Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Aneh, Unik dan Terlupakan Sekitar Kereta Api.
Reply
Quote:Kereta Ekonomi Tersulit Dibersihkan
Laporan wartawan freelance Icha Rastika


[Image: 1310504p.th.jpg]


JAKARTA, KOMPAS.com - Kamis (16/9/2010) pagi, Sarifudin (24) tampak serius menggosok tubuh si Bogowonto di Stasiun Senen, Jakarta Pusat. Dengan sebuah sikat bergagang panjang, dibersihkannya tubuh kereta sepanjang 220 meter itu dari debu yang melekat

Disamping Sarifudin, rekan kerjanya, Soma (18) mengucurkan air dari selang panjang ke tubuh Bogowonto yang telah disikat Sarifudin. Keduanya tampak kompak membersihkan si ular besi dari ujung kepala hingga ekornya.

"Enggak cape kok," ujar Sarifudin melihat Kompas.com yang tampak bertanya-tanya bagaimana rasanya mencuci kereta. Meskipun peluh tampak di wajahnya, Sarifudin yang sudah enam tahun menjadi pencuci kereta itu tetap bersemangat melakoni profesinya pagi itu. Dalam sehari, dia mengaku mampu mencuci tiga rangkaian kereta.

"Kalau seluruh kereta yang dicuci sehari 10 kereta, tapi kita (para pencuci kereta) ganti-gantian kerjanya," tuturnya.

Sebuah kereta sepanjang 220 meter seperti Bogowonto, kata Sarifudin, memerlukan waktu sekitar 1,5 jam untuk membersihkan. Setiap sekali sehari, kereta kelas Ekonomi AC seperti Bogowonto, kelas Bisnis, dan kelas eksekutif rutin dibersihkannya.

"Tapi kalau kereta ekonomi dibersihinnya setiap dua hari sekali," ucap Sarifudin.

Berdasarkan pengalaman Safrudin, kereta ekonomi memang menjadi rangkaian kereta yang paling sulit dibersihkan kotorannya. Terlebih jika sebelum tiba di Stasiun Senen, kereta itu menembus hujan di jalur mudik Jawa Tengah atau Timur.

"Kalau hujan balik ke sini (Senen) kotor banget," katanya. Jika sudah selesai mencuci sebuah rangkaian, Safirudin beristirahat sejenak di sebuah rumah yang disediakan pihak stasiun untuk dia dan 11 orang kawannya.

Sebelum berprofesi sebagai pencuci kereta, pria bertubuh kecil itu hanyalah seorang pemulung yang beroperasi di daerah Senen.Meskipun penghasilan sebagai pencuci kereta saat ini hanya Rp 600.000 per bulan, Safrudin tetap merasa bersyukur. "Lebih baik mencuci kereta daripada jadi pemulung," imbuhnya.

SUMBER
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]

Reply
(28-01-2010, 11:24 AM)bagus70 Wrote:
(21-01-2010, 01:41 PM)pinguin Wrote:
(21-01-2010, 01:24 PM)Penjelajah Wrote:
(20-01-2010, 08:17 PM)bagus70 Wrote: Oya, ngomong-ngomong tentang CC201 di Malang, anda percaya atau tidak kalau CC203 lebih dulu beroperasi secara reguler ke Malang daripada CC201?

Info darimana?

Kalau benar, syukurlah.. Ternyata "diskriminasi" di DAOP ini ternyata tidak parah² amat..

CC203? biasanya buat Gajayana....bukannya Gajayana "adik" dari Matarmaja? (Matar dulu baru ada gajah..)
Trus....matar biasanya juga ditarik CC201.....Bingung

Waktu saya kecil, khususnya di era loko kuning ijo, CC201 yang mampir ke jalur lingkar hampir nggak pernah ada. Kalaupun ada, paling sekali dua kali narik KA Pusri atau Ketel ke Malang, tapi foto dinesannya langka sekali.

Loko CC pertama yang dipakai secara reguler ke Malang malah CC203 untuk menarik Gajayana. Tapi selain itu, semua KA lainnya masih ditarik BB301 atau BB304. Baru pada akhir tahun 1990an, CC201 mulai menarik beberapa KA reguler.

gan maksudnya gimana gan,,,tahun 1990an udah pake cc201 buat ka reguler tapi koolk diatasnya disebutin cc203 terlebih dahulu yg narik ka reguler bukannya cc203 beroprasi tahun 96an keatas ya gan,,maaf klo salah..BingungBingung

[Image: 546046_3440888714572_1641201295_2738836_...0999_n.jpg]
..:::: We Are Familly ::::..

