Posts: 128
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
0
(06-06-2008, 01:42 PM)hedwigus Wrote: Agus Budhy Nugroho Wrote:om Hed... mohon bantuan untuk maksudnya apa sih dari singkatan tersebut diatas ?... kalau nggak salah BLB itu sering dipakai oleh masinis bila menjumpai sinyal muka kuning dan berhenti distasiun atau dengan kata lain berhenti bukan pada stasiun yang terdapat didalam petunjuk "map biru".. mohon pencerahannya mas.....
thank's ya..
== Lok Bima Kunting ==
Sesuai GAPEKA (he he he map-biru), setiap rangkaian memiliki jadual berhenti yang sudah ditentukan sejak awal, baik itu berhenti untuk naik/turun penumpang, atau berhenti karena silangan atau disusul.
BLB: Berhenti Luar Biasa, terjadi karena hal-hal tertentu.
Misalnya ada rangkaian yang mengalami kerusakan sehingga harus berhenti dan mengakibatkan GAPEKA menjadi tidak akurat lagi.
Di wilayah divisi jabotabek, BLB dilakukan jika penumpang menumpuk di satu stasion dan terpaksa harus menghentikan kereta express untuk menaikan penumpang dengan tujuan yang sama.
contoh: Dulu saya sering naik Pakuan Express jurusan BOO-THB dari DPK. Karena Depex THB mengalami banyak keterlambatan.
Yang lain adalah BLB illegal, saat banyak kambing yang berkumpul di pinggir rel 
Sy sedikit-sedikit sedang berguru ttg istilah-istilah teknis KA, Semboyan dsb.
Mungkin termasuk BLB juga ya... Menjelang lebaran Sy naik KRL Sudirman Express di St. Manggarai, lalu terdengar petugas stasiun mengumumkan bahwa calon penumpang yg akan menggunakan KA. Bengawan pemberangkatan dari St. Tnh. Abang dipersilahkan untuk naik (gratis) KRL Express (Sudirman), maka ramai-lah (hampir penuh) gerbong KRL tsb dengan calon penumpang tsb.
Belum jelas ttg maksud fitur loko yg disebutkan CC201, CC202, CC203, CC204... apa yg dimaksud fitur tsb bentuk hidung loko? n mohon dijelaskan perbedaan fitur-fitur loko tsb? Maaf klu sdh dijelaskan di posting2 yg lain.
Nanya lagi (mungkin ada di thread ttg Semboyan), adakah aturan di manakah posisi berdirin petugas Stasiun ketika membunyikan "peluit" untuk memberangkatkan KA?.... Soalnya Sy pernah memperhatikan di St. Jati Negara, petugas membunyikan peluit untuk memberangkatkan KA. sampai beberapa kali, Sy yakin tdk terdengar oleh masinis karena di sekitar KA n Stasiun sedang ramai oleh calon penumpang... tadinya Sy mau menyarankan agar petugas tsb mendekati Loko, tapi petugas tsb pergi ke ruang "petugas yg menggunakan pengeras suara" dan KA tsb. pun berangkat.
Posts: 905
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
8
(21-08-2009, 12:42 PM)Charles Wrote: Nih daftar yang saya peroleh dari suatu situs RF:
AB = Air Brake
Abar = Rem
Aspan = As Panas
B = Begasi
BC = ka Barang Cepat (bisa juga disingkat KABAT)
BP = Begasi + Power
BH = Bangunan Hikmat (jembatan)
BH = Berjalan Hati-Hati (form)
BK = Berat Kosong
BLB = Berhenti Luar Biasa
BSS = Berjalan Sepur Salah (form)
BV = BanVak
BY = Balai Yasa
DE = Diesel Elektrik
DEMU = Diesel Electric Multiple Unit
DMU = Diesel Multiple Unit
DK = Kepala Distrik Jalan dan Bangunan
DT = Dobel Traksi (?)
DH = Diesel Hidraulik
DC = Daily Check Up
DKA = Departemen Kereta Api
DMU = Diesel Multiple Unit
DAO = Dipo Angkutan Operasional (?)
DirTek = Direktur Teknik
DirOp = Direktur Operasional
DirBangUs = Direktur Pengembangan Usaha
DirPum = Direktur Personalia dan Umum
DirKeu = Direktur Keuangan
Dirut = Direktur Utama
EMU = Electric Multiple Unit
Gapeka = Grafik Perjalanan Kereta Api
GW = Gerbong pengangkut semen dengan satu gandar
GGW = Gerbong pengangkut semen dengan dua gandar
H = Habis
HSD = High Speed Diesel
JPJ = Juru Pemeriksa/Penilik Jalan
JRA = Juru Api
JRR = Juru Langsir, Juru Rem Rangkai
JRS = Juru Rumah Sinyal
KaDaOp = Kepala Daerah Operasi
KaDiv = Kepala Divisi
KaDivRe = Kepala Divisi Regional
KaUr = Kepala Urusan
KaSi = Kepala Seksi
KaSubSi = Kepala Sub Seksi
KAP = Kereta Api Penolong (form)
KAIS = Kerata Api Inspeksi
KABUS = bukan singkatan (adalah gerbong terakhir yg digunakan pada rangkaian KA Barang, digunakan utk tempat PLKA / KP dengan ukuran sebesar kontainer 20 feet.
