(25-05-2010, 02:44 PM)DJ rail Wrote: Jadi bingung, kelebihan KRL dan KRD masing2 apa c? sori klo masih oon, he3, kok kalo liat kereta2 di luar negeri seperti subway2 di negara maju dan MRT seperti di S'pore kayake ga ada tiang elektrifikasinya, brarti kota2 itu mass rapid transitnya pake KRD ya?
Setiap KRD dan KRL memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, yaitu:
Kelebihan
a. KRD
- Dapat digunakan di semua lintas.
- Tekanan beban gandar pada umumnya rendah.
- Mampu berjalan di rel tipe R33.
- Memungkinkan jumlah rangkaian sesuai kapasitas penumpang karena dapat dilepas pasang dengan mudah.
b. KRL
- Mampu mengangkut penumpang lebih banyak dari KRD.
- Akselerasi lebih cepat.
- Tidak memerlukan BBM.
- Kecepatan saat berdinas dapat mencapai lebih dari 120 km/jam.
Kekurangan
a. KRD
- Memerlukan BBM.
- Akselerasi kurang bertenaga dibandingkan lokomotif.
- Kurang efisien untuk perjalanan jarak jauh.
b. KRL
- Tegangan listrik yang dibutuhkan cukup tinggi (1,5 kV).
- Rangkaian selalu berada dalam stamformasi yang tetap.
- Bergantung sepenuhnya kepada pasokan listrik dari gardu induk dan rentan terhadap fluktuasi tegangan pada konduktor penghantar (kabel atau besi).
MRT dan subway di Eropa pada umumnya tak memiliki LAA, karena mereka menggunakan metode rel ketiga (third rail) untuk mengalirkan listrik ke kereta, yang dipasang di bagian samping atau di antara rel utama.
Jadi, MRT dan subway/metro tetaplah berjenis KRL.