12-03-2010, 07:46 AM
(11-03-2010, 11:45 PM)indrow Wrote:(10-03-2010, 05:36 PM)bordes Wrote: klo jalur tanjakan wilayah selatan keinget stasiun Banjar mesti ada LOK yang ngetem buat bantu doble traksi jika KA arah dari timur maw ke arah bandung
LOK CC203/204 mesti standby di jalur 4
betul sekali, di sta Banjar wajib ada LokPen cc 201/3/4 milik BD yang fit... karena selepas stasiun banjar di petak KarangPucung - Bojong menghadang tanjakan curam dan tanjakan seterusnya selepas ciamis - tasik - ciawi - cirahayu - cipeudeuy - leles - LBJ... hanya lok yang sehat sajalah yang mampu melibas tanjakan tersebut, CC 201 maksimal membawa 8 gerbong, Lok dari arah timur yang akan menuju ke arah bandung yang tidak fit sudah pasti harus DT dengan LokPen atau cukup sampai di banjar saja untuk selanjutnya digantikan oleh LokPen... seperti beberapa waktu lalu 'Donal (â—£_â—¢)┌∩â”' CC 201 56 dinas KA 173 (sepertinya memang sudah harus di Re-powering) harus cukup berdinas sampai Banjar saja, untuk selanjutnya KA 173 dibawa oleh CC 204 11 (LokPen saat itu)
Lok cc 201 56 membawa KA 173 dari KTA menuju KAC , tampak di jalur 4 LokPen CC 204 11 bersiap menggantikan 'donal (â—£_â—¢)┌∩â”'
Berarti kondisi bebek yang lagi nggak sehat kang? tetapi sebetulnya kuat kan kalo CC201?
Loco Project Designer for better Indonesian Railways 





![[Image: bannersaveourearth.png]](http://img188.imageshack.us/img188/5319/bannersaveourearth.png)

