Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur KA Cikampek - Padalarang VS Jalan Tol Cipularang
#11
maslahnya adalah faktor geografis, klo mbl mungkin bisa lari dijalan nanjak coba klo KA bisa2 kepleset terus.ilustrasinya ketinggaan st Purwakarta +64mdpl, sedangkan Bd +709mdpl. jd mau g mau mesti berkelok2 terus, kecuali pemerintah serius dan menomer 1 kan moda Kereta api ini. bukannya malah jan tol yg terus dipikirin
TRAVEL WARNING TRAIN DANGEROUSLY exotic VEHICLE

[Image: 2euifjl.jpg]
Reply
#12
(23-04-2010, 09:14 AM)denzuko Wrote: maslahnya adalah faktor geografis, klo mbl mungkin bisa lari dijalan nanjak coba klo KA bisa2 kepleset terus.ilustrasinya ketinggaan st Purwakarta +64mdpl, sedangkan Bd +709mdpl. jd mau g mau mesti berkelok2 terus, kecuali pemerintah serius dan menomer 1 kan moda Kereta api ini. bukannya malah jan tol yg terus dipikirin

Ada beberapa titik yang tetap berkelok-kelok karena faktor geografis. Tapi kalo ada titik dengan ketinggian sama (atau perbedaan ketinggian tidak terlalu curam) namun berkelok2 karena ada lembah atau bukit..ya bisa dibangun jembatan atau cut and fill...tapi balik lagi ma kemauan pemerintah dan financial...

[Image: a2vric.jpg]
Reply
#13
Secara teknis mungkin sekali membangun jembatan untuk jalur baru. Tapi cipularang beberapa titik masih rawan longsor. Jadi ada nggak investor yang mau membangunnya
Reply
#14
Hal tsb t'jadi akibat ketidakinginan pihak2 t'kait utk membuat perjalanan kereta PWK - BD menjadi lbh cepat. Alasan kita adalah jalan tol dibangun dgn teknologi masa kini sementara rel kereta dibangun pada jaman penjajahan.

Kompetisi rel kereta api vs jalan tol yang lbh fair akan kita lihat setelah jalan tol Cikampek - Palimanan selesai. Dua2nya menggunakan teknologi masa kini. Sbg railfan sy cuma bisa berharap kali ini kereta api mampu mempertahankan keunggulan komparatif dlm hal kecepatan.

Apakah Cireks akan bernasib sama setelah tol Cikampek - Palimanan selesai dibangun???
Hanya waktu (serta inovasi operator kereta) yg mampu menjawab...
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
#15
jangan cuma lurusnya saja yang diperhatikan. ketinggiannya juga. justru rel yang berkelok2 itu grade nya gak terlalu curam, sehingga memudahkan mesin lok bekerja yang ujung2nya efisiensi bahan bakar.

daripada dibikin lurus tapi gradenya terjal, plus mesti bangun belasan jembatan dan tunel, saya lebih setuju seandainya jalur jakarta-bandung ini di "setrum" saja. biarlah kereta jenis krl yang ambil alih ini koridor. saya pikir krl punya keunggulan untuk melahap petak bergunung2 karena disetiap gandarnya punya motor.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#16
Sy pribadi lebih setuju dengan wacana elektrifikasi jalur Cikampek-Purwakarta-Padalarang. Ke depannya kan elektrifikasi sudah sampai stasiun Cikarang.
Lebih ramah lingkungan dan akselerasi EMU lebih baik dibanding lokomotif.
Reply
#17
menurut saya om, kayaknya agak susah kalo mau membuat apa yg telah dibuat oleh jasa marga, PT.KAI terlalu memperhatikan kepentingan jalur rel yg ada di bagian jakarta ketimbang di bagian barat, jadi PT.KAI yg salah menurut saya
Reply
#18
(25-04-2010, 10:07 AM)ady_mcady Wrote: jangan cuma lurusnya saja yang diperhatikan. ketinggiannya juga. justru rel yang berkelok2 itu grade nya gak terlalu curam, sehingga memudahkan mesin lok bekerja yang ujung2nya efisiensi bahan bakar.

daripada dibikin lurus tapi gradenya terjal, plus mesti bangun belasan jembatan dan tunel, saya lebih setuju seandainya jalur jakarta-bandung ini di "setrum" saja. biarlah kereta jenis krl yang ambil alih ini koridor. saya pikir krl punya keunggulan untuk melahap petak bergunung2 karena disetiap gandarnya punya motor.

Ngikik ane dari awal udah bilang kalo ane hanya melihat dari google earth, belum dibandingkan juga dari ketinggian (dpl). Xie Xie
Yang ane bahas disini, kalo misalnya ada 2 titik yang memiliki ketinggian sama atau tidak terlalu curam, namun berkelok2 karena ada lembah atau bukit, mengapa tidak bisa dibangun jembatan atau cut and fill? Kan lumayan untuk memotong jarak dan waktu tempuh, apalagi teknologi sekarang sudah maju. Ditambah lagi kalo jalur ini dielektrifikasi dan mulai beroperasi KRL, ane yakin pasti jalur ini akan rame lagi dan penumpang akan banyak menggunakan transportasi massal ini. Ngiler

[Image: a2vric.jpg]
Reply
#19
Alasan kenapa jalan tol bisa lebih lurus dari jalan KA adalah karena mobil dan kendaraan jalan raya bisa melibas tanjakan lebih terjal dari jalan KA. Saya bolak-balik nyetir di Cipularang, melihat tanjakannnya terjal banget untuk sebuah jalan tol.

Kalau KA dia tak bisa menanjak melebihi 30 permil, kalau tanpa gigi.

Sedangkan kalau dibuat KA gigi, bisa-bisa perjalanan lebih lama 1 jam. Bethe
Reply
#20
Hm..searching di GE (google earth) lagi ane menemukan gambar yang ane maksud selama ini.
"Sumber Berita"


[Image: mtm810.jpg]
Ini sesaat selepas jembatan cisomang (dari arah Bandung)...jalan KA yang awalnya melingkar akhirnya ditebas seiring pembangunan DT. Ini kan bisa mengurangi waktu tempuh. Ane harap hal ini terjadi di titik-titik laen sepanjang Cikampek - Padalarang yang sebenernya bisa diluruskan.


[Image: a2vric.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)