Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH 02-10-10 Petarukan - Argo Bromo Anggrek Seruduk Senja Utama
membaca berita teks berjalan di tv one tadi bilang kalo kapolda jateng menyatakan kalo tersangka PLH Petarukan kemungkinan bertambah....
Antara Cinta dan Obsesi...

[Image: 13758.gif]



(08-10-2010, 10:25 PM)rifqipahlevie Wrote: membaca berita teks berjalan di tv one tadi bilang kalo kapolda jateng menyatakan kalo tersangka PLH Petarukan kemungkinan bertambah....

Quote:Tersangka Tabrakan Maut Kereta Kemungkinan Bertambah
Apriyanti
08/10/2010 18:34

Liputan6.com, Semarang: Tersangka kasus tabrakan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KA Senja Utama di Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kemungkinan bertambah. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Pol. Edward Aritonang di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (8/10).

"Dalam penyelidikan kasus tabrakan KA yang masih terus berjalan, kami akan mengunakan teori penyertaan. Yaitu, sejumlah pihak yang terbukti melanggar ketentuan hingga berdampak pada terjadinya tabrakan akan dipidana sama dengan tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya," kata Edward.

Sebelumnya, masinis KA Argo Bromo Anggrek Muhammad Kholik Rusdianto ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Resor Pemalang, selama dua jam. Ia bakal dikenakan dua pasal. Yaitu, Pasal 206 (3) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Pasal 359 Kitab Undang-undang hukum Pidana, serta Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian atau luka pada orang lain [baca: Masinis KA Argo Anggrek Ditahan].

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi telah menyimpulkan sementara bahwa mekanisme kerja teknis peralatan yang ada di Stasiun Petarukan berfungsi dengan baik. "Tidak ada kerusakan pada sejumlah peralatan baik disengaja atau tidak sehingga dugaan sabotase tidak bisa dibuktikan," ujar Kapolda Jateng.

Polisi juga telah memeriksa rekam jejak operator yang mengoperasikan sistem dan ditemukan beberapa bukti yang cukup berarti untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya tabrakan kereta. "Bukti tersebut antara lain sistem telah dioperasikan dengan baik, kemudian ada saksi yang melihat terjadinya pelanggaran rambu dan telah berusaha memberitahu masinis KA Argo Bromo Anggrek yang saat ini menjadi tersangka saat bersimpangan beberapa ratus meter sebelum terjadi tabrakan," tambah Edward.

Menurut Edward, saksi yang merupakan asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah berlawanan atau arah Surabaya-Jakarta tersebut berteriak memberitahu bahwa masinis KA yang menabrak KA Senja Utama itu telah melanggar rambu berupa lampu sinyal yang menyala merah.

Namun, masinis KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari Jakarta menuju Surabaya, tidak mengindahkan pemberitahuan tersebut. Maka, terjadilah tabrakan KA yang menewaskan puluhan orang serta belasan lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Ia mengatakan, dari hasil penyelidikan di lapangan yang dilakukan polisi juga diketahui kecepatan kereta pada waktu lampu sinyal menyala kuning yang terletak beberapa ratus meter sebelum memasuki stasiun Petarukan adalah 22 kilometer per jam. Kendati demikian, kereta saat mendekati lampu merah kecepatan justru meningkat menjadi 52 kilometer per jam dan pada saat tabrakan 56 km per jam.

"Hasil pemeriksaan laboratorium dan di sepanjang rel terungkap kalau masinis sudah berupaya menghentikan laju kereta pada jarak 120 meter setelah rambu lampu sinyal merah dilewati dan 100 meter menjelang terjadinya tabrakan yang tidak bisa dihindari," ujarnya.

Kejadian itu bermula ketika KA Senja Utama berhenti untuk memberikan kesempatan bagi KA Argo Bromo Anggrek melaju lebih dulu. Namun, KA Argo Bromo Anggrek justru menabrak KA Senja Utama hingga gerbong belakang keluar jalur dan menyebabkan sedikitnya 34 orang tewas serta sedikitnya 16 orang luka-luka.(ANS/APY/Ant)
guys.... malam ini Bapak gw bawa lokomotif eks tabrakan Maut dari Dep Lok Semarang ke baLai Yasa Jogja.....
kata bapak : lok nya (terbungkus terpaL) dan (maaf) masih terdapat banyak potongan tubuh Manusia n bau nya anyir. karena td bapak sempat parkiRin tu lok ke tugu......

