Posts: 397
Threads: 0
Joined: Feb 2009
Reputation:
8
(17-07-2010, 11:08 AM)azu Wrote: (17-07-2010, 10:22 AM)ady_mcady Wrote: mas toto,
"cityrail" di aussie itu semacam krl komuter, atau pure 100% cityrail ?
atau komuter yang seperti cityrail?
CityRail itu network dan operator KRL Komuter di Sydney, jadi semacam KCJ kalau disini..
yang saya senang dengan operator-operator KA di LN adalah segala informasi bagi konsumen, baik keterlambatan, Trackwork/Pemeliharaan Jalur, gangguan semuanya diinformasikan dengan jelas kepada konsumen dan konsumen diberikan alternatif sebagai kompensasi dari hal-hal tersebut..
kalau melihat website CityRail yg begitu lengkap dan informatif, jadi bermimpi kapan PT. KA dan KCJ mempunyai website yg lengkap seperti itu 
Nambahi info 
CityRail sih memang lebih mirip komuter. Jalurnya meliputi kawasan pusat kota Sydney (Central Station dan sekitar, misalnya Redfern dan Bondi Junction), pinggiran kota Sydney (Suburb seperti Lidcombe dan Strathfiled) dan kota-kota kecil di sekitar Sydney, seperti Katoomba dan Wollongong.
Untuk antar propinsi (misalnya dari New South Wales ke Victoria), ada perusahaan KA lain, seperti Country link.
Sedangkan di Melbourne (Victoria) sistem dan operatornya beda lagi. Silahkan lihat : Melbourne
Di tengah kota, terdapat trem (ada juga trem gratis city circle), sedangkan daerah-daerah pinggiran Melbourne, seperti Clayton, Pakenham dan Belgrave dihubungkan oleh KA Komuter. Dulu ada juga narrow gauge berfungsi sebagai feeder di pelosok yang sekarang dipreservasi jadi Puffing Billy.
Penjelasan di atas hanya sekedar ilustrasi untuk memperjelas argumentasi terkait topik dalam thread ini. Bayangkan saja jika Indonesia memiliki sistem seperti itu
Salam Spoor,
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
o ya. ada tulisan menarik dari milis sebelah. meskipun sudah jadul (tahun 96), tapi menarik untuk di cermati. ini Wawancara Bisnis Indonesia Minggu dengan pemilik 1400 bus Mayasari Bakti, H.Mahpud.
sebagaimana telah diketahui, mayasari bhakti adalah operator buskota terbesar di jakarta. rekan2, ini bagian akhirnya saja yang menarik untuk direnungkan:
Quote:Masa depan angkutan Indonesia seperti apa?
Angkutan masa depan adalah kereta api. Angkutan bus itu sifatnya sementara
saja. Di mana-mana kereta api adalah angkutan masa depan kota. Bukan bus.
Sampai berapa lama bus dapat bertahan?
Ya, mungkin 10 sampai 20 tahun lagi.
Kenapa begitu?
Di mana pun di dunia ini yang namanya angkutan kota itu adalah kereta api.
Jalan-jalan raya tidak dipenuhi bus kota. Sebenarnya di luar negeri itu,
masyarakat dibudayakan untuk jalan kaki.
Kalau tujuannya hanya satu dua kilometer saja bisa jalan kaki. Sedangkan
kita terbiasa naik ojek atau naik bajaj. Menurut saya ini kebiasaan yang
keliru.
Tapi kita tidak bisa langsung menyalahkan masyarakat. Pemerintah 'kan harus
menyediakan sarana jalan. Sekarang trotoar ada, tapi dipakai oleh pedagang
kaki lima. Akibatnya sering terjadi kecelakaan. Lagi-lagi pengusaha jadi
'kambing hitam'.
versi lengkapnya ada di http://www.hamline.edu/apakabar/basisdat.../0002.html
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 510
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
6
perhatikan semua koridor busway, 90 % melewati kawasan penting mulai dari cbd, perniagaan, rekreasi, pemukiman, terminal bus, dll. sebenarnya kalau jalurnya bisa steril 100%, saya jamin jakarta gak butuh mrt. cukup busway saja. nyatanya tidak demikian.
Sy melihat walopun steril yg namanya sudah memakan jln 1 jalur ttp aja jkt macet jd intinya Bussway bkn solusi liat proyek monorel yg sdh lama trtahan krn pemda ga mo menjamin keamanan investor klo trjadi Force Majeur malah yg diutamain Bussway yg notabene memakan jalur yg ada bkn membuat jalur baru. Monorel merupakan jwban dr semrawutnya jkt.
Suara lokomotif C201 yg bikin kangen
Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
(21-07-2010, 10:05 AM)tjcdes2009 Wrote: Sy melihat walopun steril yg namanya sudah memakan jln 1 jalur ttp aja jkt macet jd intinya Bussway bkn solusi liat proyek monorel yg sdh lama trtahan krn pemda ga mo menjamin keamanan investor klo trjadi Force Majeur malah yg diutamain Bussway yg notabene memakan jalur yg ada bkn membuat jalur baru. Monorel merupakan jwban dr semrawutnya jkt.
Salah satu langkah paling fenomenal sambil nunggu monorelnya jadi adalah menghapuskan BBM subsidi utk mobil selain angkot & bis. Kira2 Pemprov DKI berani nggak ya...?
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
dan skrg para operator busway berlomba "irit" dengan tidak mengerahkan seluruh armadanya  akhirnya udah penumpang numpuk kyk sarden di halte, makin numpuk kuadrat...
Ane pikir khusus DKI Jakarta, lebih baik masalah transportasi massal jgn diserahkan swasta, lebih baik pemerintah pusat (ane udeh ga percaya lagi sama pemda) mengatur dan memegang kendali penuh urusan ini
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 397
Threads: 0
Joined: Feb 2009
Reputation:
8
21-07-2010, 04:21 PM
(This post was last modified: 21-07-2010, 05:06 PM by Toto.)
