:
Apa yang salah, bukan siapa yang salah.
Apalagi berdasarkan pantauan dari kamera helikopter mini Metro TV di tempat kejadian kelihatan kalau kejadiannya di spoor 3 stasiun Langen. Fakta ini sebenarnya memperkecil kemungkinan bahwa kecelakaan ini diakibatkan oleh kelalaian masinis.
Secara psikologis, masinis baru akan menggeber kecepatan tinggi/jelajah kalau dia tahu bahwa KA akan diarahkan ke spoor lurus. Tapi kecelakaan terjadi di sepur belok (sepur 3). Ini kan bisa jadi bukti kalau bisa saja weselnya yang salah.
Kalau pihak-pihak yang terkait seperti media, polisi (keduanya cenderung lancang kalau ada PLH), pemerintah terus-terusan hanya terpaku untuk menyalahkan masinis kalau ada PLH, maaf apa yang mereka lakukan tidak ubahnya seperti menggali liang kubur para calon korban kecelakaan serupa di masa mendatang.
Apalagi masinis DAOP 2 dan 5 itu terkenal sangat disiplin kerjanya, dan jadwal kerja yang pendek sebenarnya memperkecil kemungkinan bahwa masinis mengantuk.
Dan untuk menjadi masinis di Indonesia, seseorang harus melalui pendidikan yang keras, disiplin dan militeristik.
Oleh karena itu, saya mohon kepada kawan-kawan agar tidak cepat-cepat mengambil kesimpulan apa penyebab kecelakaan ini. Dan berani berteriak terhadap media atau pemerintah jika mereka terlalu cepat mengambil kesimpulan, mendahului KNKT. Ingat kalau sudah begini hanya KNKT lah yang punya wewenang untuk mengatakan apa sebenarnya penyebab kecelakaan KA ini.
Mohon maaf kalau kurang berkenan.
saya setuju inikan kereta bukan bis yan bikin kereta jalan itu memang masinis tapi yang mengarahkan kereta ke jalur mana kan bukan tugasnya masinis. kalo tu kereta bisa dibelokin manual sama pak masinis juga pasti dibelokin biar ngga terjadi kaya gini.
Posts: 7,452
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
62
(29-01-2011, 11:14 AM)masukangin Wrote: saya heran dengan pemberitaan yang ada. di sana disebutkan kalau mutiara selatanlah yang menabrak kutojaya.. sedang menurut fakta di lapangan.. yang saya lihat sendiri.. gerbong dan loko yang hancur adalah CC20162 dan K3-93528R alias kutojaya selatan yang hancur.. yang berarti bahwa yang berjalan langsung itu seharusnya kutojaya. Mengingat CC20311 mutiara selatan hanya rusak sedikit pada moncongnya saja.. sedangkan Gerbong ONS dan K2nya tidak mengalami kerusakan sedikitpun.
sedangkan gerbong ke 2 yaitu K3-06518 (saya kurang begitu memperhatikan kemarin, ada fotonya .. tapi agak buram)
hanya mengalami penyok sedikit ..
besok saya upload beberapa fotonya.. Kejadian yang sudah2 memang yang ditabrak mengalami rusak parah Mas,,,
Contoh,
PLH KA Barang vs Rajawali di Kapas (Loko KA Barang yang lagi stabling diadu jotos dengan loko KA Rajawali, Massinis KA Baang tewas)
PLH SU SM vs ArgoBromo Anggrek di Petarukan (K2 yang lagi stabling dihantam dari belakang loko ABA, K2 SU SM rusak berat korban berjatuhan)

UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Posts: 129
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
1
(29-01-2011, 11:31 AM)bagus70 Wrote: Kawan-kawan sekalian, saya sebenarnya merasa agak gerah dengan tuduhan bahwa masinis telah melanggar sinyal dalam PLH kali ini. Apalagi tuduhan yang dilakukan SCTV ("..diduga akibat faktor kesalahan manusian...akibat kelalaian masinis..."), serta tuduhan polisi terhadap masinis adalah ngawur! 
Wong penyelidikan KNKT belum jalan kok sudah berani tendensius seperti itu????
Apa memangnya PPKA atau wesel dan sinyalnya tidak bisa disalahkan begitu???
Ingat baik-baik, dalam kecelakaan transportasi massal (khususnya yang berbasis selain jalan raya) prinsipnya:
Apa yang salah, bukan siapa yang salah.
Apalagi berdasarkan pantauan dari kamera helikopter mini Metro TV di tempat kejadian kelihatan kalau kejadiannya di spoor 3 stasiun Langen. Fakta ini sebenarnya memperkecil kemungkinan bahwa kecelakaan ini diakibatkan oleh kelalaian masinis.
