Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA MERUPAKAN PASAR BERJALAN YANG TERBESAR DAN TERLENGKAP
#1
Para RF , Senior , yunior , Begawan Spoor dan Forumers yth
Sudah search , kayanya belum ada treat yang membahas tentang apa saja yang di jual di dalam , luar atau sekitar KA . terutama tentang apa saja yang dijajakan di dalam gerbong penumpang ,entah makanan , buku , assesori , bahkan sampai kain , lem , juga mainan anak2 pun semua ada , dijual dan dijajakan di KA terutama KA Ekonomi .
kontribusi KA ternyata sangat besar terhadap perekonomian para pedagang ini. Walaupun larangan berjualan di dalam KA terkadang menjadi batu sandungan bagi para pengais rejeki ini.
mari , kita sharing , baik saran , usul atau foto tentang yg tersebut di atas.
Mohon dukungannya ya , dan Bos Momod / Mimin , mohon dihapus jika tidak berkenan . nuwun

Pic
Penjual minuman dingin dalam botol / Kaleng yang selalu mewarnai perjalanan KRL Ekonomi,penumpang dan pedagang , sama2 saling membutuhkan


[Image: 2pt74ag.jpg]

Juga makanan / kue yang harga perbijinya sekitar " Gopek " yang murah - meriah sebagai pengganti sarapan pagi bagi para pekerja yang menggunakan KA sebagai sarana transportasi.


[Image: vxrnq.jpg]
[Image: overstappen.png]
Juga assessoris wanita , banyak sekali dijajakan di dalam rangkaian Kereta Api saat2 KA akan berangkat


[Image: 2rm6stt.jpg]
[Image: overstappen.png]
Yang penting bawa uang cukup , semua ada di kereta api ekonomi


[Image: 2db2dyd.jpg]
Reply
#2
Memang pedagang sangat dibutuhkan di dalam KA, terutama KA jarak jauh... Toh selama mereka membayar tiket dan bukan kambing, PT. KA juga nggak rugi... Penumpang juga membutuhkan mereka karena makanan yang dijual lebih murah dari yang dijual oleh Reska yang harganya irrasional...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#3
mungkin dalam hal iini mengandung azas manfaat,
karna mereka saling memanfaatkan satu sama lain..
mereka yg butuh uang, dan mereka yang butuh barang (murah)
Reply
#4
Kalo saya sih tetap gak setuju , Kereta is Kereta alat transportasi penumpang bukan transaksi jual beli , atau disebut pasar. Adanya mereka sebenarnya bukan mereka menggantungkan diri kpd kita tapi karena terlalu malasnya kita sendiri terhadap apa yg kita butuhkan dalam perjalanan, sehingga mereka masuk memanfaatkan "kemalesan"kita,dan pada akhirnya jd ekebiasaan dan Biaslah fungsi utama KA itu menjadi "Pasar"

Kasihan...?? Nggaklah menurutku karena kebanyakan mereka juga tidak kasihan kok pd kita,misalnya ikut masuk pada saat jam sibuk (high traffic passenger) jd tambah berdesak dan yg kasihan tuh penumpang yg mempunyai hak tp terkalahkan dengan mereka

Keduanya Mereka berjualan tidak pada tempatnya, emplacement stasiun kan rata2 panjang harusnya mereka cuma sampai disitu aja gak masuk.

Kontribusi ? saya rasa tidak ini terjadi karena PT KA menghadapi "DILEMA" yg hrsnya mengurusi KA aja ketambahan yg peginian ... capee dehh...

Pedagang asongan bisa menjadi "sasaran tembak" kondektur KA "nakal" (*pungli.com),pedagang asongan bisa di manfaatkan penjahat untuk melakukan kejahatan diatas kereta,kejahatan menggunakan obat bius dengan media teh kotak misalnya.

Gak sempat sarapan bukan suatu alasan untuk menjadikan mereka sebagai "Dewa penolong" tp krn kita sendirikan kenapa sampai gak sempat? kesiangankah?

Yang jelas diadakan pollingpun tetep aja banyak penumpang yg "terganggu" adanya asongan di KA, Anda menamakan "pasar berjalan terlengkap ya", kalo saya boleh tambahkan "Pasar berjalan dan studio musik serta panti sosial berjalan terlengkap kale mas... Ada yg jualan, ada pengemisnya, ada pengamennya.

