Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
24-12-2009, 09:18 AM
(This post was last modified: 24-12-2009, 09:22 AM by ady_mcady.)
busway pun sudah mirip kok dengan trem. anggap saja trem roda karet. malah lebih fleksibel busway ketimbang trem.
krl itu punya kekurangan: dia tidak melintasi tempat2 strategis di jakarta, dimana sebagian besar warga beraktivitas. seperti blok m, sudirman-thamrin, harmoni, kuningan, casablanca, cawang-semanggi-slipi-grogol, bypass, salemba.
dan kekurangan krl itu bisa ditutupi oleh busway yang melewati jalan2 tersebut. kelebihan krl adalah dia sudah punya jaringan sampai jauh ke kawasan pinggir jakarta.
jadi kuncinya adalah keterpaduan antar moda busway-krl. sayangnya, banyak halte busway dan stasiun krl yang "kagak nyambung". yang enak untuk ganti moda cuma di beos dan gambir doang.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
(29-12-2009, 06:45 AM)bonbon Wrote: OOT
kalo liat di luaran, monorel kyknye cuman buat wisatawan doang, load penumpangnya ngga bisa banyak kyk KRL atau Busway

ikut OOT,
gak juga bon. banyak juga yang menggunakan monorel buat transportasi kota, meskipun hanya sebatas light rail atau kereta ringan yang kapasitas angkutnya paling puluhan ribu penumpang perhari. beda sama rapid transit atau heavy rail yang bisa ratusan ribu sampai jutaan penumpang perhari.
BTT,
denger2 malahan kalo tiang2 monorel mau dijadikan jalan layang buat busway? kenapa gak bikin aeromovel saja sih kayak di TMII?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 510
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
6
Kondisi Jakarta semakin padat dan semrawut ditambah pula proyek busway yg mempersempit jalan. Seandainya pemrov DKI mengganitkannya dengan trem kayaknya ga bakal jalan jd sempit karena ke potong sama jalur bus way. Rekan RF gimana pendapatnya jika Jakarta punya Trem yang ga terlalu makan jalan. Setuju ga terus alasannya apa.
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
(15-02-2010, 11:46 AM)tjcdes2009 Wrote: Kondisi Jakarta semakin padat dan semrawut ditambah pula proyek busway yg mempersempit jalan. Seandainya pemrov DKI mengganitkannya dengan trem kayaknya ga bakal jalan jd sempit karena ke potong sama jalur bus way. Rekan RF gimana pendapatnya jika Jakarta punya Trem yang ga terlalu makan jalan. Setuju ga terus alasannya apa.
kalo yang gak makan jalan, lantas apa yang di makan? trotoar? selokan? atau jalur hijau?
kalo mengharapkan trem seperti jaman belanda dulu sudah gak mungkin. kecuali di ruas2 jalan yang relatif sepi dari kendaraan (memang nya ada di jakarta?). kecuali ada perubahan radikal di jakarta yang menyebabkan volume kendaraan menurun drastis (ini juga imposible kayaknya).
tapi trem bisa dibangun dikawasan2 khusus, seperti superblok, perumahan, universitas, tempat rekreasi. dsb. fungsinya juga sekedar feeder buat krl/busway/mrt.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
pdhl sebenarnya utk trem bisa memanfaatkan ruas tengah bawah tol JORR Uki Cawang/kalimalang - Plumpang, dengan menambah sedikit jalan +/- 1 meter kiri dan kanan juga memakan 1 jalur di di jembatan prumpung/jatinegara, sayang ...deh dibikin si baswei duluan, dah jadi malah terlantar
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
kalo menurut saya, jakarta lebih cocok dengan model yang ini:
MRT Train in between the EDSA-Quezon Avenue Flyover. Photo taken by Exec8 October 6, 2007.
atau ini:
Mexico City Metro, A Linea 2 Mexico City metro train on a surface track near the General Anaya station on Calzada de Tlalpan, by Daniel Manrique (Roadmaster)
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"