(19-07-2010, 07:55 PM)ady_mcady Wrote: o ya. ada tulisan menarik dari milis sebelah. meskipun sudah jadul (tahun 96), tapi menarik untuk di cermati. ini Wawancara Bisnis Indonesia Minggu dengan pemilik 1400 bus Mayasari Bakti, H.Mahpud.
sebagaimana telah diketahui, mayasari bhakti adalah operator buskota terbesar di jakarta. rekan2, ini bagian akhirnya saja yang menarik untuk direnungkan:
Quote:Masa depan angkutan Indonesia seperti apa?
Angkutan masa depan adalah kereta api. Angkutan bus itu sifatnya sementara
saja. Di mana-mana kereta api adalah angkutan masa depan kota. Bukan bus.
Sampai berapa lama bus dapat bertahan?
Ya, mungkin 10 sampai 20 tahun lagi.
Kenapa begitu?
Di mana pun di dunia ini yang namanya angkutan kota itu adalah kereta api.
Jalan-jalan raya tidak dipenuhi bus kota. Sebenarnya di luar negeri itu,
masyarakat dibudayakan untuk jalan kaki.
Kalau tujuannya hanya satu dua kilometer saja bisa jalan kaki. Sedangkan
kita terbiasa naik ojek atau naik bajaj. Menurut saya ini kebiasaan yang
keliru.
Tapi kita tidak bisa langsung menyalahkan masyarakat. Pemerintah 'kan harus
menyediakan sarana jalan. Sekarang trotoar ada, tapi dipakai oleh pedagang
kaki lima. Akibatnya sering terjadi kecelakaan. Lagi-lagi pengusaha jadi
'kambing hitam'.
versi lengkapnya ada di http://www.hamline.edu/apakabar/basisdat.../0002.html
iya memang mas ady.... kalau di LN selalu dibudayakan berjalan kaki... jarak lokasi suatu tempat (kampus, supermarket, hotel dan stasiun) sering dideskripsikan sebagai "walking distance". kalau 2 km saja, di ostrali masih lazim disebut berjarak "walking distance", misalnya iklan ini WALKING DISTANCE tapi ini ditunjang trotoar yang lebarnya rata-rata 2 meter (sydney dan melbourne). plus safety patrol polisi dan city ranger
pembudayaan jalan kaki seperti itu tentu mengurangi kemacetan dan kepadatan di jalan raya juga selain tentunya ditunjang keberadaan MRT yang memadai.
salam spoor,
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
Quote:Sampai berapa lama bus dapat bertahan?
Ya, mungkin 10 sampai 20 tahun lagi.
kalo dirunut wawancaranya tahun 1996, berarti 20 tahun setelahnya itu 2016.
udah nggak lama lagi tuh.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
angkutan massal kyk bus susah bertahan lama, ga perlu nunggu 10 tahun, 5 tahun aja udah "doyok", kalo msh ada yg inget bus Patas P2 Kota - Kp. Rambutan, awal²nya bagus banged, mesin hino, jok empuk, body mulus dan skrg...coba sendiri lah...
Ane denger², mikrolet bakal di enyahkan dari jalan-jalan raya dan di paksa masuk ke jalan2 pemukiman, apa pasti ngurangin macet tuh ? cuman mindahin macet ke pemukiman iyah
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
22-07-2010, 12:18 PM
(This post was last modified: 22-07-2010, 12:19 PM by ady_mcady.)
@bonbon,
ente bener bro. ngeliat patas 2 sekarang miris banget. udah kagak beda buluknya sama truk sampah. gw sampe mikir berkali2, inikah PPD? perusahaan yang mewarisi BVM masa lampau. dulu itu BVM kinerjanya baik dan gak pernah merugi. setelah transportasi diurus PPD, keadaan berbalik drastis. sebegitu bodohnya kah para pejabat jakarta ini sampai ngurusi transportasi kota saja kagak becus.
(21-07-2010, 10:05 AM)tjcdes2009 Wrote: perhatikan semua koridor busway, 90 % melewati kawasan penting mulai dari cbd, perniagaan, rekreasi, pemukiman, terminal bus, dll. sebenarnya kalau jalurnya bisa steril 100%, saya jamin jakarta gak butuh mrt. cukup busway saja. nyatanya tidak demikian.
Sy melihat walopun steril yg namanya sudah memakan jln 1 jalur ttp aja jkt macet jd intinya Bussway bkn solusi liat proyek monorel yg sdh lama trtahan krn pemda ga mo menjamin keamanan investor klo trjadi Force Majeur malah yg diutamain Bussway yg notabene memakan jalur yg ada bkn membuat jalur baru. Monorel merupakan jwban dr semrawutnya jkt.
bro, di bogota, transmilenio busway perhari dapat mengangkut sekitar 2 juta penumpang. itu jumlah yang besar dan setara dengan daya angkut subway dan mrt.
walikota bogota, Enrique Penalosa, pernah menyatakan bahwa jakarta tidak butuh mrt. cukup busway. dan sutiyoso setuju. lalu di copy-paste lah konsep busway ke jakarta.
tapi ada yang lupa di copy oleh bang yoss. yaitu jalan busway yang lebar, bikeway dan pedestrian yang baik, dan armada bus yang kurang banyak.
ditambah perilaku warga jakarta yang tidak disiplin, usaha copy-paste file2 sistem transportasi massal bogota ini malah menimbulkan crash, konflik, dan hang di sistem transportasi jakarta.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
seandainya semua koridor di tester seminggu free alias gratis, coba msh macet ga jakarta
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
|