Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kalau BUSWAY--TRAIN?
#31
Nampaknya busway dijadikan train secara teknis pun sangat sulit karena ruang belok yg. diperlukan KA harus lebih luas ketimbang yg. dibutuhkan bus, seperti saat bus Busway harus belok ke arah sebaliknya di terminal Jakarta Kota/Beos dan di berbagai perempatan. Di samping itu KA butuh waktu pengereman lebih lama ketimbang bus karena gesekan antara roda besi dgn. jalan/rel besi. Grin Grin
Reply
#32
laahhh bukannya pemerintah JAKARTA mank mao bikin nyang KERETA SATU JALUR DIATAS...alias pake fly over gtu dah...kayak di TMII ntuh jadi kyk luar negri gtu dah (KAGA TAO NAMANYA)....

tapi mendingan ntuh dulu yg dikerjain apa KERETA BANDARA yapz???? ato perpanjang double track brikutnya???

ato double double track antara jakarta-bekasi ato cikampek gtu...itu seh yg quw denger di berita2
Reply
#33
b777 Wrote:Nampaknya busway dijadikan train secara teknis pun sangat sulit karena ruang belok yg. diperlukan KA harus lebih luas ketimbang yg. dibutuhkan bus, seperti saat bus Busway harus belok ke arah sebaliknya di terminal Jakarta Kota/Beos dan di berbagai perempatan. Di samping itu KA butuh waktu pengereman lebih lama ketimbang bus karena gesekan antara roda besi dgn. jalan/rel besi. Grin Grin

Saya liat yang namanya Eurotram itu bisa belok-belok di lahan yang sempit. Lagi pula kecepatan trem kam maks. 20 km/jam, jadi masih bisa ngerem seperti halnya bus. Tapi trem harus dibuat mulai dari wilayah pemukiman, supaya orang nggak perlu lagi gonta/ganti naik bus yang penuh sesak.

Coba kalau jl. Fatmawati mulai dari Cinere sampai kota, satu jalurnya p.p. dibuat rel tram, pasti nggak ada orang yang mau naik mobil/motor dijalan itu, pada naik trem.
Reply
#34
Quote:Coba kalau jl. Fatmawati mulai dari Cinere sampai kota, satu jalurnya p.p. dibuat rel tram, pasti nggak ada orang yang mau naik mobil/motor dijalan itu, pada naik trem.

eh, jangan. nanti malahan tambah crowded jananannya. udah bener dari lebak bulus-kota pake mrt. cuman yang saya bingung, harusnya yang subway itu dari lb bulus - dukuh atas. trus duku atas-kota pake layang. soalnya makin keutara rawan banjir. Kapan ya...
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#35
(15-11-2008, 10:59 AM)bagus70 Wrote: Kalau kasus busway jadi jalan KA yang saya tahu adalah di jalan tol Graham Farmer di Perth, Australia Kulon. Dulu saya ingat di tengah badan jalan tol itu ada 2 lajur busway, yang digunakan oleh bus kota biasa, yang mengakses daerah selatan PErth.

Nah, tapi pada sekitar tahun 2004-2005, jalur busway ini ditutup, dan mulai ditimbun sama batu ballast,sebelum kemudian dipasangi rel untuk jalur Perth-Mandurah.
Apa bukannya jalur busway yang diganti rel itu di Kwinana Freeway? Ni dia linknya: http://en.wikipedia.org/wiki/Kwinana_Freeway

Gua tetep percaya PemDa DKI bisa (mau apa gak) mengubah busway jadi trem. Masalah diserobot pengendara lain, ya buat saja jalur trem itu berkebalikan dengan jalan raya, jadi yang ke arah Kota itu di jalur kanan jalan raya. Dijamin, gak ada yang berani nyerobot. Soalnya jalur berkendara Indonesia kan emang gitu. Berjalan di kiri untuk kendaraan bermotor, tapi berjalan di kanan untuk KA.

