Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sekali kali intermeso cerita "mistik" sekitar KA
(22-10-2010, 09:03 AM)Agus Riyanto Wrote: Dari milis tetangga

Quote:STASIUN PEMALANG TEMPAT SINGGAH ARWAH GENTAYANGAN

Tubrukan Kerata Api (KA) Argo Anggrek dengan KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, Pemalang, yang menelan banyak korban baik tewas maupun luka parah ternyata menyisakan ceritera lain berbau mistik.

Stasiun KA Petarukan sejauh ini dikenal sebagai stasiun kecil dan hanya beberapa kereta ekonomi saja yang berhenti. Itu pun jika sang masinis berbaik hati. “Kalau sejumah pedagang asongan minta tolong ke petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA), pasti keretanya berhenti,” ujar Jairul, 30, warga Desa Klareyan, Petarukan, kepada Pos Kota (2/10).

Selain tempat berkumpul pedagang asongan, Jairul juga mendengar cerita-cerita mistik di lokasi terjadinya musibah maut tersebut. “Sebelah kidul (barat) sawah dan di ngetan (timur ) permukiman. Di daerah itu tergolong angker,” ujarnya.


SUARA ANEH
Dia pun menuturkan lokasi tabrakan itu memang menjadi tempat mistik. Sebelum masuk stasiun ada kali besar yang menjadi pembatas kecamatan. “Kali itu juga sering ada suara-suara aneh,” sebut Jailur.

Banyak pedagang di sana menyebut tempat itu seperti daerah persinggahan arwah pekerja jalan yang dibangun Deandles Anyer-Panarukan. Arwah-arwah gentayangan itu adalah korban pembantaian saat pembangunan jalan. Sekarang jalan tersebut menjadi jalan tua dan tidak dilalui oleh kendaraan lagi.

“Kalau malam masih terdengar suara-suara aneh di sekitar stasiun,” imbuh Jairul seraya membeberkan biasanya setiap setahun sekali, ada saja korban akibat kecelakaan seperti kereta tubrukan atau orang ditabrak kereta."

jadi petarukan itu emang angker dari awal ya om? KA Ekonomi apa yang sering lewat disana? Kmaren temen ane dinas senja utama SMT pas lewat Petarukan jalanya perlahan, tapi ga ditahan, bablas blas... Cuma dia berhenti di Comal dan Pemalang...
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. Eh iya lupa...
Reply
(22-10-2010, 09:03 AM)Agus Riyanto Wrote: Dari milis tetangga

Quote:STASIUN PEMALANG TEMPAT SINGGAH ARWAH GENTAYANGAN

Tubrukan Kerata Api (KA) Argo Anggrek dengan KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, Pemalang, yang menelan banyak korban baik tewas maupun luka parah ternyata menyisakan ceritera lain berbau mistik.

Stasiun KA Petarukan sejauh ini dikenal sebagai stasiun kecil dan hanya beberapa kereta ekonomi saja yang berhenti. Itu pun jika sang masinis berbaik hati. “Kalau sejumah pedagang asongan minta tolong ke petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA), pasti keretanya berhenti,” ujar Jairul, 30, warga Desa Klareyan, Petarukan, kepada Pos Kota (2/10).

Selain tempat berkumpul pedagang asongan, Jairul juga mendengar cerita-cerita mistik di lokasi terjadinya musibah maut tersebut. “Sebelah kidul (barat) sawah dan di ngetan (timur ) permukiman. Di daerah itu tergolong angker,” ujarnya.


SUARA ANEH
Dia pun menuturkan lokasi tabrakan itu memang menjadi tempat mistik. Sebelum masuk stasiun ada kali besar yang menjadi pembatas kecamatan. “Kali itu juga sering ada suara-suara aneh,” sebut Jailur.

Banyak pedagang di sana menyebut tempat itu seperti daerah persinggahan arwah pekerja jalan yang dibangun Deandles Anyer-Panarukan. Arwah-arwah gentayangan itu adalah korban pembantaian saat pembangunan jalan. Sekarang jalan tersebut menjadi jalan tua dan tidak dilalui oleh kendaraan lagi.

