Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Philippine National Railways (PNR)
#91
(06-06-2010, 10:31 AM)antimon40 Wrote:
(06-06-2010, 10:00 AM)sepur_lori Wrote: Bener mas, disana olahraga yg digemari adl basket dan tinju, cz faktor sejarah (jajahan Amerika, yg notabene basketnya kuat). Sbg info, dlm hal sepakbola, hsl 2 pertandingan timnas Filipina vs timnas Indonesia sekitar taun 2002 skornya adl 12-0 ama 13-1! Apa g ajib tuh? Ngakak

Ok sekarang kembali ke topik ye ...

[spoiler]
[Image: PNR_NewDMU_2009_MC.jpg]
KRD Rotem di Dipo Tayuman


[Image: Philippine_National_Railways.png]
Peta jalur KA di pulau Luzon

sumber: PNR[/spoiler]

jalurnya itu udah bisa dilalui KRL semua?

G tau ea, tapi yg jelas di jalur inti masih menggunakan KRD ama KA biasa kuq, cz PNR masih prioritas utk merevitalisasi jalur KA-nya


[Image: 081808_relocation01_linus.jpg]


[Image: IMG_2738.jpg]
Jalur kyk gini mana mungkin dipasangi LAA?
Reply
#92
betul kamerad marshal. jaringan milik pnr 100% non elektrik. makanya disana pakai dmu nya rotem. alasan pakai rotem, soalnya yang membantu merevitalisasi jalur pnr adalah korea selatan.

oot: wah, jangan2 mas dana terinspirasi krd rotem ini, lalu di tret sebelah bikin wacana penggantian krl oleh krd di jabodetabek? Ngakak
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#93
(06-06-2010, 11:05 AM)ady_mcady Wrote: betul kamerad marshal. jaringan milik pnr 100% non elektrik. makanya disana pakai dmu nya rotem. alasan pakai rotem, soalnya yang membantu merevitalisasi jalur pnr adalah korea selatan.

oot: wah, jangan2 mas dana terinspirasi krd rotem ini, lalu di tret sebelah bikin wacana penggantian krl oleh krd di jabodetabek? Ngakak

Di Jabodetabek udh bersyukur loh ada KRL-nya, coba kalo diganti KRD semua, bisa nambah2-in biaya operasional tuh.
Reply
#94
(06-06-2010, 11:13 AM)sepur_lori Wrote:
(06-06-2010, 11:05 AM)ady_mcady Wrote: betul kamerad marshal. jaringan milik pnr 100% non elektrik. makanya disana pakai dmu nya rotem. alasan pakai rotem, soalnya yang membantu merevitalisasi jalur pnr adalah korea selatan.

oot: wah, jangan2 mas dana terinspirasi krd rotem ini, lalu di tret sebelah bikin wacana penggantian krl oleh krd di jabodetabek? Ngakak

Di Jabodetabek udh bersyukur loh ada KRL-nya, coba kalo diganti KRD semua, bisa nambah2-in biaya operasional tuh.

Berarti jalur layang LRT-yg ada di Manila bukan milik PNR yak....Bingung
Reply
#95
@jandrian,

MRT, owner swasta (MRTC), operator swasta+negara (MRTC + DOTC)

LRT, owner negara (DOTC), operator negara (LRTA)

selain kedua koridor diatas, owner negara (DOTC) operator negara (PNR).

bingung ya? sama saya juga. intinya di sana beda koridor beda operator. barangkali kayak disini, ka akap sama komuter beda operator.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#96
(06-06-2010, 05:19 PM)ady_mcady Wrote: @jandrian,

MRT, owner swasta (MRTC), operator swasta+negara (MRTC + DOTC)

LRT, owner negara (DOTC), operator negara (LRTA)

selain kedua koridor diatas, owner negara (DOTC) operator negara (PNR).

bingung ya? sama saya juga. intinya di sana beda koridor beda operator. barangkali kayak disini, ka akap sama komuter beda operator.

