04-12-2010, 07:31 PM
|
penomeran baru lokomotif
|
|
05-12-2010, 06:53 PM
(03-12-2010, 11:02 PM)spoor_jadul Wrote: di Majalah KA edisi desember 2010, baru ketahuan siapa yang mengusulkan aturan penomoran baru ini , yaitu Ir Hermanto Dwiatmoko MSTr (Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana, Ditjen Perkeretaapian, Kementrian Perhubungan). klik di sini untuk mengujungi facebook Ir Hermanto Dwiatmoko MSTr. Another cheap loser of Indonesian state railway... ![]() Di kantor pusat PT KA (berdasarkan pengamatan saya, serta cerita dari kawan-kawan saya yang bekerja di kantor pusat PT KA) banyak sekali para pegawai senior yang sudah bertahun-tahun kerja, dan bolak-balik keluar kampus, benar-benar tidak tahu seperti apa kondisi lapangan. Dan parahnya mereka malah sok tahu.... ![]() Orang-orang seperti inilah yang membuat kenapa kok PT KA tidak kompetitif dibandingkan moda transportasi lain, baik dalam hal value for money untuk pengguna jasa, atau aplikasi teknologi yang tidak tepat guna. Sekarang....Kembali ke Sepur 1...
30-12-2010, 03:22 PM
(04-12-2010, 07:31 PM)Narendro Anindito Wrote:(04-12-2010, 07:22 PM)Rezza Habibie Wrote: Tadi lihat CC 204 05 keluar BY YK / Pengok setelah PA,dan name platenya pun tidak berganti,tetap CC 204 05... yg C1 batch 92 blm ada yg sempat ganti penomeran ya??
naik kereta api tut tut tut...
siapa hendak turut... ke bandung... surabaya... bolehlah turun di KROYA saja...
30-12-2010, 04:24 PM
klo yg CC 204 04 03 kemarin aku liat langsung di stasiun KM.
30-12-2010, 06:01 PM
Kayaknya penomoran baru ini akan tetap berjalan, walau setengah-setengah. Buktinya, lokomotif CC 204 22 aja nameplatenya udah diganti permanen ama yg baru (CC 204 10 05), tidak seperti pendahulunya CC 204 19-21, pake dua jenis nameplate...
Bener-bener ga konsisten akan pilihan yang diambil. Kemaren ngomong A, hari ini ngomong B. Berharap aja besoknya ga ngomong C (alias ganti jenis penomoran, mungkin ditambahin nomor Daop domisili lok tersebut...)
30-12-2010, 06:36 PM
Menurut ane.......
penomoran baru = CACAT
Loco Project Designer for better Indonesian Railways
![]()
30-12-2010, 07:00 PM
(25-10-2010, 06:53 PM)pardjono Wrote: Sistim penomoran baru lebih informatif. Dulu saya berpendapat begitu karena saya mengira sistim penomoran baru hanya menyisipkan tahun MDnya tanpa mengubah nomor urut. Contohnya CC 20418 menjadi CC 204 10 18. Nggak tahunya yang terjadi bukan begitu. Dengan CC 20418 dst menjadi CC 204 10 01 dst, maka saya mencabut pendapat saya terdahulu karena ternyata nomor urutnya menjadi kacau.
Tadi sempat motret CC204 22 di Cibatu, dan cukup terkejut juga dengan penomoran baru tersebut...
![]() Jadi keinginan saya untuk memotret CC204 25 dan 27 mungkin punah sudah.... Kayaknya penomoran baru ini terkesan dipaksakan, dan nggak 100% sukses. Buktinya loko-loko yang di PA belakangan ini nomornya tidak diganti. sudah begitu, CC204 22, plat nomor barunya (CC204 10 05) pakai plastik. Kontras dengan nomor baru yang pakai plastik.. (murahan banget) ![]() Apa sih sebenarnya wewenang Dirjen KA untuk mengurus penomoran rolling stock? Dirjen KA itu bukanlah operator KA, dan penomoran lokomotif atau gerbong (di negara manapun di dunia) adalah hal prerogatif operator! Seandainya saya punya perusahaan KA, terus lokomotifnya menggunakan nomor terserah saya (kalau ala JSS seperti 1206, 1207; atau kalau ala Australi NR57, NR35 dst) apa terus saya dikenakan sanksi? Kalau cuman sekedar ingin tahu tahun produksi lokomotif, apa susahnya mengontak BY yang bersangkutan? Apalagi alasannya dipakai embel-embel "diharapkan" menunjukkan kalau ini hanya proyek coba-coba tanpa perencanaan yang matang. Mbok penomoran model lama dikembalikan!
31-12-2010, 01:35 AM
(30-12-2010, 07:26 PM)bagus70 Wrote: Tadi sempat motret CC204 22 di Cibatu, dan cukup terkejut juga dengan penomoran baru tersebut... Setuju banget, bro
Loco Project Designer for better Indonesian Railways
![]()
31-12-2010, 11:30 PM
(31-12-2010, 01:35 AM)antimon40 Wrote:(30-12-2010, 07:26 PM)bagus70 Wrote: Tadi sempat motret CC204 22 di Cibatu, dan cukup terkejut juga dengan penomoran baru tersebut... salah satu malapetaka nyata bagi dunia perkeretaapian Indonesia pada tahun 2010 adalah SISTEM PENOMOMORAN BARU LOKOMOTIF. railfans Indonesian jumlahnya ratusan tapi ketika menghadapi satu orang pencetus ide itu yang bernama Ir Hermanto Dwiatmoko MSTr (Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana, Ditjen Perkeretaapian, Kementrian Perhubungan) saja tetap tidak berdaya ... alias pasrah saja, padahal sistem tersebut jelas-jelas kebijakan SISTEM PENOMORAN BARU LOKOMOTIF ini merugikan operasional PT Kereta Api (persero). tak perlu berangan-angan lebih jauh, masih terlalu jauh mengharapkan railfans Indonesia bisa 'setara' dengan railfans di Eropa terutama dalam hal dedikasi/kiprah nyata terhadap kereta api Indonesia, tidak hanya bisa cas-cis-cus saja di mailing list/forum. jadi percuma saja berkoar-koar di di mailing list/forum ini karena tidak bakal diperhatikan oleh Ditjen Perkeretaapian kecuali railfans Indonesia ada aksi nyata, contoh konkrit misalnya mengumpulkan tanda tangan sebanyak 300 tanda tangan (kalo bisa lebih) sebagai bukti aksi pengolakan terhadap SISTEM PENOMORAN BARU LOKOMOTIF. hasil pengumpulan tanda tangan ini kemudian diserahkan ke Ditjen Perkeretaapian. tunjukkan bahwa railfans Indonesia tidak hanya bisa motret-motret kereta doank, buktikan dengan aksi nyata.
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
Users browsing this thread: 4 Guest(s)


![[Image: mw3c5v.jpg]](http://i42.tinypic.com/mw3c5v.jpg)








