Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Rencana pembangunan rel KA di Kalimantan [Diskusi, Solusi]
#51
(30-01-2010, 02:38 PM)Eko Budy Santoso Wrote: Posisi PT KA nantinya gimana nih? Apa perusahaan swasta Dubai ntar jadi kompetitor PT KA kelak atau jadi mitra ?
Karena tidak bisa dipungkiri pembangunan rel KA yang secara khusus diperuntukkan untuk kepentingan tranportasi industri, ketika menghubungkan kota strategis akan berpotensi juga untuk bisa melayani angkutan KA penumpang ...

bukan kompetitor deh bro....
secara di kalimantan aja gak aja jalur PTKA... Ngakak
Reply
#52
barangkali yang dimaksud kang eko itu, seandainya pt. ka bermain jadi operator ka2 penumpang di jalur nya milik dubai tersebut. berarti nanti bayar TAC nya ke dubai nya ya?

begitu kah?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#53
makin banyak operatornya, berarti akan ada "PERANG" bwt customer satisfaction....berarti malah bagus kan??????
hidupkan lagi jalur KTA - PWR & feeder purworejo..
Roda Tebang
Reply
#54
(31-01-2010, 03:22 PM)Hendrix Wrote: makin banyak operatornya, berarti akan ada "PERANG" bwt customer satisfaction....berarti malah bagus kan??????

makin banyak operator berarti juga bertambahnya lowongan kerja di bidang perkeretaapian. nanti rekan2 rf yang penasaran tidak bisa gol jadi karyawan pt. ka barangkali bisa menaruh harapan untuk di rekrut di perusahaan dubai tersebut.

Xie Xie
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#55
mudah2an saja jalur ka di kalimantan bs membuka akses bagi warga pinggiran yg ingin beraktifitas ekonomi
dan semoga saja menjadi transportasi vital layaknYA jalur KA di jawa pada zaman S.S (staat spoorwagen)
Reply
#56
Quote:Gubernur Kalteng Laporkan Proyek Rel KA ke SBY
Rabu, 2 Desember 2009 | 22:33 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Teras Narang melaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rencana Pemprov Kalteng untuk membangun jaringan rel kereta api. "Mudah-mudahan pada triwulan pertama tahun 2010 pembangunan rel kereta api sudah kita mulai," kata Teras Narang di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat malam silaturahmi dengan para gubernur se-Indonesia, muspida, bupati dan walikota se-Kalteng, di Palangkaraya, Rabu (2/12).

Presiden Yudhoyono bersama Ani Bambang Yudhoyono dan para menteri berada di Palangkaraya, Kalteng dalam kaitan menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tahun 2009 yang dimulai Kamis (3/12). Selain membangun rel kereta api, menurut Teras Narang, secara besamaan Pemprov Kalteng juga akan membangun pelabuhan laut.

Menurut Teras, kedua fasilitas tersebut tak lain adalah sebagai sarana pengangkutan berbagai sumber daya alam (SDA) yang melimpah di Kalteng, khususnya batu bara dan hasil perkebunan.

Mengenai rencana tersebut, Gubernur Kalteng mengatakan bahwa telah memperoleh dukungan dari Bappenas hingga sudah ada studi kelayakan. Pekerjaannya nanti kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta. "Beberapa hari lalu, saya menerima surat dari Dubes Rusia dan India, yang intinya kedua negara tersebut bersedia bekerja sama dalam membangun rencana tersebut," kata Teras Narang.

Selain itu, pihak lain seperti beberapa konsorsium baik nasional dan asing termasuk dari China dan Inggris juga berkeinginan ikut mewujudkan fasilitas angkutan massal itu.