Itu gimana maksudnya mas? Saya mudeng dikit, tapi selebihnya bingung ...
Reply
#97
@kamerad marshal,

saya coba jelaskan dari berbagai sumber:

DOTC=departemen of transportation and communication. semacam dephub kalo disini.
LRTA=light rail transit authority
MRTC=metro rail transit corporation. semacam pt. jmrt
PNR=philippines national railways. semacam pt. kai

DOTC memiliki seluruh jaringan rel di filipina, plus 2 koridor LRT (yellow dan purple line). untuk mengoperasikannya, ditunjuklah operator yaitu PNR untuk menangani rel ka dan LRTA menangani LRT.

sementara MRT dimiliki perusahaan swasta MRTC dengan sistem BOT (built, operated, and transfer). artinya, DOTC memiliki lahan. MRTC membangun jaringan MRT dan mengoperasikannya dengan memberikan fee pada DOTC, sampai jangka waktu tertentu. setelah jangka waktunya tiba, maka seluruh infrastruktur menjadi milik DOTC.

selain itu, untuk mengintegrasikan seluruh jaringan LRT, MRT, dan beberapa koridor komuter di area metropolitan manila, dibentuklah SRTS=strong republic transit system. badan ini yang mengatur tarif, transfer antar moda, didalam satu kesatuan sistem berstandar internasional. proyek ini dibentuk pada masa presiden arroyo berkuasa 2003.

oot: barangkali SRTS ini yang mau ditiru oleh gubernur jakarta kelak,yaitu menyatukan sistem MRT, monorel, busway, dan KRL dalam satu kesatuan sistem tarif.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#98
(06-06-2010, 04:19 PM)jadrians Wrote:
(06-06-2010, 11:13 AM)sepur_lori Wrote:
(06-06-2010, 11:05 AM)ady_mcady Wrote: betul kamerad marshal. jaringan milik pnr 100% non elektrik. makanya disana pakai dmu nya rotem. alasan pakai rotem, soalnya yang membantu merevitalisasi jalur pnr adalah korea selatan.

oot: wah, jangan2 mas dana terinspirasi krd rotem ini, lalu di tret sebelah bikin wacana penggantian krl oleh krd di jabodetabek? Ngakak

Di Jabodetabek udh bersyukur loh ada KRL-nya, coba kalo diganti KRD semua, bisa nambah2-in biaya operasional tuh.

Berarti jalur layang LRT-yg ada di Manila bukan milik PNR yak....Bingung


Lah Korsel yang merevitalisasi??? butuh berapa lama??? Indonesia ajalah yang merevitalisasi.. pasti cepet dan di jamin bagus (soalnya Indonesia berani gusur rumah2 kumuh... hihihihi)

[Image: kaatapcopy.jpg]

( Shizier...089671371636 )
Jurig Argo Wilis

Reply
#99
(07-06-2010, 09:45 AM)chidzir Wrote:
(06-06-2010, 04:19 PM)jadrians Wrote: Berarti jalur layang LRT-yg ada di Manila bukan milik PNR yak....Bingung

Lah Korsel yang merevitalisasi??? butuh berapa lama??? Indonesia ajalah yang merevitalisasi.. pasti cepet dan di jamin bagus (soalnya Indonesia berani gusur rumah2 kumuh... hihihihi)

Wakakakak, mau ngirim Satpol PP ke Filipina yak? Ntar baru nongol dikit udh digebugi ama penduduk sono Ngakak

Soal masalah revitalisasi tu tergantung pihak mana yg serius 'n bisa diandalkan oleh jawatan perkeretaapian setempat. Indonesia boleh aja ikut, tapi harus ijin dulu dan Filipina butuh nggak bantuan dari Indonesia. Sementara kalau Indonesia jgn ikut2an dulu, ngurusi PR-nya aja yg belum rampung di rumah ...
Reply
Lebih baik Indonesia mencontoh LRT dan MRT Filipina...
Lah monorel aja gak kelar2.... Sedih
PARAHYANGAN'S USER
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)