Posts: 3,471
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
12
(08-01-2010, 07:27 PM)komeng_DAOP2BD Wrote: (08-01-2010, 05:55 PM)ady_mcady Wrote: memang seberapa terjal tanjakannya? lebih terjal mana dengan tanjakan beos-jayakarta? atau manggarai-cikini?
Buat bayangan aja ya om..Turangga di petak cicalengka - nagrek cuma bisa lari 25km/jam..jarak cicalengka - nagrek 8 km..apa kuat tuh KRL??
Kembali ke topik..
kenapa ndak memanfaatkan produk dalam negeri sih? KRDI adalah solusi terbaik, karena selain membantu perekonomian indonesia, KRDI sudah bisa memanfaatkan jaringan infrastruktur yang sudah ada..Betul sekali kata om rendra, berapa besar biaya investasi membangun jaringan LAA dan biaya2 perawatannya..dan betul sekali kata om ardi, apakah lebih suka dengan produk luar negeri?
Yakin 2010 ini masalah listrik jawa-bali bisa teratasi?oke..optimis aja bro..tapi liat kenyataannya di lapangan!!!sudah berapa puluh tahun masalah listrik jawa bali ini tidak pernah teratasi?
hehe..
sepertinya mas komeng bener2 ogah ada LAA di daop II.
bikin jelek view aja ya.... 
hehehe.....
cuma emang kalo dilihat dari segi efisiensi ke depan, KRL jawabannya....
turangga tersendat karena cc204,203, dan 201 cuma punya 6 TM, KRL TMnya lebih banyak, tarikannya lebih kuat....
krisis energi kok malah bikin LAA? hehe
kan listrik bukan dari BBM aja bro...
malah Pak Dahlan Iskan dari dulu udah bilang PLN rugi gara2 pake PLTD...
ya kembali, terkadang apa yang kita suka bukanlah yang terbaik bagi masyarakat...
sama seperti perjalanan KA di siang hari. railfans seneng, penumpang umum ogah, mending kerja nyari duit  keduanya pun gak bisa disalahkan
kalau trafic perjalanan KA udah sepadat jakarta nantinya, penggunaan KRD bukan hal yang bijak
prameks tripnya masih dibawah 50 trip sehari, jadi pake KRDE cukup. kalo udah kayak koridor BOO-MRI yang nyampe lebih dari 100trip sehari pake KRDE, yang ada jebol tuh mesin gak istirahat....
-salam-
Posts: 251
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
4
Quote:
hehe..
sepertinya mas komeng bener2 ogah ada LAA di daop II.
bikin jelek view aja ya.... New_bethe
hehehe.....
cuma emang kalo dilihat dari segi efisiensi ke depan, KRL jawabannya....
turangga tersendat karena cc204,203, dan 201 cuma punya 6 TM, KRL TMnya lebih banyak, tarikannya lebih kuat.... Tersenyuum
krisis energi kok malah bikin LAA? hehe
kan listrik bukan dari BBM aja bro...
malah Pak Dahlan Iskan dari dulu udah bilang PLN rugi gara2 pake PLTD...
ya kembali, terkadang apa yang kita suka bukanlah yang terbaik bagi masyarakat...
sama seperti perjalanan KA di siang hari. railfans seneng, penumpang umum ogah, mending kerja nyari duit Tersenyuum keduanya pun gak bisa disalahkan
kalau trafic perjalanan KA udah sepadat jakarta nantinya, penggunaan KRD bukan hal yang bijak Tersenyuum
prameks tripnya masih dibawah 50 trip sehari, jadi pake KRDE cukup. kalo udah kayak koridor BOO-MRI yang nyampe lebih dari 100trip sehari pake KRDE, yang ada jebol tuh mesin gak istirahat.... Tongue
-salam-
Jawaban yang bijak, Kang Big Bro
Maaf ya rekan2 sekalian, klo saya 101% mendukung rencana elektrifikasi ini, maklum railfans penggemar berat trainset, KRD, KRDE, apalagi KRL (sayangnya di DAOP 2 ga ada KRL :p)
Yg pernah saya baca, mengapa dipilih KRL, karena lebih efisien dalam mengangkut penumpang (ini juga saya ga tau, maksudnya efisien apaan)
Sebetulnya saya juga ga masalah klo pada akhirnya dibatalkan, dan diganti dgn KRDI/ KRDE (yg penting odong2 bandung raya yg buluk bin tidak manusiawi itu ditendang!!!), tapi dari kacamata saya, itung2 buat investasi jangka panjang kan? Di negara lain pun, yg namanya angkutan komuter itu 99% KRL, ya ga?