sorry ga da picture, coz bapak ksh info by phone....
(08-10-2010, 10:55 PM)nata_dessy Wrote: guys.... malam ini Bapak gw bawa lokomotif eks tabrakan Maut dari Dep Lok Semarang ke baLai Yasa Jogja.....
kata bapak : lok nya (terbungkus terpaL) dan (maaf) masih terdapat banyak potongan tubuh Manusia n bau nya anyir. karena td bapak sempat parkiRin tu lok ke tugu......

sorry ga da picture, coz bapak ksh info by phone....

yg narik lok apa?
Waktu ditarik dari tkp apa tidak dibersihkan dulu dari potongan tubuh para korban? Ko masih terbawa sampai dipo?Sedih
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
(08-10-2010, 10:20 PM)kempor Wrote: sori kalo mungkin udah pernah dibahas..
pas menjelang PLH berarti ada 3 KA yang masuk ke persilangan yah? trus kronologinya gimana tuh?
1. SU masuk jalur 3, disilang SK di jalur 2, trus SU menunggu disusul ABA?
2. SK masuk jalur 2, disilang SU di jalur 3, SK berangkat dari jalur 2, trus disusul ABA?
3. SU masuk jalur 3, menunggu SK masuk jalur 2, trus sebelum SK tiba udah disusul ABA?

agak ruwet mungkin yah, mengingat Petarukan merupakan peralihan dari dobel-track ke single-track

Bingung
SU dan SK emang bersilang
namun ABA tidak meyusul SU.
kesaksian saudara wa yg jd korban, ABA menabrak SU ketika SU barusaja berjalan perlahan dr petarukan....namun masih berada di stasiun petarukan.
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Quote:Jumat, 08/10/2010 13:56 WIB
KA Argo Anggrek Tabrak KA Senja Utama dalam Kecepatan 56 km/jam
Triono Wahyu Sudibyo - detikNews

Semarang - Tiga gerbong terakhir rangkaian KA Senja Utama remuk dan 34 orang penumpangnya tewas tertabrak KA Argo Anggrek di Petarukan, Pemalang, pekan lalu. Berapa kecepatan KA Argo Anggrek hingga kerusakannya sedemikian parah?

"Waktu nabrak, kecepatannya (Argo Anggrek) 56 Km/jam," kata Kapolda Jateng Edward Aritonang di kantornya, Jl. Pahlawan Semarang, Jumat (8/10/2010).

Memang bukan tergolong kecepatan sangat tinggi, tapi jangan lupa ada faktor gaya lemban dari rangkaian gerbong kereta eksekutif itu yang ikut menambah gaya dorong pada saat pengeremen. Perlu diketahui berat dari masing-masing gerbong mencapai 350 ton.

Kesimpulan itu diperoleh setelah polisi memeriksa rekaman operasional kereta, semacam black box pesawat. Sebelum lampu kuning, laju kereta tercatat kecepatan 22 km/jam lalu bertambah jadi 52 km/jam ketika lampu menyala merah saat lampu merah menyala, kecepatannya ditambah menjadi 52 Km/jam dan 56 km.jam saat bertabrakan.

"Padahal seharusnya sebelum memasuki stasiun Petarukan, kecepatan dikurangi," lanjut Edward.

Edward menambahkan, dari hasil pemeriksaan laboratorium, masinis KA Argo Anggrek sudah melalukan pengereman pada jarak 100 meter sebelum titik tabrakan. Namun jadi sia-sia akibat jarak pengereman terlampau pendek untuk bisa menahan gaya lembam yang timbul dari rangkaian gerbong.

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini menegaskan, sistem operasional kereta berjalan normal. Maka untuk sementera disimpulkan tabrakan maut itu terjadi akibat masinis KA Argo Anggrek lalai terhadap rambu dan sinyal lampu.

"Keterangan saksi, hasil olah TKP, pemeriksaan laboratorium, dan isi rekaman kami jadikan bukti. Akan kami koordinasikan dengan KNKT untuk kelanjutannya," demikian Edward Aritonang.
(try/lh)

gw pengen ngakak..
sejak kapan berat K1 mencapai 350 ton!!! wuakakakaka...
emangnya bawa tank baja dan rudal atau malah kapal di dalamnya!!Ngakak
lha wong lok aja "cuma" 84 ton!!
kalo K1 ya sekitar 40-an ton Full Load...