Sebelumnya, Teras Narang menjelaskan, pembangunan rel kereta api semata mencari alternatif angkutan bahan tambang dan jenis angkutan massal lainnya, lantaran alternatif lain sudah tidak ada. Sebagai contoh, kalau angkutan bahan tambang dan komoditas lainnya dengan jumlah besar tidak mungkin melalui jalan darat karena kapasitas jalan maksimal 8 ton, sementara angkutan tambang khususnya batu bara minimal 20 ton. "Kalau jalan darat dipaksakan jelas akan mempercepat kerusakan jalan," katanya.

Pilihan kedua, melalui sungai memang relatif mudah dan murah dan mampu mengangkut jumlah tonase yang lebih besar, umpamanya melalui tongkang, hanya saja persoalannya sungai tidak selalu bisa dipergunakan. "Sungai Kalteng seperti Sungai Barito, adalah pasang surut dan hanya empat jam dalam sehari semalam debit air yang bisa dilalui tongkang batu bara," katanya.

Selain itu sungai-sungai Kalteng juga sering mendangkal, terutama pada musim kemarau, akhirnya sungai tidak bisa menjadi pilihan angkutan tambang dan angkutan komoditas lainnya dengan jumlah besar.

Akhirnya, lanjut Teras, pilihan jatuh pada pembangunan rel kereta api, yang dinilai lebih murah dan cepat waktu angkutannya, terutama dari sentra pertambangan ke pelabuhan laut untuk memudahkan ekspor berbagai komoditas pertambangan dan hasil alam lainnya.

Waktu ane naek gajayana kemaren, ada majalah REL, isinya sama dengan yang diatas. Namun ada tambahannya:
Quote:Selain, itu pihak lain seperti beberapa konsorsium baik nasional maupun asing termasuk dari Cina dan Inggris juga berkeinginan ikut mewujudkan fasilitas angkutan massal itu. Dari hasil penelusuran majalah REL terdapat enam jalur kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengenai jalur kereta api di wilayah Kalimantan. Mankupadi line sepanjang 354 km, Sevgata line sepanjang 149 km, Mahakam line 687 km, Balikpapan Selatan 218 km, Kalimantan Selatan 239 km, dan Batu 151 km.

Mahakam Line adalah lintasan kereta api yang melintas dari barat ke timur dimulai dari Muaratuhup, Murung Raya Coal, Kalimantan Tengah ke arah timur melewati Dilang Puti semakin ke selatan dan kembali ke arah utara melewati Kota Bangun yang berakhir di Pelabuhan Tritip, Balikpapan, Kalimantan Timur.

[Image: a2vric.jpg]
Reply
#57
(25-02-2010, 11:31 AM)fun_plano Wrote:
Quote:Gubernur Kalteng Laporkan Proyek Rel KA ke SBY
Rabu, 2 Desember 2009 | 22:33 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Teras Narang melaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rencana Pemprov Kalteng untuk membangun jaringan rel kereta api. "Mudah-mudahan pada triwulan pertama tahun 2010 pembangunan rel kereta api sudah kita mulai," kata Teras Narang di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat malam silaturahmi dengan para gubernur se-Indonesia, muspida, bupati dan walikota se-Kalteng, di Palangkaraya, Rabu (2/12).

Presiden Yudhoyono bersama Ani Bambang Yudhoyono dan para menteri berada di Palangkaraya, Kalteng dalam kaitan menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tahun 2009 yang dimulai Kamis (3/12). Selain membangun rel kereta api, menurut Teras Narang, secara besamaan Pemprov Kalteng juga akan membangun pelabuhan laut.

Menurut Teras, kedua fasilitas tersebut tak lain adalah sebagai sarana pengangkutan berbagai sumber daya alam (SDA) yang melimpah di Kalteng, khususnya batu bara dan hasil perkebunan.

Mengenai rencana tersebut, Gubernur Kalteng mengatakan bahwa telah memperoleh dukungan dari Bappenas hingga sudah ada studi kelayakan. Pekerjaannya nanti kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta. "Beberapa hari lalu, saya menerima surat dari Dubes Rusia dan India, yang intinya kedua negara tersebut bersedia bekerja sama dalam membangun rencana tersebut," kata Teras Narang.