Kasus = Karcis Khusus
KBD = Kartu Bukti Diri / Kartu Bulanan Dinas (yang jelas bukan Kagak Bawa Duit)
KRD = Kereta Rel Diesel
KRDE = Kereta Rel Diesel Elektrik (Buatan Indonesia)
KRDI = Kereta Rel Diesel Indonesia (Buatan Indonesia)
KRL = Kereta Rel Listrik
KRLI = Kereta Rel Listrik Indonesia (Buatan Indonesia)
KDG = Kepala Dipo Gerbong
KDK = Kepala Dipo Kereta
KDT = Kepala Dipo Traksi
KLB = Kereta Luar Biasa
KM = Kereta Makan
KP = Kondektur Pemimpin
KS = Kepala Setasiun
KSB = Kepala Stasiun Besar
KMP = Kereta Makan + Power
KKBW = Kereta pengangkut batubara dengan 2 gandar
KKW = Kereta Ketel + Westinghouse (rem angin ?)
KR = Kepala Ruas
KT = Kereta Tidur
KN = Kepala Divisi Niaga
Lapka = Laporan Kereta Api
LGS = langsir (kt kerja), langsiran (kt benda)
LHM = Laporan Harian Masinis
LokPen = Lokomotif Penolong / Pendukung (?)
Lokpd = Lokomotif Pendorong
LPT = Lok Pengganti
MALKA = Maklumat Perjalanan Kereta Api (Berlaku selama jangka waktu yang ditetapkan)
Mas = Masinis
M = Makan (Kereta Makan) / bila disambungkan dengan huruf lain seperti KM, bila berdiri sendiri M = Kompartemen, angka di belakang adalah kelas (1=eksekutif, 2=bisnis, 3=ekonomi)
M = Motorized Car
MC = Motorized Cabin Car / Monthly Check Up
MD = Mesin Diesel / Motor Diesel
MD = Mulai Dinas, Mulai Dioperasikan
MG = Motor Generator
MS = Perintah Melalui Sinyal Tidak AMan (Perintah MS - Form)/Melanggar Sinyal
NKV = Kepala Sub Divisi Pembukuan Niaga
NR = Kereta Penolong
PAP = Pengawas Peron
PC = Power Car
PJ = Penilik Jalan
PJL = Perlintasan JaLan (?)
PPK = Pemberitahuan tentang Perjalanan Kereta Api (Berlaku selama 1 bulan)
PPKA = Petugas Perjalanan Kereta Api
PK = Pusat Kendali (Pusat Komunikasi)
PKST = Pekerja Stasiun
PL = Peritiwa Luar Biasa
PLKA = Pelayan Kereta Api (maksudnya : teknisi)
PLH = Peristiwa Luar Biasa Hebat
PLB = Perjalanan Luar Biasa
PJKA = Perusahaan Jawatan Kereta Api
PNKA = Perusahaan Nasional Kereta Api
PPKA = Pengatur / Pemimpin Perjalanan Kereta Api
Perka = Perjalanan Kereta Api
PPCW = Gerbong barang tanpa atap dan dinding samping
PTP = Pemberitahuan Tentang Persilangan
PUK = Pengawas Urusan Kereta
PLKA = Pelayan Kereta Api
PA = Pemeriksaan Akhir
PA YAD = Pemeriksaan Akhir Yang Akan Datang
PRAMI = Pramugari
PRAMA = Pramugara
POLSUSKA = POLisi khuSUS Kereta Api
R = Rebuilt
R = Reglemen
RH = Rehabilitasi (ex konservasi)
RM = Rencana Muatan
RinJa = Rintangan Jalan
S = Semboyan/Kereta Spesial (kereta yang khusus untuk sewa)
SAP = Surat Angkutan Percuma
SK = Kepala Seksi Jalan dan Bangunan
SKAB = sistem kereta api blok
SINTELIS = Sinyal Telekomunikasi dan Listrik
SINTEL = Sinyal Telekomunikasi
SETK = Selubung Engkol Tekanan Kelebihan
T = Tabel/Trailer Car
Taspat = Pembatasan Kecepatan
TC = Trailing Cabin Car / Traction Car (?)
TS = Tegangan Statis / Train Set (?)