“Kalau malam masih terdengar suara-suara aneh di sekitar stasiun,” imbuh Jairul seraya membeberkan biasanya setiap setahun sekali, ada saja korban akibat kecelakaan seperti kereta tubrukan atau orang ditabrak kereta."

ternyata tumbal2 waktu pembuatan jalan rel dulu masih bergentayangan tho... Mimisan
Bye Bye SALAM RF DAOP VI YOGYAKARTA
Reply
Camera 
Perlintasan Kereta Api ini terkenal dengan sebutan "Mbah Ruwet" Tempatnya di Klaten antara desa tegal duwur sama jombor....

Sesuai dengan namanya perlintasan ini penuh cerita misterinya dan memang benar selain sering terjadi kecelakaan KA dengan pengguna jalan tempat inipun sering dijadikan lokasi BB (*bunuh diri ), karena saya tidak terlalu percaya dengan tahayul maka saya cukup gembira ketika mendengar Dep Hub akan membuat pintu otomatis tanpa penjaga yg bisa buka - tutup sendiri

Apa yg Dep Hub rencanakan dan msayarakat harapkan akhirnya terealisasi, perlintasan tersebut berdiri gagah, sirene meraung kencang dan pijar lampu menyala terang....tanpa masalah....

Namun keganjilan terjadi saat semua meninggalkan perlintasan tersebut, Pintu tidak dapat berfungsi layaknya pintu2 berpenjaga, tapi pintu ini menutup jalan saat tidak ada kereta api dan ketika ada kereta api pintu ini malah membuka....

Tanya punya tanya akhirnya teknisinya kembali ke tempat itu dan diperiksa lagi.. Al hasil semua tidak masalah bahkan sampai ditunggu KA lewatpun normal sama seperti apa yg diharapkan..., akhirnya kini pintu itu tinggal kenangan.... palang pintu hilang, (lihat gambar..) Sedih

[Image: mbahruwet.jpg]

saat uji coba system otomatisnya sirene bunyi, lampu nyala


[Image: palang-pintu.jpg]

Kejadian terparah di perlintasan ini

[Image: mbah.jpg]

Sedikit pesan dari para Tetua di sekitar perlintasan :

1.Jika anda lewat menggunakan motor pada saat malam hari (kebetulan sendiri) klaksonlah terlebih dahulu sebelum melintas..

2.Jka pada saat anda melintas malam hari ( 3 m sebelom perlintasan) anda melihat ada nenek2 berjualan sate (yg secara akal sehat gak mungkin berjualan malam2 apalagi dipinggir rel), berhenti jangan panik lalu berdoa kalo takut, KArena biasanya kalo anda panik dan tancap gas..nanti saat anda melintas direl akan ada kereta api lewat)

Beberapa penduduk sudah mengalami ketemu "mbah ruwet", termasuk sodara saya sebagai sember posting ini, Percaya Boleh tidak juga boleh atau bahkan anda mau hunting kemisteriusan perlintasan ini silahkan...
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply
mending dibikin tunnel aja tuh, ga usah pake palang pelintasan lagi biar gak makan korban mulu..
Reply
(06-12-2010, 06:35 PM)nikmuracell Wrote: Perlintasan Kereta Api ini terkenal dengan sebutan "Mbah Ruwet" Tempatnya di Klaten antara desa tegal duwur sama jombor....

Sesuai dengan namanya perlintasan ini penuh cerita misterinya dan memang benar selain sering terjadi kecelakaan KA dengan pengguna jalan tempat inipun sering dijadikan lokasi BB (*bunuh diri ), karena saya tidak terlalu percaya dengan tahayul maka saya cukup gembira ketika mendengar Dep Hub akan membuat pintu otomatis tanpa penjaga yg bisa buka - tutup sendiri

Apa yg Dep Hub rencanakan dan msayarakat harapkan akhirnya terealisasi, perlintasan tersebut berdiri gagah, sirene meraung kencang dan pijar lampu menyala terang....tanpa masalah....

Namun keganjilan terjadi saat semua meninggalkan perlintasan tersebut, Pintu tidak dapat berfungsi layaknya pintu2 berpenjaga, tapi pintu ini menutup jalan saat tidak ada kereta api dan ketika ada kereta api pintu ini malah membuka....