WAHAI PAK PRESIDEN SAYA MEMOHON DENGAN SANGAT AGAR PT KA DIPRIVATISASI SAJA, SOALNYA BILA SWASTA TIDAK MASUK KE INDONESIA MAKA JALAN KEHANCURAN BAGI PERKERETAAPIAN KITA MAKIN TERBUKA LEBAR...
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
mungkin dari segi efesiennya ga repot manasin mesin, tinggal kontak langsung jalan, ga repot ganti oli mesin, trus ga boros HSD (blom tau jg deh perbandingan HSD dgn listrik borosan mana) yang pasti lebih ramah lingkungan (terlepas PLN menggunakan bahan bakar apa untuk pembangkitnya)...
Oh iye, KRL tarikan awalnye mantep coy kalo di jalan datar, tp kalo pegunungan emang sih sama dengan lainnya, tapi kan bisa di akali dengan TM khusus jalan berbukit (ada ga yeh bos TM kyk gini ?), ga kyk KRD (E maupun H) tarikan awalnya ..ampun beibeh, ngedennnnn
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
@ ady_mcady : Idem... Sama tuh kayak aku...
@ rendrahabib : Tapi kalao menurut aku pribadi sih sip sip aja soal view.... Coba liat lebih teliti lagi deh... Minimal di stasiun Jurang Mangu kalo mau hunting bagus banget deh.... Meski panas terik dikala musim kemarau tapi posisi spotnya OK banget....
@ enrico : Kalo dipikir – pikir iya juga sih.... Utk suasana alam Lebak Jero dan Leles pengecualian kali yah... Lebih sip kalo tanpa ada LAA / listrik aliran atas....
@ komeng_DAOP2BD : Koq di Jepang bagus2 aja tuh... Malah banyak juga khan KRL diimbangin juga KRD yang melanglang buana di kawasan pegunungan.
@ see_204XX : Sejak awal tahun 1900-an khan VOC dah mau rencanain elektrifikasi se-Jawa. Tapi kala itu revolusi industri jadinya krisis keuangan. Apalagi sekarang....! Indonesia khan negara terkorup urutan ke-111 yah....
Posts: 1,595
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
1
dr harian Pikiran Rakyat Tgl.09 jan 2010
Quote:PT KA Bangun Rute KRL Padalarang-Cicalengka
BANDUNG, (PR).-
PT Kereta Api (PT KA) Indonesia pada tahun ini mulai mempersiapkan diri untuk pengoperasian kereta rel listrik (KRL) rute komuter di Padalarang-Bandung- Cicalengka. Selain untuk mengatasi peningkatan penumpang di jalur tersebut, pengoperasian KRL juga diharapkan bisa membantu pengembangan kawasan Kabupaten Bandung Barat.
"KRL di jalur Padalarang- Bandung-Cicalengka merupakan program jangka panjang PT KA. Tahun ini proses awalnya sudah dimulai dan rencananya akan beroperasi 2012. Akan tetapi, jika kondisinya mendukung, bukan tak mungkin ada percepatan," ujar Kepala Humas PT KA Daop II Bandung Bambang Setya Prasetyo, Kamis (7/1).
Menurut Bambang, proses awal pembangunan KRL adalah memasang jaringan listrik di atas jalur Padalarang - Bandung-Cicalengka. Selain itu, dibutuhkan pembuatan double track, dari Kiaracondong sampai Cicalengka. Menyambung double track yang sudah ada dari Stasiun Padalarang-Bandung-Kiaracondong.
Pembuatan double track tersebut merupakan syarat mutlak karena dengan lalu lintas KA di jalur tersebut sudah terlalu padat. Untuk rute komuter Padalarang-Bandung-Cicalengka saja, saat ini dilayani oleh dua set Kereta Rel Diesel (KRD) Badung Raya, satu set KRD Patas, dan KA Baraya Geulis. Belum ditambah dengan KA Bandung-Jakarta, dan rute lainnya.
"Kami optimistis rencana ini akan berjalan lancar karena memang dibutuhkan banyak pihak. Apalagi pengusaha-pengusaha Kadin Jabar menyatakan siap mendukung. Paling tidak dengan pembelian karcis berlangganan untuk karyawan-karyawan mereka," katanya.