Secara psikologis, masinis baru akan menggeber kecepatan tinggi/jelajah kalau dia tahu bahwa KA akan diarahkan ke spoor lurus. Tapi kecelakaan terjadi di sepur belok (sepur 3). Ini kan bisa jadi bukti kalau bisa saja weselnya yang salah.
Kalau pihak-pihak yang terkait seperti media, polisi (keduanya cenderung lancang kalau ada PLH), pemerintah terus-terusan hanya terpaku untuk menyalahkan masinis kalau ada PLH, maaf apa yang mereka lakukan tidak ubahnya seperti menggali liang kubur para calon korban kecelakaan serupa di masa mendatang.
Apalagi masinis DAOP 2 dan 5 itu terkenal sangat disiplin kerjanya, dan jadwal kerja yang pendek sebenarnya memperkecil kemungkinan bahwa masinis mengantuk.
Dan untuk menjadi masinis di Indonesia, seseorang harus melalui pendidikan yang keras, disiplin dan militeristik.
Oleh karena itu, saya mohon kepada kawan-kawan agar tidak cepat-cepat mengambil kesimpulan apa penyebab kecelakaan ini. Dan berani berteriak terhadap media atau pemerintah jika mereka terlalu cepat mengambil kesimpulan, mendahului KNKT. Ingat kalau sudah begini hanya KNKT lah yang punya wewenang untuk mengatakan apa sebenarnya penyebab kecelakaan KA ini.
Mohon maaf kalau kurang berkenan.
se7 bgt om!!  media massa memang sedikit 'memprovokasi' yg nonton buat nyalahin masinis.. mbok ya d tunggu hasil penyelidikan KNKT, trus klo udh slse baru d publish..
kalo gini terkesan yg salah itu masinis melulu
 CC20408
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
29-01-2011, 02:20 PM
(This post was last modified: 29-01-2011, 03:01 PM by pardjono.)
(29-01-2011, 11:14 AM)masukangin Wrote: [spoiler=]Saya kebetulan sedang berada di banjar 3 hari ini.. jadi saya sempat ke langensari untuk mencari tahu juga mengabadikan beberapa gambar di sini.. sayangnya saya kmarin lupa membawa kamera saya . jadi saya abadikan melalui handphone
[/spoiler]
saya heran dengan pemberitaan yang ada. di sana disebutkan kalau mutiara selatanlah yang menabrak kutojaya.. sedang menurut fakta di lapangan.. yang saya lihat sendiri.. gerbong dan loko yang hancur adalah CC20162 dan K3-93528R alias kutojaya selatan yang hancur.. yang berarti bahwa yang berjalan langsung itu seharusnya kutojaya. Mengingat CC20311 mutiara selatan hanya rusak sedikit pada moncongnya saja.. sedangkan Gerbong ONS dan K2nya tidak mengalami kerusakan sedikitpun.
sedangkan CC20162 hidungnya sampai mbelesek ke dalam kabin mass.. juga di ujung Longhoodnya rusak parah akibat tekanan dari gerbong2 yang dia tarik.
[spoiler=]K3-93528R yang paling parah keadaannya.. mungkin bakal dirucat
sedangkan gerbong ke 2 yaitu K3-06518 (saya kurang begitu memperhatikan kemarin, ada fotonya .. tapi agak buram)
hanya mengalami penyok sedikit ..
besok saya upload beberapa fotonya.. [/spoiler]
Coba baca yang INI deh.
Posts: 193
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
4
sudah saya prediksi juga ada kejanggalan POSISI WESEL ......KA KUTSEL di Spor 3 berhenti nunggu silangan MUTSEL berjalan langsung otomatis posisi sinyal juga lurus bukan belok ke spor 3..
Kenapa LOK KUTSEL setelah adu kepala dengan LOK MUTSEL bisa masuk blesek ke K3 di belakangnya ?
Logika nya begini posisi KUTSEL BERHENTI DENGAN REM TERKUNCI
dan MUTSEL POSISI BERJALAN ..
KA dengan posisi REM terkunci otomatis daya dorongnya tidak ada kemudian di hantam benda bergerak dari depan pasti efek teleskopik terdorong ke belakang.. jadi kerusaakan dan korban ada di gerbong K3 KUTSEL
KEJADIANYA HAMPIR SAMA DENGAN PLH ABA & SENJUT SEMARANG DI PETARUKAN DIMANA GERBONG K2 SENJUT DENGAN POSISI DIAM HANCUR DI HANTAM DARI BELAKANG OLEH LOK ABA ,,,
PALING BERBAHAYA JIKA 2 KERETA ITU SAMA SAMA BERGERAK KEMUDIAN BERTABARAKAN DI PASTIKAN KEDUA KA HANCUR KARENA EFEK TELESKOPIK 2 SEKALIGUS
makadari itu KA MUTSEL dan LOKOnya tdak mengalami kerusakan parah
HANYA KERETA API YANG MEMBUATKU HAPPY
|