Reply
btw, jalur Tangerang-Duri dulunya pernah double track yach.........?
cmiiw
Reply
(21-09-2010, 12:45 PM)dymaz_dimsy Wrote: btw, jalur Tangerang-Duri dulunya pernah double track yach.........?
cmiiw

Belom,mas. Belum sempat
Baru akan digandakan jalurnya. Tapi karena keburu krisis,nggak jadi,malah dicopot lagi rel yg udah terpasang
693-5073-893-673
Reply
Mumpung terkait PLH Petarukan, mungkin banyak yang nggak tahu kalau CC203 40 (lokomotif KA Argo Bromo Anggrek) adalah lokomotif pertama di Indonesia yang GPS nya online.

Saya pernah melihat uji cobanya di kantor pusat PT KA di Bandung tahun 2006 silam.
Reply
Camera 
Seputar Dipo BL dan BG, bagaikan "saudara kembar"


Dipo Bangil adalah pendukung stasiun kereta api Bangil yang terletak di Pogar, Bangil, Pasuruan. Elevasinya pada ketinggian +9 m ini terletak di Daerah Operasi 8 Surabaya. Kini statusnya sebagai Dipo sudah diganti menjadi PUS, Pusat Urusan Sarana

Sedangkan Dipo Blitar (BL) terletak di Kepanjenkidul, Blitar, tepatnya di Jl. Mastrip belakang kantor pos yang dekat dengan pusat kota. Terletak pada ketinggian kira-kira 167 meter dari permukaan laut. Didirikan tahun 1890.

NR9, gerbong penolong milik Dipo BG pernah menjadi bagian dari sejarah kelam Indonesia dulu (baca di SINI untuk storynya)


[Image: 5109869104_22ee72045b_b.jpg]
Kantor dipo BL (atas) dan BG (bawah)

Hanya atapnya yang beda



[Image: 5109871054_372d44dc2e_b.jpg]
Dipo BL (kiri) dan BG (kanan)

Lebih tua Dipo BG, dan lebih duluan reyot. Yang ini memang tak mirip..


Yang unik adalah isi kedua dipo ini

[Image: 5109273705_ccf0cf3a19_b.jpg]
Boogie NR9 BG (kiri) dan NR BL (kanan)

Lebih tua NR BL, namun NR9 BG lebih misterius
Keduanya termasuk gerbong langka di Indonesia sekarang


At last..

[Image: 5109874728_e0e2446350_b.jpg]
Gerbong NR9 dan Dipo BG (kiri), Gerbong dan Dipo BL (kanan)

Dipo BL dan BG tak mirip. Yang kebetulan itu posisi NRnya.
- Letaknya sama2 di pojok
- Sama2 ada di sepur 3
- Atap dipo diatas kedua NR sama2 rusak
- Sama2 tak boleh dibuka pintu gerbongnya (namun dengan alasan yang berbeda). NR BL berisi jerami (???), NR9 berisi perkakas penolong (sudah pensiun kok masih berisi?)

Semuanya itu hanya kebetulan. Hanya dimata saya, persamaan kerusakan atap diatas kedua NR itu sedikit "aneh"...

Rupanya kedua dipo ini dulu ditangani oleh arsitek yang sama. Uniknya stasiun2 di area ML -yang berada diantara keduanya- tak satupun yang berarsitektur sama dengan keduanya...

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
Lama sekali saya nggak ke kedua tempat itu. Terakhir adalah waktu naik KA bareng mas LUtfi tahun 2004 silam.
Reply
Teman2 sering berapa kali nemuin tulisan yang agak - agak aneh dalam sehari2 kalau pemberitaan itu muncul? Maksdudnya, banyak yang ngetiknya itu selalu dengan ketikan yang demikian hingga masyarakat awam sudah lebih mengenalnya dengan kalimat tersebut. Inget, bukan kata2 dalam kesehariannya seperti "sepur" alias "KA" bagi mereka yang ngalamin semasa mudanya dijajah Belanda.

1. KA Bangun Karta.
Udah jelas nama KA ini digabung tanpa ada 2 kata, yaitu "Bangun" dengan "Karta".
2. PT. KAI.
Sering mereka nulisnya demikian. Apalagi nyebutnya juga "PT. KAI".
3. KRD ke Serpong, KRD ke Rangkas, dll.
Padahal udah jelas KD3. Kata "KD3" begitu asing di telinga awam, justru mereka akan mempelesetinya menjadi salah satu ajang kompetisi bakat nyanyi di salah satu stasiun TV sawsta.
4. Stasiun Kota.
Kebanyakan ngetiknya demikian. Kalau diucap seringkali masyarakat menyebutnya "Beos" atau pun "stasiun Beos". Padalah yang dimaksud itu "stasiun Jakarta Kota" kalau mau disebut lengkap.
5. Apalagi yah???

Reply
Odong-odong.
Ya nggak apa-apa lah.
Toh yang menulis/membaca/mengucapkan/mendengarkan tahu maksudnya.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)