Tanya punya tanya akhirnya teknisinya kembali ke tempat itu dan diperiksa lagi.. Al hasil semua tidak masalah bahkan sampai ditunggu KA lewatpun normal sama seperti apa yg diharapkan..., akhirnya kini pintu itu tinggal kenangan.... palang pintu hilang, (lihat gambar..) Sedih

[Image: mbahruwet.jpg]

saat uji coba system otomatisnya sirene bunyi, lampu nyala


[Image: palang-pintu.jpg]

Kejadian terparah di perlintasan ini

[Image: mbah.jpg]

Sedikit pesan dari para Tetua di sekitar perlintasan :

1.Jika anda lewat menggunakan motor pada saat malam hari (kebetulan sendiri) klaksonlah terlebih dahulu sebelum melintas..

2.Jka pada saat anda melintas malam hari ( 3 m sebelom perlintasan) anda melihat ada nenek2 berjualan sate (yg secara akal sehat gak mungkin berjualan malam2 apalagi dipinggir rel), berhenti jangan panik lalu berdoa kalo takut, KArena biasanya kalo anda panik dan tancap gas..nanti saat anda melintas direl akan ada kereta api lewat)

Beberapa penduduk sudah mengalami ketemu "mbah ruwet", termasuk sodara saya sebagai sember posting ini, Percaya Boleh tidak juga boleh atau bahkan anda mau hunting kemisteriusan perlintasan ini silahkan...

aku tau ini tempatnya, dlu sodaraku (masinis) pernah 3x nabrak pengendara motor disini. Dan anehnya nabraknya waktu dines KA Lodaya malem terus.






Reply
Dibuat terowongan kayaknya sama aja. Ntar ada aja pemberitaan katakanlah si mbah... skr nongkrong di kolong terowongan KA cari pelanggan. Trus yg lewat situ ntar bannya kempes dan apalagi gitu deh... Yg dibangun jembatan layang juga demikian lagi... Si makhluknya dagang di pinggir jembatan. 1x mistik tetap mistik. Kalau memang ada penunggunya tetap kita harus panjatkan do'a sesuai agama kita masing2. Gak usah pas melintas perlintasan KA, keluar dr rumah pun wajib membaca do'a dulu.

Reply
wah serem juga y...takuuuuuuutt...Heran
Reply
Di Klaten???
g pernah ngeh y saya...
-siggy under construction at Balai Yasa-
Bye Bye
Reply
(07-12-2010, 08:18 AM)helmi_cc20301 Wrote:
(06-12-2010, 06:35 PM)nikmuracell Wrote: Beberapa penduduk sudah mengalami ketemu "mbah ruwet", termasuk sodara saya sebagai sember posting ini, Percaya Boleh tidak juga boleh atau bahkan anda mau hunting kemisteriusan perlintasan ini silahkan...

aku tau ini tempatnya, dlu sodaraku (masinis) pernah 3x nabrak pengendara motor disini. Dan anehnya nabraknya waktu dines KA Lodaya malem terus.

Kayak minum Obat 3X untngnya gak pake sehariXie Xie


[Image: overstappen.png]
(07-12-2010, 09:49 AM)Dana Komuter Wrote: Dibuat terowongan kayaknya sama aja. Ntar ada aja pemberitaan katakanlah si mbah... skr nongkrong di kolong terowongan KA cari pelanggan. Trus yg lewat situ ntar bannya kempes dan apalagi gitu deh... Yg dibangun jembatan layang juga demikian lagi... Si makhluknya dagang di pinggir jembatan. 1x mistik tetap mistik. Kalau memang ada penunggunya tetap kita harus panjatkan do'a sesuai agama kita masing2. Gak usah pas melintas perlintasan KA, keluar dr rumah pun wajib membaca do'a dulu.
Jika anda terpaksa harus melintasi wilayah ini malam hari, lebih baik hindari atau muter melewati Jl.Karangwuni-Pedan karena perlintasan KA disini di jaga dan lebih aman


[Image: overstappen.png]
(07-12-2010, 01:12 PM)nabil ismail Wrote: wah serem juga y...takuuuuuuutt...Heran

Request buat tempat uji nyali aja kali yaa...Ngakak
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply
(07-12-2010, 01:31 PM)ardisenjasolo Wrote: Di Klaten???
g pernah ngeh y saya...
Dari solo naik bis solo - jogja turun di Karangwuni atau jombor truss naik becak minta antar kerumahnya mbah ruwet...(*Tukang becak pasti tau dan kaget)

[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)