Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Balai Yasa Lokomotif Pengok (sejarah, diskusi)
maaf oot : by the way kenapa lokomotif yg mati di pengok ga dibawa ke ambarawa aja ya... masukin museum skalian buat memperlengkap koleksi...
Antara Cinta dan Obsesi...

[Image: 13758.gif]



Reply
(07-05-2010, 09:40 PM)rifqipahlevie Wrote: maaf oot : by the way kenapa lokomotif yg mati di pengok ga dibawa ke ambarawa aja ya... masukin museum skalian buat memperlengkap koleksi...

rencana untuk loko diesel yang grounded akan di musiumkan di Bandung atau bagus juga di losbunder Lempuyangan mas..
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
(07-05-2010, 09:54 PM)eko winarno Wrote:
(07-05-2010, 09:40 PM)rifqipahlevie Wrote: maaf oot : by the way kenapa lokomotif yg mati di pengok ga dibawa ke ambarawa aja ya... masukin museum skalian buat memperlengkap koleksi...

rencana untuk loko diesel yang grounded akan di musiumkan di Bandung atau bagus juga di losbunder Lempuyangan mas..

los bunder tu bagusnya buat kandang loko2 uap atau diesel, kan kayak yg ada di eropa (belanda, jerman dll). ntar ada prosesi saat lok keluar dari rumahnya dan diputer di turn tablenya Ngiler
Reply
(07-05-2010, 10:10 PM)sepur_lori Wrote:
(07-05-2010, 09:54 PM)eko winarno Wrote:
(07-05-2010, 09:40 PM)rifqipahlevie Wrote: maaf oot : by the way kenapa lokomotif yg mati di pengok ga dibawa ke ambarawa aja ya... masukin museum skalian buat memperlengkap koleksi...

rencana untuk loko diesel yang grounded akan di musiumkan di Bandung atau bagus juga di losbunder Lempuyangan mas..

los bunder tu bagusnya buat kandang loko2 uap atau diesel, kan kayak yg ada di eropa (belanda, jerman dll). ntar ada prosesi saat lok keluar dari rumahnya dan diputer di turn tablenya Ngiler


Lebih cocok memang musium loko diesel berada di los bunder karena dekat dengan BY Pengok sehingga tidak susah-susah pengangutannya.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
(08-05-2010, 05:36 AM)eko winarno Wrote: Lebih cocok memang musium loko diesel berada di los bunder karena dekat dengan BY Pengok sehingga tidak susah-susah pengangutannya.
tinggal ngglinding Ngakak
Reply
(08-05-2010, 12:24 PM)Narendro Anindito Wrote:
(08-05-2010, 05:36 AM)eko winarno Wrote: Lebih cocok memang musium loko diesel berada di los bunder karena dekat dengan BY Pengok sehingga tidak susah-susah pengangutannya.
tinggal ngglinding Ngakak


Ngakak tinggal nyurung..
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
(08-05-2010, 01:55 PM)eko winarno Wrote:
(08-05-2010, 12:24 PM)Narendro Anindito Wrote:
(08-05-2010, 05:36 AM)eko winarno Wrote: Lebih cocok memang musium loko diesel berada di los bunder karena dekat dengan BY Pengok sehingga tidak susah-susah pengangutannya.
tinggal ngglinding Ngakak


Ngakak tinggal nyurung..

Wah bakalan pegel2 tuh yg nyurungNgiler, coz walaupun Los Bunder ada di sebelah barat BY Pengok, tp ga ada jalur yg langsung ke sana...jadinya mesti muter dulu ke timur terus lewat jalur masuk BY Pengok ke arah Sta LPN, setelah sampai LPN baru jalan ke timur lagi masuk ke Los Bunder...Xie Xie
Reply
(11-05-2010, 02:58 PM)Den Baguse Wrote:
(08-05-2010, 01:55 PM)eko winarno Wrote:
(08-05-2010, 12:24 PM)Narendro Anindito Wrote:
(08-05-2010, 05:36 AM)eko winarno Wrote: Lebih cocok memang musium loko diesel berada di los bunder karena dekat dengan BY Pengok sehingga tidak susah-susah pengangutannya.
tinggal ngglinding Ngakak


Ngakak tinggal nyurung..

Wah bakalan pegel2 tuh yg nyurungNgiler, coz walaupun Los Bunder ada di sebelah barat BY Pengok, tp ga ada jalur yg langsung ke sana...jadinya mesti muter dulu ke timur terus lewat jalur masuk BY Pengok ke arah Sta LPN, setelah sampai LPN baru jalan ke timur lagi masuk ke Los Bunder...Xie Xie


ya tidak di dorong pakai bahan bakar nasi mas..tapi di dorong dengan loko dan seandainya dimusiumkan so pasti sudah banyak seperti yang ada di BY.Pengok yang siap dimusiumkan antara lain:
1.Dinasti Bima Kunting.
2.BB 301, 302, 303, 304, 305, 306.
3.BB 200, 201.
4.BB 300
5.D 300, 301.
6.CC 200.
7.KRD Shoryu.
8.CC 201...????.Nyengir
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
(11-05-2010, 07:36 PM)eko winarno Wrote:
(11-05-2010, 02:58 PM)Den Baguse Wrote:
(08-05-2010, 01:55 PM)eko winarno Wrote:
(08-05-2010, 12:24 PM)Narendro Anindito Wrote: [quote='eko winarno' pid='156776' dateline='1273271767']
[spoiler]Lebih cocok memang musium loko diesel berada di los bunder karena dekat dengan BY Pengok sehingga tidak susah-susah pengangutannya.
tinggal ngglinding


tinggal nyurung..

Wah bakalan pegel2 tuh yg nyurungNgiler, coz walaupun Los Bunder ada di sebelah barat BY Pengok, tp ga ada jalur yg langsung ke sana...jadinya mesti muter dulu ke timur terus lewat jalur masuk BY Pengok ke arah Sta LPN, setelah sampai LPN baru jalan ke timur lagi masuk ke Los Bunder...Xie Xie


ya tidak di dorong pakai bahan bakar nasi mas..tapi di dorong dengan loko dan seandainya dimusiumkan so pasti sudah banyak seperti yang ada di BY.Pengok yang siap dimusiumkan antara lain:
1.Dinasti Bima Kunting.
2.BB 301, 302, 303, 304, 305, 306.
3.BB 200, 201.
4.BB 300
5.D 300, 301.
6.CC 200.
7.KRD Shoryu.
8.CC 201...????.Nyengir
[/spoiler]

nyusulin ah... C300 & C301!! Playboy
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]

Reply
Ah, loko bima kunthing sdh pada bonyok semua tuh, dulu pernah liat fotonya udh kothongan alias tdk ada mesinnya. mungkin mesinnya dijeboli ya?

Kalau lbh bagus tu segala macam KRD dan lokomotif diesel yg pernah berdinas di indonesia, spt C 300, C 301 eks Aceh, D 300, D 301, BB 300, BB 301, BB 302, BB 303, BB 304, BB 305 Holcim dan PT KL (Nippon Sharyo, Jenbacher 'n CFD), BB 306, BB 200, BB 201, BB 202, BB 203, BB 204, CC 200, Kuda Putih dan KRD Jepang yg sdh tidak layak dinas. sedangkan lok yg masih produktif spt CC 201 sampai CC 204 jgn dimuseumkan, kan percuma Eh iya lupa...

Ngumung2 ada yg tau jejak C 301, lok 750mm yg dinas di Aceh? Sekarang pergi ke mana ya? Bingung
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)