Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalan tol mengancam potensi kereta api ?
(29-04-2010, 10:10 PM)rifqipahlevie Wrote: nambahi lagi jakarta Bogor kan ada Jagorawi.. tapi kenapa KRL selalu penuh ya?? hahahaha.. ga mikir sampe situ dia... klo kereta sangat diperlukan....

Soalnya jagorawi terkadang macet, Nantipun tol Cipularang bakalan sama kaya Jagorawi. Sekarang ajah kalo dari bandung ke Jakarta, sesampanya di daerah bekasi udah kena macet tuh.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
(30-04-2010, 08:00 AM)Joe_cn Wrote:
(30-04-2010, 07:25 AM)C20EMP Wrote: kita tunggu aja pantura,cipularang,jagorawi n kawan2nya pada rusak gara2 monster2 jalanan
baru setelah itu mereka akan mengemis minta tolong pada KA barang untuk angkutan barang berat
g ada dech yang ngalahin KA
KA is the best

Gausa mengaharapkan yang laen rusak bro...
Saya malah seneng dengan adanya Tol, coba kalo ga, pasti fasilitas kereta ga mungkin tambah baek, pelayanan juga tambah baek, ato ga tarif lebih murah, cba kalo gada jalan tol mungkin kita ga bisa membandingkan kereta dengan moda transportasi yang laen...
saya sangat berharap sekali persaingan yang sehat ini membuat kereta menang karena pelayanan mereka...

ya setuju,,anggap aja tol adalah pelecut bagi perkeretaapian kita..
kbijakan membuat tol ga bsa disalahikan bgitu aja,,karena itu ditujukan untuk kemaslahatan orang banyak..
sepur dan tol memiliki peran yg beda dan saling mengisi, karena mereka adalah komponen dari sebuah sistem, yaitu sistem transportasi..
karena itu, agar survive,,KA harus bisa keep up dngan tol agatr mampu mengimbangi 'ritme' tol..
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
Sebetulnya, PT. KAI masih menjadi transportasi yang diminati masyarakat, namun selain karena kecepatan, pelayanan, dan kondisi, ada satu hal lagi yang menjadi kendala masyarakat beralih ke moda yang lain yaitu jauhnya posisi stasiun dengan lingkungan masyarakat. Jadi orang2 akan berpikir, ke stasiun nya saja masih naek bus,, belum praktis lah istilahnya. Memang untuk wilayah Jakarta dan kota besar lain sudah ada halte2 kecil, itulah kenapa Daop disana tidak merugi, coba lihat di Daop XI yang sepi, masyarakat akan berganti berpikir bahwa kereta api memang murah tapi butuh ongkos tambahan untuk bisa ke stasiun....Pemerintah khususnya PT. KAI sebaiknya mencoba melihat kembali mengapa dulu Hindia Belanda membangun banyak halte meskipun daerah yang dileawti relatif tidak terlalu ramai. Jawabannya hanya memudahkan masyarakat bisa naik kereta api. ...
Hear the voices of Indonesian railroads

[Image: 20090425202511_wew_49f30f376172f-t.jpg]
Reply
(09-05-2010, 07:31 PM)ahmad Wrote: Sebetulnya, PT. KAI masih menjadi transportasi yang diminati masyarakat, namun selain karena kecepatan, pelayanan, dan kondisi, ada satu hal lagi yang menjadi kendala masyarakat beralih ke moda yang lain yaitu jauhnya posisi stasiun dengan lingkungan masyarakat. Jadi orang2 akan berpikir, ke stasiun nya saja masih naek bus,, belum praktis lah istilahnya. Memang untuk wilayah Jakarta dan kota besar lain sudah ada halte2 kecil, itulah kenapa Daop disana tidak merugi, coba lihat di Daop XI yang sepi, masyarakat akan berganti berpikir bahwa kereta api memang murah tapi butuh ongkos tambahan untuk bisa ke stasiun....Pemerintah khususnya PT. KAI sebaiknya mencoba melihat kembali mengapa dulu Hindia Belanda membangun banyak halte meskipun daerah yang dileawti relatif tidak terlalu ramai. Jawabannya hanya memudahkan masyarakat bisa naik kereta api. ...

