Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 2 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Bogowonto AC
#21
mantap tuh stripingnya...
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection

YAHOO!

petr_cech_indo
Reply
#22
Mudah2an bisa aweeeeeeeeeeeettt.
Lha K3 seperti Matarmaja baru da buluk2 eh Gajayana malah ikut-ikutan, gmn ya ?
Supaya g buluk memang bodie harus stainless steel dech, hohohoho. Tapi muahal.
Reply
#23
bukannya dari dulu K3 udah AC ya???......Angin Cendela...Angin Cemilir....Angin Cepoy-cepoy yang cemilir dari cendela.....

Ga ada gunanya juga walopun udah ber-AC tapi kondisinya tetep seperti K3 sekarang :
penumpang berdiri yang kelewat batas ampe gerak aja susah (tolak pemberlakuan tiket berdiri dan tanpa no.tempat duduk)
penumpang yang mulutnya ga mau kalah ama knalpot lokomotif tetep dibiarin
pedagang,pengamen,pengemis,penodong,pencuri,dll yang dibiarin berkeliaran

benernya K3 sekarang udah cukup nyaman tanpa AC, dengan catatan hal2 diatas ga ada.
[Image: overstappen.png]
(29-07-2010, 08:23 PM)raditiya Wrote: Ni K3 AC dapet PSO apa ga ya?

Kalo gini mah penumpang K2 pindah ke K3 AC..
Asal tarif K3 AC terjangkau dan pelayanan prima ya pasti banyak peminat..
Dan juga perilaku penumpang K3 seperti merokok dan berjubel harus dihilangkan.
Setuju...benernya tanpa Ac-pun,udah cukup nyaman,asal yang dibilang mas raditiya emang ga ada.....

tolak pemberlakuan kebijakan tiket berdiri n tanpa no.tempat duduk
Reply
#24
Semoga suatu saat semua K3 di Indonesia ber-AC semua, agar martabat perkereta apian Indonesia lebih baik dari Malaysia, yang semua KA penumpangnya pakai AC semua, termasuk odong-odongnya sekalipun.
Reply
#25
Wah Asik nih da Ekonomi AC . mudh2an aja Ga terlalu Sempit bgd . N ga dempet2tan.Playboy
Reply
#26
klo gk pengen penumpangh berdiri yg overload n berjubel, mau nggak mau jumlah rangkaian semua K-3 harus ditambah...klo mau penumpang gk berjubel tapi rangkaian tetap kyak sekarang, la penumpang yg keangkut nasibnjya bagaimana? bagi PT KA itu juga buang2 peluang namanya..Bethe
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#27
(30-07-2010, 08:13 PM)Adolph Wrote: klo gk pengen penumpangh berdiri yg overload n berjubel, mau nggak mau jumlah rangkaian semua K-3 harus ditambah...klo mau penumpang gk berjubel tapi rangkaian tetap kyak sekarang, la penumpang yg keangkut nasibnjya bagaimana? bagi PT KA itu juga buang2 peluang namanya..Bethe

Masalahnya, jika disuruh memilih menambah gerbong, antara K1 atau K3,
pasti lebih condong untuk menambah K1.
Kenapa ?
Karena, tarifnya yang jauh lebih mahal, jadi untuk menaikan pendapatan setasiun keberangkatan, apabila ada [terutama] pemberangkatan awal di setasiun tersebut.

Contoh;
Malabar, untuk K1, sukses dan hampir selalu penuh.
Daripada menambah K1 Malabar, mending menambah K1 Gajah, pendapatan jauh lebih besar.
Ini kalau untuk sama-sama hanya menambah satu gerbong, murni lepas dari urusan fungsi sosial lho.
Reply
#28
kalo orientasinya PT.KA sudah keuntungan n sudah ga ma(mp)u mengurusi kelas ekonomi...di swastakan saja....
untuk pengoperasian kelas ekonomi jadi kewajiban negara untuk mengurusinya, toh relnya punya negara...tarik semua lokomotif n gerbong yang dihibahkan dephub ke PT.KA...dengan sarana yang ada, ma(mp)u ga negara melalui pemerintah mensejahterakan pengguna transportasi kelas bawah?......hehehe,berkhayal boleh kan
Reply
#29
ini nanti K3 AC penumpangnya di batasi ndak ? kalo kyk sarden sama juga bo'ong deh, minimal pas tempat duduk, tiket tanpa tempat duduk tidak di layani Big Grin
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#30
bravo KA indonesia, kalo K3 dah ber AC, trus tiketnya sama atau gak beda jauh sama K2, mendingan naik K3 nih, gpp agak sempit yang penting di perjalanan nyaman, palagi kalo jalan siang hari, kayak GBMS or Kerta Jaya...
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)