(28-10-2010, 10:48 PM)spoorboedeg Wrote: Mau nanya lagi...CC 201 141r-144r itu ubahan dari BB 203 berapa?
Kalau yang saya tahu CC 201141R adalah ubahan dari BB 20326, sedangkan CC 201142R hingga CC 201144R saya kurang tahu persis nomor seri lok BB 203 asalnya.
(21-11-2010, 03:59 PM)satria_1910 Wrote: inikah penampakan loko yg terkait dng 'PLH' tanjung harapan sewaktu dikirim ke
..
sekarang sudah di 'R' khan dalam arti di re powering 
Huruf 'R' di CC 20101R sebenarnya adalah pengecualian, di mana artinya bukan 'repowering' dengan menambah TM (karena dari pabrik GE-nya sudah punya 6 TM), melainkan 'rebuilt' (karena lok ini bodinya rusak parah sewaktu diturunkan dari kapal karena insiden saat pengangkutan di Tanjung Harapan dan dirakit ulang oleh karyawan BY Pengok sehingga menjadi lok utuh kembali).
(23-11-2010, 09:58 PM)Dana Komuter Wrote: Andai kalau akan ada no seri terbaru utk CC 201 semisal CC 201 XX tapi bertepatan dg lok BB 203 yg di retrofit repowering dll hingga siap menjadi CC 201 XX R apa boleh memiliki 2 no yah? Misal... (ini misalnya ajja lho krn aku gak tau no seri cc 201 dah sampai brapa) CC 201 akan keluar no seri yg 110. Trus yg x BB 203 itu apa boleh dicantumin jadi CC 201 110 R yah? Atau malah mesti CC 201 111 R?
CC 201 seluruhnya berjumlah 144 unit (termasuk yang repowering dari BB 203 dan rebuilt), di mana 1 unit saat ini TSGO di BY LHT dan 2 unit lainnya dirucat karena terlibat PLH.
Dalam penomoran lokomotif, setahu saya tidak diperbolehkan ada penomoran ganda (untuk mempermudah identifikasi jumlah loko yang ada), jadi apabila misalnya ada lok CC 201 hasil repowering BB 203 akan keluar dan pada saat yang sama CC 201110 sudah ada, maka hasil repowering tersebut nomornya akan menjadi CC 201111R (diambil nomor yang di atasnya, yang masih belum digunakan).
CMIIW.