Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tragedi Bintaro 19 Oktober 1987
Saya tidak tau mana yg benar, membaca artikel ini,dan liat acara di SCTV saja saya terharu perjuangan Pak Slamet dan kesabarannya.......guyonannya yg bikinseru....boleh tu kalau ada yg mau kumpulin dana kemanusiaan
Reply
saran aja buat para RF bisa gathering/menyempatkan diri menyambangi pak slamet di purworejo beliau di sana terkenal dengan nama "slamet bintaro" berjualan rokok keliling
Di perempatan BRI Kutoarjo yang letaknya tidak jauh dari Stasiun Kutoarjo, saban hari dia dia menghabiskan waktu bersama para tukang becak dan tukang ojek yang mangkal di situ.

beliau adalah korban salah "tangkap" dalam PLH bintaro 1987 mantan masinis teladang yang kini hidup pas pasan dengan penghasilan Rp,5000-/hari-

SedihSedih

HANYA KERETA API YANG MEMBUATKU HAPPY



[Image: 2117305260.jpg]






Reply
Saya sangat setuju dengan usulnya Mas Heroex dan Om Bordes, untuk memberikan santunan kepada Mbah Slamet sekalian kita gathering/menyempatkan diri untuk menyambangi mbah Slamet yang hidup dalam kondisi yang memprihatinkan, karena semenjak tragedi Bintaro tersebut beliau di penjara, setelah keluar dari penjara kemudian dia di pecat dari PJKA yang otomatis karena di pecat beliau tidak mendapatkan hak uang pensiun, padahal beliau sudah tercatat sebagai pegawai negri, saya sangat yakin sekali musibah tersebut bukan hanya kesalahan Mbah Slamet seorang, dan saya sangat yakin sekali klo Mbah Slamet juga sangat tidak menginginkan musibah tersebut terjadi.
Mari kepada rekan2 railfans semuanya kita tunjukan kepedulian kita kepada Mbah Slamet dan mungkin mantan masinis lainnya yang mempunyai kehidupan serupa dengan Mbah Slamet
Reply
(07-10-2010, 12:53 AM)Hadi_Bima Wrote: Saya tidak tau mana yg benar, membaca artikel ini,dan liat acara di SCTV saja saya terharu perjuangan Pak Slamet dan kesabarannya.......guyonannya yg bikinseru....boleh tu kalau ada yg mau kumpulin dana kemanusiaan

(07-10-2010, 07:14 AM)bordes Wrote: saran aja buat para RF bisa gathering/menyempatkan diri menyambangi pak slamet di purworejo beliau di sana terkenal dengan nama "slamet bintaro" berjualan rokok keliling
Di perempatan BRI Kutoarjo yang letaknya tidak jauh dari Stasiun Kutoarjo, saban hari dia dia menghabiskan waktu bersama para tukang becak dan tukang ojek yang mangkal di situ.

beliau adalah korban salah "tangkap" dalam PLH bintaro 1987 mantan masinis teladang yang kini hidup pas pasan dengan penghasilan Rp,5000-/hari-

SedihSedih

(07-10-2010, 07:38 AM)Pramuji Wrote: Saya sangat setuju dengan usulnya Mas Heroex dan Om Bordes, untuk memberikan santunan kepada Mbah Slamet sekalian kita gathering/menyempatkan diri untuk menyambangi mbah Slamet yang hidup dalam kondisi yang memprihatinkan, karena semenjak tragedi Bintaro tersebut beliau di penjara, setelah keluar dari penjara kemudian dia di pecat dari PJKA yang otomatis karena di pecat beliau tidak mendapatkan hak uang pensiun, padahal beliau sudah tercatat sebagai pegawai negri, saya sangat yakin sekali musibah tersebut bukan hanya kesalahan Mbah Slamet seorang, dan saya sangat yakin sekali klo Mbah Slamet juga sangat tidak menginginkan musibah tersebut terjadi.
Mari kepada rekan2 railfans semuanya kita tunjukan kepedulian kita kepada Mbah Slamet dan mungkin mantan masinis lainnya yang mempunyai kehidupan serupa dengan Mbah Slamet

sedikit sumbangsih kita barangkali akan sangat berguna buat beliau......mari rekan2 RF kita kumpulkan dana buat membantu beliau,bapak slamet merupakan bagian dari sejarah di dunia perkereta apian di indonesia yang terabaikan....Sedih........