Sepakat bro..
Reply
dan juga selain halte, pemerintah belanda juga membangun banyak jalur2 cabang agar menjangkau bnyak daerah2 terpencil,,harusnya itu juga diperhatikan, sekarang malah hampir smua jalur cabang udah 'tewas'..akibatnya tingkat aksesbilitas KA khususnya bagi masyarakat di daerah2 terpencil pun makin rendah
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
Dahlan Iskan sepertinya belum membaca buku Ekspedisi Pantai Utara Jawa terbitan Kompas. Padahal jelas-jelas keberadaan jalan tol di Pulau Jawa walaupun dari sudut pandang ekonomi dianggap menguntungkan tetapi justru menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
1. Banyak usaha kecil menengah yang rugi maupun bangkrut di daerah Cianjur dan Purwakarta, Jawa Barat karena keberadaan jalan tol Cipularang.
2. Lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi jalan tol untuk proyek jalan tol Kanci-Pejagan mengancam ketahanan pangan khususnya untuk penduduk di Pulau Jawa
3. Memang benar, kalau suatu daerah yang terdapat akses jalan tol nilai tanahnya akan meningkat berkali-kali lipat. Tetapi siapa yang akan menikmatinya? masyarakat kebanyakan atau pengusaha oprtunis macam bapak Dahlan Iskan ini?
4. Pulau Jawa adalah pulau tersubur di Indonesia dan juga di dunia. Jauh lebih subur dibandingkan dengan Sumatra, Kalimantan, atau Papua sekalipun. Makanya sejak dulu Belanda sudah merancang moda transportasi yang cocok untuk Jawa adalah kereta api. Buktinya untuk membangun jalur ganda dari Cirebon sampai Kroya tidak perlu susah-susah untuk menggusur lahan karena Pemerintah Belanda sudah merancang jalur tersebut untuk dua jalur.

Ya, wajarlah kalau seorang Dahlan Iskan berpikir demikian, karena kepemilikan jalan tol adalah individu. Berbeda dengan kepemilikan jalan kereta api yang murni 100 % milik negara yang artinya milik semua rakyat Indonesia.
Reply
Nggak akan lama lagi tol Cikampek-Solo akan selesai dilanjut Solo-Surabaya cuma Solo-Muntilan-Ngawi belum ada investornya.
Sedangkan untuk jalur ganda baru Patuguran-Prupuk itupun progrestnya baru 50%, Kutoarjo-Kroya baru pengadaan lahan sejak 2007, Tegal-Pekalongan tahun ini cuma nambah 4 km, sisanya baru wacana meyakinkan yang tertunda.
Dlu Ditjen KA pernah bilang ditargetkan tahun pembangunan 2008-2010 jalur ganda Jakarta-Semarang dan Jakarta-Solo selesai tapi mak teplok belum selesai. Hal ini mungkin investor tidak mau bikin jalur kereta karena mikir buat apa mendingan nunggu tender pemerintah, bikin selse beres. Bda sama jalan tol, bikin ya untung sendiri.
Mau tidak mau kita tunggu ya namanya High Speed Railway itu direalisasikan.
Reply
rel jadi jalan tol?!?! orang gilaaa..orang gilaaaa Ngeledek
jelas2 lebih baik ngubah semua jalan tol jadi Rel KA Playboy
Ngakak
Reply
nih orang gak liat dampak negatifnya kayak kerusakan lingkungan, kemacetan. dan orang2 semakin egois pengen punya mobil pribadi...ujung2nya industri otomotif deh yang maju...gak sehat nih
Bekerja untuk kebaikan orang lain adalah ibadah yang amat mulia - Ignasius Jonan
Reply
ini jadi pelajaran buat ka untuk lebih berbenah lagi. konsep2 ka komuter, ka dalam kota, ka akap, lebih diperbaiki sistemnya. untuk ka komuter dan ka dalam kota misalnya, disini serba rancu dan cenderung campur aduk. mestinya jaringan komuter dan ka dalam kota (disini belum ada sampai mrt jakarta rampung 2016) saling berintregrasi dan terhubung di hub atau stasiun sentral di suatu kota misal jakarta atau surabaya.

sementara ka akap yang menghubungkan hub antar kota (misal jakarta-surabaya) pun kondisinya masih kurang baik. bagaimana mau bersaing dengan jalan tol kalo taspatnya saja dibatasi 80 saja? idealnya sih, ka2 yang menghubungkan hub2 di 2 kota harus ka kecepatan tinggi.

ayo bangkit kereta api.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)