Ketua Kadin Jawa Barat Agung Suryamal Sutisno mengatakan, pihaknya siap bersinergi dengan PT KA dalam pengembangan jalur dan dan pasar bagi transportasi KA di Jawa Barat. Apalagi berbagai aset yang dimiliki PT KA potensial untuk dikembangkan dalam kerja sama bisnis.
Sementara itu, Wakil Kepala PT KA Daop 2 Bandung Bidjak Filsadjati mengatakan, aset yang dimiliki Daop 2 saat ini meliputi 942 km ruas rel, 386 km rel aktif, 55 stasiun, dan ratusan ha tanah. Di antara lahan tanah tersebut 35 ha berada di sepanjang Jln. Laswi, dan 6,5 ha dipergunakan oleh Stasiun Bandung. (A-135)***
TRAVEL WARNING TRAIN DANGEROUSLY exotic VEHICLE
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
(08-01-2010, 10:38 PM)dwipangga Wrote: ya KRL bkn satu2nya solusi.....
liat aja daop 6, disana ada angkutan komuter yg cepat, menjawab kebutuhan warga tanpa hrs pake Listrik....
knapa gak meniru keberhasilan Pramex aja ya????
hehehe. pertama kita lihat dulu mas, yogya-solo itu jumlah stasiunnya ada berapa. dan prameks berhenti kah di setiap stasiun? coba kita bayangkan seandainya prameks berhenti disetiap stasiun, saya yakin gak bisa cepat lagi waktu tempuhnya kecuali menggunakan krl.
sekarang bandingkan dengan jakarta-bogor. dengan jarak yang hampir sama ( bahkan lebih pendek, 54 km) tapi jumlah stasiun lebih banyak 2 kali lipat. pakuan saja yang berhenti di 5-6 stasiun butuh 1 jam kurang. gak kebayang kalo pake krde apa bisa 1 jam.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
(08-01-2010, 08:10 PM)rendrahabib Wrote: jadi kemana-mana nih pembahasannya...
Mas ady_mcady tos dulu ah... Kita berdoa saja kebijakan PT KA merupakan keputusan yang tepat dan berdampak positif untuk warga Bandung....
Dan teknologi yang di gunakan merupakan teknologi yang sesuai dengan tekstur bumi parahyangan jadi gak ada lagi cerita Kereta mogok.....
Akur...
Mudah2an saja dengan keberadaan jaringan LAA di bumi Parahyangan tidak membuat surut minat para RF dalam mencari spot utk ber-fotografi. Kalopun sudah terasa mengganggu, saya rasa masih ada scenery laen yang masih lama terjamah jaringan LAA (ngarep mode = ON).
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 1,881
Threads: 0
Joined: Feb 2009
Reputation:
54
(10-01-2010, 12:47 PM)see_204XX Wrote: Mudah2an saja dengan keberadaan jaringan LAA di bumi Parahyangan tidak membuat surut minat para RF dalam mencari spot utk ber-fotografi. Kalopun sudah terasa mengganggu, saya rasa masih ada scenery laen yang masih lama terjamah jaringan LAA (ngarep mode = ON). 
Semoga saja tiang-tiang dan kebel-kabel itu memberikan keindahan lain yang tak di temukan dengan tiang dan kabel di jabotabek
Posts: 995
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
14
(07-01-2010, 01:28 PM)see_204XX Wrote: Saya mo coba ikut komentar ya...?
Apakah Indonesia udah bebas dari krisis energi ya, koq PTKA mo nambah jaringan LAA di area Bandung...? Apa nggak ada solusi laen tuch...?
tenang aja..bentar lg PLTN muria dibangun kok..kalo udah jadi, listrik jawa bali aman..
lagian kalo krl kan hemat energi, lagipula biaya listrik lebih murah daripada biaya beli HSD..
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
sebenarnya untuk mengakomodasi rf yang hobi fotografi, aliran bawah adalah solusinya. masalahnya terlalu beresiko kalo di indonesia. saya sendiri berpikir kira2 bisa nggak ya aliran bawah dibuat lebih safety. misalnya kayak aeromovel di tmii itu kan ada semacam rubber seal ditengah2 treknya. kalo konduktor aliran bawah dipasangi semacam rubber seal kira2 bisa nggak ya?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
|