[Image: p1070453.jpg]

Bismania Feat Railfans
Reply
Boleh tuh idenya... Diatur ajah kapan rencana gatheringnya dan siapa kolektor dananya.
Mudah-mudahan bisa sedikit membantu Mbah slamet dalam menjalani hari tuanya.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
mari dia atur acaranya semua rekan2 RF dan para moderator bisa bantu buat bikin agenda di forum ini di tunggu,,

HANYA KERETA API YANG MEMBUATKU HAPPY



[Image: 2117305260.jpg]






Reply
wah .. sayang nda sempet nonton. akan tetapi beliau telah bisa melupakan sedikit2 pengalaman ahit yg dahulu pernah beliau rasakan yah, sehingga saat ini bisa mulai tersenyum ....
Reply
Dari Suara Merdeka:

Quote:KERIPUT kulit wajahnya, menunjukkan usianya sudah sepuh. Matanya juga mulai mengapur sehingga membuat dia tak lagi jelas melihat. Jalannya pun sudah lambat sempoyongan.

Kendati begitu, ingatan Slamet Suradio (71) masih tajam. Terutama untuk mengingat peristiwa nahas 23 tahun silam, yang hanya dua minggu lagi akan "haul", masih sangat detail dia mampu menceritakannya. Tragedi pagi Senin Pon, 19 Oktober 1987 pukul 07.30 yang mengantarkannya dalam ruang kenestapaan, kesedihan, dan kesengsaraan hidup.

Ya, dialah masinis kereta KA 225 yang bertabrakan dengan KA 220 hingga akhirnya menewaskan 139 orang dan 300 orang lebih luka-luka. Kejadian itu tercatat sebagai peristiwa terburuk dalam sejarah perkeretapian di Indonesia.
Cerita kehidupan Slamet ini bisa jadi merupakan potret betapa buramnya nasib masinis kereta api yang kerap menjadi pihak yang paling disalahkan dan harus bertanggung jawab dari setiap kecelakaan kereta api.

”Tragedi itu terus menghantui kehidupan saya. Tidak ada yang menghendaki kecelakaan itu terjadi, termasuk saya. Tapi itulah tanda kebesaran Allah yang Mahamenguasai segala takdir kehidupan hamba-Nya,” ujar warga yang menempati rumah tak layak huni di RT 02 RW 02 Dusun Krajan Kidul, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Purworejo saat ditemui, kemarin.

Cerita ketidakadilan yang dia rasakan dimulai persis setelah tragedi 1987 tersebut. Dia yang saat itu juga mengalami luka parah, awalnya dirawat di Rumah Sakit (RS) Pelni. Selanjutnya, dipindahkan ke RS Cipto. Di sinilah dia sempat akan diculik oleh keluarga korban karena dianggap paling bersalah menyebabkan ratusan orang tewas.

Selanjutnya dia dipindahkan ke RS Kramatjati. Selama tiga bulan dirawat di ICU, dia mulai disidik aparat kepolisian.

Dalam perjalanan kasus yang dialaminya, Slamet merasa ada konspirasi untuk menimpakan semua kesalahan kepada pegawai rendahan seperti dirinya.

“Akhirnya dalam persidangan saya divonis lima tahun penjara dari tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) selama 14 tahun penjara. Vonis itu dikuatkan sampai pengadilan tingkat kasasi,“ ujarnya.
Istri Direbut Teman Pada saat menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, dia kembali merasa mendapatkan ketidakadilan. Istri tercintanya, Kasni meninggalkannya termasuk anakanaknya yang tidak lagi peduli dengan nasibnya. “Istri saya diroyok (direbut, red) oleh teman saya yang juga masinis.
Sakit rasanya hati saya,“ ucapnya lirih.

Setelah menjalani hukuman selama 3,5 tahun, Slamet dibebaskan. Sekitar April 1994 dia keluar penjara dan kembali masuk kerja. Namun, sehari-hari dia hanya apel saja karena setelah kejadian itu dia dibebastugaskan dari posisinya sebagai masinis kereta.

