Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KRDE buat lintas SGU-ML
(20-12-2009, 08:28 PM)rayka Wrote: sory OOT,baru buka lagi thread ini...

beh pak adi.....
aku ngguyu gak karu2an d depan komputer............
hahahahahahahahahaha..................

Yach, dengan begitu, anda kan jadi tetap OL di S-35, dan sekedar intermezzo lah, Ngeledek tetapi saya ingin mengucapkan terima kasih buat PKD dan para petinggi S-35 , karena secara tidak sadar, sering dianggap OOT.Xie Xie
Coba ke HOBBY - SPOORMEZZO - di Kartun Seri "Ada Ada Sepur" dan nantikan seri selanjutnya....Bye Bye
Reply
Ngiler Maklum anne emang agak OOT. he..he.. Ngiler Tapi anne berharap ndak papa penggantinya MALEKS pake gerbong K3 tapi tempat duduknya diatur kayak MALEKS.Bye Bye OYI!!!
Reply
(21-12-2009, 09:54 AM)VAN_DER_SPOOR Wrote: Ngiler Maklum anne emang agak OOT. he..he.. Ngiler Tapi anne berharap ndak papa penggantinya MALEKS pake gerbong K3 tapi tempat duduknya diatur kayak MALEKS.Bye Bye OYI!!!

kalo misalnya gitu berarti gerbong K3nya harus dirombak dulu....kan semua K3 kursinya statis sandarannya...
ya mungkin dikususkan untuk maleks aja...hahahaha Ngakak
|warm up|


[Image: 418089_2580690805272_1494496598_32011478...2663_n.jpg]
Reply
(20-12-2009, 01:56 AM)sulovyo Wrote:
(19-12-2009, 10:49 PM)adisutjipto Wrote:
(19-12-2009, 10:20 PM)pinguin Wrote:
(19-12-2009, 04:42 PM)VAN_DER_SPOOR Wrote: ANA... ANA... BAE!!!!! ADJOER... ADJOER... DAGELAN KI!!!!
adjoer.....sampe interogasi di depan warung dipo sek ndak percaya wae...

Back to topic-lah...

kapan ada gantinya ya? biar ada objek baru buat hunting...Ngiler

Kalau kita lihat, yang namanya Penataran alias Argoloyo kelas Argodawet, di Jabar dan Jak istilahnya mungkin jadi Argoloyo- Argocendhol, penumpang selalu penuh dan rasanya jadi tidak manusiawi. Setiap saya ikut dinasan 964 - 967 - 964 lagi, pagi-pagi mau berangkat yang pertama saja, sehabis kita mengeluarkan Lok dari Depo BL, penumpang sudah terisi hampir separuh gerbong. Terus jalan, sampai WL sudah hampir penuh. Berhenti di SBP, sulit masuk, padahal, perjalanan masih jauh.....
Lalu dulu, setelah ada peristiwa Lumpur, keluar Maleks, yang saya ingat jaman ada Alm. Jatayu, pualing uenak untuk jalan-jalan ke Sby by train!
Ayo, kita harusnya memberi masukkan dong, agar diluncurkan kembali penggantinya, mungkin harga sedikit diturunkan, agar lebih terjangkau, sehingga orang lebih berminat dibanding pengguna Maleks sebelumnya = tidak rugi.
Harga tetap diatas Penataran lah, karena segmen penggunanya juga beda,, mungkin namanya Penataran ++.
Ini lain dengan Pijat ++ lho.....
Bagaimana.....?

mungkin mas adji bisa memulai dengan membuat petisi dari seluruh rf dan penumpang setia maleks kepada petinggi daop VIII.
kumpulkan tanda tangan penumpang pendukung pengganti Maleks.atau bikin kuisoner sebenarnya pengganti Maleks ini masih dibutuhkan atau tidak.
kalau perlu bikin demo ke DPR di malang/sby.nanti kan demonya masuk detik.com atau TV,sukur-sukur "didengar" orang pusat.

berarti bener, ini(malang ekspres so called replacement) ga lebih cuma kabar angin?
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
nimbrung suara "SETUJU"...... yg jelas manfaatkan armada yg nganggur...!!!!!
kyk e OOT dehh..... maaph ea.....

