Posts: 2,640
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
19
Kabar Baru:
Ada perubahan TASPAT di petak YK-SLO,jadi Nanti Waktu tempuh Prameks bisa dipangkas dari 55 menit jadi 35 menit
berita di surat kabar daring
693-5073-893-673
Posts: 2,217
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
25
(31-08-2010, 07:20 PM)tomrys Wrote: Kabar Baru:
Ada perubahan TASPAT di petak YK-SLO,jadi Nanti Waktu tempuh Prameks bisa dipangkas dari 55 menit jadi 35 menit
berita di surat kabar daring
wow bagus banget!
.
Posts: 4,569
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
54
31-08-2010, 09:13 PM
(This post was last modified: 31-08-2010, 09:43 PM by Narendro Anindito.)
(31-08-2010, 07:20 PM)tomrys Wrote: Kabar Baru:
Ada perubahan TASPAT di petak YK-SLO,jadi Nanti Waktu tempuh Prameks bisa dipangkas dari 55 menit jadi 35 menit
berita di surat kabar daring
saat ini taspat YK-SLO sudah 100km/h, mau ditambah jd 110km/h  ![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
sekalian saya post di mari ya...hehe
Quote:Transportasi
Yogya-Solo Ditempuh 35 Menit, Mau?
Selasa, 31 Agustus 2010 | 19:10 WIB
"Saat ini, kami tengah menyiapkan pendukung teknisnya, terutama kesiapan jalur rel agar bisa dilalui dengan kecepatan 110 kilometer per jam."
-- Sugeng Winarno
YOGYAKARTA, KOMPAS.com  PT Kereta Api berencana meningkatkan kecepatan maksimal kereta api pada ruas Yogyakarta-Solo dari 90 kilometer per jam menjadi 110 kilometer per jam. Hal ini untuk memangkas waktu tempuh Yogyakarta-Solo dari biasanya 55 menit menjadi sekitar 35 menit.
Manajemen pusat PT KA telah menetapkan KA komuter Prambanan Ekspres (Prameks) jurusan Yogyakarta-Solo sebagai proyek rintisan peningkatan kecepatan KA ini. Rencananya, hal itu akan direalisasikan pada 28 September nanti saat peringatan hari jadi PT KA.
"Saat ini, kami tengah menyiapkan pendukung teknisnya, terutama kesiapan jalur rel agar bisa dilalui dengan kecepatan 110 kilometer per jam," kata Manajer Jalan, Rel, dan Jembatan PT KA Daerah Operasional VI Yogyakarta Sugeng Winarno, Selasa (31/8/2010).
PT KA menilai kelayakan rel dari empat aspek, yakni angkatan, pertinggian, kelurusan, dan lebar rel, menggunakan sensor elektronik dan sistem terkomputerisasi. Jika ada yang tidak sesuai dengan standar keselamatan, kenyamanan, dan kelayakan yang telah ditentukan, rel tersebut akan diperbaiki.
Saat ini volume penumpang Prameks mencapai 6.000 orang per hari. Jumlah itu meningkat menjadi sekitar 8.000 penumpang pada akhir pekan dan hari-hari libur.
Kepala Humas PT KA Daop VI Eko Budiyanto menambahkan, dengan terpangkasnya waktu tempuh itu, Eko mengatakan membuka kemungkinan frekuensi Prameks Yogya-Solo yang saat ini mencapai sepuluh perjalanan per hari akan ditambah. "Namun, berapa penambahannya masih harus dihitung karena perlu mempertimbangkan kesiapan armada dan sumber daya lainnya," katanya.
------------------------------------------------------------------------
Kode KDE3 dipermasalahkan
Quote:Angkutan Massal
Gerbong Prameks Bertanda Kelas Ekonomi
Selasa, 30 Maret 2010 | 11:59 WIB
Yogyakarta, Kompas - Kereta api Prambanan Ekspres selama ini menggunakan gerbong KDE 3 atau gerbong kelas ekonomi. Meskipun termasuk kereta kelas ekonomi, pemerintah tidak pernah menyubsidi penumpang Prameks.
