Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Suara Pembaca : Pengguna KRL Ekonomi AC Ciujung - Tanah Abang Tak Terbendung
#1
Om momod, izin buat thread...

Sedang browsing dan saya menemukan suara pembaca di detik.com,
mungkin bisa jadi bahan diskusi yang menarik...

Quote:Pengguna KRL Ekonomi AC Ciujung - Tanah Abang Tak Terbendung
Ayu Inayati Shoim - suaraPembaca


/detik Jakarta - Kami adalah pengguna jasa kereta rel listrik (KRL) Ekonomi AC Ciujung Serpong - Tanah Abang - Serpong. Alat transportasi ini sangat membantu kami dalam menjalankan aktivitas sehari-hari karen beberapa nilai lebih.

Antara lain karena bebas dari kemacetan lalu lintas, waktu tempuh yang singkat, kondisi kereta yang masih baik dan nyaman, kedisiplinan awak kereta yang melarang pedagang asongan ikut naik, letak stasiun kereta api yang strategis, jadwal pemberangkatan dan kedatangan kereta yang sesuai dengan jam kerja, serta harga tiket yang terjangkau. Tidak berlebihan rasanya jika kami mengacungkan jempol kepada PT Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) Commuter Jabodetabek selaku pihak pengelola jasa angkutan transportasi tersebut.

Sejak setahun menjadi pengguna jasa KRL Ekonomi AC Ciujung Serpong - Tanah
Abang - Serpong kami melihat adanya peningkatan pengguna jasa transportasi ini. Hal ini sedikit banyak mempengaruhi nilai lebih sebagaimana kami sebutkan di atas. Khususnya pada KRL Ekonomi AC Ciujung Tanah Abang - Serpong yang diberangkatkan pada pukul 17.15. Sebagaimana lazim kita ketahui bersama jam pulang kantor berkisar antara pukul 16.00 sampai dengan pukul 18.00.

Kereta yang tersedia dan mungkin dijangkau untuk jam-jam tersebut adalah KRL Ekspres AC pada pukul 16.30, 17.45, dan 17.55, serta KRL Ekonomi AC Ciujung pada pukul 17.15. Mengingat KRL Ekspres AC tidak berhenti di setiap stasiun pemberhentian dan harga tiketnya hampir dua kali lipat lebih mahal dari KRL Ekonomi AC Ciujung KRL Ekonomi AC Ciujung lebih memenuhi kebutuhan sebagian besar penumpang.

Dahulu ketika KRL Ekonomi AC Ciujung belum sepopuler sekarang menggunakan kereta ini sangat nyaman. Meskipun tidak mendapat tempat duduk (berdiri) karena penumpangnya tidak berjubel. Namun, saat ini kondisi di setiap gerbong sangat penuh. Terkadang penumpang yang naik dari Stasiun Palmerah yang merupakan stasiun kedua setelah stasiun pemberangkatan Tanah Abang tidak dapat terangkut karena setiap gerbong kereta sudah penuh. Kalau pun terangkut kondisi di dalam sangat tidak nyaman karena terjepit di antara penumpang lain. Sampai-sampai petugas pengecek karcis tidak dapat melakukan tugasnya.

Mereka tidak dapat bergerak maju terhalang penumpang yang berjubel. Kondisi seperti ini membuat kereta ini tidak memungkinkan lagi untuk digunakan oleh para wanita hamil dan lansia. Karena, dapat membahayakan keselamatan.

Bukannya penumpang lain tidak toleran memberi ruang yang lebih leluasa atau memberi tempat duduk kepada para wanita hamil ataupun lansia tetapi hal tersebut memang tidak mungkin dilakukan. Karena, sangat penuhnya gerbong. Para wanita hamil dan lansia inilah yang tidak dapat bergerak menuju tempat yang lebih nyaman atau menuju tempat penumpang yang akan memberikan tempat duduknya.

Jika bagi wanita hamil dan lansia membahayakan maka bagi penumpang lain kondisi gerbong kereta yang penuh tersebut menjadi tidak nyaman. Para penumpang terpaksa harus berdempet-dempetan dengan lawan jenis dengan posisi-posisi yang tidak nyaman.

Tidak hanya bagi penumpang wanita namun penumpang laki-laki pun mungkin merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Kami berharap kejahatan pencabulan sebagaimana telah terjadi di transjakarta beberapa waktu yang lalu tidak sampai terjadi di KRL Ekonomi AC Ciujung.