(21-11-2008, 04:34 PM)b777 Wrote: Nampaknya busway dijadikan train secara teknis pun sangat sulit karena ruang belok yg. diperlukan KA harus lebih luas ketimbang yg. dibutuhkan bus, seperti saat bus Busway harus belok ke arah sebaliknya di terminal Jakarta Kota/Beos dan di berbagai perempatan. Di samping itu KA butuh waktu pengereman lebih lama ketimbang bus karena gesekan antara roda besi dgn. jalan/rel besi. Grin Grin

Ruang belok trem di stasiun ujung bukan berputar, tapi hanya dibuat rel penghubung antara rel kiri dan kanan, kayak yang gua lihat di Istanbul (halte trem KabataÅŸ). Rel kiri dan kanan itu jadi spor badug. Tapi kalo buat gini kayaknya harus ngancurin median jalan. Sayang gambarnya cuma gua simpan di memori.
SAYA BERHARAP SEMUA PULAU BESAR DI INDONESIA MEMILIKI JALUR KERETA API
Reply
#36
kl pk rel bth operator wesel, kl pk bus kan bs diarahkan oleh sopirnya sndri.
utk mengatasi kemacetan tu hrs diubah pola pikir orgnya. jkt udh penuh, kl cari kerja jgn d jakarta, bangunlah kotamu sndri. biar penyebaran penduduk merata. loh kok malah melenceng topik ya, hehe.... maap.
oke, back ke topik...
Keep Fighting Never Give
Reply
#37
Jika memang jalur busway juga akan dipakai atau dijadikan jalur trem, maka memerlukan biaya ekstra untuk menambah ruang belok dan dipo, selain itu faktor penghentian/pengereman laju trem juga harus diperhitungkan mengingat trem hampir sama seperti KA pada umumnya, yaitu lambat dalam hal pengereman karena gesekan roda besi dengan rel tidak mempengaruhi laju trem secara signifikan.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#38
Busway tidak feasible dirubah ke tram. Kalau pemprop ada dana, yg utama harusnya selesain monorel green line. Kedua, joint venture dengan PT KA untuk mengoperasikan KRL lingkar dengan membuat direct shortcut ke MRI, jadi gak perlu mampir ke Jatinegara. Ditambah penambahan2 stasiun2 baru. Kuncinya: optimalkan dan maksimalkan aset yg sudah ada.
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
Reply
#39
(20-12-2009, 02:10 AM)ouilevio Wrote: kl pk rel bth operator wesel, kl pk bus kan bs diarahkan oleh sopirnya sndri.
utk mengatasi kemacetan tu hrs diubah pola pikir orgnya. jkt udh penuh, kl cari kerja jgn d jakarta, bangunlah kotamu sndri. biar penyebaran penduduk merata. loh kok malah melenceng topik ya, hehe.... maap.
oke, back ke topik...

smart tougth :top bgt:

sing penting itu niatan dan realisasinya .. walupun menurut ane kalo trem gak cocok di jakarta .. yg udah relatip padat, mo pake sub way ... hmmmmm .. tuntaskan dulu masalh banjir di jakarta .. yg paling realistis sebenarnya MRT layang ... sayang investor ngeri berinvestasio gara2 sikon jakarta yg kurang kondusif
koleksi jepretan ane
http://www.flickr.com/photos/jhon_ipenk/


[Image: meshoostggyt-1.jpg]
me whit ss-2v5 PInDAD
Reply
#40
(24-12-2009, 02:38 AM)we supratman Wrote: smart tougth :top bgt:

sing penting itu niatan dan realisasinya .. walupun menurut ane kalo trem gak cocok di jakarta .. yg udah relatip padat, mo pake sub way ... hmmmmm .. tuntaskan dulu masalh banjir di jakarta .. yg paling realistis sebenarnya MRT layang ... sayang investor ngeri berinvestasio gara2 sikon jakarta yg kurang kondusif

Iya ya kang padahal untuk semua ini kadang2 kita butuh investasi besar....
Kalo investor uda ngeri gitu wah proyek juga gada yang jalan...

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)