[Image: banner.jpg]
@eko winarno;
Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya... semoga amal ibadahnya diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan deberikan ketabahan. Amin
Tak lupa pula kepada semua korban PLH..... yang masih selamat semoga diberi keberkahan dari yang Maha Kuasa.... amin.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
sorry bapak dah tidur, td mau call ga boleh ma ibu, soalnya pagi uda harus balik ke Dip.Lok SMC. jadi beLum tanya ditaRik pake Lok apaan....

di tkp hanya luarnya aja pak, bag.dalam belum terjamah. (potongannya dlm keadaan hancur / serpihan daging2 busuk)
[Image: overstappen.png]
(08-10-2010, 05:38 PM)ardisenjasolo Wrote:
(07-10-2010, 01:30 PM)Warteg Wrote: Tadi sore saya liat Lokomotif CC 203 40 (SDT) dengan kondisi bagian SH rusak mangkrak terbungkus terpal biru di Depo Tegal
Sementara 2 K2 (rusak ringan pada bordes), 1 KMP2 (rusak ringan) dan Gerbong PKPKW (mengangkut boggie) serta TTW (mengangkut serpihan gerbong) dibawa masuk ke Balai Yasa Tegal
Xie XieXie Xie
............ Sorry ga ada gambar, soalnya ga sengaja meliput tapi tau2 ada moment begitu ............Xie Xie

hari ini saya liat di petak Srowot - Prambanan satu loko narik satu loko (ditutup terpal biru) mengarah ke jogja..apa itu loko bekas PLH kemrin??maaf g smpet foto pas sampe PJL keretanya lewat....Bethe

iyooo dibawa ke Balai Yasa Jogja ... td bokap yg nganter k sana dr Dip.Lok SMC.....
(09-10-2010, 12:45 AM)Logawa_exp Wrote:
Quote:Jumat, 08/10/2010 13:56 WIB
KA Argo Anggrek Tabrak KA Senja Utama dalam Kecepatan 56 km/jam
Triono Wahyu Sudibyo - detikNews

Semarang - Tiga gerbong terakhir rangkaian KA Senja Utama remuk dan 34 orang penumpangnya tewas tertabrak KA Argo Anggrek di Petarukan, Pemalang, pekan lalu. Berapa kecepatan KA Argo Anggrek hingga kerusakannya sedemikian parah?

"Waktu nabrak, kecepatannya (Argo Anggrek) 56 Km/jam," kata Kapolda Jateng Edward Aritonang di kantornya, Jl. Pahlawan Semarang, Jumat (8/10/2010).

Memang bukan tergolong kecepatan sangat tinggi, tapi jangan lupa ada faktor gaya lemban dari rangkaian gerbong kereta eksekutif itu yang ikut menambah gaya dorong pada saat pengeremen. Perlu diketahui berat dari masing-masing gerbong mencapai 350 ton.

Kesimpulan itu diperoleh setelah polisi memeriksa rekaman operasional kereta, semacam black box pesawat. Sebelum lampu kuning, laju kereta tercatat kecepatan 22 km/jam lalu bertambah jadi 52 km/jam ketika lampu menyala merah saat lampu merah menyala, kecepatannya ditambah menjadi 52 Km/jam dan 56 km.jam saat bertabrakan.

"Padahal seharusnya sebelum memasuki stasiun Petarukan, kecepatan dikurangi," lanjut Edward.

Edward menambahkan, dari hasil pemeriksaan laboratorium, masinis KA Argo Anggrek sudah melalukan pengereman pada jarak 100 meter sebelum titik tabrakan. Namun jadi sia-sia akibat jarak pengereman terlampau pendek untuk bisa menahan gaya lembam yang timbul dari rangkaian gerbong.

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini menegaskan, sistem operasional kereta berjalan normal. Maka untuk sementera disimpulkan tabrakan maut itu terjadi akibat masinis KA Argo Anggrek lalai terhadap rambu dan sinyal lampu.

"Keterangan saksi, hasil olah TKP, pemeriksaan laboratorium, dan isi rekaman kami jadikan bukti. Akan kami koordinasikan dengan KNKT untuk kelanjutannya," demikian Edward Aritonang.
(try/lh)

gw pengen ngakak..
sejak kapan berat K1 mencapai 350 ton!!! wuakakakaka...
emangnya bawa tank baja dan rudal atau malah kapal di dalamnya!!Ngakak
lha wong lok aja "cuma" 84 ton!!
kalo K1 ya sekitar 40-an ton Full Load...
Biasa, media kita alay kalau buat berita...
begitulah kondisi negara kita
asal ceplos tanpa detail Wek
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l




Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)