Karena itu melalui surat pembaca ini kami meminta perhatian serius dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Commuter Jabodetabek selaku pengelola angkutan KRL Ekonomi AC Ciujung untuk segera mendesain dan mengimplementasikan solusi efektif dari permasalahan ini. Khususnya untuk KRL AC yang diberangkatkan pada jam pulang kantor. Mungkin penambahan gerbong KRL Ekonomi AC Ciujung atau penggantian salah satu jadwal KRL Ekspres AC yang diberangkatkan sore hari menjadi KRL Ekonomi AC Ciujung dapat menjadi alternatif solusi. Mengingat pada sore hari jadwal KRL Ekspres AC ada tiga kali sedangkan KRL Ekonomi AC hanya satu kali. Padahal, KRL Ekonomi AC Ciujung lebih banyak diminati.

Mohon tanggapan dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Jabodetabek.
As the train goes by, the memory remains
Reply
#2
mungkin ini trik PT KA untuk mengalihkan penumpang ke Sudirman Ekspres,CMIIW
Reply
#3
Sudirman express sami mawon, kalau jam sibuk penuhhhhh. dan masih banyak tuh kambing kambing yg ngasih duit ke petugas tiketnya.
C'est pas pour vous, non pour moi, mais pour tours le monde
Reply
#4
Memang sudah selayaknya diperhatikan kenyamanan penumpang, terutama di jam-jam sibuk.
As the train goes by, the memory remains
Reply
#5
wkwkwkwkw ciujung harus ditambah jamnya itu
tinggal KRLnya ada apa kagak Ngakak
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#6
Ah.. sama aja sih... mau naik Ciujung, Sudirman exe dan Serpong exe... penuh2 juga.... w ja naik dri THB mau pulang ke SRP, baru dapet tempat duduk nya pas lepas sta SDM..... hahaha
Big Grin
Muhammad Feru Kiradhipa

Reply
#7
(16-06-2010, 10:09 PM)Illia Wrote: wkwkwkwkw ciujung harus ditambah jamnya itu
tinggal KRLnya ada apa kagak Ngakak

Masalahnya armada KRL-nya sendiri masih agak kurang (banyaknya armada kurang sebanding dengan jumlah volume penumpang yang naik per harinya).

Selain itu, hambatan terbesar dalam pengoperasian KRL eko AC di lintas Serpong adalah sedikitnya armada yang memenuhi syarat dari seluruh armada yang tersedia (di lintas SRP sendiri hanya armada KRL berjenis rheostatik saja yang dapat melewati jalur itu dikarenakan adanya "neutral area" (silakan search sendiri soal "neutral area" ini).

CMIIW.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#8
(17-06-2010, 12:56 PM)Charles Wrote:
(16-06-2010, 10:09 PM)Illia Wrote: wkwkwkwkw ciujung harus ditambah jamnya itu
tinggal KRLnya ada apa kagak Ngakak

Masalahnya armada KRL-nya sendiri masih agak kurang (banyaknya armada kurang sebanding dengan jumlah volume penumpang yang naik per harinya).

Selain itu, hambatan terbesar dalam pengoperasian KRL eko AC di lintas Serpong adalah sedikitnya armada yang memenuhi syarat dari seluruh armada yang tersedia (di lintas SRP sendiri hanya armada KRL berjenis rheostatik saja yang dapat melewati jalur itu dikarenakan adanya "neutral area" (silakan search sendiri soal "neutral area" ini).

CMIIW.

melihat begitu besarnya mobilitas penduduk jakarta..sebanyak apapun KRL yang datang, kayaknya percuma, kalo jalur yang ada tetep seperti sekarang...mungkin lebih tepatnya pemerintah turun tangan dengan membuat jalur baru menjadi double-double track atau elevated..namun dalam hal ini harus tegas dan serius, karena hak ini sangatlah vital...setelah jalur OK, baru dweh tambahin armada KRL...hehehhe

wah pangsa pasar KRL ternyata masih cukup besar nih Ngikik

[Image: banner.jpg]
Reply
#9
sorry kalo OOT,
tapi pangsa pasar komuter ini memang masih sangat menjanjikan, belum lagi pangsa pasar orang yang moving di dalam jakartanya sendiri. jakarta kalo siang hari di weekdays, banyakan orang2 daerah penyangga, bodetabek dsk.
Back on Topic
Reply
#10
Mangkanya pt.ka ngebet bgd ngapus eko kipas & dganti ac eko yg tarifny 3x lipat ato skalian xpres yg dbnyakin biar untungny 7x lipat.hehehe.. Back to topick
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)