Yuk ah bantu berseri wajah Kereta Api kita dengan menempatkan peraturan diatas segalanya, bukan keuntungan sepihak saja. Siapa lagi yg akan merawat KA kalo kita gak memulai dari diri sendiri sejak sekarang..diper-sorry kalo ada yg salah ketik
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply
#5
Yang biasa ngerangkul tas kerepotan. Soalnya dikedepanin rangkulnya nabrak penumpang kalo lagi berdiri. Dirangkul di punggung ditabrak mrk yg lalu lalang. Lagipula kita dah berdiri susah bergerak kalo jam2 sibuk malah dipaksa disuruh kasih mrk ruang gerak buat dagang keliling. Apa - apaan ini??? Kalo jam2 di atas jam 11an mungkin dah gak gitu padet jadinya yah... tetep gak OK sih jualan. Soalnya gak di Ekonomi atau juga Ekonomi AC tetep aja sampah2 berkeliaran di seantero interior. Memang di Ekonomi AC gak jualan, tp dampak dari mrk jualan yg masih sisa di tangan2 pr penumpang bisa membuat sampah menggunung.

Reply
#6
kalo kata orang kayak simalakama...di sisi lain dibutuhkan n sisi satunya lagi mengganggu...hmmm bingung juga Bingung
Reply
#7
Kalo aku yah waktu berhenti di stasiun aja..nawarin dari luar..jangan naik KA..Mengganggu..Pan sebagai penumpang kita dah bayar tiket (dan hak kita biar steril dari pedagang di kereta)..Kecuali troli atau mbak2 praminya..

RF jamesbondan, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
#8
(16-01-2011, 10:21 PM)BAMBANG EKO Wrote:
Para RF , Senior , yunior , Begawan Spoor dan Forumers yth
Sudah search , kayanya belum ada treat yang membahas tentang apa saja yang di jual di dalam , luar atau sekitar KA . terutama tentang apa saja yang dijajakan di dalam gerbong penumpang ,entah makanan , buku , assesori , bahkan sampai kain , lem , juga mainan anak2 pun semua ada , dijual dan dijajakan di KA terutama KA Ekonomi .
kontribusi KA ternyata sangat besar terhadap perekonomian para pedagang ini. Walaupun larangan berjualan di dalam KA terkadang menjadi batu sandungan bagi para pengais rejeki ini.
mari , kita sharing , baik saran , usul atau foto tentang yg tersebut di atas.
Mohon dukungannya ya , dan Bos Momod / Mimin , mohon dihapus jika tidak berkenan . nuwun

Pic
Penjual minuman dingin dalam botol / Kaleng yang selalu mewarnai perjalanan KRL Ekonomi,penumpang dan pedagang , sama2 saling membutuhkan


[Image: 2pt74ag.jpg]

Juga makanan / kue yang harga perbijinya sekitar " Gopek " yang murah - meriah sebagai pengganti sarapan pagi bagi para pekerja yang menggunakan KA sebagai sarana transportasi.


[Image: vxrnq.jpg]
[Image: overstappen.png]
Juga assessoris wanita , banyak sekali dijajakan di dalam rangkaian Kereta Api saat2 KA akan berangkat


[Image: 2rm6stt.jpg]
[Image: overstappen.png]
Yang penting bawa uang cukup , semua ada di kereta api ekonomi


[Image: 2db2dyd.jpg]

Inilah keunikan perkereta apian di Indonesia, dan sebenarnya ini merupakan kultur budaya bangsa juga
berharap terealisasi kereta api di kalsel dan kalteng Ngiler
Reply
#9
terlepas dari segala pro-kontra yg ada...,
ya itulah PR (entah PR siapa tepatnya) bagi perkeretaapian Indonesia yg lebih baik.
naik kereta api tut tut tut...
siapa hendak turut...
ke bandung... surabaya...
bolehlah turun di KROYA saja...
Reply
#10
bingung gan jawabnyaBingung satu sisi butuh,sisi lain ganggu juga..klo ane sih brusaha netral aja..klo di KRL kan gak ada restorasinya (dlu di pakuan sempet ada tuh..ga tau deh sekarangBingungBingung)...kita butuh..mungkin bijaknya ya dirangkul oleh pihak yg berkepentingan..diatur biar tertib gak ramai klo dagang..kan biar kesannya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan KCJ gak diskriminatif ke rakyat kecilSedih..walaupun ada larangan berdagang dikereta api tapi klo udah urusan "dapur tetap ngebul" pasti sensitif..berhubungan dengan banyak orang..Lok Merah Biru
RF faldy adhoez, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)