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
Kayaknye se jadi nih

dapet berita baru td di koran Malang Post

Quote:Malang Bakal Punya KRD ber-AC
Kamis, 25 Agustus 2011 14:58
SURABAYA - Masyarakat Malang Raya sebentar lagi, bisa segera menikmati Kereta Rel Diesel (KRD) jenis komuter. Bahkan, KRD jurusan Surabaya – Malang dengan fasilitas pendingin udara atau AC ini telah menjadi progam utama Kementrian Perhubungan.
Hal di atas diungkapkan Soekarwo, Gubernur Jatim ketika mendampingi Bambang Susantono, Wakil Menteri Pehubungan dalam peluncuran KRD ber-AC jurusan Surabaya-Bojonegoro di Stasiun Pasar Turi, Kami siang.
‘’Segera. Segera, kita luncurkan komuter ber-AC jurusan Surabaya ke Malang. Bahkan, jurusan Surabaya – Probolinggo dan Madiun juga masuk prioritas utama,’’ tandas gubernur.
Menurut dia, pengembangan jaringan komuter ber-AC bermesin KRD dianggap banyak memberi keuntungan. Selain beban badan jalan menjadi tidak berat, biaya yang dikeluarkan juga lebih irit jika digunakan untuk angkutan industri.
Sebagai gambaran, Soekarwo menyebutkan, selama ini angkutan ekspor dari Jatim ke luar provinsi melalui laut dan jalan darat tahun ini menelan biaya Rp 40 triliun. Angka ini tentu akan bisa ditekan, jika KRD bisa berperan maksimal di dalamnya. Sehingga, beban pengusaha juga sedikit lebih ringan.
‘’Tidak hanya angkutan manusia saja. Tapi, KRD ini juga sangat menguntungkan perekonomian secara umum di Jatim. Makanya, Kami terus sharing dengan pemerintah pusat untuk mencari tahu apa yang bisa kami lakukan dalam pengembangannya,’’ tandasnya.
Sementara itu, untuk kali pertama Indonesia, masyarakat kini bisa menikmati armada komuter ber –AC jurusan Surabaya – Lamongan – Bojonegoro. Angkutan rakyat ini merupakan salah satu upaya Ditjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan meningkatkan pelayanan angkutan penumpang kereta api kelas ekonomi.
‘’Sekaligus sebagai pengembangan jaringan dan pelayanan perkeretaapian nasional. Khususnya, kereta ekonomis dan murah,’’ kata Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan saat peluncuran KRD.
Dikatakan dia, pengoperasian KRD AC di Surabaya ini dimaksudkan sebagai bentuk dukungan pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah berpotensi.
‘’Surabaya, seperti diketahui bersama, adalah kota terbesar kedua di Indonesia dengan kontribusi PDB cukup besar secara nasional,’’ ungkapnya, yang saat peluncuran didampingi Soekarwo, Gubernur Jatim.
Menurut dia, KRD ber-AC ini seperenam lebih irit dari kereta ekonomi biasa. Sebab, tenaga dari mesin disel disalurkan menjadi daya elektrik sehingga lebih efesien mendukung mobilitas barang maupun penumpang di kawasan ini.
‘’Ke depan, jaringan KRD ber AC akan dikembangkan ke daerah lain di Jatim. Karena teknologi KRD dianggap sangat efisien dibanding transport laut,’’ janjinya di depan Soekarwo. (has)
Reply
nengok kasusnya rencang geulis dan banyubiru yang semuanya KO oleh tanjakan, apakah udah ada antisipasi buat calon KRD mlang-surabaya ini? jangan sampe beroperasi cuma sebentar terus sakit2an di dipo,,,
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply
wah kok cuma melayani relasi SB-ML gak diterusin aja nih sampe blitar????
Esok lusa boleh kita jumpa pula
Reply
(27-08-2011, 02:57 AM)nino Wrote: nengok kasusnya rencang geulis dan banyubiru yang semuanya KO oleh tanjakan, apakah udah ada antisipasi buat calon KRD mlang-surabaya ini? jangan sampe beroperasi cuma sebentar terus sakit2an di dipo,,,

kalo mogok paling ujung2nya ditarik lok lagi..!!
ya jgn sampe lah biar awet tu nanti KRD nya..
Reply
(20-09-2011, 11:27 AM)rangga.pradipta Wrote: wah kok cuma melayani relasi SB-ML gak diterusin aja nih sampe blitar????
Mungkin apa karena keterbatasan armada dan waktu tempuh perjalanan kali...Bingung

(27-08-2011, 02:57 AM)nino Wrote: nengok kasusnya rencang geulis dan banyubiru yang semuanya KO oleh tanjakan, apakah udah ada antisipasi buat calon KRD mlang-surabaya ini? jangan sampe beroperasi cuma sebentar terus sakit2an di dipo,,,
Nengok juga dari peristiwa2 semacam ini juga kali....Bingung

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)