TEM = Telegram Maklumat (Berlaku selama 1 hari)
TELIS = TElekomunikasi dan LIStrik
TTU = Gerbong uji
TTW = Gerbong pengangkut kerikil ballast
Wasi = Pengawas Seksi
WasTek = Pengawas Teknik
Ada yang mau menambahkan/mengoreksi??
mantab bos..... bener juga ane disuruh kemari, lebih plong....
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
kalau PPKA st Tanah Abang bilang, masinis menerima bentuk 92, artinya apa?
Posts: 4,518
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
35
(26-10-2010, 11:38 AM)m_ilhami Wrote: kalau PPKA st Tanah Abang bilang, masinis menerima bentuk 92, artinya apa?
bentuk 92 itu bentuk MS (Melanggar Sinyal), diberikan kalo sinyalnya sedang gangguan......
Posts: 3,141
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
106
(26-10-2010, 01:11 PM)Agung Wrote: (26-10-2010, 11:38 AM)m_ilhami Wrote: kalau PPKA st Tanah Abang bilang, masinis menerima bentuk 92, artinya apa?
bentuk 92 itu bentuk MS (Melanggar Sinyal), diberikan kalo sinyalnya sedang gangguan......
Kalau mau lihat bentuk aslinya, ada di PPKA,
Serba Serbi Sepur.
Posts: 3,191
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
16
Sekedar menambahkan, kalau ada yang salah mohon dikoreksi.
MC = Motorized Controller Car (kereta bermotor traksi dan berkabin masinis)
TC = Trailer Controller Car (kereta tanpa motor traksi berkabin masinis)
MEC = Motorized Engine Controller Car (kereta bermesin diesel disertai motor traksi dan berkabin masinis)
TEC = Trailer Engine Controller Car (kereta bermesin diesel tanpa motor traksi dan berkabin masinis)
TMEC = Traction Motorized Engine Controller Car (kereta bermesin diesel disertai motor traksi dan berkabin masinis dilengkapi bogie artikulasi)
GGW = Gesloten Wegen/Westerling (gerbong barang tertutup dengan gandar 2 dan memiliki pintu, biasanya dipakai untuk angkutan semen/pupuk dengan rem tekanan udara yang dikendalikan dari lok)
KKW = Kolen Wagen/Westerling (gerbong barang terbuka dengan gandar 2 dan dipakai untuk angkutan barang curah dengan rem tekanan udara yang dikendalikan dari lok)
PPCW = Plaat Container Wagen/Westerling (gerbong datar terbuka dengan gandar 2 dan dipakai untuk angkutan peti kemas atau barang berdimensi tipis dengan rem tekanan udara yang dikendalikan dari lok)
TTW = Trass Wagen/Westerling (gerbong barang tertutup dengan gandar 2 dan dipakai untuk angkutan bahan bangunan dengan pintu dan rem tekanan udara yang dikendalikan dari lok)
ZZOW = Zand Orenstein Wagen/Westerling (gerbong barang terbuka dengan gandar 2 dan dipakai untuk angkutan pasir atau ballast dengan rem tekanan udara yang dikendalikan dari lok)
GR = Gesloten Rem (gerbong barang tertutup bergandar 1 dan memiliki pintu, biasanya dipakai untuk angkutan semen/pupuk dengan rem tangan)
Untuk YW dan YYW saya kurang tahu apa kepanjangan bahasa Belandanya.
Sekali lagi, CMIIW.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Posts: 3,141
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
106
10-12-2010, 10:14 PM
(This post was last modified: 11-12-2010, 12:31 AM by Adi Sutjipto.)
Posts: 4,518
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
35
Posts: 3,141
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
106
11-12-2010, 12:36 AM
(This post was last modified: 11-12-2010, 12:38 AM by Adi Sutjipto.)
(10-12-2010, 11:13 PM)Agung Wrote: wihh.....mantaff pak adi.......thx bgt udh nge share teknis gini.......bermanfaat bgt lo.....
Sama-sama Gung,
nanti pelan-pelan, koleksi akan saya upload.
asal kuat yang nye "can" aja.....
Untuk urutan ketiga, sudah saya perbaiki, tadi salah susun.
Bandingan dengan isi gambar balasan anda,
thx.

Posts: 4,518
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
35
(11-12-2010, 12:36 AM)Adi Sutjipto Wrote: (10-12-2010, 11:13 PM)Agung Wrote: wihh.....mantaff pak adi.......thx bgt udh nge share teknis gini.......bermanfaat bgt lo.....
Sama-sama Gung,
nanti pelan-pelan, koleksi akan saya upload.
asal kuat yang nye "can" aja.....
Untuk urutan ketiga, sudah saya perbaiki, tadi salah susun.
Bandingan dengan isi gambar balasan anda,
thx.
 
aheyyy......udah diganti neh.....
aku tunggu pak adi......
dari dulu aku selalu cari yg beginian....biar bisa jelas daya tarik maksimum lok.......hehehehehe
|