Seperti petir di siang bolong, laki laki lulusan SLTP kelahiran Purworejo 18 Agustus 1939 ini kembali merasa diperlakukan tidak adil. Sekitar tahun 1996, Nomor Induk Pegawainya (NIP) 120035237 dicabut. Ironisnya dia diberhentikan dengan tidak hormat yang mendasarkan pada tragedi kecelakaan Bintaro.

Sempat bertahan di Jakarta beberapa saat, akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Purworejo. Dia yang tidak lagi punya saudara akhirnya diajak menikah oleh istrinya sekarang, Tuginem (45) yang memang telah memiliki gubuk seadanya. Dari pernikahan itu, dia dikarunia tiga orang anak. Yaitu Untung Sariono (16), Suroso (14), dan Safitri (9).

Setelah menetap di Purworejo, Slamet yang oleh warga sekitar akrab disapa Mbah Slamet berjualan rokok keliling di sekitar Perempatan BRI Kutoarjo.

Tempat jualannya itu jaraknya sekitar 17 km dari rumah tinggalnya. Awalawal dia masih mampu mengayuh se
peda ontel untuk pergi bekerja. Namun belakangan matanya sudah tidak lagi jelas melihat, akhirnya dia memilih naik angkutan.

Jangan dibayangkan dagangan Mbah Slamet banyak. Di sebuah kan tong plastik warna hitam, hanya ada belasan batang rokok yang ditaruhnya di beberapa bungkus, supaya terlihat banyak. Keuntungan yang diperolehnya sehari-hari hanya berkisar Rp 5.000.

“Mau bagaimana lagi, hanya (pekerjaan) ini yang bisa saya lakukan,“ akunya.

Di usianya yang memasuki kepala delapan, dia merasa hidupnya sudah tidak lama lagi. Tapi hatinya tidak tenang karena tidak ada sesuatu yang bisa ditinggalkan untuk istri dan ketiga anak.

Satu-satunya harapan hanya adanya mukjizat uang pensiun yang bisa diwariskan kepada keluarganya.

“Rasanya saya tidak bisa mati kalau uang pensiun itu tidak diberikan,“ ujarnya membuat bulu kuduk merinding.
(Nur Kholiq-20)

Dari Liputan 6:
Quote:Tragedi Bintaro, Tragedi Seorang Masinis
Yon Daryono

07/10/2010 05:29
Liputan6.com, Purworejo: Kecelakaan kereta api di Bintaro tahun 1997 yang menewaskan ratusan penumpang tidak hanya menjadi tragedi bagi mereka yang ditinggalkan. Ini juga sebuah tragedi besar bagi Slamet Suradio yang kala itu jadi masinis kereta nahas itu. Slamet menjadi terpidana dan dipenjara selama tiga tahun lebih. Pemeriksaan yang dialaminya penuh kekerasan.

Sejak itu, jalan hidup Slamet, warga Krajan, Desa Gintungan, Purworejo, Jawa Tengah, ini berbalik arah. Selain dipenjara, lelaki empat anak ini dipecat dengan tidak hormat yang membuat ia kehilangan hak pensiunnya. Keluar dari bui, untuk menghidupi istri dan anaknya, pria 71 tahun ini berdagang asongan dengan pendapatan Rp 3.000 sampai Rp 4.000 per hari.

Kenangan saat jadi masinis membuatnya terkadang ingin mengenakan kembali baju kebanggaannya, seragam pegawai PT Kereta Api. Baju yang sudah berumur puluhan tahun itu masih terawat dan bersih. Kartu kepegawaian pun masih disimpannya. Slamet pasrah dengan jalan hidupnya. Hanya saja kalau bisa meminta ia ingin mendapat hak pensiunnya karena dia merasa pernah jadi pegawai negeri.(JUM)

Betapa miris kehidupan seorang masinis yang merasakan ketidakadilan karena keterlibatannya dalam sebuah PLH besar...
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
[/quote]
SedihSedih:sedih banget








HANYA KERETA API YANG MEMBUATKU HAPPY



[Image: 2117305260.jpg]






Reply
akhirnya cerita lama diungkap kembali, apakah dengan ini para "petinggi" terenyuh hatinya???? apakah hanya cuek bebek????

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)