Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA MERUPAKAN PASAR BERJALAN YANG TERBESAR DAN TERLENGKAP
#31
Warteg Wrote:25-Jan-2011, 05:00 PM(Hari ini 04:52 PM)Krusty Krupp Wrote: [ -> ]kalo dari segi keuntungan untuk PT. KA, PT. KA tergolong untung loh, karena yang saya tahu banyak juga pedangang yang menggunakan abudemen/KTB.
Kan kalo ga ada kartu identitas tersebut si pedagang tersebut ga boleh berjualan di KA ataupun sekitar Stasiun oleh para pedagang lain (yang punya kartu induk) ataupun petugas sortir (kan kelihatan kalo ada pedagang baru)

contoh kartu tanda anggota:
PATSI = Paguyuban Pedagang Asongan Stasiun Tegal

Heran

Andai saja .......
ada 50 stasiun yang masing2 mengelola 100 pedagang yang aktif , dam setiap hari memberlakukan retribusi , atau setoran , atau pungutan atau apalah namanya yang penting uang masuk ke Kas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ( Negara ) setiap pedagang Rp 3.000.- perhari maka bisa dipastikan perhitungan yang ber andai-andai
50 x 100 x Rp 3000 .- x 365 hari , maka dalam satu tahun akan terkumpul dana masuk sebesar Rp 5.475.000.000.- . Sebuah jumlah yang tidak bisa dipandang remeh.
Namanya juga berandai-andai kok.


NgilerNgeledek
Reply
#32

[Image: 2a91ldz.jpg]




nyumbang ah
segala ada tukang beginian
yang biasanya keliling antar kampung sekarang antar rangkaian
NgakakNgakak

[Image: Cursor.gif]
Reply
#33



[Image: oglaa9.jpg]
[/quote]

ckckckckck, ini yg jualan ngapa mepet bgt antara KA sama kepala.
kalo bengong bisa copot tuh kepala.. Ngakak
Reply
#34
(25-01-2011, 05:39 PM)BAMBANG EKO Wrote:
Warteg Wrote:Kan kalo ga ada kartu identitas tersebut si pedagang tersebut ga boleh berjualan di KA ataupun sekitar Stasiun oleh para pedagang lain (yang punya kartu induk) ataupun petugas sortir (kan kelihatan kalo ada pedagang baru)

contoh kartu tanda anggota:
PATSI = Paguyuban Pedagang Asongan Stasiun Tegal
Heran
Andai saja .......
ada 50 stasiun yang masing2 mengelola 100 pedagang yang aktif , dam setiap hari memberlakukan retribusi , atau setoran , atau pungutan atau apalah namanya yang penting uang masuk ke Kas PT. Kereta Api (Persero) ( Negara ) setiap pedagang Rp 3.000.- perhari maka bisa dipastikan perhitungan yang ber andai-andai
50 x 100 x Rp 3000 .- x 365 hari , maka dalam satu tahun akan terkumpul dana masuk sebesar Rp 5.475.000.000.- . Sebuah jumlah yang tidak bisa dipandang remeh.
Namanya juga berandai-andai kok.
NgilerNgeledek
Iya bener, penghasilan tambahan bagi PT.KAI selain peronXie Xie
Kalo ga salah kalo mau bikin kartu anggota begituan (bentuknya mirip KTP) yang saya tau per pedagang ndaftarnya dikenakan ratusan ribu loh,,,
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#35
biasanya stasiun-stasiun gede yang mengkordinir tukang jualan tersebut....

Reply
#36
Betul Kang, ada yang dikoordinir stasiun. Biasanya mereka pakai rompi,sebagai identitas kalau mereka pedagang resmi di stasiun tersebut. Kadang seminggu sekali mereka diminta pihak stasiun untuk bersih-bersih.

Tapi ada juga yang diatur sama preman.