Kepala Humas PT KA Daerah Operasi VI Yogyakarta Eko Budiyanto mengakui, pada lambung gerbong kereta rel diesel elektrik (KRDE) Prameks tertulis KDE 3. Tanda itu menunjukkan sebagai kereta kelas ekonomi.
"Walaupun ada tanda KDE3, tidak ada subsidi dari pemerintah. Kami justru memberikan fasilitas setara kereta bisnis sehingga tarifnya pun tarif bisnis," kata Eko saat ditemui, Senin (29/3).
Sebelumnya, Komunitas Pramekers Joglo (KPJ) menyoal status Prameks. Meski PT KA Daop VI menyebut Prameks sebagai kereta bisnis, Prameks memakai tanda KDE 3 sehingga statusnya tidak jelas.
Kejelasan status KA Prameks penting untuk menentukan tarif yang harus dibayar penumpang. Tarif kereta kelas ekonomi ditentukan pemerintah. Penumpang kereta ekonomi juga mendapat subsidi sehingga tiket lebih murah. Sementara, penentuan tarif kereta bisnis ditentukan sendiri oleh PT KA sehingga penumpang tidak disubsidi.
Sejak beroperasi 1994, lanjut Eko, penumpang Prameks tak pernah disubsidi pemerintah. Oleh karena itu, PT KA mengklasifikasikan Prameks sebagai kereta bisnis. Dengan demikian, PT KA bisa menentukan tarif sendiri.
Berdasar hitungan 2009, tarif impas Prameks Rp 8.638 per penumpang. Berdasar itu, mulai 21 Maret tarif Prameks dari Solo ke Yogyakarta dinaikkan dari Rp 8.000 menjadi Rp 9.000 per penumpang. "Karena Prameks kereta komersial, kami harus cari untung. Jangan sampai rugi," katanya.
Kenaikan tarif tak berlaku bagi pengguna kartu trayek bulanan (KTB). Pengguna KTB membayar tarif lama dan mendapat potongan 20 persen. "Harga KTB masih sama. Pelanggan yang naik Prameks setiap hari bisa memanfaatkan kartu itu," katanya.
Sebelumnya, Ketua KPJ Eko Setyanto menuntut PT KA mempertimbangkan pelanggan yang jumlahnya lebih dari 700 orang per hari. KPJ berharap pemegang KTB mendapat potongan harga hingga 30 persen. (ARA)
Posts: 199
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
2
(31-08-2010, 07:20 PM)tomrys Wrote: Kabar Baru:
Ada perubahan TASPAT di petak YK-SLO,jadi Nanti Waktu tempuh Prameks bisa dipangkas dari 55 menit jadi 35 menit
berita di surat kabar daring
wew,,ngebut banget tuh jadinya.....sip lah...
Posts: 20
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
0
aku orang Purworejo...
tapi belum pernah naik Pramek...
RF Kang Waone Ireng, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Aug 2010.
Posts: 2,217
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
25
(31-08-2010, 09:13 PM)Narendro Anindito Wrote: [spoiler]
(31-08-2010, 07:20 PM)tomrys Wrote: Kabar Baru:
Ada perubahan TASPAT di petak YK-SLO,jadi Nanti Waktu tempuh Prameks bisa dipangkas dari 55 menit jadi 35 menit
berita di surat kabar daring
saat ini taspat YK-SLO sudah 100km/h, mau ditambah jd 110km/h  ![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
sekalian saya post di mari ya...hehe
Quote:Transportasi
Yogya-Solo Ditempuh 35 Menit, Mau?
Selasa, 31 Agustus 2010 | 19:10 WIB
"Saat ini, kami tengah menyiapkan pendukung teknisnya, terutama kesiapan jalur rel agar bisa dilalui dengan kecepatan 110 kilometer per jam."
-- Sugeng Winarno
YOGYAKARTA, KOMPAS.com  PT Kereta Api berencana meningkatkan kecepatan maksimal kereta api pada ruas Yogyakarta-Solo dari 90 kilometer per jam menjadi 110 kilometer per jam. Hal ini untuk memangkas waktu tempuh Yogyakarta-Solo dari biasanya 55 menit menjadi sekitar 35 menit.