Selain itu, pihak lain seperti beberapa konsorsium baik nasional dan asing termasuk dari China dan Inggris juga berkeinginan ikut mewujudkan fasilitas angkutan massal itu.

Sebelumnya, Teras Narang menjelaskan, pembangunan rel kereta api semata mencari alternatif angkutan bahan tambang dan jenis angkutan massal lainnya, lantaran alternatif lain sudah tidak ada. Sebagai contoh, kalau angkutan bahan tambang dan komoditas lainnya dengan jumlah besar tidak mungkin melalui jalan darat karena kapasitas jalan maksimal 8 ton, sementara angkutan tambang khususnya batu bara minimal 20 ton. "Kalau jalan darat dipaksakan jelas akan mempercepat kerusakan jalan," katanya.

Pilihan kedua, melalui sungai memang relatif mudah dan murah dan mampu mengangkut jumlah tonase yang lebih besar, umpamanya melalui tongkang, hanya saja persoalannya sungai tidak selalu bisa dipergunakan. "Sungai Kalteng seperti Sungai Barito, adalah pasang surut dan hanya empat jam dalam sehari semalam debit air yang bisa dilalui tongkang batu bara," katanya.

Selain itu sungai-sungai Kalteng juga sering mendangkal, terutama pada musim kemarau, akhirnya sungai tidak bisa menjadi pilihan angkutan tambang dan angkutan komoditas lainnya dengan jumlah besar.

Akhirnya, lanjut Teras, pilihan jatuh pada pembangunan rel kereta api, yang dinilai lebih murah dan cepat waktu angkutannya, terutama dari sentra pertambangan ke pelabuhan laut untuk memudahkan ekspor berbagai komoditas pertambangan dan hasil alam lainnya.

Waktu ane naek gajayana kemaren, ada majalah REL, isinya sama dengan yang diatas. Namun ada tambahannya:
Quote:Selain, itu pihak lain seperti beberapa konsorsium baik nasional maupun asing termasuk dari Cina dan Inggris juga berkeinginan ikut mewujudkan fasilitas angkutan massal itu. Dari hasil penelusuran majalah REL terdapat enam jalur kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengenai jalur kereta api di wilayah Kalimantan. Mankupadi line sepanjang 354 km, Sevgata line sepanjang 149 km, Mahakam line 687 km, Balikpapan Selatan 218 km, Kalimantan Selatan 239 km, dan Batu 151 km.

Mahakam Line adalah lintasan kereta api yang melintas dari barat ke timur dimulai dari Muaratuhup, Murung Raya Coal, Kalimantan Tengah ke arah timur melewati Dilang Puti semakin ke selatan dan kembali ke arah utara melewati Kota Bangun yang berakhir di Pelabuhan Tritip, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kesimpulannya, orientasi pengangkutan KA ini adalah angkutan barang dengan barang angkut berupa bahan tambang dan komoditi pokok lainnya.

Bagaimana dengan angkutan penumpang? Apakah nantinya saat dioperasikan okupansinya cukup besar dan dapat menutup biaya pembangunan dan pengoperasian rangkaian?
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#58
Sepertinya untuk penumpang akan berpotensi juga ... dan "harus" dikembangkan untuk ngangkut penumpang ... sayang klo nggak dimaksimalkan ... nah PT KA bisa nih ikut tender angkutan penumpang ... saingan sama konsorsium luar ... harus berani ...
Reply
#59
Katanya se angkutan penumpang juga diadakan. Perumpamaannya jalur ka yg utamanya untuk angkutan barang akan disisipkan angkutan penumpang juga. Pembangunannya kan triwulan 2010, jadi dicek di lapangan de..

[Image: a2vric.jpg]
Reply
#60
berarti siap2 liat dash 9 beroperasi di indonesia Big Grin
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 4 Guest(s)