[Image: stasiunkeretaapibogor.jpg]
Reply
#37
KA juga tempat parade kemiskinan negeri ini lihat aja di KA ada pengemis tua, muda, cacat, pengamen anak-anak, anak (maaf) gelandangan, orang gila (kadang2), bencong..pedagang asongan..masya 4jJI....Sedih presidennya malah minta naek gaji....Ngiler
Reply
#38
(26-01-2011, 09:47 AM)ahmadi Wrote: Betul Kang, ada yang dikoordinir stasiun. Biasanya mereka pakai rompi,sebagai identitas kalau mereka pedagang resmi di stasiun tersebut. Kadang seminggu sekali mereka diminta pihak stasiun untuk bersih-bersih.

Tapi ada juga yang diatur sama preman.

pedagangnya ga hanya orang dewasa saja, tapi anak-anakpun banyak..........
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#39
Beberapa tahun yang silam , saat2 masa kejayaan KA Tawang Mas ( dulu namanya masih KA Cepat Siang ) relasi Semarang Tawang - Pasar Senen , adalah masa2 dimana KA Ekonomi menjadi idola pemerjalan dengan waktu pilihan siang hari . Hampir semua KA Ekonomi klas 3 yang berjalan siang hati belum mempunyai nama , yang ada hanya KA Cepat Siang seperti KA Cepat SMT -PSE , KA Cepat SMT - SBI , KA Cepat Solo - PSE , KA Cepat BD- YK dsb , KA Ekspres Siang seperti KA Ekspres BD - SBY atau KA Pattas seperti KA Pattas Banjar - JKK , yabg sudah bernama baru al : KA Pattas Pandanaran , KA Purbaya , KA Blambangan , KA Dhoho , KA Tumapel dsb

Saat2 yang indah bagi seorang yang berjiwa RF saat naik KA Tawangmas ini sudah dimulai dari saat KA meningalkan stasiun besar Semarang Tawang tepat jam 07.00 dengan ditandai lengkingan Semboyan 35 yang diberikan Masinis . Deru lok BB 200 membelah keheningan menyibak suasana pagi yang beku dengan menggendong 4 gerbong K3 ( Dulu namanya masih CW } sebuah kereta makan KM3 L CFW } dan tak lupa dilengkapi satu kereta pembangkit , BP ( DPW ) sebagai gerbong pembawa generator untuk suplai listrik.

Saat memasuki stasiun SMC mulai ada satu dua penjual / pedagang asongan , dan uniknya masing2 penjaja ini berbeda barang dagangannya seperti Rokok , Tissue , minuman ( air mineral ) , pisang rebus , kacang rebus . Memasuki stasiun Pekalongan sudah bisa dipastikan akan masuk pedagang Batik yang berupa pakaian untuk dewasa sampai anak2 dengan harga yang relatif murah ( tergantung bisa / tidak menawarnya ).
Meninggalkan stasiun Pemalang muncul pedagang Tahu Kotak dan Lontong Lempeng yang setiap hari memang menyandarkan hidupnya di KA Tawangmas ini , Suka atau tidak walaupun momen waktu berbeda tetapi jika kita mengulang , mengulang dan mengulang lagi naik KA Cepat Siang yang kemudian disebut KA Tawang Mas ini , bisa dipastikan akan selalu menemui pedagang dengan dagangannya yang sama.

Meninggalkan stasiun Brebes kita akan ditawari mulai dari Terasi , Krupuk Udang , Bawang Merah bahkan sampai Telur asin khas kota Brebes lengkap dengan stempel pada telur tsb. Istirahat sejenak di Cirebon adalah waktunya membeli nasi bungkus , sudah bisa dipastikan puluhan pedagang nasi akan menyerbu mengais setitik rejeki dari para penumpang KA Cepat Siang yang perutnya sudah teriak2 minta diisi dan bla....bla...bla...
Wah ,,,perjalanan siang hari ternyata bisa menemukan pasar berjalan.
Bye Bye Xie Xie
Reply
#40
Kalo ga salah pedagang dilintas CNP-PPK juga unik2..........
mereka menjajakan barang dagangan kengan ciri khas mereka.......... seperti mengeluarkan suara2 aneh yang mengundang tawa penumpang
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)