Manajemen pusat PT KA telah menetapkan KA komuter Prambanan Ekspres (Prameks) jurusan Yogyakarta-Solo sebagai proyek rintisan peningkatan kecepatan KA ini. Rencananya, hal itu akan direalisasikan pada 28 September nanti saat peringatan hari jadi PT KA.
"Saat ini, kami tengah menyiapkan pendukung teknisnya, terutama kesiapan jalur rel agar bisa dilalui dengan kecepatan 110 kilometer per jam," kata Manajer Jalan, Rel, dan Jembatan PT KA Daerah Operasional VI Yogyakarta Sugeng Winarno, Selasa (31/8/2010).
PT KA menilai kelayakan rel dari empat aspek, yakni angkatan, pertinggian, kelurusan, dan lebar rel, menggunakan sensor elektronik dan sistem terkomputerisasi. Jika ada yang tidak sesuai dengan standar keselamatan, kenyamanan, dan kelayakan yang telah ditentukan, rel tersebut akan diperbaiki.
Saat ini volume penumpang Prameks mencapai 6.000 orang per hari. Jumlah itu meningkat menjadi sekitar 8.000 penumpang pada akhir pekan dan hari-hari libur.
Kepala Humas PT KA Daop VI Eko Budiyanto menambahkan, dengan terpangkasnya waktu tempuh itu, Eko mengatakan membuka kemungkinan frekuensi Prameks Yogya-Solo yang saat ini mencapai sepuluh perjalanan per hari akan ditambah. "Namun, berapa penambahannya masih harus dihitung karena perlu mempertimbangkan kesiapan armada dan sumber daya lainnya," katanya.
------------------------------------------------------------------------
[/spoiler]
Kode KDE3 dipermasalahkan 
Quote:Angkutan Massal
Gerbong Prameks Bertanda Kelas Ekonomi
Selasa, 30 Maret 2010 | 11:59 WIB
Yogyakarta, Kompas - Kereta api Prambanan Ekspres selama ini menggunakan gerbong KDE 3 atau gerbong kelas ekonomi. Meskipun termasuk kereta kelas ekonomi, pemerintah tidak pernah menyubsidi penumpang Prameks.
Kepala Humas PT KA Daerah Operasi VI Yogyakarta Eko Budiyanto mengakui, pada lambung gerbong kereta rel diesel elektrik (KRDE) Prameks tertulis KDE 3. Tanda itu menunjukkan sebagai kereta kelas ekonomi.
"Walaupun ada tanda KDE3, tidak ada subsidi dari pemerintah. Kami justru memberikan fasilitas setara kereta bisnis sehingga tarifnya pun tarif bisnis," kata Eko saat ditemui, Senin (29/3).
Sebelumnya, Komunitas Pramekers Joglo (KPJ) menyoal status Prameks. Meski PT KA Daop VI menyebut Prameks sebagai kereta bisnis, Prameks memakai tanda KDE 3 sehingga statusnya tidak jelas.
Kejelasan status KA Prameks penting untuk menentukan tarif yang harus dibayar penumpang. Tarif kereta kelas ekonomi ditentukan pemerintah. Penumpang kereta ekonomi juga mendapat subsidi sehingga tiket lebih murah. Sementara, penentuan tarif kereta bisnis ditentukan sendiri oleh PT KA sehingga penumpang tidak disubsidi.
Sejak beroperasi 1994, lanjut Eko, penumpang Prameks tak pernah disubsidi pemerintah. Oleh karena itu, PT KA mengklasifikasikan Prameks sebagai kereta bisnis. Dengan demikian, PT KA bisa menentukan tarif sendiri.
Berdasar hitungan 2009, tarif impas Prameks Rp 8.638 per penumpang. Berdasar itu, mulai 21 Maret tarif Prameks dari Solo ke Yogyakarta dinaikkan dari Rp 8.000 menjadi Rp 9.000 per penumpang. "Karena Prameks kereta komersial, kami harus cari untung. Jangan sampai rugi," katanya.
Kenaikan tarif tak berlaku bagi pengguna kartu trayek bulanan (KTB). Pengguna KTB membayar tarif lama dan mendapat potongan 20 persen. "Harga KTB masih sama. Pelanggan yang naik Prameks setiap hari bisa memanfaatkan kartu itu," katanya.
Sebelumnya, Ketua KPJ Eko Setyanto menuntut PT KA mempertimbangkan pelanggan yang jumlahnya lebih dari 700 orang per hari. KPJ berharap pemegang KTB mendapat potongan harga hingga 30 persen. (ARA) yang permasalahan kelas berita lama 
PT KA juga kenapa tidak diganti 2.....
.
Posts: 3,218
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
44
apakah tidak ngos-ngosan tuh KRDE digeber???? trus harusnya ditambah gerbong khusus helm, karena selama ini setiap aku ke YK atau SLO pasti rak diatas penuh helm jadi tidak bisa taruh tas.....
Posts: 4,569
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
54
Quote:Prameks Jadi Kereta Api Unggulan DAOP VI
Rabu, 01 September 2010 00:49 WIB
SOLO--MI: Kereta Api Prameks jurusan Solo-Yogyakarta disiapkan menjadi KA unggulan pada wilayah daerah operasi VI.
Humas Daop VI Yogyakarta Eko Budiyanto di Solo, Jawa Tengah, Selasa (31/8) mengatakan, kondisi trek Solo-Jogjakarta memiliki kualitas yang cukup baik dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan pelayanan kereta api.
Dia mengatakan, pihaknya ingin meningkatkan pelayanan kereta Prameks sebagai langkah awal Daop VI dalam memaksimalkan kualitas rel yang dimilikinya. Kondisi rel saat ini, kata dia, mampu dilewati kereta dengan kecepatan rata-rata 135 kilometer/jam.
"Sedangkan pada kereta Prameks umumnya memakai kecepatan rata-rata 90 kilomter/jam," kata Eko.
Menanggapi hal tersebut, Manajer Jalan Rel dan Jembatan Daop VI Jogjakarta, Sugeng Winarno, mengatakan peningkatan pelayanan kereta Prameks memang tengah menjadi sebuah rencana yang akan direalisasikan dalam waktu dekat.
Dia mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan kualitas pelayanan kereta Prameks dengan menambah laju percepatan kereta di atas 100 kilometer/jam. "Sehingga diperkirakan kereta Prameks hanya memakan waktu perjalanan antara Solo-Yogyakarta sekitar 30 menit," katanya.
Dia mengungkapkan, pihaknya akan merealisasikan peningkatan pelayanan kereta Prameks pada 28 September 2010. Dia menambahkan, dalam memperbaiki pelayanan operasional kereta Prameks, pihaknya tidak perlu mengganti material yang memerlukan biaya.
"Kami hanya memanfaatkan kualitas sarana rel yang baik dan aman untuk memberikan kenyamanan penumpang kereta Prameks," katanya.
Dengan adanya peningkatan pelayanan kereta Prameks, kata dia, diharapkan dapat memberi kenyamanan penumpang dengan memaksimalkan potensi kondisi rel yang ada. (Ant/OL-2)
135 kmh????? 
koq beda sama yg diatas 110 kmh
Posts: 1,376
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
12
hmm...
kayaknya yg bener berita yg diatas deh, saat ini taspat maksimal 100 km/jam
mau di tingkatkan jadi 110 kn/jam
kalo dilihat armada pramex yg konon mempunyai kecepatan maksimal 120 km/jam digeber 110 km/jam bisa jadi KA tercepat di Indonesia donx... 
coz kan saat ini taspat maks di Indaonesia cm 100 km/jam...
tapi saya gak yakin KRDE pramex bakal awet digeber kec. 110km/jam terus xp
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri
Posts: 4,518
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
35
hmmm..........pesimis aku kalo prameks bisa digeber 110 km/jam..........
lari 105 aja udah krang kring berisik banget trus loss power gitu......
klo gk rubah settingan limiter gk bakalan bisa......
|